Amankan Lebaran Polres Sleman Gelar Ramadaniah

Sleman – Dalam rangka melakukan pengamanan Lebaran 1437 H, jajaran Polres Sleman bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Hubkominfo) Sleman mengadakan kegiatan Ramadaniah.

“Kegiatan Ramadaniah ini untuk melakukan pengamanan Lebaran, baik malam takbir, sholat idul fitri dan di destinasi wisata,” kata Kanit Satlantas Polres Sleman, Ida Avita Dewi di Press Room Pemkab Sleman, Selasa (28/6).

Untuk pengamanan Lebaran ini lanjut Ida, Polres Sleman membuat 7 pos  yang terdiri dari 2 pos pelayanan guna mengantisipasi kemacetan di tempat-tempat wisata. Dua pos pelayanan itu ada di Prambanan dan Kaliurang.

Sedang 5 pos pengamanan ditempatkan di Tempel, Gamping, Bandara Adisucipto, Ambarukmo Plasa dan Jombor.

“Untuk personil polisi yang ditugaskan di pos-pos tersebut ada 475 orang,” kata Ida.

Sementara personil Polres lainnya disiapkan untuk pengaman penebalan malam takbir dan sholat Idul Fitri. Dikatakan Ida, untuk mengurai kemacetan di Jalan Magelang telah diambil alternatif jalan. Untuk arah dari Magelang menuju Solo diarahkan dari Tempel ke kiri. Sedang kalau mau ke Purworejo diarahkan dari Tempel ke kanan.

Selain itu Polres Sleman juga telah memetakan jalur yang rawan kemacetan adalah Simpang empat Tempel yaitu pintu masuk dan keluar Jogja, kemudian simpang empat Beran Denggung, simpang empat Jombor, pasar Godean, jl Wates Gamping, jl Affandi dan jl Laksda Adisucipto.

Untuk jalan rawan kecelakaan lalu lintas dipetakan jalan Jogja Magelang km 14 hingga 17, jalan Wates-Gamping, jalan lingkar utara dan jalan Solo.
Untuk jalan rawan pelanggaran adalah jalan Wates dan jalan Kaliurang.




Jelang Lebaran Harga Kebutuhan Pokok Naik

DSC_0821Sleman – Menjelang Hari Raya Idhul Fitri 1437 H harga kebutuhan pokok mengalami perubahan, perubahan tersebut cenderung naik, meskipun ada kecenderungan menurun namun relatif kecil. Seperti yang terjadi di Pasar tradisional Godean beberapa komoditi kebutuhan pokok mengalami kenaikan seperti pemantauan dilakukan oleh  Biro Administrasi, Perekonomian dan SDA Setda DIY dan Bagian Perekonomian Setda kabupaten Sleman, Selasa (28/6).

Ikut memantau di pasar Godean tersebut antara lain Kepala Biro Adminsitrasi Paerekonomian daan SDA Setda DIY, Drs Tri Mulyono MM, Kepala Bagian Perekonomian Setda  Sleman Ir CC Ambarwati MM.

Menurut Tri Mulyono bahwa pemantauan harga tersebut dimaksudkan untuk memperoleh data tentang harga dan kondisi ketersediaan stok  komoditi bahaan pokok di beberap pasar tradisional di wilayah DIY yang nantinya bisa diinformasikan kepada masyarakat.

Disampaikan Tri Mulyono bahwa yang dipantau adalah komoditas yang dibutuhkan masyarakat , namun saat dilakukan pemantauan khusus di pasar Beringharjo dan Godean beberapa komoditi mengalami kenaikan meskipun tidak terlalu tinggi, tetapi ada sebagian komoditi yang justru mengalami penurunan. Yang jelas tambah Tri Mulyono pemantauan harga tersebut sebagai upaya  tindak lanjut akan adanya fluktuasi harga.

Menyinggung stok barang, masyarakat tidak perlu kawatir karena stok sampai lebaraan bahkan usai lebaran nanti cukup, memang diakui  beberapa komoditi barang kebutuhan harganya masih cukup tinggi, seperti daging sapi, dan daging ayam, termasuk gula pasir.

