Tak Ada SMP Negeri di Sleman Kekurangan Siswa

Sleman – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahrga (Disdikpora) Sleman menegaskan bahwa tidak ada Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Sleman yang kekurangan siswa pada Penerimaan Peserta Didik Baru 2016.

Disdikpora melalui Kasubag Perencanaan dan Evaluasi, Dwi Warni Yuliastuti menjelaskan bahwa dari total 45 SMP Negeri di Kabupaten Sleman menyelenggarakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara Real Time Online (RTO) hingga pendaftaraan hari terakhir daya tampung semua sekolah sudah terpenuhi.

“Kami klarifikasi untuk pemberitaan mengenai 8 sekolah di Sleman kekurangan siswa tidak benar, hanya mispersepsi data saja. Hingga hari terakhir seluruh sekolah sudah penuh, bahkan ada sekolah-sekolah yang kelebihan pendaftar melimpahkan ke sekolah lain,” jelas Dwi.

Lebih lanjut Dwi menjelaskan bahwa pada ketentuan petunjuk teknis PPDB SMP Negeri calon peserta didik baru dapat memilih dua sekolah. Sedangkan pendaftaran dapat dilakukan baik di sekolah pilihan pertama maupun pilihan kedua. Sehingga calon siswa yang tidak diterima dipilihan pertama secara otomatis akan dilimpahkan ke pilihan kedua.

“Jadi jumlah berkas yang mendaftar di sekolah bisa jadi di bawah daya tampung sekolah, padahal sekolah itu juga mendapat limpahan dari sekolahan lain sehingga tidak ada kekurangan siswa,” tandasnya.

Dwi menambahkan untuk calon siswa yang tidak diterima di SMP Negeri bisa mendaftar disekolah swasta. Sekolah swasta sendiri menurut Dwi melaksanakan PPDB hingga Kamis (30/6).




Desa Wisata Gamplong Siap Sambut Pemudik

Sleman – Desa Wisata Gamplong Sumberrahayu Kecamatan Moyudan Sleman siap menyambut pemudik dan wisatawan yang ingin bermalam sekaligus berwisata. Sejumlah sentra kerajinan menyiapkan minimal satu kamar untuk menginap wisatawan yang ingin merasakan suasana di desa sentra kerajinan tenun tersebut. Demikian antara lain diungkapkan Ketua Paguyuban Tegar Desa Wisata Gamplong, Waludin, Kamis (30/6).Menurut Waludin, selama ini wisatawan yang datang saat Lebaran lebih banyak merupakan wisatawan belanja. Artinya, mereka datang hanya untuk berbelanja produk kerajinan khas tenun dan asesoris lainnya seperti taplak meja, stagen, tas rajut. Namun demikian, sentra-sentra kerajinan siap melayani kalau ada wisatawan yang akan menginap.

“Dari 23 anggota paguyuban, minimal menyediakan satu kamar untuk wisatawan menginap. Kalau ditotal ada sekitar 35 kamar yang tersedia dengan harga relatif murah, sekitar Rp ,” kata Waludin.

Selain menikmati suasana pedesaan, tambahnya, wisatawan bisa belajar berbagai keterampilan untuk membuat aneka kerajinan. Misalnya belajar membuat tenun atau merajut dari para perajin langsung.

Sekretaris Disbudpar Sleman Dra Endah Widiastuti mengatakan, hampir semua desa wisata di Sleman bersiap menyambut wisatawan Lebaran. Mereka telah membuat paket-paket khusus selain menginap di home stay yang memang menjadi andalan mereka.




Jumlah Penumpang Bus Diprediksi Turun

Sleman – Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informartika (Dishubkominfo) Sleman memprediksi jumlah penumpang angkutan umum pada arus lebaran tahun 2016 ini akan turun.

Angka penurunan diperkirakan sekitar 3 persen dibanding tahun lalu.‬ ‪Pada 2015, penumpang arus mudik tercatat sebanyak orang. Tahun ini diprediksi hanya sekitar penumpang yang memanfaatkan  transportasi bus.‬

‪Menurut Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishubkominfo Sleman, Mursid Kunjana, penurunan volume penumpang angkutan umum ini dikarenakan banyak yang beralih ke transportasi pribadi, dan transportasi lain seperti kereta api. Diperhitungkan penggunaan mobil pribadi akan meningkat sekitar 4 persen menjadi unit.‬

“Sejak dua tahun terakhir, trennya cenderung turun. Pada 2013 tercatat sebanyak penumpang, dan tahun berikutnya turun menjadi ,” kata Mursid, Kamis (30/6).‬

Sejalan dengan kondisi itu, jumlah angkutan bus juga diperkirakan berkurang sekitar 2 persen. Diperkirakan hanya trayek bis umum yang beroperasi selama arus mudik dan balik.‬

Sementara untuk kesiapan sarana angkutan, jumlah armada yang disiapkan sebanyak 486 unit terdiri dari AKAP, AKDP, bus perkotaan, dan angkudes. Total armada itu memiliki daya tampung penumpang tersebar di lima terminal yakni Jombor, Condongcatur, Gamping, Pakem, dan Prambanan.

Sementara Kepala Dishubkominfo Sleman, Agoes Soesilo Endiarto menambahkan, pihaknya telah melakukan upaya optimal dalam rangka menghadapi arus lebaran.

