Syawalan Gubernur DIY di Pemkab Sleman

Sleman – Dua ribuan orang memadati Pendopo Rumah Dinas Bupati sleman, bahkan semua halaman di rumah dinas bupati yang memang sudah dipersiapkan untuk acara syawalan dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dipenuhi undangan.
Undangan yang hadir dalam rangka syawalan dengan Gubernur DIY tersebut antara lain Muspida Sleman, Wakil Bupati Sleman Dra Sri Muslimatun MKes, Muspika se Kabupaten Sleman, para Dekan/pimpinan Perguruan Tinggi DIY pejabat PemproV DIY.
Dan, para kepala instansi Vertikal Kabupaten Sleman, para Camat, Kepala Desa, Ketua BPD, Para kepala Sekolah se kabupaten sleman mulai dari tingkat Paud/TK, SD, SMP dan SMA/SMK. Hadir pula mendampingi Gubernur DIY, GKR Hemas, Wakil Gubernur DIY KGPAA Sri Paku Alam X beserta Istri.
Gubernur menyampaikan bahwa Idul Fitri serbagai moment pencerahan secara akal, budi dan spiritual, agar akal menjadi jernih, emosi lebih terkendali dan ruang spiritual mengarahkan diri menjadi lebih cerdas, arif, lagi bijak.
Jika selama ini lebih banyak dikendalikan oleh pikiran, nafsu emosional, dan kebuntuan spiritual, maka Idul Fitri mengantarkan kita pada keseimbangan diri dan kecerdasan baru, antara lain pikiran, emosi dan spiritual Cipta, rasa,karsa yang menjadikan kita lebih sempurna dan tercerahkan dalam merayakan Idul Fitri.
Disampaikan Gubernur bahwa saat ini intelektual yang disebut pujangga sebagai sumber kearifan lokal dalam membangun manusia Jawa sudah teramat langka intelektual yang mau back to basic menginovasi pitutur luhur dan memarah agung untuk dikemas dalam berbagai media. Dengan Idul Fitri seharusnya kesadaran baru untuk kembali pada harkat kemanusian sebagai makluk yang fitrah.
“Dengan menghayati makna hakiki Idul Fitri, semoga daengan syawalan dan silaturahmi tersebut menjadi titik awal bagi kita semua untuk mengembangkan gagasan dalam praktek kehidupan guna berkontribusi bagi kemaslahatan masyarakat -bangsa,” tambah Gubernur.
Semoga dengan syawalan san silaturahmi menjadi pambukaning warana, pengoyak tirai, agar kita siap bekerjasama melakukan evaluasi dan introspeksi diri, sebagai modal baru yang fresh guna memasuki kehidupan nyata pada profesi masing-masing yanmg akhirnya maampu membawa misi kesejahteraan rakyat.
Sementara Bupati Sleman, Drs Sri Purnomo MSI menyampaikan bahwa upaya mendukung keistimewaan DIY, berbagai upaya dilakukan untuk mengaktualisasikan aktivitas masyarakat. Berkaitan dengan kegiatan yang bersumber dari dana keistimewaan, diupayakan agar dana keistimewaan dapat dioptimalkan untuk kegiatan seni dan budaya serta mendukung keberadaan obyek wisata di sleman.
Lebih lnjut disampaikan bahwa dalam upaya mendukung keistimewaan DIY, Pemkab Sleman juga menjadikan budaya sebagai landasan pengembangan kepariwisataan. Yang jelas Pemkab Sleman juga berupaya mengekpos budaya Sleman agar tidak hanya dapat dinikmati di Sleman saja, namun juga di berbagai wilayah nusantara.
Pada tahun ini Pemkab Sleman telah melakukan misi kebudayan dengan pengembangan kerjasama seni budaya ke propinsi Bali. Agenda kaebudayaan lain yang akan segera direalisasikan adalah pengiriman misi kebudayaan kae kota Probolinggo dan Kutai Kartanegara.

