Sleman Jadi Ajang Festival, Lomba dan Gelar Siswa Pendidikan Khusus

DSC_6004 BERNASSleman – Festival, lomba dan gelar siswa  pendidikan khusus dan layanan khusus DIY berlangsung di Sleman. Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Sleman, Dra Sri Muslimatun MKes didampingi  Kepala Dinas Pendidikan DIY Drs Kadarmanto Baskoro Aji dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Sleman Arif Hariyono SH di lapangan Pemkab Sleman, Rabu (1/6).

Acara juga dimeriahkan dengan penampilan para siswa meliputi menyanyi dan menari Kepala Dinas Pendidikan DIY  menyampaikan maksud dan tujuan acara tersebut yaitu menggali dan melestarikan seni budaya, membina dan meningkatkan kreativitas, dan mewujudkan perluasan dan pemerataan pembinanaan dan pengembangan bakat dan prestasi peserta didik anak berkebutuhan khusus (ABK).

170 siswa dari 34 cabang lomba diikuti 5 siswa dari Kabupaten/Kota se-DIY, lomba dilaksanakan selama 2 hari. 3 cabang lomba yaitu FLS2N meliputi menyanyi, melukis, baca puisi, menari, design grafis, MTQ dan pantonim. O2SN meliputi balap kursi roda dan catur turna netra. Lomba Keterampilan meliputi tata boga, merangkai bunga, membatik, kecantikan, IT, hantaran dan modeling.

Sedang Sri Muslimatun   memberikan apresiasi dan sangat mendukung sepenuhnya atas terlaksananya kegiatan Festival, Lomba, dan Gebyar Siswa Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Tingkat DIY ini. Kegiatan ini tentunya dapat bermanfaat bagi para siswa untuk menunjukkan bakat dan kemampuan  yang dimilikinya, serta menjadi sarana mengasah dan meningkatkan kreatifitasnya.

Anak-anak berkebutuhan khusus, memiliki potensi dan keunggulan yang luar biasa dan berbeda dengan anak-anak lainnya. Mereka diberikan karunia khusus, sehingga tidak boleh diremehkan.

Sebagaimana kita lihat, dalam keterbatasan mereka, para siswa ini bisa memberikan suatu karya yang sangat menarik, seperti layaknya anak-anak yang normal. Untuk itu, potensi ini harus terus diasah dan dikemas secara baik oleh para guru sehingga bisa menjadi modal bagi masa depan mereka.

Anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Sleman saat ini berjumlah 977 anak terdiri dari 564 anak lak-laki dan 413 anak perempuan. Jumlah ini perlu menjadi catatan bagi kita untuk membekali mereka dengan berbagai kemampuan dan keterampilan sehingga anak-anak kita dapat tumbuh menajdi generasi yang mandiri dan memiliki daya juang tinggi.

Anak berkebutuhan khusus perlu diperhatikan secara serius oleh semua elemen masyarakat. Keterbatasan yang dialami oleh anak-anak bukan sesuatu yang sia-sia, tetapi harus diasah dan dikemas secara terus-menerus sehingga menjadi sebuah prestasi.

“Selain mengasah potensi siswa, saya berharap agar siswa-siswa pendidikan khusus dan layanan khusus, juga mendapatkan pendidikan karakter yang bisa membina anak tidak saja cerdas secara intelektual, tetapi juga emosional dan spiritualnya,” kata Sri Muslimatun.

Sehingga lanjutnya para siswa ini memiliki kemampuan daya juang dan mentalitas yang kuat serta rasa percaya diri dalam menjalani kehidupan dan memenuhi tujuan keterbatasan anak-anak berkebutuhan khusus diharapkan terus memotivasi diri, untuk menatap masa depan yang terbentang luas.

Untuk itu, anak-anak harus terus belajar dan belajar menimba ilmu dan mencari tahu hal-hal yang baru untuk mendukung keterampilan dan kemampuan dalam persaingan yang mengglobal saat ini.




Pemkab Buka Pelayanan Satu Pintu Untuk Pengurusan Pensiun PNS

DSC_5783bernasSleman – Dalam rangka memberikan pelayanan kepada Pegawai Negeri Sipil calon purna tugas telah dibangun komitmen dengan dengan BKN, PT Taspen, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, dan seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman, yang bertujuan untuk memberikan pelayanan satu pintu dalam hal pengurusan surat keputusan pensiun dan dokumen pendukungnya.