“Untuk berjaga-jaga, disiapkan 80 armada cadangan. Kami perhitungkan jumlah itu cukup karena ada juga beberapa perusahaan yang menyelenggarakan mudik gratis,” kata Agoes.‬

Bagi pemudik yang melintas di wilayah Sleman, pihaknya bekerjasama dengan Dishub DIY menyiapkan rest area di jembatan timbang Tirtomartani Kalasan, dan Kalitirto Berbah. Pengoperasian jembatan timbang sebagai rest area berlangsung mulai H-7 sampai H+7.




Polres Sleman Lakukan Rekayasa Lalu Lintas Bandara

InfoPublik – Kepolisian Resor (Polres) Sleman melakukan rekayasa arus lalu lintas di sejumlah titik yang dinilai rawan macet dan rawan kecelakaan pada arus mudik Lebaran 2016.‬“Salah satu titik yang kami prediksikan akan macet adalah di simpang tiga Jalan Jogja-Solo kilometer 10 hingga 13, terutama di simpang tiga menuju Bandara Adisutjipto Jogja,” kata ‬Kepala Unit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Lalu Lintas Polres Sleman Ipda Arfita Dewi di Sleman, Kamis (30/6).‬

“Nantinya untuk simpang tiga Bandara Adisutjipto, arus kendaraan dari arah barat yang akan memasuki bandara, tidak bisa lagi langsung belok kanan melewati jalan utama menuju bandara,” tambahnya.‬

‪Ia mengatakan arus lalu lintas dari arah barat atau dari Jogja dialihkan memutar melalui “U-turn” di depan Gapura Akademi Angkatan Udara (AAU), kemudian masuk bandara melalui arah Solo.‬

“Pengalihan arus lalu lintas ini akan diberlakukan sampai H+7 Lebaran, namun hal ini juga akan dilihat kondisi di lapangan nantinya,” katanya.‬

Arfita mengatakan, untuk memperlancar pengalihan arus lalu lintas tersebut, juga akan ditempatkan sejumlah personel polisi lalu lintas di “U-Turn” Gerbang AAU.‬

“Pada Lebaran tahun ini kami juga mendirikan pos pengamanan di simpang tiga Bandara, ini untuk memudahkan penanganan jika terjadi kemacetan di kawasan bandara,” katanya.‬

Arfita menambahkan, untuk arus kendaraan dari arah barat yang akan menuju ke timur atau arah Prambanann Klaten dan Solo, dapat langsung melaju tanpa ada halangan “tariffic light”, dan lampu akan dibuat “flash” atau tanpa lampu merah.‬

“Dari survei yang kami lakukan, kendaraan menuju Solo lebih banyak daripada yang menuju bandara, sehingga agar lebih lancar maka lampu merah tidak diaktifkan sementara,” katanya.‬

Rekayasa arus lalu lintas yang direncanakan ini, kata dia, menjadi pilihan terbaik untuk menangani kemacetan di sekitaran Bandara Adisutjipto. Belajar dari tahun sebelumnya, kemacetan cukup parah sehingga menghambat waktu para pengguna jasa bandara.‬

“Kami berharap masyarakat yang akan menggunakan jasa penerbangan harus benar-benar memanfaatkan waktu yang ada. Mereka harus sudah paham waktu tempuh perjalanan di tengah arus lalu lintas yang padat jelang mudik, dan upayakan bisa menuju bandara seawal mungkin,” katanya.‬




PPDB Hari Terakhir, 8 Sekolah Tidak Terisi Penuh

Sleman – Hari terakhir Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP, Rabu (29/6) Kabupaten Sleman dari total 45 SMP Negeri terdapat 8 sekolah yang belum terisi siswa 100%. Dari hasil rekap PPDB Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga SMP N 2 Depok dan SMPN 3 Turi baru terisi 94% pendaftar dari total 128 kursi yang disediakan calon siswa yang mendaftar 120 orang.

Di SMPN 2 Godean dari 128 kursi yang disediakan masih kekurangan 12 siswa atau baru sekitar 91% persen jumlah kursi yang terisi. SMPN 2 Moyudan persentase terisi baru 91% dari 192 kursi yang disediakan hanya terisi 174. SMPN 2 Pakem dari 128 kursi baru terisi 109 atau 85% terpenuhi. SMPN 3 Ngaglik dari 128 kursi yang disediakan baru terisi 111 atau sekitar 87% yang terisi.

Sedangkan untuk SMPN 2 Kalasan dan SMPN 5 Sleman hampir mencapai 100% yaitu 99% dan 98% dari 191 kursi yang disediakan SMPN 2 Kalasan sudah terisi 189 atau hanya kekurangan 2 siswa dan SMPN 5 Sleman dari 126 kursi yang disediakan sudah terisi 123 atau hanya kekurangan 3 murid saja.

“Di hari terakhir  PPDB ini SMP N 4 Pakem masih menjadi sekolah tingkat menengah pertama dengan rata-rata tertinggi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP Negeri se Kabupaten Sleman yaitu dengan rerata 287,78 dengan nilai tertinggi 303,50 dan nilai terendah 281,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sleman, Arif Haryono SH, Rabu (29/6).

Selanjutnya dikatakan Arif,  disusul SMP N 1 Godean dengan rerata dimana nilai tertinggi 297,00 dan terendah 282. Ditempat ketiga masih sama seperti PPDB hari pertama yaitu SMPN 1 Kalasan rerata  280,54 dengan nilai tertinggi 296,00 dan terendah 273,50.