Disbudpar Apresiasi Masyarakat Yang Pertahankan Tradisi
Sleman – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman memberikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat Sleman yang masih mempertahankan tradisi dan adat istiadat masyarakat setempat.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat yang masih mempertahankan tradisi dan adat istiadat masyarakat setempat. Hal ini tentunya menggambarkan kontribusi positif dan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya melestarikan seni budaya lokal serta turut memperkuat jati diri masyarakat dalam konteks keistimewaan DIY,” kata Sekretaris Disbudpar Sleman, Dra Endah Sri Widiastuti MPA dikantornya, Jumat (2/9).
Menurut Endah, masyarakat di Sleman banyak memiliki tradisi yang sangat menarik untuk terus dilestarikan. Beberapa tradisi itu antara lain selain pentas seni juga ada tradisi Merti Dusun atau Merti Desa. Beberapa Dusun di Sleman sudah memiliki agenda Merti Dusun sehingga agenda tersebut bisa menarik wisatawan.
Seperti yang sedang berlangsung sekarang ini di Dusun Tlacap – Grojogan Pandowoharjo Sleman yaitu Merti Dusun selama sepekan lebih mulai 1 – 10 September 2016 di dusun setempat.
Dalam acara merti dusun ini segenap potensi yang ada ditampilkan, mulai dari kesenian rakyat, kesenian tradisional, aneka lomba, karawitan, pentas dolanan anak, upacara adat “Tedun”, upacara adat “Wiwit”, bahkan ada juga pemilihan Dimas Diajeng Desa Pandowoharjo serta pagelaran wayang kulit oleh dalang Bayu Sugati.
Demikian seperti diungkapkan oleh Ketua Panitia Merti Dusun Tlacap – Grojogan, Aditya Nur Salandri dikantor Disbudpar Sleman. Aditya menambahkan bahwa rangkaian kegiatan acara tersebut sudah dimulai sejak Kamis, 1 September 2016 berupa doa bersama dan tabur bunga sebagai kegiatan pembuka.
Sedangkan mulai Sabtu 3 September 2016 pukul WIB berupa Kirab Merti Dusun dan pembukaan acara serta pertunjukan kesenian rakyat Topeng Ireng Cahaya Rimba, Minggu 4 September 2016 pukul WIB Lomba Mewarnai Tingkat Anak di SDN Tlacap.
Kemudian pukul WIB di Persawahan Timur Dusun berupa Upacara Adat “Tedun” dilanjutkan pada pukul WIB dengan pertunjukan jathilan Sureng Logo Toino.
Hari Selasa 6 September 2016 pukul WIB pertunjukan jathilan – reog Turonggo Seto Manding, Rabu 7 September 2016 pukul WIB penanaman pohon penghijauan, Kamis 8 September 2016 pukul WIB penyuluhan pertanian, Jumat 9 September 2016 pukul WIB di panggung utama berupa Konser Karawitan Sanggar Sasi Kirana dan Pemilihan Dimas Diajeng Desa Pandowoharjo
Sedangkan Sabtu 10 September 2016 pukul WIB merupakan malam puncak kesenian dengan berbagai atraksi yaitu pentas dolanan anak, pertunjukan tari Sanggar Putri Budaya Asri, pertunjukan kesenian Bregada Mego Ngampak, pementasan Ogoh-ogoh Sureng Logo, pentas kolaborasi antara wayang kulit, tarian api, kethoprak, bregada, ogoh-ogoh, dolanan anak yang dikemas oleh Dalang Ki Bayu Sugati dengan tajuk “Tlacap Sumunar”.


