Dinas Pariwisata DIY Dukung Pariwisata Non Alam
Sleman – Dinas Pariwisata Provinsi DIY mengadakan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata di wilayah Kabupaten Sleman yaitu mengunjungi museum dan produk kerajinan kayu.
“Kunjungan wisata ke daerah seperti di kawasan Kaliurang Sleman ini untuk lebih mengenal tentang destinasi atau obyek wisata yang kiranya bisa mendukung kepariwisataan di DIY. Yang dikunjungi juga tidak hanya destinasi saja tapi juga tempat produki barang kerajinan juga perlu dipekenalkan,” kata Kepala Dinas Pariwisata DIY, Ir Aris Riyanto MSi disela-sela memimpin kunjungan ke destinasi wisata Sleman, Rabu (31/8).
Menurut Aris, selain melihat museum gempa juga melihat produk kerajinan kayu yang sangat bagus untuk sovenir wisatawan.
“Selama ini kalau ke Kaliurang hanya melihat Tlogo putri atau jalan ke lereng Merapi dan sekitarnya. Ternyata Kaliurang memiliki potensi wisata lain yang unik dan menarik diantaranya Museum gempa dan produk kerajikan kayu lukis,” tutur Aris.
Karena itu lanjut Aris, Dinas Pariwisata DIY mendukung sepenuhnya keberadaan destinasi wisata non alam. Termasuk adanya museum-museum dan sentra kerajinan yang bisa dijadikan cinderamata para wisatawan.
Ditambahkan Aris, obyek wisata non alam ini jika digarap serius bisa efektif menarik minat kunjung wisatawan. Dicontohkan Taman Pintar, Gembiraloka Zoo, museum-museum hingga sentra kerajinan.
Diakui sektor pariwisata tidak hanya tentang obyek wisata alam saja tetapi produksi kerajinan yang mendukung pariwisata juga perlu dikenalkan.
“Wisata itu melihat dan merasakan. Kemudian pulang bisa membawa oleh-oleh berupa makanan atau souvenir. Keberadaan sentra kerajinan menjadi salah satu dukungan terhadap pariwisata. Sehingga multi efek ekonomi pariwisata ke masyarakat bisa lebih banyak,” tutur Aris.
Potensi wisata di DIY, lanjut Aris, sangat bervariasi. Bahkan dari data BPS dari sektor pariwisata bisa menyerap tenaga kerja sebesar . Namun Aris tak menampik jika sejauh ini sektor kuliner menjadi yang paling potensial di DIY.
Sedang Kasi Promosi Dinas Pariwisata DIY, Putu Kertiyasa menambahkan kunjungan ke obyek wisata di Kabupaten /Kota merupakan agenda rutin. Hal ini bertujuan mengenalkan destinasi wisata yang belum dikenal masyarakat luas. Sebelumnya Dinas Pariwisata DIY sudah melakukan kunjungan ke kabupaten lainnya seperti Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo.
“Dalam kunjungan kami juga bisa memberikan masukan ke pengelola obyek wisata jika harus ada hal-hal yang perlu diperbaiki. Bisa tentang akses jalan atau hal lainnya yang menunjang keberadaan wisata tersebut,” kata Putu.
