Disdikpora Sleman Dorong Pengembangan Sekolah Ramah Anak‬

‪Sleman – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sleman terus mendorong pengembangan sekolah ramah anak.‬ Saat ini sudah ada 39 sekolah yang dicanangkan ramah anak tersebar di 17 kecamatan. Tahun ini ditargetkan jumlahnya bisa bertambah.‬

‪“Sekolah ramah anak terus dikembangkan. Pada prinsipnya, tidak sekedar memberi pemahaman tentang perilaku tapi juga fasilitasi secara edukasi, dan fisik kemudian mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh dari proses pembelajaran,” kata Arif Haryono SH, Kepala Disdikpora Sleman, Selasa (20/9).‬

‪Pencanangan sekolah ramah anak mengacu pada landasan hukum berupa Peraturan Bupati Nomor 19 tahun 2015. Dijelaskan Arif, ada beberapa konsep dalam kebijakan sekolah ramah anak ini. Diantaranya belajar untuk mengetahui, dan belajar melaksanakan.‬

Dalam penyampaiannya, materi anti kekerasan terhadap anak diintegrasikan lewat mata pelajaran. Isinya dengan konteks masing-masing mata pelajaran (mapel) semisal Pendidikan Agama, PPKn, dan IPS.‬

‪Arif menilai sejauh ini implementasi konsep ramah anak di sejumlah sekolah sudah cukup baik. Bagi sekolah yang belum menerapkan, pihaknya mendorong agar secepatnya bisa terealisasi.‬

‪Meski diakui Arif masih ada beberapa kendala yang dijumpai di lapangan, terutama menyangkut ketersediaan sarana fisik. Contohnya rasio yang belum berimbang antara jumlah siswa dengan sarana kamar kecil.‬

‪Sementara Wakil Bupati Sleman, Dra Hj Sri Muslimatun MKes juga mengingatkan pembelajaran di sekolah ramah anak tidak hanya bertumpu pada upaya melindungi anak dari pihak eksternal. Di sekolah, para siswa juga diberi pemahaman untuk mengidentifikasi jenis-jenis kekerasan yang mungkin mereka alami.‬

‪“Jika anak sudah diberi pemahaman, maka saat terjadi tindak kekerasan, mereka akan lapor kepada pihak berwenang,” kata Sri Muslimatun.‬

‪Sri Muslimatun berharap upaya ini dapat membantu menghilangkan kekerasan terhadap anak, sekaligus memenuhi hak mereka.




Kesehatan Jamaah Haji Sleman Terus Dipantau Kemenag

Sleman – Kesehatan jamaah haji dari Kabupaten Sleman hingga kepulangan mereka ke tanah air setelah menjalankan salah satu Rukun Islam di Tanah Suci Mekah terus mendapat pemantauan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten.

‪”Jamaah haji dari Kabupaten Sleman dijadwalkan mulai tiba di tanah air pada 27 September mendatang. Dan faktor kesehatan jamaah haji akan terus dipantau hingga mereka tiba di Sleman,” kata Silvia Eosetti, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Selasa (20/9).

‪Menurut Silvia, meski sudah selesai menjalankan ibadah haji di tanah suci, diharapkan para jamaah haji tetap menjaga kesehatan selama perjalanan pulang.‬

“Kami akan memantau terus kesehatan tiap jamaah haji melalui petugas medis yang mendampingi. Tiap kloter didampingi satu dokter dan dua paramedis,” katanya.‬

‪Dikatakan Silvia jamaah haji asal Sleman tahun ini sebanyak 992 orang. Mereka terbagi dalam enam kloter, yakni Kloter 23 SOC, 24 SOC, 25 SOC, 26 SOC, 27 SOC, dan 29 SOC. ‬

“Jamaah haji Sleman bersama jamaah dari Kabupaten/Kota lainnya di DIY masuk dalam jadwal terbang pulang dari Arab Saudi mulai 26 September, meliputi kloter 23 SOC (Sleman dan Kota Yogyakarta), 24 SOC (Sleman dan Bantul), dan 25 SOC (Sleman). Mereka akan tiba di Embarkasi Donohudan pada 27 September,” tutur Silvia.‬

‪Kemudian pada hari berikutnya yakni jadwal terbang untuk Kloter 26 SOC (Sleman dan Bantul) serta Kloter 27 SOC (Sleman dan Gunung Kidul) pada 27 Septermber dari Arab Saudi dan tiba 28 Sptember.‬

“Terakhir, jamaah haji Sleman Kloter 29 SOC dijadwalkan tiba di Solo pada 29 September,” katanya.‬

‪Diungkapkan Silvia hampir 80 persen jamaah haji asal Sleman berusia lanjut atau di atas usia 50 tahun. Bahkan, beberapa orang jamaah juga terindikasi menderita penyakit seperti kelainan fungsi ginjal dan jantung.‬

‪”Usia yang lanjut tersebut cukup rentan terhadap penyakit maupun penurunan kondisi fisik,” katanya.‬

