Bank Sleman Diminta Dorong UMkM di Sleman Berkembang

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan kegiatan silaturahmi dengan anak-anak Pondok Pesantren dan Panti Asuhan yang dilakukan Bank Sleman dapat menjadi sinergi bagi Bank Sleman yang berupaya memberikan pelayaan kepada nasabah juga mendorong UMKM Sleman untuk dapat tumbuh berkembang dengan dinamis.

“Dengan adanya persetujuan penambahan modal sebesar Rp 120 miliar, diharapkan mampu mendorong Bank Sleman untuk berkembang lebih baik lagi. Sehingga total dana untuk tahun 2016 yang disetujui untuk suntikan modal bagi Bank Sleman mencapai Rp 230 miliar dan yang direalisir Rp 110 miliar,” kata Sri Purnomo di Grha Sarina Vidi, Selasa (28/6) sore.

Sri Purnomo juga menyambut gembira dengan prestasi yang diraih Bank Sleman pada awal tahun 2016 yakni dalam Event TOP BUMD Award 2016 yang diselenggarakan Majalah Business News sebagai TOP BPR 2016 dan Bupati Sleman juga dipilih sebagai TOP Pembina BUMD 2016.

Sementara Muh Sigit SE MSi, Direktur Utama Bank Sleman mengatakan selain diundang silaturahmi  anak-anak Pondok dan Panti asuhan juga diberikan uang saku untuk berlebaran masing-masing Rp untuk 100 anak dan untuk pengasuh Panti Asuhan Rp 5 juta, untuk 1 Pondok Pesantren dan 3 Panti asuhan.

Pondok Pesantren dan Panti asuhan yang dapat bantuan Pondok Pesantren Anwar Futuhiyyah Yayasan Darul Yatama An Najah dari Blotan Wedomartani Ngemplak, Panti Asuhan Basa (Badan Amal Shaleh Amanah) dari Klepu Jetis Sumberarum Moyudan, Panti Asuhan Daarut Taqwa dari Jarakan Sendangrejo Minggir, dan Panti Asuhan Diponegoro dari Sembego Maguwoharjo Depok Sleman.




Mudik Lebaran Kartu JKN-KIS Tetap Bisa Dipakai

Sleman – Selama mudik lebaran, pemegang kartu Jaminan Kesehtan Nasional (JKN) maupun Kartu Indonesia Sehat (KIS) tetap akan mendapatkan pelayanan kesehatan, meski tidak terdaftar di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di Sleman dan Kulonprogo. Para peserta bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di FKTP yang ada di Sleman dan sejumlah rumah sakit yang ditunjuk mulai dari H-7 hingga H+7 lebaran.

Manajemen Pelayanan Kesehatan Rujukan (MPKR)BPJS Kesehatan Kantor Cabang Sleman, Ika Eri Haryani menjelaskan, peserta JKN-KIS yang sedang mudik dapat berobat di luar wilayah tanpa harus melapor ke KC BPJS Kesehatan.

Untuk pelayanan emergency, pemudik bisa mendapatkan pelayanan di berbagai fasilitas kesehatan. Sedangkan untuk pelayanan non emergcy, para pemudik bisa cek kesahatan di puskesmas maupun enam rumah sakit yang sudah ditunjuk.

Keenam rumah sakit tersebut antara lain RS Panti Nugroho jl Kaliurang Sleman, RS Islam Yogyakarta PDHI Kalasan Sleman, RS At Turots Al Islamy Seyegan Sleman, RS PKU Muh Gamping, RS Rizki Amalia Brosot Wates dan RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo Kulonprogo.

”Maka dari itu pemudik wajib membawa kartu JKN-KIS selama mudik. Karena ini sangat penting untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dimana saja,” kata Ika di Sleman, Rabu (29/6).

