Melalui Germas, Pemkab Ajak Masyarakat Hidup Sehat

Sleman – Dalam rangka mengajak masyarakat Sleman hidup sehat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengajak seluruh masyarakat Sleman untuk melakukan gerakan masyarakat (germas) hidup Sehat. Pencanangan germas hidup sehat di Kabupaten Sleman dilakukan Wakil Bupati Sleman, Dra Sri Muslimatun MKes di Puskesmas Nyaen Pendowoharjo Sleman, Jumat (29/7).

Pencanangan germas hidup sehat di Kabupaten Sleman juga merupakan upaya pemerintah daerah untuk mendukung dan mensukseskan program pemerintah pusat, sekaligus menjadi moment strategis, baik bagi pemerintah daerah maupun masyarakat dalam upaya peningkatan pembangunan dibidang kesehatan yang dititik beratkan pada tindakkan promotif dan preventif.

Menurut Sri Muslimatun  bidang kesehatan masih menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Sleman. Berbagai program dan kegiatan senantiasa diupayakan demi terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih Sejahtera, Mandiri, Berbudaya dan Terintegrasikannya sistem e-government menuju smart regency pada tahun 2021.

“Berbagai upaya dalam bidang kesehatan terus menunjukkan progres positif yang diindikasikan dengan terus meningkatnya kondisi kesehatan masyarakat Sleman,” katanya.

Hal ini tergambar dari beberapa indikator dalam bidang kesehatan, antara lain usia harapan hidup pada tahun 2015 mencapai 76,13 tahun, angka kematian bayi dapat ditekan menjadi 3,61 dari 4,65 per kelahiran hidup, angka kematian ibu melahirkan dapat diturunkan menjadi 28,30 dari 83,30 per kelahiran hidup. Keberhasilan tersebut dilakukan melalui berbagai upaya baik secara preventif maupun melalui peningkatan pelayanan kesehatan.

Germas hidup sehat menjadi penguatan bagi upaya promotif dan preventif masyarakat khususnya di Kabupaten Sleman yang bertujuan untuk menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, baik kematian maupun kecacatan, menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan serta menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk.

Diharapkan melalui pencanangan germas hidup sehat tersebut peningkatan derajat kesehatan masyarakat Sleman dapat terus meningkat sekaligus mampu menjadi media dalam perubahan gaya hidup dan perilaku masyarakat Sleman.

Sejalan dengan pencanangan germas hidup sehat, dan salah satu titik fokus germas hidup sehat adalah deteksi dini penyakit tidak menular (PTM).

Pada kesempatan ini Pemerintah Kabupaten Sleman bersama dengan BPJS juga menyelenggarakan pemeriksaan deteksi dini kanker leher rahim dengan IVA test sebagai tindakkan preventif kepada 200 wanita usia 25 – 64 tahun di Kabupaten Sleman.

Kegiatan ini menjadi upaya strategis dalam tindakan preventif maupun pengobatan secara lebih dini terhadap kanker leher rahim yang sering kali tidak bergejala pada tahap awal. Sekaligus menjadi media sosialisasi bagi masyarakat yang kebanyakan masih belum paham tentang tindakan preventif yang dapat dilakukan dalam mendeteksi secara dini kanker leher rahim.

Saat ini seluruh Puskesmas di Kabupaten Sleman telah mampu memberikan pelayanan pemeriksaan IVA, sehingga masyarakat tidak harus ke rumah sakit untuk melakukan tes. Tes IVA ini juga gratis bagi pemegang kartu BPJS, Jamkesda, maupun Jamkesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr Mafilindati Nuraini MKes menyampaikan  bahwa pencanangan germas hidup sehat tersebut bersamaan dengan pelayan pemeriksaan IVA dan Papsmear secara gratis kepada warga Kecamatan Sleman.

Disampaikan pula bahwa tahun 2015 dari sebanyak ibu PUS yang telah dilakukan pemeriksaan IVA  Test sebanyak 432 ibu PUS atau 0,03 %. Jumlah yang masih kecil dari 432 yang diperiksa ada 13 PUS yang terindikasi adanya calon kanker leher rahim aatau 3,01 %.

Selanjutnya dari 13 kasus tadi dapat ditindaklanjuti dan  dicegah agar tidak menjadi penyakit kanker leher rahim. Diharapkan dengan momen tersebut semoga masyarakaat untuk melakukan pemeriksaaan IVA Test semakin meningkat.




Bupati Sleman : IT Membawa Dampak Positif Bagi Layanan Publik di Sleman

IMG_8268 (1024 x 683)Sleman– Dinas Hubkominfo bekerjasama dengan PT Pilar Cipta Solusi Integratika (PICSI) menggelar forum sosialisasi dan diskusi penyusunan rencana induk dan blueprint E-Government Kabupaten Sleman di Hotel Prima, Kamis (28/7). Dengan tema “E-Government Terintegrasi Menuju Sleman Smart Regency” dihadiri oleh SKPD se-Kabupaten Sleman.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, mengatakan Sleman merupakan salah satu dari beberapa pemerintahan daerah yang telah memanfaatkan IT untuk mempercepat pelayanan publik. Integrasi IT di Kabupaten Sleman sudah dimulai sejak periode yang lalu dan pembangunan yang baik adalah pembangunan yang berkelanjutan tambahnya.

