Pemkab Gelar Workshop Permukiman Sehat Berbasis Masyarakat
Sleman – Penyelenggaraan workshop permukiman berbasis masyarakat dapat menjawab banyaknya pertanyaan warga mengenai prosedur pengajuan RTLH (Rumah Tidak Layah Huni), prioritas pembangunan dan berbagai kegiatan yang diselenggarakan Pemkab Sleman dalam hal ini DPUP Kabupaten Sleman di wisma Aden I Kaliurang, Selasa (27/9).
Oleh karena itu, Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI berharap kepada para peserta workshop dapat menyampaikan ide, saran dan masukan terkait kendala dalam pembangunan permukiman sehat bagi masyarakat.
Diinformasikan pula oleh Sri Purnomo bahwa sejumlah kegiatan yang telah dikerjakan DPUP dalam upaya mewujudkan permukiman sehat diantaranya adalah penataan kawasan kumuh di 45 lokasi di Kabupaten Sleman, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sejumlah 455 unit dan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang terus meningkat setiap tahunnya.
“Program RTLH ini telah dilakukan sejak tahun 2010. Selama 5 tahun terakhir RTLH yang telah tertangani melalui dana APBD sejumlah unit sedangkan dari dana alokasi APBN sejumlah unit dan dana APBD Provinsi sejumlah 648 unit,” kata Sri Purnomo.
Sedangkan pada tahun 2016 telah dibangun 455 RTLH melalui dana APBN dan 419 dengan dana APBD. Selain melalui alokasi dana APBN dan APBD, pembangunan RTLH juga dilakukan melalui Corporate Social Responsibilities (CSR).
“Keterlibatan perusahaan-perusahaan di Sleman dalam kegiatan CSR terus meningkat setiap tahunnya. Tahun ini telah terdata sejumlah perusahaan Sleman yang akan berkontribusi dalam pembangunan 12 unit RTLH diantaranya PT Pegadaian Sleman, PT TWC Borobudur-Prambanan-Boko, BPD DIY, Bank Sleman dan Alana Hotel,” jelas Sri Purnomo.
Berbagai upaya yang telah dilakukan bersama ini telah berhasil meningkatkan capaian ketersediaan rumah layak huni pada tahun 2015 sebesar 97,96% meningkat 0,26% dibanding 2014. Tingginya antusiasme warga dalam program RTLH semakin meningkat setiap tahunnya.
Untuk itu, Pemkab Sleman telah menyusun skala prioritas pembangunan RTLH di Kabupaten Sleman. Tahun 2016, Kecamatan Gamping menjadi prioritas pembangunan RTLH melalui dana APBN sedangkan pada tahun 2017 mendatang giliran Kecamatan Seyegan yang menjadi prioritas pembangunan RTLH. Meski demikian, pembangunan RTLH dengan dana APBD telah diselenggarakan merata di 17 kecamatan untuk mengantisipasi tingginya usulan calon penerima RTLH.
“Untuk mengantisipasi tingginya usulan calon penerima RTLH, saya juga menghimbau kepada tokoh masyarakat untuk melakukan seleksi lebih ketat sebelum mengajukan usulan ke Pemkab Sleman. Dengan seleksi berjenjang akan lebih memudahkan verifikasi lapangan serta dapat menghindari terjadinya kecemburuan sosial antar masyarakat,” tuturnya.
Peserta dalam workshop tersebut Bank Sleman, BPD, PT TWC Borobudur-Prambanan-Boko, para Camat, Kepala Desa se Kabupaten Sleman. Pada kesempataan tersebut juga dilakukan penandatangan kesanggupan dan pemberian penghargaan oleh Bupati Sleman kepada CSR Bank Sleman, Bank BPD cabang Sleman dan PT TWC Borobudur-Prambanan-Boko.