‪Silvia mengatakan satu jamaah asal Sinduadi, Mlati, Djumirah (81), meninggal dunia setelah menginjakkan kaki di Padang Arafah.‬

“Kemungkinan karena kelelahan dan kondisi fisik menurun karena usianya sudah cukup lanjut,” pungkas Silvia.‬




Pemkab Apresiasi Penyelenggaraan Event Untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

DSC_8363 (1024 x 678)Sleman – Wakil Bupati Sleman, Dra Hj Sri Muslimatun Mkes bersama pelukis Kartika Afandi, serta Asisten Deputi Strategi Pemasaran Wisata RI Wati Nurani MHum didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  Sleman Ir AA Ayu Laksmi Dewi TP MM serta Direktur PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Edy Setijono, menorehkan tinta dikanvas menandai dibukanya Ratu Boko Festival. 

Pembukaan dilaksanakan Selasa, (20/9) sore di pelataran Candi Ratu Boko. Selanjutnya lukisan diteruskan oleh Kartika Afandi, serta hadir pula 21 pelukis dari seluruh Indonesia yang ikut meramaikan acara dengan melukis bersama-sama dipelataran Candi. Pada kesempatan tersebut  Sri Muslimatun juga meninjau stand-stand potensi kerajinan maupun aneka jajan dan oleh-oleh pendukung obyek wisata.

Sri Muslimatun juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inovasi dengan menciptakan event-event rutin, guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan baik nusantara maupun manca negara khususnya di Ratu Boko. Upaya ini menurut Sri Muslimatun, selaras dengan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman untuk meningkatkan jumlah kunjungan dan lama tinggal wisatawan  di Kabupaten Sleman.

“Sleman merupakan kawasan yang strategis, memiliki berbagai comparative advantage dengan potensi kewilayahan yang menarik di berbagai sektor, yang telah didukung dengan ketersediaan tenaga kerja terampil dan terdidik, aksesibilitas yang memadai, serta ketersediaan prasarana dan sarana yang mendukung upaya pengembangan pariwisata berkesinambungan di KabupatenSleman,” kata Sri Muslimatun.

Pembangunan sektor pariwisata hendaknya dilakukan secara terintegrasi dan multi sektor baik wisata alam, pendidikan, budaya, olahraga, ataupun wisata minat khusus oleh seluruh pemangku kepentingan, untuk meciptakan akselerasi yang seimbang.

Upaya pengembangan ini dilakukan mengingat sektor pariwisata merupakan salah satu sektor strategis, sebagai salah satu penopang pertumbuhan perekonomian Kabupaten Sleman yang tumbuh cukup stabil dengan peningkatan rata-rata sebesar 5,28%, dengan kondisi pertumbuhan ekonomi tahun 2015 sebesar 4,72%.

Jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Sleman pada tahun 2015 mencapai wisatawan ( wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara), atau meningkat 26,18% dari tahun sebelumnya dengan jumlah wisatawan.

Dari angka statistik tersebut masih optimis dapat meningkat sebagaimana target kunjungan wisatawan 2016 Kabupaten Sleman sebesar  wisatawan.

“Upaya saling mendukung sebagaimana yang dilakukan pada event Ratu Boko Festival ini dapat dikomunikasikan lebih awal lagi kepada seluruh partisipan maupun kepada para pendukung manajerial event, sehingga penyelenggaraan berikutnya akan memiliki gaung yang lebih besar dan memberikan daya tarik yang lebih memikat terhadap wisatawan domestik maupun manca negara,” tutur Sri Muslimatun.

Sementara itu Asisten Deputi Strategi Pemasaran Wisata, Wati Nurani berharap Festifal ini dapat meningkatkan kunjungan wisata, tidak hanya sekedar teori sehingga program budaya yang  basicnya masyarakat dapat terus dikembangkan.

Target wisatawan mencapai 250 ribu sehingga dibutuhkan teknik dan strategi untuk mempromosikan candi Boko bukan hanya wisatawan nusantara tetapi juga mancanegara.

Strategi pemasaran lewat medsos terbukti sangat efektif, sperti halnya kegiatan ini perlu dipromosikan tidak hanya di DIY Jateng saja namun bisa keluar daerah dan mancanegara.

Menurut Dirut PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Edy Setijono kegiatan ini akan berlangsung selama 10 hari hingga 29 September mendatang dimeriahkan dengan penampilan kreativitas seni dari para seniman dari seluruh Indonesia. Yang ditampilkan meliputi tari kreasi, tari klasik, musik jalanan, keroncong, akustik dan lainnya.




Bupati Prihatin Masih Terjadi Kasus Kekerasan Didunia Pendidikan

IMG_8164Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengungkapkan rasa keprihatinannya pada kasus kekerasan yang masih terjadi didunia pendidikan belum lama ini, seperti kasus pemukulan guru oleh orangtua murid. 

Menurut Sri Purnomo kasus-kasus tersebut dapat dihindari dengan lebih intens melakukan komunikasi tidak hanya pada siswa namun juga orangtua wali murid.

