Sleman Sebagai Daerah Resapan, Ruang Terbuka Hijau Sangat Penting

Sleman – Wilayah Kabupaten Sleman secara geografis berada dihulu untuk Kota Yogyakarta dan Bantul. Sehingga Sleman menjadi andalan untuk  pasokan air ke Jogja dan Bantul.

“Karena Sleman berada dihulu sehingga Sleman menjadi  kawasan resapan air pemukaan, air tanah dan air bawah tanah. Air permukaan itu air sungai, air tanah itu air sumur, air bawah tanah adalah air dibawah air tanah,” kata Drs Purwanto, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sleman di Pres Room Pemkab Sleman, Rabu (12/10).

Untuk itu dikatakan Purwanto Kabupaten Sleman terus berupaya agar konservasi air di Sleman tetap terjaga dan air hujan  bisa meresap. Dan salah satu upaya yang dilakukan adalah membuat Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Dengan RTH ini akan sangat menentukan untuk menyimpan air sehingga ekosistem air di Sleman tidak rusak. Karena Sleman sebagai daerah resapan maka RTH sangat penting ,” kata Purwanto.

Dikatakan Purwanto sebagai daerah resapan diupayakan Sleman banyak memiliki RTH agar air bisa tersimpan dan ini harus dipertahankan. Hanya saja Purwanto mengakui adanya kendala untuk konservasi air ini yaitu alih fungsi lahan. Jika alih fungsi lahan tidak dikendalikan tentunya akan merusak lingkungan dan mengurangi RTH.

Adanya RTH lanjut Purwanto juga  untuk menciptakan udara sejuk, produksi O2, konservasi air. “RTH semakin luas semakin bagus karena semakin banyak memproduksi O2. Dan untuk RTH tersebut lebih baki ditanam tanaman lokal yang berfungsi ganda seperti tanaman buah atau tanaman penghijauan lainnya.

Sementara menurut Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan BLH Sleman, Indra Darmawan kondisi eksisting luasan RTH di Kabupaten Sleman Luas perkotaan Kabupaten Sleman ada hektar. Dan luasan RTH nya 30 persen dari hektar. Namun RTH di Sleman baru terwujud 20 persen dari 30 persen yaitu sekitar 588,9 hektar.

“Untuk menambah luasan RTH Desa-Desa di Sleman diminta menyediakan 20 persen tanah desa bukan tanah kas untuk RTH,” kata Indra.

Guna mewujudkan program RTH ini BLH Sleman juga gencar melakukan sosialisasi RTH di Kecamatan dan desa. Dalam sosialisasi ini juga membantu yang ingin menanam tanaman penghijauan di desa.




Tanah Longsor di Tlogo Putri Kaliurang‬ Putuskan Pipa Air Minum

Sleman – Hujan deras yang melanda wilayah Sleman utara, menyebabkan longsor di wilayah Kecamatan  Pakem dan Cangkringan, Selasa (11/10) malam. Akibatnya, sejumlah fasilitas pipa air bersih milik PDAM dikawasan Kaliurang rusak.‬

‪Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan menjelaskan, longsor terjadi di empat titik. Selain di wisata Tlogoputri Kaliurang, longsor juga terjadi diwilayah wilayah Plunyon, Kalikuning, Cangkringan.‬

‪“Ada empat titik longsor yang terpantau di wilayah Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) dan wilayah Umbulharjo, Cangkringan,” kata Makwan, Rabu (12/10).‬

‪Tanah longsor tersebut mengakibatkan saluran pipa air bersih putus. Putusnya pipa-pipa air bersih tersebut dikarenakan longsor membawa kayu-kayu berukuran sedang dan besar di sekitar lokasi.‬

‪“Pipa air milik Tirta Sari, Tirta Gondang, dan PDAM Sleman putus. Adapun milik PT Anindya Agra Jasa masih dalam kondisi baik,” kata Makwan.‬

Sementara Direktur PDAM Sleman,Drs Dwi Nurwata ketika dikonfirmasi Bernas, membenarkan telah terjadi kerusakan pipa jaringan PDAM Sleman di Kaliurang akibat terkena longsoran.

“Jaringan air bersih milik PDAM Sleman yang rusak adalah  jaringan distribusi utama pipa yang diameternya 200 mm dan pipa tersebut menghubungkan sumber mata air umbul wadon,” kata Dwi Nurwata.