Berbagai kerawanan yang terjadi saat mudik seperti kecelakaan lalu lintas dan kejadian luar biasa lainnya, menjadi alasan BPJS Kesehatan mengambil kebijakan mempermudah prosedur  pelayanan kesehatan.  Para peserta yang dapat pelayanan, yakni mereka para peserta aktif yang tidak menunggak iuaran BPJS.

”Semasa libur mudik, para peserta tetap bisa melakukan pembayaran BPJS Kesehatan dimana saja,” terangnya.

Sementara itu Kasi Kesehatan Dasar Rujukan Dinas Kesehatan Sleman, Tunggul Birowo menjelaskan selama libur lebaran seluruh puskesma di Sleman siaga 24 jam. Kesiagaan Puskesmas untuk menangani berbagai kejadian selama libur lebaran baik yang bersifat emergncy maupun non emergency.

”Bila perlu rujukan, nanti akan dirujuk ke rumah sakit yang sudah menjadi mitra BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Tunggul menyebutkan berbagai kejadian seperti kecelakaan, keracunan makanan dan diare kerap kali terjadi saat masa arus mudik dan balik. Karena itu Tunggul meminta kepada masyarakat untuk menyiapkan administrasi, agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal.

”Selain kartu kesehatan juga identitas perlu dibawa saat  mudik,” jelasnya.

Sementara jumlah peserta BPJS Kesehatan di Sleman mencapai peserta, Kulonprogo peserta. Sedang dari perwakilan 6 rumah sakit yang ditunjuk BPJS Kesehatan Sleman semuanya menyatakan kesiapannya untuk membantu pasien selama mudik lebaran.

Seperti disampaikan Arif Riyanto dari RS PKU Muh Gamping siap dukung mudik nyaman bersama BPJS. Hal ini dibuktikan dengan tetap dibukanya UGD selama 24 jam dan fasilitas pendukung lainnya selama libur lebaran.




Rhodamin B dan Boraks Masih Ditemukan Pada Makanan Tradisional

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI bersama  Dinas Pasar, Disperindagkop, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Kabupaten Sleman beserta Balai Besar POM DIY ‘blusukan’ ke pasar melakukan pengawasan peredaran barang dan jasa terpadu di Pasar Cebongan Mlati dan Pasar Kebon Agung Minggir Sleman, Rabu (29/6).

Sri Purnomo mengungkapkan bahwa dari hasil pengawasan dan tes yang dilakukan BBPOM pada sampel 17 jenis makanan di Pasar Cebongan ditemukan satu jenis makanan yang mengandung Boraks.

Sedangkan tes yang dilakukan dari 15 sampel makanan di Pasar Kebon Agung ditemukan tiga jenis makanan mengandung zat kimia Rhodamin B, yang mana Rhodamin B diketahui merupakan bahan pewarna sintetis.

“Di Pasar Cebongan kami menemukan Mie ‘Jowo’ atau mie kuning yang mengandung Boraks dan di Pasar Kebon Agung kami mendapati tiga makanan tradisional yaitu lanting, rengginang, dan kerupuk pasir mengandung Rhodamin B. Saya perintahkan lurah pasar untuk mengeksekusi agar dimusnahkan makanan yang mengandung zat berbahaya tersebut dan jangan sampai dijual pada masyarakat,” kata Sri Purnomo disela-sela pemantauan.

Kepala BBPOM DIY, Dra I Gusti Ayu Adi Arya Patni Apt menyampaikan bahwa menjelang hari raya pihaknya bersama dinas terkait selalu mengadakan intensifikasi pengawasan pangan.

Menurutnya berdasarkan hasil pengetesan yang dilakukan, zat kimia berbahaya yang paling banyak ditemukan secara umum adalah Rhodamin B.

“Makanan yang banyak mengandung zat pewarna sintetis ini kebanyakan dari luar daerah sehingga perlu adanya koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasinya, karena Rhodamin B merupakan zat kimia berbahaya yang dampaknya baru terasa 10-15 tahun kemudian”, jelas I Gusti Ayu.