Setelah dilakukan pemantauan beberapa komoditi seperti daging sapi kw 1 minggu lalu harganya Rp dan hari Selasa tetap, daging kw 2 harga minggu lalu Rp dan hari Selasa tetap, daging ayam potong minggu laalu harganya Rp. dan saat dilakukan pemantauan di pasar godean harganya  naik menjadi Rp. , sementara daging ayam kampung harganya masih sama yaitu Rp. .

Sementara untuk gula pasir harganya masih sama Rp , telur ayam ras (broiler) Rp , bawang merah naik menjadi Rp yang sebelumnya hanya Rp .

Bawang putih cincau harganya masih sama yaitu Rp dan bawang putih kating harganya Rp , tepung segitiga biru harganya masih sama yaitu Rp 8000, tepung Cakra harganya masih sama yaitu Rp , Cabe merah besar naik menjadi Rp yang sebelumnya hanya Rp , cabe merah keriting naik menjadi Rp yang sebelumnya hanya Rp .

Sedangkan, Cabe rawit hijau harganya masih sama yaitu Rp , cabe rawit merah naik menjadi Rp yang sebelumnya hanya Rp , lele harganya masih sama yaitu Rp , nila hitam dan nila merah harganya masih sama yaitu Rp , udang putih harganya masih sama yaitu Rp , kembung harganya masih sama yaitu Rp .

Selain itu, gurami harganya masih sama yaitu Rp , bawal tawar harganya masih sama yaitu Rp , bandeng harganya masih sama yaitu Rp , minyak goreng curah barko harganya masih sama yaitu Rp. , minyak goreng curah sawit harganya masih sama yaitu Rp , minyak goreng bimoli harganya masih sama yaitu Rp .




Jelang Lebaran Permintaan Kue Naik 50 Persen

Sleman – Sejak awal Ramadan sampai jelang lebaran sekarang ini, permintaan kue terutama kue kering melonjak hingga 50 persen. Namun kenaikan pesanan ini juga diimbangi dengan naiknya harga sebagai dampak kenaikan harga bahan baku.

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Adenium di Dusun Somodaran Desa Banyuraden Kecamatan Gamping Sleman ikut merasakan naiknya permintaan kue. Produksi kue kelompok yang beranggotakan ibu-ibu di dusun ini kewalahan melayani pesanan baik untuk oleh-oleh maupun untuk hidangan lebaran.

Ketua UPPKS Adenium Ny Umi Sartini mengaku kenaikan pesanan kue produksi kelompoknya mencapai 50 persen. Dengan produksi andalan egg roll mocaf, donat dan pastel, kelompok ini terus berupaya memenuhi pesanan.

“Produk UPPKS Adenium memang baru dikenal ‘door to door’ atau lewat pameran, belum masuk toko atau supermarket. Sebab kami masih takut kalau tidak mampu melayani pesanan dalam jumlah banyak untuk toko atau super market,” kata Ny Umi, Selasa (28/6).

Khusus untuk lebaran kali ini, harga kue produksi UPPKS Adenium juga naik. Tetapi kenaikan ini menurut Ny Umi bukan karena ‘aji mumpung’ karena banyak pesanan, melainkan faktor bahan baku yang lebih dulu naik. Untuk hasil produk kue anggota UUPKS Adenium, Ny Umi menjamin kwalitasnya baik itu rasa maupun kemasannya.

“Untuk egg rol” memang baru sebatas pemesanan, pemasarannya. Sebab egg roll dengan kwalitas yang bagus pembuatannya butuh proses lama dan dikerjakan secara manual,” tutur Ny Umi.

Karena itu produksi baru melayani pesanan. Satu kaleng egg roll isi 30 biji dijual Rp 37 ribu. Pemasaran biasanya untuk oleh-oleh ke Jakarta dan luar daerah. Sementara donat dan pastel pemasaran disekitar Kecamatan Gamping.




Sleman Tampilkan Sendratari Kala Murda di Denpasar Bali

Sleman – Untuk yang kedua kalinya, pada tahun 2016 ini Kabupaten Sleman mengirimkan misi kebudayaan dalam event Pekan Kesenian Bali ke-38, Kamis 30 Juni 2016 Jam WITA di Wantilan Hall Taman Budaya Denpasar Bali. Dalam kesempatan tersebut kontingen kabupaten Sleman akan menampilkan sendratari dengan lakon “Kala Murda”.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir. AA Ayu Laksmidewi TP, MM, dikantornya Jl. KRT Pringgodiningrat Beran Tridadi Sleman, Senin (27/6).

