MGM Jadi Tujuan Pelajar Asia Belajar Kegunungapian
Sleman– Museum Gunungapi Merapi (MGM) di Dusun Banteng, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman mulai banyak dikunjungi pelajar dari mancanegara terutama Asia Tenggara untuk belajar mengenai kegunungapian.
”Dalam beberapa tahun terakhir ini banyak pelajar dari mancanegara yang datang untuk belajar soal kegunungapian, sifat maupun karakter gunungapi, terutama di Indonesia. Terutama yang dari ASEAN,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) MGM, Suharno, Minggu (5/6).
Menurut Suharno, wisatawan pelajar yang paling sering berkunjung, seperti dari Malaysia, Singapura, serta Thailand, setiap bulannya selalu ada satu rombongan yang datang.
”MGM menjadi satu pilihan untuk dikunjungi anak sekolah dari mancanegara,” kata Suharno.
Suharno menambahkan , berbeda wisatawan pelajar atau sekolah, wisatawan mancanegara perorangan atau keluarga lebih banyak datang dari Eropa. Setiap hari dapat dipastikan selalu ada yang berkunjung.
”Kalau wisatawan mancanegara yang perorangan atau keluarga setiap hari selalu ada. Paling tidak tiga hingga sepuluh orang,” katanya.
Suharno mengatakan, tingkat kunjungan budayawan ke MGM tiap tahun akan terus mengalami peningkatan.
”Apalagi pembenahan-pembenahan dan penambahan koleksi juga terus dilakukan, sehingga semakin menambah daya tarik wisatawan,” katanya.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM mengatakan kunjungan ke MGM memang lebih didominasi kalangan pelajar atau mahasiswa.
”Kunjungannya sangat luar biasa, terutama pelajar dan mahasiswa yang ingin belajar mengenai kegunungapian,” katanya.
Ayu mengatakan, untuk semakin menarik minat para wisatawan ini, ke depan juga akan dilakukan penataan, terutama di kawasan tamannya.
”Kami akan menambah fasilitas bermain atau menempatkan suatu koleksi baru,” kata Ayu.