“Dengan mekanisme ini para calon purna tugas tidak direpotkan untuk mengurus sendiri SK pensiun serta dokumen pendukungnya,” kata Kepala BKD Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno disela-sela  penyerahan SK Pensiun bagi PNS di Lingkungan Pemkab Sleman yang berlangsung di Pendopo Parasamya Sleman, Rabu (1/6).

Adapun realisasi surat keputusan pensiun bagi Pegawai Negeri Sipil calon purna tugas Tmt : 1 Juli 2016 s/d 1 Desember 2016 sebanyak 266 surat keputusan. Dengan perincian per 1 Juli 2016 sebanyak 48 orang, per 1 Agustus 2016 sebanyak 50 orang, per 1 September 2016 sebanyak 54 orang, per 1 Oktober 2016 sebanyak 41 orang, per 1 Nopember 2016 sebanyak 38 orang, dan  per 1 Desember 2016 sebanyak 35 orang.

Sementara Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI  menyampaikan keberhasilan dalam menyelesaikan tugas dan tanggungjawab sebagai PNS, merupakan rangkaian proses kehidupan yang cukup panjang dan penuh dinamika. Tidak semua PNS berhasil melewati perjalanan sampai masa pensiun.

Menurut Sri Purnomo cukup banyak PNS yang mengajukan pensiun dini karena sakit atau alasan lain. Tidak sedikit pula PNS yang karena melakukan pelanggaran berat akhirnya diberhentikan dengan tidak hormat.

“Purna tugas bagi PNS bukanlah akhir dari suatu pengabdian, melainkan merupakan wujud keberhasilan dari pengabdian PNSselama melaksanakan amanah sebagai abdi negara dan masyarakat,” kata Sri Purnomo.

Pada bagian lain Sri Purnomo mengingatkan calon purna tugas bahwa SK Pensiun yang saat ini telah diterimakan bukan berarti sudah tidak masuk kerja lagi atau bisa menjadi dalih latihan pensiun. Sebagai PNS masih memiliki kewajiban yang harus tetap masuk kerja melaksanakan tugas-tugas kedinasan di unit kerja masing-masing sampai batas waktu TMT pensiun.

Ini perlu ditekankan tekankan agar pengabdian dan kerja yang selama ini dilakukan berakhir dengan kesan yang baik atau dengan kata lain mengakhiri kerja dengan khusnul khotimah.




Kamis Besok, Disbudpar Gelar Wayang Spektakuler Lima Dalang

Sleman – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman akan menggelar pertunjukan wayang spektakuler, Kamis (2/6) mulai pukul WIB di Lapangan Denggung Sleman.

Pertunjukan wayang spektakuler ini akan menghadirkan kolaborasi 5 dalang sekaligus dengan 3  kelir. Bahkan juga akan dipadukan dengan penampilan seniman seniwati wayang wong. Demikian disampaikan  Kepala Disbudpar Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, Rabu (1/6).

Ayu menambahkan bahwa kelima dalang yang akan tampil dalam event tersebut adalah dalang-dalang lokal dengan dari lintas usia, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa dan kasepuhan. Sedangkan pengrawit dan sinden berasal dari seniman lokal yang berusia kurang dari 35 tahun.

“Hal ini dimaksudkan untuk memberikan ruang gerak yang luas kepada dalang-dalang dan seniman muda sebagai upaya regenerasi,” kata Ayu.

Adapun kelima dalang tersebut adalah Nyi Ganeswara Sayekti (dalang anak), Ki Mara Pembayun (dalang remaja), Ki Utoro Wijayanto dan Ki Suparno (dalang dewasa), dan Ki Bayu Sugati (dalang kasepuhan). Kelima dalang tersebut akan mementaskan pagelaran wayang selama 4  jam dengan cerita

“Babat Alas Wanamarta”, yang juga akan dimeriahkan oleh Bambang Rabies.

Secara tehnis konsep pakeliran spektakuler merup[akan inovasi sajian pakeliran dengan tidak meninggalkan konsep garapan pakeliran konvensional, dengan mengacu pakeliran gaya Jogja yang masih mengedepankan keprak, tembang, anta wecana, suluk, karawitan Jawa dan pembagian pathet.

Pertunjukan wayang spektakuler lima dalang ini merupakan wujud komitmen dan kepedulian Pemkab Sleman terhadap kelestarian seni pedalangan. Selain itu juga dimaksudkan untuk menggugah kembali semangat kebersamaan dalam upaya melakukan apresiasi pakeliran bagi para pelaku seni maupun masyarakat umum.