Sendratari “Kala Murda” merupakan kisah yang menceritakan sebuah peristiwa besar (kala = peristiwa, murda = besar) seputar hubungan Panembahan Senopati dan Rara Kidul hingga terjadinya Upacara Adat Labuhan Merapi.

Dalam kisah tersebut “Mbah Maridjan” sebagai juru kunci Gunung Merapi menceritakan adanya “endog jagad” yang merupakan awal mula dilaksanakannya Upacara Adat Labuhan Merapi dan juga asal Pangeran Prabu Jagad yang diyakini sebagai Penguasa Gunung Merapi.

Dalam garapan ini digambarkan pula kepanikan, ketakutan dan kebingungan masyarakat Lereng Merapi ketika terjadi erupsi dari perut gunung mengeluarkan material dan awan panas.

Peristiwa ini terjadi ditengah-tengah hiruk pikuk kegiatan masyarakat Lereng Merapi. Cerita diakhiri dengan pelaksanaan Upacara adat Labuhan Merapi yang merupakan upacara Kala Murda bagi masyarakat Lereng Merapi, masyarakat Sleman dan masyarakat Yogyakarta.

Kontingen Kabupaten Sleman selain menampilkan Sendratari Kala Murda, juga menampilkan paket atraksi yang meliputi manguyu-uyu, gendhing ilir-ilir, medley  garapan 4 (empat) tari pertunjukan tradisonal kerakyatan Sleman yaitu Badui, Kubro Siswo,  Angguk, dan Jathilan. Selain itu juga ditampilkan garapan komposisi musik gamelan “Gundhul Gundhul Pacul”.

Adapun tim artistik kontingen Kabupaten Sleman adalah Ari Kusumaningrum  sebagai Sutradara, Anang Wahyu Nugroho  sebagai penata tari, Willy Hendratmoko sebagai penata iringan, Fitri Johan Saputro sebagai stage manager, rias busana, kostum, dan property Feri Catur Harjanto . Para seniman tersebut adalah seniman yang sudah memiliki prestasi.

Ayu menambahkan bahwa keikutsertaan kontingen Sleman dalam misi kebudayaan keluar daerah tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan eksistensi, kreativitas dan wawasan seniman Sleman. Selain itu juga untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi dan produk seni unggulan Kabupaten Sleman dilevel nasional atau bahkan internasional.

Ditambahkan pula kontingen Kabupaten Sleman terdiri atas seniman-seniman muda yang berkompeten dan merupakan prestator dalam bidang seni tari dan garapan komposisi musik jawa.




Kampanye Stop Narkoba, BNN Sleman Dengan Bagi-Bagi Takjil

13501850_1656752844649576_2069280359402602521_nSleman – Kegiatan kampanye Stop narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia Kabupaten Sleman dikemas secara unik dan menarik dengan membagikan takjil kepada pengguna jalandi perempatan Denggung Sleman, Senin (27/6). 

Takjil yang dibagikan oleh personil BNNK Kabupaten Sleman tersebut sebanyak 200 dos/tas yang berisi makanan dan minuman. Hanya dalam waktu sekejap, tidak lebih dari 20 menit takjil tersebut habis dibagikan kepada pengguna jalan. Pembagian takjil tersebut dilakukan saat menjelang buka puasa.

Menurut Kepala BNN Kabupaten Sleman, Drs Kuntadi MSi  bahwa tujuan kampanye Stop Narkoba tersebut untuk mengkampanyekan kepada masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba, karena yang menjadi sasaran narkoba saat ini bukan hanya kalangan pelajar/mahasiswa saja, tetapi sudah merambah kepada masyarakat, bahkan sudah masuk ke pelosok.

“Seperti saat ini sudah merupakan darurat narkoba, tanpa peran serta masyarakat maka memerangi narkoba tidak akan berhasil,” kata Kuntadi.

Sedangkan yang  terlibat dalam kampanye stop narkoba dengan membagikan takjil di perempatan Denggung tersebut SMAN I Depok, SMAN I Minggir, SMAN 2 Sleman dan SMK Nasional Berbah.