Korpri Sleman Adakan Pertandingan Berbagai Cabor

Sleman – Dalam rangka HUT Korpri ke 45, pengurus Korpri Kabupaten Sleman mengadakan pertandingan berbagai cabang olahraga (cabor). Pertandingan tersebut dinaksudkan sebagai ajang seleksi atlet.

Pertandingan/lomba yang dilaksanakan adalah untuk kelompok Putra cabang olahraga yang dipertandingkan  Tenis Meja, Tenis Lapangan, Bola Voli, Futsal, Bulu Tangkis dan Catur. Sementara untuk kelompok putri cabang olahraga yang dipertandingkan Bola Voli, Futsal, Tenis Meja dan Catur. Demikian disampaikan Sekretaris Korpri Kabupaten Sleman Dra Endang Pusmawati SSos dikantornya, Jumat (14/10).

Lebih lanjut disampaikan bahwa lomba dan pertandingan antar SKPD tersebut memperebutkan Trophy, piagam dan uang pembinaan.

“Pertandingan berbagai cabang olahraga ini selain sebagai peringatan HUT Korpri juga sebagai sarana seleksi atlit Sleman, dan mengkampanyekan hidup sehat dengan olahraga,” tutur Endang.

Menurut Endang dari hasil seleksi atlet Kabupaten Sleman melalui event HUT Korpri ini nantinya para juara masing-masing cabor  akan diiikutkan dalam Pekan Olah Raga Korpri tingkat DIY yang akan berlangsung tanggal 9-10 November 2016 di DIY. Tiga cabor yaitu Catur, Bulu tangkis, dan Futsal telah selesai dilaksanakan.

Adapun hasil kejuaraan Catur POR KORPRI Kabupaten Sleman 2016 yang dilaksanakan tanggal 13 Oktober 2016, sebagai Juara 1 diraih oleh Kepala Dukuh Kendal Kecamatan Turi Agus DS, Juara 2 diraih oleh Perangkat Desa Bangunkerto Turi Farhurahman, juara 3 diraih oleh Jayus Kecamatan Seyegan, juara 4 Anton Yusufi dari Kecamatan Mlati.

Sedangkan cabor bulutangkis  juara 1 diraih oleh KORPRI Sub Unit UPT Yandik Sleman, juara 2 KORPRI Sub Unit UPT Yandik Turi, juara 3 KORPRI Sub Unit UPT Yandik Depok, juara 4 KORPRI Unit Pasar.

Sedangkan untuk futsal putra juara 1 diraih oleh PDAM Sleman, juara 2 UPTD Yandik Kecamatan Sleman, juara 3 BNNK Sleman, juara 4 UPTD Yandik Kecamatan Kalasan. Futsal putri juara 1 diraih UPTYandik Seyegan, juara 2 UPT Yandik Sleman, juara 3 DPKAD, juara 4 Kecamatan Godean.

“Cabor lainnya yang akan dipertandingkan yaitu bola voli pada 24-28 Oktober, tenis meja 25-26 Oktober, tenis lapangan pada tanggal 28-30 Oktober,” tambah Endang.




Disbudpar Tidak Memperdagangkan DVD Illegal Angguk Sri Panglaras

Sleman – Akhir-akhir ini dipasaran umum telah beredar DVD illegal Angguk Sripanglaras dari Pripih Kulonprogo hasil rekaman dari salah satu pementasan dalam kegiatan Festival Jathilan Tingkat Kabupaten Sleman 2016 yang dilaksanakan pada tanggal 14-15 Juli 2016.  

Hal tersebut diketahui setelah pengurus Angguk Sripanglaras mengkonfirmasikan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman perihal tersebut. Demikian disampaikan Kepala Disbudpar Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM dikantornya, Jumat (14/10).

Ayu menyatakan bahwa pihaknya telah mengundang kesenian Angguk Sripanglaras asal Pripih Kulonprogo untuk tampil dihari kedua dalam Festival Jathilan Tingkat Kabupaten Sleman 2016 yang dilaksanakan pada tanggal 14-15 Juli 2016 untuk menghibur masyarakat saat menunggu sidang dewan juri.

Pada saat itu Disbudpar Kabupaten Sleman hanya melakukan perekaman pentas tersebut sebatas untuk dokumentasi internal dan bukan untuk konsumsi masyarakat umum.

“Selanjutnya Disbudpar Kabupaten Sleman tidak pernah dimintai izin dan tidak mengetahui bahwa ada pihak yang menggandakan dokumentasi video salah satu kegiatan dalam Festival Jathilan Tingkat Kabupaten Sleman 2016 tersebut,” kata Ayu.