Akibat putusnya jaringan tersebut mengakibatkan 9000 pelanggan PDAM Sleman terganggu.

“Setelah mendapat laporan tim kami langsung menuju lokasi sejak Rabu (12/10) pagi untuk melakukan perbaikan dan Rabu siang diharapkan jaringan sudah kembali normal,” tutur Dwi Nurwata.

Bahkan lanjutnya tim tehnis PDAM Sleman juga terus menelusuri kerusakan jaringan lainnya agar segera bisa dilakukan perbaikan. Karena itu Dwi Nurwata belum bisa menjelaskan jumlah kerugian yang dialami PDAM Sleman akibat putusnya jaringan di Kaliurang tersebut.

Sementara Makwan menambahkan BPBD Sleman pada Rabu siang telah menerima Peringatan Dini Cuaca Wilayah DIY dari BMKG DIY bahwa potensi terjadi  hujan  sedang  hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada  pukul WIB di wilayah Sleman Utara (Pakem, Cangkringan) dan  Kulonprogo barat (Girimulyo, Kokap).

Kondisi ini  berlasung hingga pukul WIB. Diperkirakan akan meluas ke wilayah Sleman timur (Ngemplak, Kalasan, Depok), Kulonprogo selatan (Wates, Panjatan, Lendah, Galur), Bantul barat (Pajangan, Pandak) dan wilayah Kota.




Dinamika Masyarakat Sleman Sangat Tinggi

DSC_0791Sleman – Kondisi masyarakat Kabupaten Sleman yang sangat heterogen, di satu sisi menjadi kekayaan sumber daya manusia, di sisi lain memiliki konsekuensi di bidang ketentraman dan ketertiban umum, dimana dinamikanya sangat tinggi dan mengandung potensi konflik.

“Di bidang pemerintahan umum saat ini juga masih terdapat konflik sosial dan konflik SARA di masyarakat,” kata Dra Hj Sri Muslimatun MKes, Wakil Bupati Sleman disela-sela acara pengajian pembinaan rohani bagi PNS Pemkab Sleman dan kalangan TNI/Polri di Masjid Agung Soedirohusoedo Sleman, Selasa (11/10). Dikatakan Sri Muslimatun, sebagai anggota masyarakat, pegawai Pemkab Sleman berasal dari masyarakat dan hidup di tengah-tengah masyarakat.

Sesuai pedoman etika bermasyarakat maka pegawai Pemkab Sleman sudah selayaknya siap mewujudkan pola hidup sederhana, tanggap keadaan lingkungan masyarakat, berorientasi kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat, memfasilitasi terwujudnya kerukunan umat beragama, dan menumbuh kembangkan keharmonisan saling pengertian.

Dalam hal ini, pegawai dalam kehidupannya di tengah masyarakat selayaknya menjadi figur yang dapat diteladani dan dapat membimbing, sehingga apa yang diperbuat akan dipercaya dan dicontoh oleh masyarakat.

“Selain itu mereka sangat berperan dalam membina umat beragama dengan pengetahuan dan wawasannya sehingga mampu menularkan sikap saling menghormati, dan saling percaya di antara umat beragama,” kata Sri Muslimatun.

Disampaikan pula bahwa pengertian hijrah ada dua, yaitu hijrah fisik dan hijrah maknawiyah.

Hijrah fisik adalah hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah, hijrah maknawiyah adalah berpindah dari kegelapan menuju terang benderang, dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari kebodohan menuju kepandaian, dari kemalasan menuju kerajinan, dari kekafiran menuju keimanan, dari kemusyrikan menuju ketauhidan, dari kekufuran menuju kesyukuran, dari kehinaan menuju kehormatan.

Sri Muslimatun  mengajak Peringatan Tahun Baru Hijriyah kali ini bisa dijadikan tonggak awal revolusi mental pegawai Pemerintah Kabupaten Sleman untuk membangun sumberdaya manusia yang berkualitas.

Dengan semangat Tahun Baru Hijriyah pegawai diajak untuk berhijrah atau berpindah dari sifat/tempat yang buruk ke sifat/tempat yang lebih baik sehingga dapat menjadi pegawai-pegawai yang ber-ahklak mulia, suri tauladan yang baik dan menjadi penerang baik dalam memberikan pelayanan publik di lingkungan pekerjaan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Sedangkan  Ustad KH Muhammad Syaebani MA dalam tausiahnya  menyapaikan bahwa penyakit yang paling sulit dan bahkan belum ada obatnya adalah penyakit mata , yaitu mata duitan. Untuk itu diharapkan masyarakat lebih banyak dzikir dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan pada Tuhan Yang Maha Esa, agar terhindar dari penyakit mata tersebut.

