Sambut Lebaran Kecamatan Mlati Gelar Pasar Lebaran

Sleman – Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1437 H, Kecamatan Mlati bekerjasama dengan BPD DIY Cabang Sleman dan UPK Unit Pelaksana Kegiatan PNPM Pedesaan Kecamatan Mlati mengadakan pasar lebaran selama 2 hari, Rabu hingga Kamis(22-23/6) mulai pukul WIB hingga . WIB, bertempat di Halaman Gedung Serbaguna Desa Tlogoadi Mlati.

Menurut Camat Mlati, Drs Suyudi tujuan dilaksanakannya Pasar Lebaran selain untuk mempromosikan dan mempertemukan sekitar 35 UMKM dengan masyarakat setempat juga dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri dengan harga yang terjangkau.

Disamping itu sekaligus sebagai ajang kegiatan sosial berupa pembagian 200 paket sembako masyarakat yang kurang mampu, dengan pembelian dari BPD DIY Cabang Sleman dan PNPM Kecamatan Mlati.

Selain itu untuk pembelian sembako ada penurunan harga Rp hingga Rp ,-. Selain sembako juga akan hadir pula aneka sandang, produk kerajinan, serta aneka makanan dan minuman serta kebutuhan lebaran lainnya.




KKN-PPM UGM Bertemu Bupati Sebelum Terjun di 10 Kecamatan

Bupati Sleman Sampaikan SambutanSleman – Sebanyak 327 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Pembelajaran Masyarakat (KKN-PPM) UGM bertemu dengan Bupati Sleman di Pendopo Parasamya Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Selasa (21/6) sebelum melakukan kegiatan KKN di 10 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sleman mulai 21 Juni-7 Agustus 2016.

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menyambut baik pelaksanaan KKN-PPM UGM tersebut karena  merupakan sarana latihan bagi mahasiswa dalam memahami dan mencari solusi atas berbagai permasalahan yang ada ditengah-tengah masyarakat. Sehingga  melalui kegiatan KKN PPM ini dapat memfasilitasi masyarakat melalui berbagai program keilmuan yang dimiliki para peserta.

“Pelaksanaan kuliah kerja nyata pemberdayaan pembelajaran masyarakat (KKN-PPM) ini diharapkan benar-benar mampu memberikan solusi terhadap permasalahan di daerah serta mendukung upaya pengembangan potensi yang dimiliki oleh daerah yang dijadikan sebagai lokasi KKN,” kata Sri Purnomo.

“Dengan pendampingan dan pembinaan yang intensif saya yakin masyarakat dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat di Kabupaten Sleman sehingga dapat membantu program pengentasan kemiskinan”, tambah Sri Purnomo.

Pimpinan rombongan KKN UGM, Joko Setiono SH MHum menyampaikan bahwa mahasiswa peserta KKN tersebut terdiri dari empat bidang keilmuan yaitu sains dan teknologi, agronomi, kesehatan, serta sosial humaniora yangt didampingi oleh 10 dosen pembimbing lapangan dan 2 dosen koordinator wilayah yaitu Sleman Barat dan Timur.

“Mahasiswa kami nantinya akan kami terjunkan di sepuluh kecamatan yaitu Berbah, Cangkringan, Godean, Kalasan, Minggir, Moyudan, Ngemplak, Pakem, Prambanan, dan Turi”, kata Joko.

Sementara Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UGM, Prof Dr Suratman MSc  menegaskan bahwa kegiatan KKN di Kabupaten Sleman mutlak dilaksanakan karena secara administratif UGM berada di Sleman.

“Sleman merupakan kampung halaman karena secara administratif UGM ada didalamnya, kegiatan KKN ini sebagai wujud pembangunan bagi daerah,” kata Suratman.

Suratman menambahkan bahwa sebelum terjun ke lapangan, mahasiswa peserta KKN  sudah diperkuat research base dari para dosen pembimbing yang diharapkan dapat diaplikasikan di lingkungan masyarakat terlebih-lebih setiap kelompok terdiri dari berbagai disiplin ilmu.




78 UKM Tampil Pada Pasar Lebaran Disperindagkop Sleman

Sleman – Sebanyak 78 UKM se Kabupaten Sleman berpartisipasi dalam Pasar Lebaran 2016 yang diselenggarakan pada 20-25 Juni di halaman gedung Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Sleman dalam rangka menyambut Idul Fitri 1347 H.

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menyambut baik adanya Pasar Lebaran tersebut. Menurutnya Pasar Lebaran merupakan moment strategis bagi UKM dan masyarakat.

“Bagi UKM ajang ini sebagai wadah promosi mereka ke masyarakat, sedangkan bagi masyarakat ajang ini tentunya dapat membantu memenuhi kebutuhan menjelang lebaran dengan mendapatkan harga yang lebih murah dari harga pasaran,” kata Sri Purnomo.

Sedangkan  Kepala Disperindagkop Kabupaten Sleman, Drs Pustopo menyampaikan bahwa tujuan diadakannya kegiatan tersebut adalah sebagai ajang promosi dan mempertemukan 78 UKM dan Koperasi Binaan Disperindagkop dengan masyarakat setempat.

“Sebenarnya ada 97 UKM yang mendaftar pada tahun ini namun mengingat kapasitas yang tersedia hanya dapat menampung 78 peserta sehingga daftar tunggu masih mencapai 19 peserta yang kami jadikan cadangan,” jelas Pustopo.

Pustopo juga menjelaskan bahwa UKM yang turut berpartisipasi pada Pasar Lebaran tahun ini terdiri dari pakaian, kerajinan dan aksesoris sebanyak 32 peserta serta produk makanan dan minuman sebanyak 46 peserta.

“Sesuai permintaan peserta Pasar lebaran ini kami buka dari pukul  WIB sampai WIB”, terang Pustopo.

Selain sebagai ajang promosi UKM Pustopo menambahkan bahwa tujuan diadakannya Pasar Lebaran adalah sebagai ajang kegiatan sosial berupa penjualan paket sembako murah bagi kurang lebih 1300 orang Pegawai Harian Lepas termasuk outsourching di lingkungan Pemkab Sleman berupa paket sembako seharga Rp dijual hanya Rp .

Bagi masyarakat umum dan PNS juga disediakan sembako murah seperti beras IR64 dari harga normal Rp menjadi RP , Minyak goreng Sania Rp menjadi Rp , Gula Pasir Rp menjadi , dan daging sapi Rp dipasaran menjadi Rp

Turut meramaikan Pasar Lebaran tersebut PT Bank BPD DIY memberikan program hadiah langsung dan hadiah undian khusus bagi PNS dan pensiunan yang mengajukan kredit swaguna/punakarya di stand BPD selama pameran berlangsung. Hadiah utama akan diundi pada tanggal 25 Juni 2016.




Seleksi SD Dilarang Terapkan Calistung

Sleman – Tahap pendaftaran masuk SD di Kabupaten Sleman dimulai Senin (20/6). Sesuai jadwal, pendaftaran dibuka sampai Rabu (22/6) lusa. Setelahnya diadakan proses seleksi, dan hasilnya diumumkan pada Jumat (24/6).

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Sleman, Arif Haryono SH mengingatkan pihak sekolah agar tidak menerapkan tes membaca, menulis, dan berhitung (calistung) kepada siswa yang akan mendaftar SD.

“Seleksinya didasarkan pertimbangan umur. Usia 7 tahun wajib diterima sedangkan di bawah itu dapat diterima jika daya tampung belum terpenuhi,” kata Arif, Senin (20/6).

Apabila dari segi usia ada yang sama, seleksi ditentukan berdasar domisili siswa yakni dipilih yang radius jaraknya paling dekat dari sekolah. Jika berdasar jarak masih tetap sama, maka dipilih yang mendaftar lebih awal.

Arif mengungkapkan tahun lalu ada sekolah yang diberi teguran oleh dinas karena memberlakukan calistung saat seleksi masuk SD. Pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini pihaknya akan melakukan pengawasan untuk memastikan tidak ada lagi pelanggaran.

“Kami sudah memberitahukan kepada pengawas bahwa dalam PPDB SD tidak ada tes calistung. Kami juga berharap masyarakat bersedia melapor jika menemukan pelanggaran,” ujar Arif.

Lain halnya jika tes calistung dilakukan setelah seleksi dan siswa dinyatakan diterima. Sebab tes itu mungkin diperlukan bagi guru untuk penentuan metode belajar bagi siswa bersangkutan.

Soal daya tampung, dia menjamin cukup bahkan tahun lalu terdapat beberapa SD yang tidak terpenuhi kuota sebanyak 28 siswa per kelas. Kebanyakan sekolah yang berada di daerah pinggiran seperti Kecamatan Minggir dan Moyudan. Daya tampung tingkat SD pada PPDB 2016 ini sebanyak siswa dengan jumlah 267 rombongan belajar.

Arif mengingatkan pihak sekolah agar transparan dan akuntabel dalam pelaksanaan PPDB. Selain itu juga harus memberikan info seluas-luasnya kepada masyarakat bahkan disarankan bekerjasama dengan kepala dusun setempat.

“Penerimaan siswa baru juga tidak dikenai biaya karena sudah ada alokasi dana BOS dan BOS daerah. Sekolah jangan sampai melanggar aturan ini,” tandasnya.




Selama Puasa Pengunjung MGM 200 Orang Per Hari

Pengunjung Mengamati Foto Erupsi MerapiSleman – Museum Gunungapi Merapi (MGM) yang biasanya selalu ramai pengunjung setiap harinya, selama puasa Ramadan ini mengalami penurunan jumlah pengunjung. Tercatat selama puasa pengunjung MGM yang berlokasi di Banteng Hargobinangun Pakem Sleman hanya mencapai 200 orang tiap hari.

‪Kepala UPT MGM Sleman, Suharno menginformasikan menurunnya pengunjung MGM terlihat di awal puasa ini.‬

‪”Sebelum puasa pengunjung cukup banyak, rata-rata sampai per hari. Kalau puasa begini memang menurun. Tahun kemarin rata-rata pengunjung hanya 300 orang per hari. Dan saat ini rata rata  hanya 200 orang per hari,” kata Suharno, Minggu (19/6).‬

‪”Sampai minggu kedua puasa, jumlah pengunjung tetap  stabil sekitar 200 an orang. Kira-kira sebelum lebaran pengunjung mulai melonjak. Pengunjungnya bisa mencapai orang per hari,” tutur Suharno.‬

‪Suharno mengungkapkan selain musim libur sekolah, momen libur Lebaran merupakan kesempatan untuk menarik pengunjung sebanyak mungkin.‬ Secara umum, MGM mengalami peningkatan jumlah pengunjung setiap tahunnya.‬ ‪Saat pertama kali dibuka pengunjung hanya sekitar pengunjung yang datang. Tahun 2015 pengunjung sudah mencapai kira-kira orang.‬

‪”Dilihat setiap tahunnya Pengunjung selalu naik. Padahal tahun pertama kita sempat tutup dua bulan karena erupsi Merapi 2010,” tegas Suharno.