Dinas Pasar Gandeng Muda Mudi Taman Kuliner Adakan Event Pop Up Ramadan 2016

Sleman – Dinas Pasar Sleman telah menggadenga Muda-mudi Taman Kuliner menyelenggarakan event Pop – Up Ramadan 2016 di Taman Kuliner Condondcatur Depok Sleman. 

Muda-mudi Taman Kuliner merupakan muda-mudi pedagang kios di taman kuliner Condongcatur kembali menyelenggarakan sebuah event yang digagas secara kolektif dan non profit, POP UP Ramadan yang diselenggarakan di Taman Kuliner Condongcatur tanggal 9-12 Juni 2016.

Menurut Kepala Dinas Pasar, Dra Tri Endah Yitnani MSi, Minggu (12/6) acara tersebut mempunyai visi dan misi menjadikan ajang tahunan taman kuliner dalam mengumpulkan Foodpreneur & Food Enthusiast dalam suasana Bulan Suci Ramadan 2016.

Pop Up Ramadan 2016 diharapkan mendapat sambutan yang antusias pedagang kuliner maupun non kuliner baik yang tiban atau non tiban serta pengunjung, komunitas, foodgram/foodblogger diluar perkiraan penyelenggara pasar Ramadan, dan ternyata mempunyai daya tarik tersendiri sehingga dapat memikat pengunjung asal Solo-Semarang. Kehadiran pasar ramadan 2016 menjadi warna tersendiri  untuk warga dan pemudik di Jogja.

Pengunjung bisa mengicipi sajian tradisional yang jarang ditemukan seperti bubur lodeh dan jenang gempol hingga sajian Korean Food dan Fusion Dish seperti Chicken Wing dengan bumbu Saus Padang.

Pop Up Ramadan 2016 diramaikan oleh beberapa pedagang non kuliner seperti Komunitas dan Kolektif Seni. Ramainya Pasar Ramadan dipengaruhi oleh Traffic atau Buzz yang terjadi di sosial media, sehingga banyak pedagang yang Sold Out dalam hitungan menit. Pop Up Ramadan 2016 juga diisi oleh Program Acara seperti Talkshow tentang Management Restaurant hingga startup Food Business.

Pop Up Ramadan 2016 mempunyai target audience hingga 2000 pengunjung dalam 4 hari. Dengan target pengunjung umur 18-40 tahun, segmentasi A-B, mahasiswa/pelaku usaha/media/komunitas dengan program acara Kuliner dan Non Kuliner, Live Cooking, Food Talkshow dan Musik.




Dana Masjid Untuk Pengentasan Kemiskinan

Bupati Serahkan BantuanSleman – Dana Masjid diharapkan dapat dialokasikan untuk kegiatan non fisik sebagai upaya pengentasan kemiskinan di wilayah Kecamatan Tempel. Hal tersebut ditegaskan Camat Tempel, Wildan Solichin SIP MT disela-sela  Safari Tarawih Keliling Bupati Sleman bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkorpimda) Kabupaten Sleman di Masjid Baitul Qohhar, Gundengan Kidul, Margorejo, Tempel,  Minggu (12/6) malam.

Menurut Wildan, pengurus masjid bisa bersinergi dengan tim penanggulangan kemiskinan yang sudah di bentuk di tingkat desa maupun padukuhan untuk merealisasikan hal tersebut.

Saat ini beberapa padukuhan di wilayah Tempel diungkapkan Wildan sudah membentuk Lembaga Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM).

“Selama ini dana masjid banyak dialokasikan untuk kegiatan fisik, namun jika pengurus masjid bisa bergandengan tangan dengan unsur-unsur penanggulangan kemiskinan di desa tentunya masjid akan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi umat,” tutur Wildan.

Sementara itu Bupati Sleman, Drs H  Sri Purnomo MSI  menyampaikan  bahwa pada tahun 2015 di Kabupaten Sleman masih terdapat KK miskin sejumlah KK (11,76%) dari KK. Dibandingkan dengan tahun 2014 terjadi penurunan sebanyak 0,09%. Sedangkan angka kemiskinan tingkat Provinsi DIY tahun 2015 pada persentase 14,91%.

Sedangkan angka kemiskinan di Kecamatan Tempel dari tahun 2013 sampai dengan 2015 telah mengalami penurunan dari angka kk menjadi
KK miskin, atau terdapat pengurangan KK miskin sebanyak KK.