Lebih Lnjut disampaikan bahwa disamping penyakit mata masih ada lagi penyakit  yaaitu penyakit kurang bersyukur, karena kebanyakan orang masih meraasa kurang dengan apa yang didapat.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan Baznas kabupaten Sleman  uang sejumlah Rp 5 juta kepada 8 kelompok, antara lain PAUD, Masjid, Mushala, Kelompok kerja penyuluh agama.




Menteri PDT: Dana Desa Jangan Hanya Untuk Infrastruktur Saja

DSC_9157brSleman – Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengatakan semua desa di Indonesia setiap tahun menerima dana desa dan setiap tahun jumlahnya bertambah.

Jika tahun 2016 ini dana desa dari Pemerintah Pusat totalnya mencapai Rp 46,8 trilyun dan rata-rata setiap desa mendpatkanb Rp 600 juta sampai Rp 700 juta, maka tahun 2017 meningkat menjadi Rp 70 trilyun. Di Sleman total dana desa yang diterima dari anggaran Pemerintah pusat, Provinsi dan Kabupaten mencapai sekitar Rp 2 miliar per desa.

“Tiap tahun bertambah dan dana desa itu bisa dipakai untuk memakmurkan masyarakat. Pembangunan infrastruktur bisa menggunakan dana desa, namun dana desa jangan hanya untuk membangun infrastruktur saja tetapi untuk pemberdayaan masyarakat desa dan pemberdayaan ekonomi desa,” kata Eko Putro Sandjojo, ketika meninjau pelaksanaan  pengaspalan jalan di Dusun Munengan  Desa Sidoluhur Godean Sleman, Senin (10/9).

Pengaspalan jalan Munengan Berjo Kulon sepanjang 970 meter. Dikatakan Eko, pemberdayaan masyarakat dengan dana desa ini dicontohkan memberikan pelatihan menjahit bagi ibu-ibu di desa.

Menurut Eko jika di Sleman ada 100 ribu lebih siswa SD, SMP dan SMA dan membutuhkan dua set sragam. Maka dari 86 desa yang ada di Sleman ini bisa membantu ibu-ibu di desa bekerja untuk membuat seragam. Dengan demikian tentunya bisa memberikan pekerjaan pada ibu-ibu dari pada membeli dari daerah lain. Dan Kementrian PDT siap membantu pelatihannya.

Menteri Eko juga meminta desa untuk memanfaatkan balai latihan desa untuk memberikan pelatihan pada masyarakat agar memanfaatkan pekarangan untuk menanam tanaman sayuran hidroponik.

“Tolong desa diatur hal ini masyarakat ikut dilatih dan biayanya bisa menggunakan dana desa,” tutur Eko.

Disisi lain Eko juga meminta Kepala Desa di Sleman agar membesarkan Badan Usaha Milik (BUM) Desa untuk memenuhi kebutuhan desa dengan membuka berbagai usaha yang dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. Misalnya usaha jamur, peternakan yang pemeliharaannya dikerjakan masyarakat dengan bagi hasil.

“Banyak yang bisa dilaksanakan dan menggiatkan BUM desa,” kata Eko.

Diharapkan Eko, ke depan dana desa yang diterima bisa bertambah hingga Rp 3 miliar sehingga bisa dimanfaatkan untuk pembangunan masyarakat dan ekonomi masyarakat.

Sementara Wakil Bupati Sleman, Dra Sri Muslimatun MKes mengatakan tahun 2016 ini Kabupaten Sleman menerima dana desa sebesar Rp 63,14 miliar dan dialokasikan ke seluruh desa dengan surat keputusan Bupati no 1.2 tahun 2016 tentang rincian dana desa.

Dikatakan Sri Muslimatun perhitungan alokasi dana desa ini berdasarkan variabel penduduk dan lainnya dan desa rata-rata menerima Rp 600 juta. Dengan nilai terendah Rp 636,4 juta dan nilai tertinggi Rp 922 juta.

“Dana desa 2016 tersebut tahap pertama diterima Rp 37,8 miliar atau 60 persen pada bulan Maret dan disalurkan bulan April-Mei 2016,” kata Sri Muslimatun.

Untuk laporan realisasi kata Sri Muslimatun, sampai Juni 2016 penyerapan dana desa mencapai Rp 25,4 miliar atau 67,3 persen. Dan sampai September 2016 sudah mencapai 90 persen. Sedang untuk dana desa tahap kedua Rp 25,8 miliar atau 40 persen telah diterima 4 Oktober 2016 dan akan segera diterimakan ke desa-desa.

Diakui Sri Muslimatun penerimaan dana desa ini memang ada kendala diantaranya penyaluran dana desa dari pusat masih mengalami keterlambatan dan ini mempengaruhi penyaluran ke desa-desa. Adanya aturan dana desa yang berubah-ubah sehingga perlu kepastian hukum.




Sleman Buka Seleksi Jabatan Sekda

Sleman – Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman definitif yang sampai saat ini masih kosong, diharapkan pada akhir tahun ini atau awal tahun 2017 nanti sudah terisi. Pengisian jabatan tersebut akan dilakukan secara terbuka agar mendapatkan calon yang betul betul terbaik sesuai dengan ketentuan dan harapan.

Pengisian jabatan Sekda tersebut sesuai dengan  amanat Undang-undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Permenpan RB Nomor 13 tahun 2014 tentang Tata cara pengisian jabatan pimpinan tinggi secara terbuka dilingkungan instansi pemerintah dan dilaksanakan melalui meknisme terbuka bagi PNS yang memenuihi persyaratan. Demikian disampaikan Pj Sekda Drs Iswoyo Hadiwarno  diruang kerjanya, Senin (10/10).

Dijelaskan Iswoyo  bahwa Bupati Sleman saat ini telah membentuk panitai seleksi dengan ketua Dr Purwanto yang merupakan Kepala Badan Kepegawaian Negara Regional I Jogja. Panitia seleksi tersebut nantinya  memilih 3 kandidat terbaik untuk disampaikan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian.

Diungkapkan Iswoyo, untuk persyaratan umum  berstatus sebagai PNS dilingkungan Pemerintah Kabupaten /Kota se DIY dan pemerintah DIY, memiliki pangkat sekurang-kurangnya Pembina Tingkat I Golongan ruang IV/b.

Dan, berusia paling tinggi 58 tahun terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2016, pernah atau sedang menduduki jabatan Pimpinan Tinggi Pratama sekurang-kurangnya 2  tahun dalam 2  jabatan yang berbeda, berpendidikan paling rendah Sarjana Strata -1 (S-1),  memiliki integritas yang baik, penilaian Prestasi Kerja paling rendah bernilai baik untuk setiap unsur dalam 2  tahun terakhir.

Selanjutnya  memiliki Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) selama 2  tahun  terakhir dan Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT) tahun terakhir, bagi PNS yang berasal dari luar Pemerintah Kabupaten Sleman harus mendapat izin dari pejabat pembina kepegawaian instansinya dan belum pernah dikenai hukuman disiplin tingkat sedang atau berat , atau sedang dalam proses pemeriksaan karena dugaan pelanggaran disiplin dan/atau  pelanggaran pidana yang ancamannya diatas 1  tahun.

Tahap seleksi  yang mencakup seleksi administrasi dan seleksi kompetensi. Untuk seleksi kompetensi dilaksanakan  bagi peserta yang memenuhi persyaratan administrasi, dengan unsur  kompetensi bidang  dengan penulisan makalah, kompetensi manajerial menggunakan assessment centre, uji kesehatan, dan presentasi dan wawancara.

“Yang jelas pendaftaran dianggap syah apabila berkas pendaftaran seleksi yang telah dilengkapi persyaratan diserahkan sendiri oleh pelamar secara langsung kepada Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Sleman pada hari kerja mulai tanggal 10-28 Oktober 2016, pada jam kerja di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sleman,” kata Iswoyo.

Seleksi adminstrasi  tanggal 26-28 Oktober 2016,  Pengumuman hasil seleksi administrasi tanggal 1 November 2016, Seleksi kompetensi tanggal 1-7 November 2016, pengiumpulan karya tulis tanggal 14 November 2016, Uji kesehatan tanggal 14 November 2016, penelusuran rekam jejak tanggal 8-11 November 2016.

Informasi secara lengkap  berkaitan dengan seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman dapat dilihat di  mulai 10 Oktober 2016.