Pertunjukan wayang spektakuler ini juga diharapkan akan menjadi atraksi dan hiburan bagi masyarakat luas, serta menjadi media beraktivitas dan peningkatan kualitas seniman pedalangan. Tujuannya untuk meningkatkan eksistensi jati diri seni pedalangan sebagai salah satu akar budaya seni kerakyatan yang adiluhung.




Tradisi Nyadran Dusun Jaranan Meriah

DSC_0349Sleman – Ratusan orang baik orangtua maupun anak-anak dusun Jaranan, Argomulyo, Cangkringan, Sleman serta beberapa peserta dari dusun sekitar seperti Dusun Karanglo, Dusun Cangkringan, Dusun Brongkol tumpek blek mengikuti  tradisi nyadranan di halaman rumah  Ngatijo warga setempat, Rabu (1/6).

Tradisi nyadran yang sudah turun temurun tersebut mulai tahun lalu sudah dikemas lebih menarik dan agamis. Yang lebih menarik dalam acara nyadranan tahun ini peserta nyadran dihibur kesenian islami berupa hadroh/khasidah  dan elektonan dilanjutkan  siraman rohani.

Disamping itu nyadranan yang dipusatkan di komplek Makam Sasonoloyo Jaranan tersebut didahului dengan kirab bregodo dari Yayasan/Padhepokan Sendang Kamulyan pimpinan Handaru Rasuna Said.

Jarak antara Yayasan Sendhang Kamulyan sampai komplek Makam Sasonoloyo Jaranan tersebut hanya 750 an Meter, di rute kirab tersebut banyak dikunjungi masyarakat yang menyaksikan kirab budaya dan nyadranan.

Salah satu panitia nyadranan dusun Jaranan, Sartono menyampaikan bahwa nyadran tersebut bukan hanya diikuti warga Dusun Jaranan saja tetapi juga dari dusun lain misalnya Karanglo, Brongkol  dan cangkringan dimana ahli warisnya dimakamkan di makam Sasonoloyo Jaranan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa maksud diadakannya tradisi nyadran tersebut sebagai bentuk upaya pelestarian budaya agar kedepan bisa dikemas lebih baik lagi, juga sebagai upaya mendoakan para leluhur yang telah  meninggal dunia.

Tradisi nyadran tidak hanya melibatkan umat yang beragama Islam saja, tetapi pemeluk agama lain juga terlibat. Dalam tradisi nyadran  mengandung nilai-nilai budaya dan kebersamaan, dengan tradisi nyadran pula diharapkan akan terpupuk rasa kebersamaan  dan meningkatkan kerukunan umat beragama.

Kedepan tambah Sartono tradisi nyadran akan dikemas lebih menarik lagi , misalnya dengan beberapa hiburan rakyat dengan potensi yang dimiliki warga diusun jaranan, dan tidak tertutup kemungkinan  melibatkan kesenian dari masyarakat sekitar dusun jaranan.

Tradisi nyadran  diawali   dengan Kirab Bregodo dari Yayasan/Padhepokan Sendhang Kamulyan di Karanglo Argomulyo Cangkringan, dilanjutkan Tahlil dan doa, serta tabur bunga di pusara makam Ki Bodreyo yang dimakamkan di Makam Sasonoloyo Jaranan. Ki Bodreyo merupakan sesepuh dan perintis terbentuknya Dusun Jaranan.




Dinas Hubkominfo Sleman Apresiasi Awak Angkutan Teladan

IMG_0749Sleman  – Pemkab Sleman melalui Dinas Hubkominfo Sleman memberikan penghargaan berupa piala, piagam, dan uang pembinaan kepada awak angkutan yang berprestasi tingkat Kabupaten Sleman di Halaman Dinas Hubkominfo Sleman, Rabu (1/6).

Penghargaan kepada awak angkuta kendaraan Umum Teladan (AKUT) tingkat Kabupaten Sleman tahun 2016 ini diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Hubkominfo Sleman, Drs. Agoes Soesilo Endiarto, .

Dalam kesempatan tersebut, Drs. Agoes Soesilo Endiarto, . mengatakan awak angkutan tepilih dapat menjadi suri tauladan bagi awak angkutan yang lain dalam membawa penumpang secara aman dan nyaman, khususnya di Kabupaten Sleman, agar tertib dalam menjalankan angkutan umum.

Adapun awak angkutan terpilih ialah juara pertama Kuwadi Susilo P, juara kedua Sugeng Riyanto, juara ketiga Agus Dwi Widodo N, Harapan Pertama Surojo, dan Harapan Kedua Hadi Subari.