2017, Ada 10 Isu Strategis Ranwal RKPD Sleman

Sleman – Kepala Bappeda Sleman, drg Intriati Yudatiningsih MKes mengatakan dalam Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) Kabupaten Sleman 2017 beberapa waktu lalu muncul isu strategis draft perencanaan awal (ranwal) RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah) 2017 di Kabupaten Sleman ada 10.

Kesepuluh isu tersebut yakni persentasi penduduk miskin masih tinggi, kontribusi sektor ekonomi lokal masih rendah, indeks kepuasan mayarakat dan indeks reformasi birokrasi masih perlu ditingkatkan, ketentraman, ketertiban dan perlindungan masyarakat yang masih perlu ditingkatkan.

Dan, masih adanya kematian bayi dan ibu melahirkan, kwalitas pendidikan yang masih perlu ditingkatkan, penurunan kualitas lingkungan hidup, kualitas sarana dan prasarana publik masih perlu ditingkatkan, masih adanya konflik dan permasalahan sosial dan apresiasi masyarakat terhadap budaya lokal belum optimal.

“Dalam Musrenbang 2017 juga disampaikan kepada Kepala SKPD serta Camat yaitu agenda kerja penyusunan RKPD, renja, KUA (Kebijakan Umum Anggaran) dan PPAS (Plafon Prioritas Anggaran Sementara) tahun 2017 yang  dimulai 25 Januari hingga 3 Juni 2016,” kata Intriati, Senin (1/2).

Sementara untuk penetapan renja oleh SKPD tanggal 14 Juni 2015 selanjutnya diserahkan ke Bappeda Sleman, untuk dilakukan pembahan dan pencermatan. Sementara proyeksi tahun 2017 untuk pendapatan mencapai Rp 2,3 trilyun dengan perincian PAD Rp 653,37 miliar, dana perimbangan Rp 1,24 trilyun dan lain-lain pendapatan yang sah Rp 483,33 miliar.

Sedangkan belanja mencapai Rp 2,6 trilyun terdiri dari belanja langsung Rp 1,05 trilyun, belanja tidak langsung Rp 1,57 trilyun  dan untuk pembiayaan terdiri dari penerimaan pembiayaan Rp 251,57 miliar dan pengeluaran pembiayaan Rp 13 miliar.

Sementara Pj Sekda Sleman Drs Iswoyo Hadiwarno menyampaikan untuk lebih memfokuskan perencanaan pembangunan tahun 2017, Pemkab Sleman memiliki tema “Memberdayakan potensi ekonomi lokal menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Sleman yang berbudaya”.

Pemkab Sleman menetapkan tema pembangunan tersebut untuk mendukung tema nasional dan indikasi tema Daerah Istimewa Yogyakarta yakni “Mendayagunakan dan mengoptimalkan (SDM unggul, kesehatan terjamin, pengangguran turun, investasi tumbuh, ekonomi tumbuh dan merata, infrastruktur mantap, masyarakat lebih berbudaya dan DIY lebih berkarakter)”.

Pemkab Sleman telah menentukan sembilan prioritas pembangunan yakni: meningkatkan ketentraman dan ketertiban, meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif serta kualitas pelayanan publik, pemerataan pembangunan sampai ke tingkat desa, memperkuat penegakan hukum, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, meningkatkan produk dan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional.

Serta, mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi lokal, meningkatkan kualitas pendidikan karakter serta meningkatkan kerukunan masyarakat dengan mengangkat kebudayaan lokal dan kesetaraan gender.

“Dengan berpedoman pada proritas pembangunan tersebut, diharapkan seluruh program kerja dari setiap instansi dilingkungan Pemkab Sleman senantiasa berorientasi pada  peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Iswoyo.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts