Daya Tampung Siswa Dijamin Mencukupi

Sleman – Daya tampung siswa dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2016/2017 di Kabupaten Sleman dijamin mencukupi. Keseluruhan daya tampung mulai jenjang SD hingga SMA/SMK sebanyak siswa dari rombongan belajar (rombel).  

Terinci, daya tampung di tingkat SD sebanyak siswa dengan jumlah 267 rombel, daya tampung SMP siswa (423 rombel), SMA siswa (149 rombel), dan SMK siswa (285 rombel).

“Daya tampung yang ada mampu menampung seluruh lulusan. Sedangkan kuota dari luar kabupaten masih sama yakni 20 persen,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Sleman, Arif Haryono SH, Rabu (15/6).

Arif juga menghimbau kalangan orangtua agar jeli memilih sekolah bagi anak. Penentuan sekolah disarankan sesuai dengan nilai. Adapun jadwal PPDB tahun ini, untuk tingkat TK dan SD pendaftaran berlangsung mulai 20-22 Juni, seleksi 23 Juni, pengumuman 24 Juni, dan daftar ulang 24-25 Juni.

SMP negeri, pendaftaran dimulai tanggal 27-29 Juni, seleksi 29 Juni, pengumuman 30 Juni, dan daftar ulang 30 Juni-1 Juli. Pendaftaran SMP swasta dijadwalkan 27-30 Juni, seleksi 30 Juni, pengumuman 1 Juli, dan daftar ulang 1-2 Juli.

Tingkat SMA negeri, jadwal pendaftaran tanggal 22-24 Juni, seleksi 24 Juni, dan pengumuman 25 Juni. Untuk daftar ulang dijadwalkan 25 Juni dan 27 Juni. Sedangkan SMA swasta, pendaftaran dilangsungkan mulai 22-25 Juni, seleksi 25 Juni, pengumuman 27 Juni, dan daftar ulang 27-28 Juni.

Untuk SMK negeri, pendaftaran dilangsungkan dari 22-25 Juni, seleksi 25 Juni, pengumuman 27 Juni, dan daftar ulang 27-28 Juni. Sedangkan SMK swasta, jadwal mendaftar mulai 22-27 Juni, seleksi 27 Juni, pengumuman 28 Juni, dan daftar ulang 28-29 Juni.

“Pendaftaran tingkat TK sampai SMA/SMK di swasta menggunakan sistem manual. Sedangkan SMP dan SMA negeri menerapkan real time online,” terang Arif.

Untuk proses seleksi SMP dan SMA/SMK didasarkan peringkat nilai. Sementara seleksi masuk SD didasarkan pertimbangan umur. Jika ada siswa yang memiliki umur sama, pembobotan dilihat dari domisili siswa didasarkan radius jarak dari sekolah. Jika jarak masih tetap sama, maka dipilih yang mendaftar lebih awal.

Adapun seleksi masuk SMP, jika ditemukan nilai ujian nasional yang sama maka pertimbangan didasarkan urutan nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA. Penilaian sama berlaku pada seleksi SMA/SMK ditambah poin Bahasa Inggris.

“Kalau nilai setiap mata pelajaran sama, seleksinya didasarkan domisili,” imbuh Arif.

Dalam PPDB ini, pihak sekolah diingatkan agar transparan dan akuntabel, serta memberikan info yang seluas-luasnya kepada masyarakat. Penerimaan siswa baru ini juga tidak dikenai biaya karena sudah ada alokasi dana BOS dan BOS daerah. Namun pengecualian untuk TK karena belum terdapat alokasi BOS.




Satpol PP Sleman Tertibkan Lima “Game Net”

Sleman – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman menertibkan lima tempat hiburan “game net” yang melanggar Peraturan Bupati Nomor 26 Tahun 2013 tentang Penyelenggara Usaha Hiburan pada bulan Ramadan.‬

‪”Kami menutup paksa lima lokasi usaha `game net` yang nekat buka pada seminggu pertama Ramadan,” kata Kepala Seksi Operasi dan Ketertiban Satpol PP Sleman Sri Madu, di Sleman, Rabu (15/6).‬

‪Menurut Sri Madu, dalam operasi penertiban tersebut rata-rata “game online” atau “game net” telah buka sejak hari pertama Ramadan. Padahal, sesuai dengan Perbup tempat usaha hiburan “game online” dilarang beroperasi pada minggu pertama.‬

