PPDB 2016/2017 SMA Dimulai

Sleman – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2016/2017 di Sleman dimulai hari Rabu (22/6). ‪Menurut data dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Sleman, total ada rombongan belajar (rombel) yang dibuka untuk tahun ajaran 2016/2017 ini.‬

Daya tampungnya mencapai siswa tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, hingga Sekolah Menengah Atas. Total ada 717 sekolah se-Sleman yang  melaksanakan PPDB di tahun ini.‬

‪“Sistem penerimannya untuk SMA sudah menggunakan Real Time Online (RTO) semua,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sleman, Arif Haryono SH, Rabu (22/6).

PPDB untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) prosesnya dimulai pada 22-24 Juni untuk sekolah negeri dan 22-25 Juni untuk sekolah swasta. Adapun Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) pada 22-25 Juni dan SMK swasta pada 22-27 Juni.

Menurut Arif, pihaknya menjamin ketersedian bangku untuk proses PPDB 2016/2017 nanti. Hari pertama penerimaan siswa baru Sekolah Menengah Atas di wilayah Kabupaten Sleman belum terasa ketat.

Dari jumlah 17 Sekolah Menengah Atas dengan 2750 daya tampung siswa, baru terisi 28% atau sekitar 771 siswa, dengan nilai pendaftar tertingggi sementara 377,50 dan terendah sementara 169,00.

SMA N 1 Kalasan pada PPDB RTO hari pertama ini sudah banyak diminati siswa, dari daya tampung 224 terisi 115 siswa atau terisi sekitar 51% dengan nilai pendaftar tertinggi sementara 376,00 dan nilai terendah sementara 309,50.

Demikian juga dengan SMA N 1 Depok sementara terisi 47,40% dengan nilai tertinggi sementara 370,50 dan nilai terendah sementara 312,00, disusul dengan SMA N 2 Sleman terisi 30,47% dari daya tampung 128.***




Tas Tenun Gamplong Sleman Banyak Dilirik Untuk Suvenir

Tenun GamplongSleman – Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) sudah menjadi teman setia para pengrajin tenun asal Gamplong, Desa Sumberrahayu, Kecamatan Moyudan sejak jaman dahulu. Kegiatan turun temurun itu ternyata masih berlangsung hingga saat ini. Bahkan banyak aneka produk yang dihasilkan. Mulai dari lembaran kain tenun, tas tenun, taplak tenun dan berbagai produk tenun lainnya.

“Kami terus berinovasi dan kami yakin tenun sangat potensial. Maka kami terus mengajak generasi muda untuk melestarikan tenun. Karena tenun merupakan warisan turun temurun,” kata Ketua Pengelola Desa Wisata Gamplong, Waludin, Rabu (22/6).

Dari aneka produk tenun tersebut saat ini tas tenun produk Gamplong banyak dilirik instansi untuk berbagai kegiatan maupun suvenir.

‪”Aneka ragam kerajinan produksi desa wisata Gamplong berupa tenun itu dilirik banyak instansi sebagai suvenir sejak beberapa waktu terakhir,” kata Waludin.‬

‪Dan produk tenun Gamplong yang banyak diminati menurut  Waludin adalah  produk tenun seperti tas.

“Tas yang dikombinasi tenun, kini sedang banyak diminati instansi dan perusahaan yang tengah menggelar event pertemuan. Baik di wilayah Jogja maupun kota lain. Terutama untuk dijadikan suvenir bagi peserta seminar,” katanya.‬

‪Diakui Waludin sudah setahun belakangan, ramai pesanan suvenir seminar, biasanya sih bentuk tas. Hasilnya cukup lumayan juga. Rata-rata, dalam sebulan dirinya sedikitnya kelarisan 200 buah tas tenun Gamplong yang diminati pasar.

Pernah juga lanjutnya ada pesanan datang sebanyak 500 biji, jumlah yang disebutnya sangat lumayan. Harga sebiji tas cukup beragam, tergantung jenis bahan dan model yang diinginkan namun Waludin biasanya membanderol seharga per biji.‬

‪Selain dari wilayah Jogja dan sekitarnya, ada juga pemesan dari Pangkal Pinang, Solo, Purwokerto, Medan, dan lainnya. Biasanya, pemesanan datang melalui “gethok tular” dari satu konsumen ke konsumen lain. Waludin juga mencantumkan nomor kontaknya di label produk supaya calon konsumen lebih mudah menjangkaunya.‬

“Biasanya, pemesan ini pernah mendapat suvenir tas tenun lalu ingin barang serupa untuk suvenir acaranya. Kantor Bank Indonesia Jogja juga sering pesan tas dari kami untuk seminar,” kata Dwi.‬

Sementara ‪Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman, Ir AA Ayu Laksmi Dewi mengatakan, pihaknya mendukung setiap langkah yang dilakukan pengrajin untuk mengembangkan usahanya.‬ ‪Di sisi lain, Disbudpar juga terus berupaya mempromosikan produk-produk  kerajinan Sleman melalui berbagai media dan jalur pemasaran.‬

‪Dengan begitu, diharapkan produk karya pengrajin bisa lebih dikenal dan berujung pada tingkat perekonomiaan masyarakat meningkat.