Sementara Ketua TPID Kabupaten Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno menjelaskan bahwa pemantauan barang dan jasa dilaksanakan pada tanggal 30 Mei hingga 29 Juni 2016 di 22 lokasi pasar

“Kami melakukan pemantauan di Pasar Wonosari, Kejambon, Rejodani, Turi, Pakem, Gentan, Gamping, Denggung, Ngijon, Godean, Sleman, Manggung, Condongcatur, Kalasan, Sambi Legi, Stan, Tempel, Ngino, Balangan, Potrojayan, dan terakhir di Pasar Cebongan dan Kebon Agung. Dari pantauan di 20 pasar sebelumnya kami temukan boraks pada mie basah dan Rhodamin B pada berbagai macam makanan tradisional,” jelas Iswoyo.

Sementara itu terkait kenaikan harga kebutuhan bahan pokok menjelang hari raya Ketua TPID Kabupaten Sleman Iswoyo Hadiwarno menjelaskan ada beberapa komoditi yang mengalami kenaikan dan penurunan harga pada minggu keempat dibandingkan minggu kelima.

Kenaikan harga terjadi pada daging sapi dari harga Rp menjadi Rp , beras dari harga Rp ,- menjadi Rp ,-, ayam potong dari harga Rp ,-, menjadi Rp ,-, dan beberapa komoditi lain seperi bawang merah, bawang putih, kobis mengalami kenaikan Rp 300,- hingga Rp ,-.

Sedangkan komoditi yang mengalami penurunan yaitu gula pasir dari harga Rp ,- menjadi Rp ,-, minyak goreng curah dari Rp ,-, menjadi Rp ,-, telur broiler dari harga ,- menjadi Rp ,-, serta harga cabe juga mengalami penurunan mulai Rp 700,- hingga Rp ,-.




Sleman Targetkan 315 Ribu Wisatawan selama Libur Lebaran

Sleman – Selama libur lebaran tahun 2016 yang akan dicatat selama 9 (sembilan) hari mulai tanggal 2 hingga 10 Juli 2016 mendatang Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman menargetkan sebanyak 315 ribu wisatawan berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Sleman. 

Angka tersebut diprediksikan berdasarkan trend kunjungan pada libur lebaran selama tiga tahun terakhir. Diharapkan target tersebut dapat tercapai pada tahun ini. Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir. AA Ayu Laksmidewi TP, MM, di kantornya Jl. KRT Pringgodiningrat Beran Tridadi Sleman, Selasa (28/6).

Pada tahun 2013 wisatawan yang berkunjung saat libur lebaran tercatat sebanyak  wisatawan dalam kurun waktu selama 9 (sembilan) hari, tahun 2014 sebanyak  wisatawan dalam kurun waktu 9 (sembilan) hari dan pada tahun 2015 sebanyak  wisatawan dalam kurun waktu 6 (enam) hari. Dan untuk libur lebaran tahun 2016 ini ditargetkan sebanyak 315 ribu wisatawan dalam kurun waktu 9 (sembilan) hari mulai tanggal 2 hingga 10 Juli 2016.

Ayu menambahkan bahwa pencatatan jumlah wisatawan tersebut dilakukan dibeberapa destinasi wisata Sleman yang meliputi obyek wisata alam, candi, museum, volcano tour dan desa wisata.

Sehubungan dengan target 315 ribu wisatawan yang ditetapkan pada libur lebaran tahun ini diharapkan kesiapan destinasi, akomodasi hotel dan desa wisata akan dapat mendukung pencapaian target tersebut. Oleh karenanya diharapkan pelayanan kepada wisatawan agar lebih dikedepankan.

Adapun destinasi wisata Sleman yang diunggulkan selama musim liburan diantaranya kawasan wisata Kaliurang yang meliputi Tlogo Putri, Taman Rekreasi Anak, Gardu Pandang Kaliurang, Museum Ullen Sentalu.