‪”Usaha game online baru bisa beroperasi setelah memasuki pekan kedua puasa. Penindakan kami tutup paksa dan diberi teguran. Belum sampai penahanan izin usaha,” katanya.‬

‪Ia mengatakan saat ditertibkan, hampir semua “game net” sedang menerima pengunjung yang mayoritas anak usia sekolah.‬

‪”Penuhnya pengunjung `game net` karena masa selesai ujian dan liburan. Rata-rata, mereka tengah bermain game online,” katanya.‬

‪Sri Madu mengatakan pihaknya juga menertibkan game net yang buka sampai pukul WIB. Sesuai dengan aturan, mereka yang masih buka melewati ketentuan dipaksa untuk menutup.‬

‪”Pada minggu kedua, tiga, dan empat Ramadan, akan diterapkan penyesuaian jam operasional tempat hiburan,” katanya.‬

‪Ia mengatakan, jenis usaha hiburan yang terikat dalam Perbup Sleman tersebut meliputi kafe, karaoke, game net, game station, game centre, salon, spa, panti pijat, dan usaha sejenisnya.‬

‪”Berdasarkan Perbup terebut pada pekan kedua hingga lebaran tempat hiburan hanya boleh beroperasi pada pukul WIB sampai WIB. Penertiban tempat hiburan yakni untuk menciptakan suasana kondusif saat Ramadan agar tidak mengganggu kenyamanan ibadah puasa,” katanya.




Jelang Porwanas 2016 PWI dan SIWO Jogja Audiensi dengan Bupati

Sleman – Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) tahun 2016 akan dilaksanakan tanggal 25-30 Juli 2016 di Bandung.

Untuk mengikuti even tersebut PWI Jogja/SIWO telah mempersiapkan para tletnya untuk mengikuti 10 cabang olah raga yang dipertandingkan, termasuk mengundang pelatih padaa masing-masing cabang olah raga. Hanya saja untuk dua cabang olah raga Bulu Tangkis dan Tenis Lapangan sampai saat ini belum ada, mengingat keterbatasaan semuanya.

Hal tersebut terungkap saat Pengurus PWI Jogja/SIWO Jogja melakukan audensi dengan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI di ruang tamu Bupati, Rabu (15/6). Pengurus PWI  yang hadir saat audensi tersebut antara lain Ketuanya Sihono dan didampingi beberapa pengurus juga Ketua SIWO Janu Riyanto.

Sedangkan Bupati Sleman didampingi antara lain Ketua KONI Sleman Ir. Pramono, Asekda Bidang Administrasi Djoko Handoyo SH, Kepala Bagian Kesra Drs Hery Sutopo.

Sihono menyampaikan beberapa permasalahan yang dihadapi PWI Jogja dalam  menghadapi Porwanas yang akan berlangsung bulan depan, yaitu pendanaan dari beberapa KONI Kabupaten/Kota yang sampai saat ini belum cair, padahal kebutuhan dana tersebut sangat mendesak, terutama untuk pesan tiket atlet dan offisial.

Lebih lanjut disampaikan Sihono bahwa jumlah aatlet dan offisial dari PWI Jogja berkekuatan 80 orang dan dari sleman sendiri sebanyak 25 atlet/offisial.

Ditambahkan Janu Riyanto selaku ketua SIWO bahwa kemungkinan untuk mendapatkan medali emas pada Porwanas 2016 nanti cukup besar dengan persiapan yang cukup, disamping atlet yang lolos dalam kontingen Porwanas PWI Jogja dari seleksi Porwada yang sudah berlangsung.

Sementara  Sri Purnomo menyampaikan bahwa untuk mengikuti Porwanas yang berlangsung dalam waktu dekat nanti perlu persiapan yang matang, termasuk persiapan atlet dan perlengkapan yang lain.

Dengan persiapan yang matang diharapkan akan membawa hasil yang maksimal, mengingat sampai saat ini kontingen PWI  belum pernah mendapatkan medali emas.

“Insya Allah Porwanas tahun 2016 nanti kontingen PWI Jogja akan bisa pecah telur dengan membawa pulang medali emas,” kata Sri Purnomo.

Ditambahkan pula, yang biasanya wartawan membuat berita maka dalam Porwanas di Bandung nanti wartawan yang tergabung dalam PWI Jogja menjadi berita karena mampu membawa pulang medali emas. Dengan semangat tinggi, meskipun dengan keterbatasan dana biasanya akan berprestasi, tentu dengan semangat daan perjuangan yaang tinggi.

Sedangkan Ketua KONI Sleman Ir. Pramono menambahkan bahwa bantuan dana sebesar Rp 30 juta dari KONI Sleman sudah siap dicairkan sewaktu-waktu. Bantuan tersebut diharapkan mampu memotivasi atlet dan official PWI Jogja yang berlaga dalam Porwanas di Bandung nanti.

Menyinggung pelatih Bulutangkis dan Tenis Lapangan, KONI Sleman siap untuk membantu untuk memvasilitasi, hanya saja PWI yang harus aktif berkomunikasi dengan KONI Sleman. Intinya KONI Sleman siap untuk membantu persiapan.




Ratusan Orangtua Murid Ikuti Sosialisasi PPDB 2016 Di SMPN Seyegan

Sleman – Sekitar 200 orangtua murid SD yang lulus tahun ajaran 2015/2016 di Kecamatan Seyegan mengikuti Sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru tingkat SMP tahun ajaran 2016/2017 di Aula SMPN 1 Seyegan, Rabu (15/6). Kepala SMP N 1 Seyegan, Urip Mulyono mengatakan bahwa tujuan diselenggarakan sosialisasi ini adalah untuk membantu mewujudkan cita-cita siswa untuk meneruskan ke sekolah yang lebih tinggi.

Urip Mulyono menambahkan bahwa daya tampung SMP N 1 Seyegan tahun ajaran 2016/2017 ini sebanyak 192 siswa untuk 6 rombel dan masing-masing rombel 32 siswa, dari dalam Kabupaten Sleman minimal 80 % dan dari luar Kabupaten Sleman maximum 20 %.

Pada tahun ajaran 2016/2017 ini SMPN 1 Seyegan melaksanakan PPDB secara RTO (Real Time Online). Namun calon peserta didik tetap harus datang ke sekolah untuk mengambil formulir dan memasukkan berkas pendaftaran. Pendaftaran dibuka tanggal 27 s.d 29 Juni Pukul hingga WIB.

Pelaksanaan seleksi pada hari Rabu 29 Juni 2016 berdasarkan ranking nilai SKHUN/SKHUS-M dan piagam prestasi yang dilegalisir sesuai daftar RTO Dinas Dikpora Sleman.

Piagam prestasi yang dapat dilampirkan pada berkas pendaftaran adalah prestasi tingkat Kabupaten/Provinsi yang diakui Dinas Dikpora Kabupaten Sleman/Provinsi DIY dengan rekomendasi. Tambahan nilai prestasi ditentukan oleh Dinas Dikpora.

Calon peserta didik baru dapat memilih 2 sekolah sebagai pilihan 1 dan 2, salah satunya adalah sekolah tempat dia memasukkan berkas pendaftaran. Bila terdapat 2 nilai dengan jumlah sama akan dipilih lokasi pendaftar yang terdekat dengan SMP N 1 Seyegan dan waktu pendaftaran yang lebih dahulu masuk.




Dandim 0732 Gelar Buber Untuk Tingkatkan Sinergitas Unsur TNI/Polri dan Pemerintah

Sleman – Dalam rangka meningkatkan kerjasama antar unsur TNI/Polri dan Aparat Pemerintah baik tingkat Kabupaten, Kecamatan, dan Desa, Komandan Kodim 0732 Sleman Letkol Arm Djoko Sudjarwo mengadakan buka bersama (buber) di halaman Aula  Kodim 0732 Sleman pada Selasa (14/6).

Acara buber tersebut dihadiri jajaran Muspida, Pejabat Eksekutif, Camat serta Kades se Sleman.

“Buka bersama ini kami selenggarakan dalam rangka kegiatan komunikasi sosial untuk mempererat silaturahmi antar unsur TNI/Polri beserta Pemerintah guna meningkatkan sinergitas,” tutur Djoko.

Sementara Wakil Bupati Sleman, Dra Sri Muslimatun MKes mengapresiasi buka bersama yang bertema ‘Melalui Komunikasi Sosial Dengan Aparat Pemerintah Kita Bangun Masyarakat yang Berkarakter Berlandaskan Wawasan Kebangsaan Indonesia Guna Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan’ tersebut.

“Acara ini merupakan pengalaman pertama bagi saya sejak menjabat Wakil Bupati. Saya berharap kedepan komunikasi sosial bisa terus dibangun tidak hanya antar pimpinan saja”, tutur Muslimatun.