Obwis Sleman Siap Sambut Wisatawan selama Libur Lebaran

Sleman – Menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1437 H yang jatuh pada awal Juli tahun 2016 ini, sejumlah objek wisata di Kabupaten Sleman menyatakan kesiapannya dalam menyambut tamu yang berlibur di objek-objek wisata di seluruh wilayah Sleman. Terlebih lagi pada saat ini terjadi cuaca ekstrim yang tidak menentu sehingga wisatawan lebih berhati-hati untuk mengunjungi obyek wisata pantai.

Kondisi seperti ini akan lebih memungkinkan obyek wisata di Sleman lebih banyak diserbu pengunjung dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Demikian diungkapkan o Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM di kantornya , Selasa (21/6).

Ayu mengatakan bahwa wisatawan yang datang ke Kabupaten Sleman tidak perlu ragu untuk memilih destinasi wisata di Sleman khususnya selama libur lebaran. Sleman memiliki destinasi yang cukup banyak dan sangat beragam. Sehingga semakin lama wisatawan menginap di Sleman akan semakin banyak destinasi wisata yang dikunjungi dengan berbagai kompleksitas dan keunikannya.

Terlebih lagi lanjut Ayu, keterjangkauan destinasi wisata di Sleman sangat mudah dengan adanya fasilitas jalan yang memadai. Beragam destinasi wisata di Sleman yang bisa dinikmati oleh wisatawan diantaranya wisata alam, candi, museum, desa wisata maupun destinasi wisata baru yaitu Sindu Kusuma Edupark dan Jogja Bay Water Park.

Sedangkan destinasi wisata Sleman yang diunggulkan selama musim liburan diantaranya kawasan wisata Kaliurang yang meliputi Tlogo Putri, Taman Rekreasi Anak, Gardu Pandang Kaliurang, Museum Ullen Sentalu.

Selain itu Museum Gunungapi Merapi (MGM), Museum Monjali, Museum Dirgantara Mandala, Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, serta desa-desa wisata juga merupakan sebagian tempat wisata yang siap memanjakan pengunjung saat liburan lebaran mendatang.

Ditambahkan untuk mempermudah wisatawan dalam memperoleh informasi dan menjangkau berbagai destinasi wisata di Sleman, pihak pemerintah daerah sudah mempersiapkan sarana tehnologi informasi yang berupa mobile apps atau aplikasi androit Amazing Sleman.

“Melalui tehnologi ini wisatawan akan dengan mudah memperoleh informasi melalui sarana handphone,” kata Ayu.




Sleman Kembangkan Desa Mandiri Pangan‬

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berupaya mengembangkan Desa Mandiri Pangan sebagai upaya konkrit meningkatkan sistem kemandirian pangan untuk meningkatkan ketahanan pangan di pedesaan.‬

‪”Saat ini terdapat delapan desa yang mendapat program Desa Mandiri Pangan yang salah satunya berada di Kecamatan Prambanan yaitu Desa Wukirharjo,” kata Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI, Selasa (21/6).‬

‪Menurut Sri Purnomo, dengan program Desa Mandiri Pangan diharapkan secara bertahap desa-desa tersebut mampu meningkatkan tingkat kemadirian pangan di wilayah.‬

‪”Dengan adanya program ini, kelompok afinitas yang dahulu relatif kesulitan memperoleh tambahan modal usaha menjadi lebih mudah,” katanya.‬

‪Sri Purnomo menambahkan modal yang diberikan pada program ini diutamakan pada kegiatan-kegiatan produktif bidang pangan. ‬

‪”Sehingga dengan penambahan modal usaha diharapkan memberikan pengaruh pada peningkatan pendapatan masyarakat di pedesaan,” katanya.‬

‪Sri Purnomo mengatakan, sektor pertanian masih menjadi sektor unggulan di Kabupaten Sleman, hal tersebut dapat dilihat dari tingginya masyarakat kabupaten Sleman yang mata pencahariannya berada pada sektor pertanian.‬

‪”Tenaga kerja yang terserap pada sektor pertanian pada 2014 mencapai 23,56 peren dari jumlah penduduk Sleman atau kisaran jiwa. Sektor pertanian juga menjadi penyumbang PDRB primer terbesar di Kabupaten Sleman yaitu sebesar 12,59 persen pada 2014,” katanya.