Meskipun demikian secara rata-rata di Kabupaten Sleman, angka kemiskinan di Kecamatan Tempel masih tertinggi dibanding 16 kecamatan lain, yaitu pada angka persentase 20,61%.

“Perlu upaya yang lebih keras lagi untuk menurunkan angka kemiskinan di Kecamatan Tempel, dan upaya tersebut perlu peran aktif masyarakat yang sinergis dengan pemerintah,” kata Sri Purnomo.

Dalam kesempatan tersebut Sri Purnomo menyerahkan bantuan 10 buah rukuh, 5 buah Al Quran beserta terjemahan, dan uang sejumlah Rp yang merupakan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sleman, BAZNAZ Kabupaten Sleman, Bank BPD Sleman, Kecamatan Tempel, Pemerintah Desa Margorejo, Kemenag, Lumbung Zakat .

Sri Purnomo sebelumnya juga menyerahkan bantuan 10 buah rukuh dan uang sejumlah Rp di Masjid Al Manar Klodran, Sendangarum, Minggir.




Penerimaan Pajak Baru Capai Sekitar 30 Persen

Sleman – Penerimaan pajak bumi dan bangunan (PBB)  di Kabupaten Sleman hingga saat ini baru mencapai sekitar 30 persen  dari target sebesar hampir Rp 63 miliar. Dengan jumlah tersebut  penerimaan PBB Sleman akan mencapai target pada akhir jatuh tempo pembayaran akhir September 2016 mendatang.

“Kami optimis pembayaran Pajak bumi dan bangunan Sleman akan mencapai target tersebut,” kata  Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Sleman, Haris Sutarto, Jumat (10/6).

Menurut Haris,  terkait dengan penerimaan daerah sektor PBB didaerahnya  hingga bulan  ini, jumlah penerimaan PBB di Sleman sudah mencapai hampir Rp 20 miliar, atau 30 persen lebih dari nilai target sebesar hampir Rp 63 miliar.

Partisipasi pembayaran PBB oleh masyarakat saat ini terus membaik, terlebih pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman sudah menyerahkan SPPT PBB ke masyarakat sejak bulan Januari 2016 lalu. Untuk itu  masyarakat diminta segera melakukan kewajiban pelunasan pajak bumi dan bangunan.

Sehingga dapat segeta dimanfaatkan pemerintah daerah untuk berbagai kegiatan pembangunan serta meningkatkan fasilitas pelayanan masyarakat. Untuk pembayaran PBB di Kabupaten Sleman hingga bulan ini, menurut Haris Sutarto partisipasi tertinggi justru terdapat diwilayah pinggiran, seperti Cangkringan, Prambanan, Minggir, Moyudan dan Turi.

Karena dari sejumlah wilayah tersebut 110 dusun telah lunas PBB pada tahun 2016. Sementara untuk penerimaan PBB wilayah Sleman terbesar dari Kecamatan Depok sebesar Rp 29 miliar, kemudian Mlati hampir Rp 10 miliar, Ngaglik hampir Rp 9  miliar dan Gamping hampir Rp 6  miliar.  Untuk penerimaan PBB terkecil wilayah Sleman dari Kecamatan Cangkringan  hanya sebesar Rp 628 juta.




PPDB Sleman Segera Dimulai

Sleman – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Sleman akan segera dimulai pada dua pekan terakhir di bulan Juni 2016 ini.‬ ‪Menurut data dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Sleman, total ada rombongan belajar (rombel) yang dibuka untuk tahun ajaran 2016/2017 ini.‬

‪Daya tampungnya mencapai siswa tingkat sekolah dasar, menengah pertama, hingga menengah atas. Total ada 717 sekolah se-Sleman yang siap melaksanakan PPDB di tahun ini.‬

‪“Sistem penerimannya ada Real Time Online (RTO) maupun manual. Ada sembilan SMP yang masih pakai manual karena faktor koneksi internet buruk di wilayah tersebut. Yakni di Tempel, Cangkringan, dan Prambanan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sleman, Arif Haryono SH, Jumat (10/6).

PPDB digelar secara bertahap untuk tiap tingkatan sekolah mulai 20-27 Juni 2016 ini. Untuk tingkat sekolah dasar, proses penerimaan siswa dimulai 20-22 Juni dan pengumuman akhir pada 24 Juni.‬

‪Pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), PPDB digelar pada 27-29 Juni untuk sekolah negeri dan 27-30 Juni untuk sekolah swasta.‬ Sedangkan untuk tingkat SekolahMenengah Atas (SMA) prosesnya dimulai pada 22-24 Juni untuk sekolah negeri dan 22-25 Juni untuk sekolah swasta.‬ Adapun Sekolah Menengfah Kejuruan Negeri (SMKN) pada 22-25 Juni dan SMK swasta pada 22-27 Juni.

‪Menurut Arif, pihaknya menjamin ketersedian bangku untuk proses PPDB 2016/2017 nanti.

“Seleksi masuk SD berdasarkan usia. Sekolah tidak diperbolehkan melakukan tes Baca Tulis Hitung (Calistung). Jika saat proses seleksi ternyata ada usia yang sama, maka yang didahulukan rumah yang terdekat. Kalau memang dari segi jarak masih sama. Maka yang mendaftar terlebih dahulu yang mendapat prioritas,” kata  Arif.

Ditambahkan Arif  jumlah rombel  tersebar di jenjang SD dengan 627 rombel atau siswa. Dimana masing-masing rombel terdiri dari 28 siswa. SMP ada 427 rombel atau siswa. SMA ada 46 rombel atau setara dengan siswa dan SMK ada 285 rombel atau siswa.




SMAN 1 Ngaglik Terima ISO 9001-2008

Bupati Sleman Serahkan sertifikat ISOSleman – Mengawali bulan Juni SMAN 1 Ngaglik menerima penghargaan ISO 9001-2008 dari   TUV Rheinland Indonesia.  Penyerahan sertifikat ISO dari  TUV diserahkan oleh Direktur PT TUV Rheinland Cabang Jogja, Ir Cornelius Toro Infantrianto kepada Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI, selanjutnya diserahkan kepada Kepala SMAN I Ngaglik Drs Subagyo, Jumat (10/6).

Kepala SMAN 1 Ngaglik, Subagyo menyampaikan komitmennya untuk siap bekerja keras secara konsisten dalam mewujudkan sistem yang telah diakui oleh lembaga yang berwenang yakni PT TUV , sehingga dapat meningkatkan kualitas sekolah sesuai dengan visi sekolah yaitu menjadi SMA sebagai komunitas beriman dan bertaqwa, cerdas, berprestasi, berkecakapan hidup, serta berkarakter kebangsaan pancasila.

SMAN 1 Ngaglik saat ini memiliki 18 kelas dengan jumlah murid 570 anak, dengan prestasi yang saat ini sedang dilalui mewakili DIY dalam lomba Pusat Informasi Konseling Remaja tingkat nasional.

Sedangkan Sri Purnomo menyampaikan penerimaan sertifikat ISO ini merupakan suatu penga­kuan secara  tertulis akan kualitas manajerial dari SMA Negeri 1 Ngaglik.

“Sampai dengan saat ini jumlah sekolah di Sleman yang sudah bersertifikat ISO ada sebanyak 25 yang terdiri dari 17 SMK dan 8 SMA Negeri,” kata Sri Purnomo.

Prestasi yang telah diraih SMA Negeri 1 Ngaglik ini dapat menjadi motivasi  bagi sekolah-sekolah lainnya di wilayah Kabupaten Sleman untuk dapat pula meningkatkan kualitas manajerialnya.

Sri Purnomo juga  mengingatkan bahwa penerimaan sertifikat ISO bagi SMA Negeri 1 Ngaglik ini jangan menjadi tujuan akhir dari pengembangan mutu sekolah.

“Jangan merasa sempurna dengan apa yang sudah diraih. Mempertahankan apa yang sudah diraih tidaklah cukup, namun menjadi cambuk baru untuk mencapai pengembangan manajemen dan mutu sekolah yang lebih baik lagi ke depan,” tutur Sri Purnomo.

Dengan diperolehnya pengakuan secara tertulis melalui sertifikat ISO ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Ngaglik untuk dapat terus berusaha semaksimal mungkin dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas pendidikannya, baik di dalam sistem dan proses belajar mengajar maupun dalam tata kelola sebagai sebuah organisasi sekolah.

Guru, karyawan maupun para siswa harus mampu menunjukkan kualitas sekolahnya melalui penciptaan lulusan yang unggul dan berdaya saing.