Selain itu Museum Gunungapi Merapi (MGM), Museum Monjali, Museum Dirgantara Mandala, Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, serta desa-desa wisata. Bahkan keberadaan destinasi baru yaitu Agrowisata Bhumi Merapi, Sindu Kusuma Edupark dan Jogja Bay Water Park dipastikan akan mendukung pencapaian target tersebut.

Berbagai kesiapan untuk menyambut wisatawan telah dilakukan. Diantaranya adalah Agrowisata Bhumi Merapi yang menawarkan taman satwa diantaranya kambing, kelinci, ular, reptil, kura-kura dan taman herbal. Selain itu juga menawarkan wisata alam susur Goa Panggolo serta susur Kali Kuning.  Sindu Kusuma Edupark (SKE) menawarkan aneka permainan anak dan keluarga, Jogja Bay Water Park menawarkan aneka wahana permainan air.

Destinasi baru Taman Tebing Breksi juga menawarkan pesona alam yang menakjubkan yang berupa tebing alam dengan view lingkungan yang alami, desa wisata Grogol menawarkan river tubing, belajar membatik, belajar gamelan, menumbuk padi dan wisata edukasi reptil.

Dan, di desa wisata Gamplong dengan wisata belanja produk-produk ATBM dan barang kerajinan tas rajut dan aneka souvenir, desa wisata Tanjung menawarkan paket menginap dan pengalungan sapi dengan ketupat lebaran, Omah Domes dengan pertunjukan ronda thek-thek dan badut teletubies.

Selain itu di Candi Prambanan dan Ratu Boko juga diagendakan pertunjukan aneka kesenian tradisional selama libur lebaran.




Kecamatan Gamping Gelar Pasar Lebaran

DSC_7365bernasSleman – Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1437 H, Kecamatan Gamping mengadakan pasar lebaran selama 1 hari, Selasa (28/6) pukul hingga . WIB, bertempat di Halaman Kantor Kecamatan Gamping. 

Menurut Camat Gamping, Priyo Handoyo pasar lebaran merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan menjelang lebaran bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu yang di Kecamatan Gamping masih tinggi angka kemiskinannnya yakni jiwa dan rentan miskin jiwa, sehingga kegiatan pasar lebaran merupakan upaya membantu meringkankan beban dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok menjelang lebaran.

Selain itu kegiatan ini juga sebagai ajang para pengusaha, UKM serta ibu-ibu pemanfaat PNPM Mandiri Perdesaan dalam upaya mempromosikan dan memperkenalkan hasil-hasil produknya.

“Ada sekitar 30 peserta yang mendaftar dalam kegiatan ini,” kata Priyo.

Sementara untuk kegiatan pasar lebaran ada 6 jenis bahan pokok yang mendapatkan subsidi dari Pemerintah Kecamatan Gamping yakni telur ayam sejumlah 500 kg, harga grosir Rp menjadi Rp , beras sejumlah kg harga grosir Rp dijual Rp

Dan, sirup indofood stok botol harga grosir Rp dijual Rp , minyak goreng liter harga grosir Rp dijual Rp , mie sedap 500 paket harga grosir Rp dijual Rp , dan gula pasir kg harga grosir Rp /kg dijual Rp

Pasar lebaran dibuka  Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI yang ditandai dengan pembagian Subsidi sembako bagi warga kurang mampu yang telah membeli kupon belanja.

Sri Purnomo berharap kegiatan pasar lebaran yang dilaksanakan oleh Kecamatan Gamping dan juga Kecamatan lainnya dapat membantu memenuhi kebutuhan barang kebutuhan pokok bagi warga yang kurang mampu.

Karena harga barang yang dijual dalam pasar lebaran ini jauh lebih murah selain dapat membantu warga juga sedikit banyak dapat menekan harga agar tidak naik terlalu tinggi disaat kebutuhan masyarakat melonjak menjelang lebaran.