Pemanfaatan IT membawa dampak positif disegala aspek layanan publik di Sleman. Misal aspek pengembangan wisata, bisnis, dan percepatan pelayanan untuk masyarakat. IT juga mampu untuk memonitor pelayanan sampai ketingkat desa untuk mengetahui seberapa cepat pelayanan di suatu desa, lanjutnya.

Sedangkan Prof. Ir. Dr. Suhono Harso Supangkat menyampaikan Sleman merupakan wilayah kabupaten dengan potensi terbesar di DIY baik dalam tata kelola, ekonomi, kebijakan TIK dan juga infrastruktur pendukung kegiatan pemerintahan.

Namun, dukungan TIK maupun efisiensi kinerja dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan utamanya hanya dirasakan oleh pegawai pemerintahan, dan belum dirasakan oleh masyarakat.  Hal ini disebabkan karena belum ada inovasi TIK yang dapat menyentuh masyarakat secara luas, serta belum pahamnya masyarakat Sleman terhadapap potensi dari perangkat TIK, tambahnya.

Smart Government menurut Prof. Ir. Dr. Suhono Harso Supangkat merupakan penyelenggaraan pemerintah dengan menyediakan dan memberikan layanan masyarakat denga baik, ada partisipasi aktif masyarakat yang dapat dilakukan dimana saja, kapan saja, dan dengan perangkat apapun melalui penggunaan TIK.

Selain itu, forum diskusi juga menghadirkan pembicara Widyawan dari Universitas Gajah Mada dengan bahasan implementasi smart city diberbagai negara sebagai studi literatur dan tinjauan komparatif. Dan, Erizal , dari PT. PICSI dengan penyusunan rencana induk dan blueprint E-Government.




Penilaian Maturitas SPIP, Pemkab Sleman

Sleman – Penilaian tingkat maturitas penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Pemerintah Kabupaten Sleman oleh BPKP telah selesai dilakukan pada Kamis (21/7) lalu. 

Penyelenggaraan SPIP di Pemerintah Kabupaten Sleman Tahun 2015 menunjukkan bahwa tingkat maturitas penyelenggaraan SPIP berada pada level “terdefinisi” (level 3) atau fase 4 dari 6 fase tingkat maturitas SPIP.

Pengukuran menghasilkan nilai maturitas SPIP sebesar “3,28”. Demikian disampaikan  Inspektur Inspektorat Kabupaten Sleman, Suyono SH dikantornya, Kamis (28/7).

Menurut Suyono bahwa penilaian tingkat maturitas penyelenggaraan SPIP meliputi unsur-unsur Lingkungan Pengendalian, Penilaian Resiko, Kegiatan Pengendalian, Informasi dan Komunikasi, serta Pemantauan, yang dirinci menjadi 25 fokus penilaian maturitas.

Periode yang dinilai adalah penyelenggaraan SPIP sampai dengan Desember 2015. Sedangkan dasar hukum peniliaian penyelenggaraan maturitas SPIP adalah Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008.

“Penilain tingkat maturitas ini bertujuan untuk mengukur kualitas penyelenggaraan SPIP sekaligus memberi rekomendasi bagi peningkatan kualitas penyelenggaraan SPIP pemerintah daerah,” jelas Suyono.

“Level maturitas terdiri dari enam tingkat dari tingkat 0 (belum ada nilai) untuk pemerintah daerah yang belum sama sekali memiliki kebijakan dan prosedur yang diperlukan untuk melaksanakan praktek-praktek pengendalian intern”, tambahnya.

Pengendalian intern tingkat 1 (rintisan), tingkat 2 (berkembang), tingkat 3 (terdifinisi), tingkat 4 (terkelola dan terukur) hingga tingkat 5 (optimum) dimana instansi telah menerapkan pengendalian intern yang berkelanjutan dan terintegrasi.

Lebih lanjut Suyono menambahkan bahwa karakteristik maturitas SPIP Kabupaten Sleman secara umum menunjukkan bahwa Pemerintah Kabuapten Sleman telah menetapkan kebijakan dan prosedur pengendalilan atas sebagian besar kegiatan pokok unit organisasi.

Dan, telah mengomunikasikan kebijakan dan prosedur atas sebagian besar kegiatan pokok unit organisasi, telah melaksanakan kebijakan dan prosedur secara memadai atas sebagian besar kegiatan pokok unit organisasi Pemerintah dan mendokumentasikannya.