Selain itu lanjut Ayu, Disbudpar  Kabupaten Sleman juga tidak pernah memberikan copy DVD tersebut kepada pihak lain. Dalam DVD tersebut terlihat jelas penampilan Angguk Sripanglaras dengan latar belakang Festival Jathilan Tingkat Kabupaten Sleman 2016, dengan logo-logo “Sleman Sembada”, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman dan Dinas Kebudayaan DIY.

“Pihak dinas memang melakukan perekaman serupa yang asli untuk keperluan dokumentasi internal, akan tetapi bukan untuk diproduksi dan diperjualbelikan untuk masyarakat umum. Apabila ternyata diberbagai tempat ditemui dan diperjualbelikan DVD dengan ciri-ciri tersebut adalah diluar tanggungjawab Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman,” kata Ayu.




BPMPPT Sleman Terus Tingkatkan Pelayanan

Sleman – Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kabupaten Sleman terus meningkatkan pelayanannya, terutama dalam hal pemberian perizinan.

Penyelenggaraan perizinan di wilayah Kabupaten Sleman selain bertujuan memberikan legalitas atas operasional kegiatan yang dilakukan masyarakat, mempunyai peranan lebih utama sebagai media pengendalian Pemerintah Daerah atas operasional kegiatan agar kegiatan yang dilakukan masyarakat dapat memberi manfaat bagi pemilik kegiatan, tidak menganggu kepentingan masyarakat yang lain, dan bisa memberi manfaat bagi masyarakat pada umumnya.

“BPMPPT mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang penanaman modal dan pelayanan perizinan secara terpadu,” kata Purwati SH MM, Kepala Bidang Pendaftaran, Informasi dan Pengaduan Perizinan BPMPPT‬ Sleman di Sleman, Jumat (14/10).

Dikatakan Purwati berdasarkan Peraturan Bupati Sleman Nomor 17 tahun 2012 tentang tahapan pemberian izin mengatur pola pengendalian perizinan di wilayah Kabupaten Sleman antara lain Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT), Dokumen Perolehan Tanah, Dokumen Lingkungan, Dokumen Rencana Tata Bangunanan dan lingkungan (RTB), Izin Mendirikan Bangunan,Izin Gangguan dan Izin Operasional Teknis.

“Semua permohonan perizinan tersebut ada tahapannya dan ada aturannya sesuai dengan izin yang dimohonkan,” kata Purwati.

Dijelaskan Purwati berdasarkan data yang ada angka permohonan izin gangguan per Januari 2016 sampai bulan September 2016 sebanyak 399 berkas. Angka izin gangguan yang sudah jadi per Januari 2016 sampai bulan September 2016 sebanyak 373 berkas. Sedang angka permohonan Izin Mendirikan Bangunan per Januari 2016 sampai bulan September 2016 sebanyak 4579 berkas.

“Angka izin mendirikan bangunan yang sudah jadi per Januari 2016 sampai bulan September 2016 sebanyak 4204 berkas. Tetapi‪ angka itu bukan berarti berkas tahnu berjalan karena BPMPPT  masih ada berkas permohonan yang merupakan tinggalan dari PUP dan KPP sebelum terbentuknya BPMPPT,” tutur Purwati.

Menurutnya dengan melihat angka tersebut telah  menunjukkan kemampuan BPMPPT untuk memproses permohonan izin di Sleman. Ketika ditanya berapa besarnya biaya untuk permohonan masing-masing izin, Purwati mengatakan

Biaya hanya ada di permohonan IMB dan Izin gangguan, sementara yang lainnya gratis. Dan besarnya retribusi tersebut besarannya berbeda-beda karena perhitungannya ada rumusannya.

Terkait pelayanan perizinan secara on line diungkatkan Purwati untuk sementara ini pendaftaran on line belum bisa dilaksanakan karena pemohon izin masih harus ke kantor untuk menyerahkan berkas persyaratan yang dibutuhkan.




Kenduri Pohon Ajang Lestarikan Mata Air Desa Wonokerto

Sleman – Kenduri pohon adalah bentuk ekspresi budaya dari komitmen bersama semua pihak baik masyarakat, pemerintah, akademisi dan semua stakeholder yang peduli untuk melestarikan dan menyelamatkan mata air agar tetap mengalir menurut Kepala Desa Wonokerto Tomon Haryo Wirosobo di Kantor Desa Wonokerto, Kamis (13/10).