“Kurangnya komunikasi dapat menimbulkan kesalahpahaman. Saya berharap pada Kepala sekolah yang baru dilantik nanti dapat meningkatkan mutu pendidikan dan komunikasi baik dilingkungan sekolah maupun dengan orangtua wali murid”, jelas Sri Purnomo di Pendopo Parasamya Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Senin (19/9).

Sri Purnomo menambahkan bahwa tantangan yang tidak kalah penting pada era pendidikan saat ini adalah adanya keterbukaan dan kemudahan akses informasi, yang jika tidak disikapi dengan bijak dapat menimbulkan permasalahan tersendiri bagi sejumlah generasi muda.

Sri Purnomo berharap pemberian pengetahuan tentang etika pergaulan, penanaman nilai- nilai agama, moral, budi pekerti serta etika bagi anak didik harus terus menerus dilakukan, sehingga para siswa memiliki kemampuan untuk memfilter berbagai informasi yang masuk.

Menurut Sri Purnomo, saat ini pendidikan menjadi garda terdepan untuk menentukan kualitas dan karakter generasi penerus yang akan datang. Peran sekolah sebagai media pendidikan formal dengan kegiatan belajar mengajarnya menjadi pengaruh besar pembentuk karakter generasi penerus bangsa.

Sri Purnomo juga menyampaikan bahwa kualitas pendidikan sebuah sekolah tidak terlepas dari peran Kepala Sekolah. Menurutnya tugas sebagai kepala sekolah merupakan tugas yang berat dan penuh tantangan karena Kepala Sekolah merupakan figur yang menjadi contoh dan panutan bagi para guru dan para siswa dalam hal disiplin, netralitas, serta menjunjung tinggi etika dan moral.

”Kepala Sekolah harus mampu meningkatkan dan mengembangkan kualitas manajemen yang mendukung kemajuan proses belajar mengajar di sekolah yang dipimpinnya,” jelas Sri Purnomo.

Peningkatan kualitas pendidikan di seko­lah masing-masing  adalah tugas dan tanggungjawab Kepala Sekolah. Sebagai Kepala Sekolah dituntut untuk mampu memotivasi guru, siswa dan karyawan-karyawati sekolah untuk bersinergi meningkatkan kualitas dan kemajuan sekolah.

Kepala Sekolah memiliki tugas yang komplek yaitu sebagai pemimpin dari organisasi sekolah, manajer, motivator, pendidik, administrator, dan sekaligus sebagai supervisor dari seluruh perangkat organisasi sekolah dalam mencapai tujuan bersama yang tertuang dalam visi misi sekolah. Dengan kata lain keberhasilan Kepala Sekolah dalam menjalankan tugasnya berimplikasi terhadap kemajuan sekolah yang dipimpin.

Pada kesempatan tersebut Bupati Sleman, Sri Purnomo melantik 84 Kepala Sekolah se-Kabupaten Sleman yang terdiri dari 9 Kepala Sekolah tingkat SMA/K, 18 Kepala Sekolah tingkat SMP, dan 57 Kepala Sekolah tingkat SD.




Pramuka Modern Bernama Indonesia Scouts Challenge

WhatsApp Image 2016-09-20 at  AMSleman – Indonesia Scouts Challenge merupakan aktivitas kegiatan kepramukaan yang bersifat perkemahan yang dikemas dalam bentuk perlombaan (game) yang menghibur, menyenangkan dengan metoda kepramukaan. Kegiatan ISC dilaksanakan dengan berbagai bentuk kegiatan yang seru, berkompetitif, bergembira dan memperebutkan gelar juara nasional, yang kemudian berhak untuk berkunjung ke Amerika Serikat.

Ketua Kwartir Daerah DIY, GKR Pembayun menyampaikan eksistensi gerakan pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda baik dalam membentuk watak, kepribadian, akhlak mulia, menanamkan semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan bela negara serta meningkatkan ketrampilan generasi muda harus terwujud dengan berbagai kegiatan kepramukaan saat membuka Indonesian Scouts Challenge (ISC) di Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna Babarsari, Depok, Sleman, Senin (19/9).

ISC dapat dijadikan contoh untuk hal tersebut, karena ISC dikemas dalam berbagai kegiatan seperti perlombaan yang modern, menghibur, menyenangkan dengan metode kepramukaan. Hal ini sesuai dengan slogan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yaitu kegiatan kepramukaan itu keren, gembira, dan asyik.

Selain itu, Ketua Panitia ISC, Drs. Arifin Budiharjo berharap kegiatan tersebut dapat memberikan sarana yang tepat untuk mengembangkan karakter generasi muda yang mandiri, disiplin, dan melatih ketrampilan hidup serta rasa persatuaan kesatuan dalam kegiatan tersebut.

ISC tingkat daerah ini berlansung dari minggu (18/9) sampai selasa (20/9) September 2016 dan diikuti oleh 79 regu terdiri atas 41 regu putra dan 38 regu putri. Regu tersebut terdiri dari regu Kwartir Cabang Sleman, Gunungkidul, Kulon Progo,dan Kota Yogyakarta. (wawan)