“Sebagai informasi tambahan, bahwa dari seluruh Indonesia, belum ada pemerintah daerah yang mencapai angka 4. Sebagai perbandingan, di Pemerintah Kota Yogyakarta skornya 3,399, Provinsi DIY 3,392,” tambah Suyono.




Jangan Takut Menghadapi Pensiun

Sleman – PURNA TUGAS atau pensiun pasti akan dialami oleh seorang pegawai di lingkungan Pemerintah Daerah. Menyikapi masa pensiun ini bagi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) ada yang merasa gembira karena bisa menyelesaikan masa tugasnya dengan baik.

Namun ada juga yang merasa tidak siap menghadapi purna tugasnya. Seperti yang dialami Wasiyo (58) warga Jl Kaliurang km 13 Sleman merasa sangat bahagia dan bersyukur memasuki pensiun.

“Saya senang dan bersyukur sudah pensiun sejak 6 bulan lalu. Ternyata pensiun tidak seperti yang saya bayangkan tidak memiliki kegiatan,” kata Wasiyo mantan staf Humas Sleman usai menerima tali asih dari Korpri Kabupaten Sleman, Kamis (28/7).

Wasiyo mengaku karena alasan sakit-sakitan maka dirinya mengajukan pensiun dini. Meski seharusnya ia pensiun masih 2 tahun lagi.

Dikatakan Wasiyo setelah dirinya pensiun ternyata keluhan sakit yang dirasakannya selama aktif bekerja semakin membaik, meski masih rutin kontrol ke dokter. Kini setelah pensiun Wasiyo bisa menikmati kehidupan bermasyarakat.

“Saya sekarang bisa aktif mengikuti kegiatan di masyarakat dan lebih khusuk beribadah,” katanya.

Karena itu lanjutnya bagi PNS yang akan pensiun, Wasiyo memberikan tips jangan takut pensiun karena ternyata pensiun justru lebih enak terlepas dari beban rutinitas kerja setiap hari.

“Yang takut pensiun justru menolak takdir, sebab seorang PNS itu pasti akan pensiun dan akan digantikan yang lain,” tutur Wasiyo.

Terkait tali asih sebesar Rp 1 juta dari Pemkab Sleman, Wasiyo menyambutnya dengan senang hati. Karena meski sudah pensiun ternyata masih diperhatikan oleh Pemkab Sleman.

Hal senada juga disampaikan Endang Widowati SH mantan Kabag Tata Pemerintahan ini sejak Maret 2016 memasuki masa pensiun ternyata sangat bahagia.

“Saya memang sangat menantikan masa pensiun ini karena saya sekarang bisa aktif mengikuti kegiatan di masyarakat yang sebelumnya banyak saya tinggalkan,” tutur Endang.




Dewan Pengurus Korpri Berikan Tali Asih

Bupati Sleman Berikan Tali AsihSleman – Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Sleman memberikan tali asih pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) anggota Korpri  yang sudah memasuki purna tugas. Sebanyak 283 anggota Korpri menerima tali asih dari Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Sleman pada Kamis (28/7) di Pendopo Parasamya  Sleman. Tali Asih tersebut diberikan pada anggota Korpri yang purna tugas per 1 Januari-1 Juni 2016.

Wakil Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno menyampaikan bahwa penyerahan tali asih dilaksanakan 2 kali dalam setahun.  Adapun maksud dan tujuan dari program tali asih bagi anggota Korpri menurut Iswoyo adalah untuk memberikan penghargaan bagi anggota yang purna tugas.

“Sumber dana tali asih Korpri berasal dari iuran anggota secara rutin setiap bulan Rp ,- per anggota, mulai Februari 2013 sampai dengan Juni 2016 per anggota memberikan total iuran sebanyak Rp ,-. Sehingga total jumlah penerimaan tali asih Korpri ditambahkan dengan subsidi silang masing-masing anggota menerima sebesar Rp 1 juta,” jelas Iswoyo.

Iswoyo menambahkan bahwa dari 283 orang anggota yang mendapat tali asih Korpri terdiri dari 234 anggota Korpri yang purna tugas sesuai batas usia pensiun, 24 orang anggota yang pensiun dini, 24 orang anggota yang meninggal dunia sebelum memasuki batas usia pensiun, dan 1 orang anggota yang alih tugas/mutasi keluar daerah.

Program tali asih merupakan program usulan dari berbagai anggota KORPRI dalam rangka merespon adanya PP 32 tahun 2010 yang ditetapkan dalam Rapat Kerja Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Sleman pada bulan Desember 2012 dan telah dijadikan program prioritas bagi Dewan Pengurus Korpri sejak tahun 2013.

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI yang hadir dalam acara tersebut mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi pada anggota Korpri yang telah purna tugas. Dedikasi yang diberikan selama ini menurut Sri Purnomo merupakan sebuah kontribusi yangt besar dalam membangun negeri khususnya Kabupaten Sleman. Untuk itu Sri Purnomo berharap agar anggota yang masih aktif dapat meneruskan pengembangan Korpri  kedepan dengan lebih baik.