Acara tahunan ini akan dilaksanakan pada hari minggu tanggal 23 Oktober 2016 pukul WIB bertempat di Tunggularum Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Acara tersebut sekaligus meresmikan hutan lindung dan penanda tanganan komitmen bersama tentang penyelamatan dan kelestarian mata air oleh Gubernur .

Acara ini merupakan rangkaian Gelar Potensi dan Budaya WONOKERTO EXPO TAHUN 2016 yang akan dibuka pada tanggal 18 Oktober 2016. Acara tersebut akan dimeriahkan dengan pameran potensi desa seperti kuliner, kerajian dan pariwisata serta penampilan seni pertunjukan kerakyatan yang ada di Desa Wonokerto dan diakhir kegiatan pada tanggal 23 Oktober 2016 adalah Kenduri Pohon.

Wonokerto adalah desa paling atas diutara Daerah Istimewa Yogyakarta yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah disisi barat dan gunung merapi disisi utara yang merupakan daerah tangakapan air dan menjadi wilayah penyangga ketahanan suplay air ke daerah yang ada dibawahnya yaitu Jogjakarta. Oleh sebab itu penyelamatan dan pelestarian mata air ini tetap terjaga sampai kapanpun.

Salah satunya program yang dikembangkan untuk menyelamatkan dan melestarikan mata air adalah dengan menanam berbagai jenis tanaman yang mampu menahan dan menyimpan air di sepanjang aliran sungai seperti gayam, beringin, bambu, jampe, rampleras, keluwih.

Selain itu, banyak ditanam jenis tanaman yang memiliki nilai historis dan filosofis mulai langka diantaranya tesek, mentaok, nagasari, pronojiwo, kemenyan, timoho, cendana, kepel, duwet putih, nam-nam, tersono, mawar dan samolo.




Pasca Longsor, Obyek Wisata Kaliurang/Tlogo Putri Tidak Ditutup

Sleman – Terkait longsor di kawasan Tlogo Putri Kaliurang yang terjadi Selasa (11/10) malam, kawasan obyek wisata Kaliurang Tlogo Putri tidak ditutup. Sehingga pengunjung wisata Kaliurang pada hari Kamis (13/10) tetap bisa menikmati keindahan obyek wisata tersebut.

“Tidak ditutupnya kawasan Kaliurang/Tlogo Putri pasca longsor  terungkap saat rapat koordinasi di Posko Utama Pakem Kamis(13/10). Hadir pada pertemuan tersebut antara lain dari BPBD Sleman, Balai TNGM Jogja, PDAM Sleman, Dinas SDAEM Sleman, Kepala Desa Hargobinangun Pakem, Kepala Desa Umbulharjo Cangkringan dan pejabat terkait lainnya,” kata Kabag Humas Sleman, Dra Sri Winarti, Kamis (13/10).

Dikatakan Sri Winarti, sebelumnya memang ada berita jika obyek wisata Kaliurang ditutup dan itu tidak semuanya benar. Memang diakui Sri Winarti, infornmasi dari pihak TNGM (Taman Nasional Gunung Merapi) Jogja bahwa yang ditutup hanya  Obyek Wisata Alam Muncar di Air Terjun karena terjadi longsor.

“Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dan semata-mata untuk keselamatan pengunjung,” kata Sri Winarti.

Sedangkan terkait Air bersih yang bersumber dari  mata air di sekitar Kaliurang yang berdampak putusnya saluran air/peralon milik PDAM Sleman yang berakibat terganggunya pelanggan PDAM, mulai Kamis ini sudah normal kembali, hanya debitnya memang belum maksimal, direncanakan Kamis sore ini sudah normal seperti semula hingga konsumen tidak perlu kawatir.

Sedangkan longsor yang terjadi di  tebing sisi barat jembatan Plunyon Kali Kuning selebar 5 meter dengan tinnggi 18 meter saat ini sudah dilakukan perbaikan dengan membersihkan  material longsoran dan alur sungai tidak tertutup material longsoran dan untuk irigasi tidak terganggu.

Sementara longsor yang terjadi di Kaliurang ada 3 lokasi yaitu longsor di area wisata air terjun muncar dan oleh TNGM memang ditutup untuk sementara waktu, Untuk longsor di area wisata arah Pronojiwo ada 4 titik, dan longsor diatas bekas kolam renang Tlogo Putri ada 1 titik.

“Dari beberapa titik longsor tersebut saat ini sudah dilakukan pembersihan material longsoran,” tutur Sri Winarti.