Masyarakat Diminta Manfaatkan Perpustakaan Desa

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Dra Sri Muslimatun MKes mengatakan dalam memenuhi kebutuhan informasi masyarakat sekaligus dapat menjadi stimulan bagi masyarakat untuk semakin aktif dalam memanfaatkan keberadaan perpustakaan desa.

“Pendidikan menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Sleman. Peningkatan akses pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat dilakukan dengan penyediaan sarana prasarana pendidikan, pengembangan kompetensi tenaga kependidikan, dan pengembangan sistem pendidikan,” kata Sri Muslimatun disela-sela menerima Tim evaluasi /lomba perpustakan desa tingkat nasional di Desa Widodomartani Kecamatan Ngemplak, Selasa (21/6).

Menurut Sri Muslimatun, salah satu sarana prasarana penunjang dalam peningkatan kualitas pendidikan adalah melalui pemanfaatan perpustakaan. Oleh karena itu pemanfaatan keberadaan perpustakaan perlu terus distimulan. Perpustakaan yang re­pre­­sen­tatif dan didukung dengan koleksi buku yang leng­kap, diharapkan akan memotivasi para pelajar, maha­siswa dan masyarakat umum untuk memanfaatkan perpustakaan yang ada di Sleman.

Saat ini terdapat 873 perpustakaan di Sleman. Sedangkan koleksi buku yang dimiliki oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Sleman hingga saat ini mencapai judul buku dengan jumlah eksemplar sebanyak eksemplar. Dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat di pelosok-pelosok daerah, Pemkab Sleman telah memiliki 5 armada keliling yang menjangkau 60 lokasi layanan.

Selain itu, terdapat juga kantong-kantong perpus­takaan yang dikelola oleh desa dan masyarakat setempat. Pada saat ini Sleman memiliki kantong perpustakaan di 18 lokasi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Sleman juga membentuk rintisan desa gemar membaca di 8 lokasi termasuk salah satunya di Desa Widodomartani.

“Yang jelas animo masyarakat dalam memanfaatkan keberadaan perpustakaan terus mengalami peningkatan, hal ini terlihat dari jumlah kunjungan yang terus meningkat tiap tahunnya,” kata Sri Muslimatun.

Jika pada tahun 2013 jumlah pengunjung sebesar meningkat di tahun 2014 menjadi dan mengalami peningkatan lagi pada tahun 2015 menjadi pengunjung.

Dalam upaya optimalisasi keberadaan perpustakaan desa, Perpustakaan Widodo Desa Widodomartani terus berupaya memenuhi kebutuhan layanan bagi masyarakat. Sistem layanan yang diaplikasikan di Perpustakaan Widodo adalah sistem layanan terbuka serta pemanfaatan aplikasi Senayan Library Management System (SLIMS).

Selain itu, jenis layanan yang diberikan antara lain, layanan sirkulasi, layanan referensi, layanan bagi kaum diffable, layanan gerobak pintar, serta pick up pintar. Perpustakaan Desa Widodo juga terus berinovasi sebagai upaya dalam mengembangakan keberadaan perpustakaan, diantaranya melalui gerobag buku dan grebeg buku.

Saat ini koleksi perpustakaan desa Widodo terdiri dari judul Non Fiksi, judul Fiksi dan 13 Judul Braille.  Dengan jumlah anggota perpustakaan pada 3 bulan terakhir sebanyak orang.

Optimalisasi pengelolaan Perpustakaan Widodo dapat terlihat dari animo masyarakat yang berkunjung dan meminjam buku di Perpustaan Widodo dimana jumlah peminjam 3 bulan terakhir sebanyak . Dengan jumlah pengunjung 3 bulan terakhir sebanyak orang.

Sedangkan  Tim Juri, Drs Sudirwan Hamid MH dan Drs Bambang Supriyo Utomo dalam kesannya menyampaikan bahwa keberadaan perpustakaan Desa Widodomartani cukup strategis dimana berada di komplek Balaidesa yang mudah diakses dan dikunjungi oleh masyarakat dan itu sangat mendukung kecerdasan bangsa.

Lebih lanjut disampaikan  nilai positif yang dimiliki Perpustakaan desa karena juga melakukan pembinaan terhadap perpustakaan yang ada di sekolah sekitar. Dan yang perlu dibenahi untuk bahan presentasi adalah kegiatan perpustakaan didokumentasi.