Satu Korban Bencana di Sleman Masih Dirawat di RS‬

PJUSleman–  Angin kencang yang melanda sebagian wilayah Sleman pada hari Senin (9/1) siang menyebabkan puluhan pohon tumbang dan menimbulkan banyak kerusakan. Selain itu beberapa warga terluka akibat bencana angin kencang tersebut.‬

‪Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan menjelaskan korban luka-luka akibat kejadian angin kencang hari Senin (9/1) total berjumlah tujuh orang.‬

“Satu orang masih diopname karena mengalami patah tulang tukai kiri atas dan enam lainnya rawat jalan,” kata Makwan, Selasa (10/1).‬

‪Sampai hari Selasa kemarin, proses evakuasi pepohonan yang tumbang masih dilanjutkan oleh masyarakat, relawan dan TRC BPBD Sleman.

“Selain warga, korban luka juga dari relawan bencana saat proses evakuasi. Atas nama Tri Haryanto, Relawan Rescue Taman, Tamanmartani, Kalasan,” kata Makwan.

Sementara di Jalan KRT Pringgodiningrat Tridadi Sleman, belasan petugas dan relawan tampak terlihat sibuk mengevakusi pohon berukuran besar yang tumbang dipinggir embung Taman Tirta Arta.‬

Penutupan jalan untuk kelangsungan evakuasi dilakukan petugas. Pasalnya, batang pohon sempat menutupi sebagian badan jalan.‬ Pohon yang ada tepat dipinggiran embung itu tumbang pada peristiwa hujan deras disertai angin kecang, Senin (9/1).

Adapun identitas korban kejadian angin kencang hari Senin (9/1) antara lain ‪Lokasi ringin kronggahan, Digdo (20) warga Jambon Trihanggo Gamping, kondisi : sadar, patah tulang tukai kiri atas dirujuk di RSA UGM‬.

Sumijo (39), warga Sekar Pethak Bangunjiwo Kasihan Bantul, kondisi :  luka sobek horizontal datas kuping kiri 10 cm, memar kepala kanan depan, dirujuk di RSA UGM‬. Kemudian lokasi Denggung, korban Caesario, (19). Warga Wadas, Tridadi, Sleman, diagnosa Vulnus Excoriasi, tindakan rawat luka‬.

‪Lokasi belum diketahui, korban Aditya Hermawan (24) warga Nambongan, Caturharjo, Sleman, Diagnosa Contusio, tindakan Rontgen‬. Aan Priyanto (21) warga Ngemplak Caban, Tridadi, Sleman, Diagnosa Vulnus Laseratum, tindakan rawat luka‬. Ari Niko Pratama (25) warga Sariguna, Belitang Mulya, Sumatra Selatan, Diagnosa Kontusio, Tindakan Oksigenasi‬

‪Lokasi depan dinas perhubungan korban Tri Haryanto (29) warga  Jethak, Selomartani, Kalasan, Diagnosa vulnus Excoriasi tangan kanan, Tindakan Jahit luka 10 jahitan dan rontgen.




Bupati Tinjau Lokasi Pohon Tumbang

Bupati Sleman Tinjau Pohon TumbangSleman – Angin puting beliung kembali melanda wilayah Sleman tepatnya di Kecamatan Gamping bagian Utara, Mlati dan Sleman, membuat pohon bertumbangan dan menimpa sebagian rumah warga, Senin (9/1).

Setelah hujan reda Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI bersama Dandim 0732 Sleman, Letkol Arm Djoko Sudjarwo dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Drs Joko Supriyanto langsung meninjau lokasi kejadian pohon tumbang di komplek Pemda dan  di Kronggahan Gamping.

Di pertigaan Kronggahan, Sri Purnomo meninjau pohon beringin besar yang tumbang menimpa warung di sebelah selatan bahkan motor pembeli sempat tertimpa pohon. Sementara seorang penjual dan seorang pembeli yang luka-luka langsung dilarikan ke RSA UGM.

Pusat perkantoran Sleman di Beran tak luput dari terjangan angin puting beliung yang menumbangkan pohon-pohon yakni pohon beringin Denggung di depan Perpustakaan, pohon depan Rumah Dinas Bupati, Pohon depan Kantor Perhubungan dan pohon di samping Bappeda tumbang sempat menimpa mobil yang diparkir, pohon jalan Gito-Gati juga tumbang sempat memacetkan lalu lintas.

Pepohonan jalan Kabupaten tumbang serta genting-genting rumah penduduk berhamburan diterjang angin. Bahkan ditengah suasana resepsi pernikahan salah satu staf Bagian Kesra Tutik Erniyati yang dilaksanakan di Dusun Berkisan Pandowoharjo Sleman juga sempat diterjang puting beliung yang menerbangkan tenda-tenda seng dan tempat pelaminan pengantin tak luput dari terjangan angin. Namun pengantin dan tamu undangan segera berlindung ditempat yang aman sehingga tidak terjadi korban.

Joko Supriyanto mengatakan untuk menangani wilayah terdampak  puting beliung, BPBD telah menggerakkan relawan dan Tim Reaksi Cepat (TRC) dengan membersihkan pohon-pohon yang menutupi jalan, diteruskan dengan membersihkan pohon yang menimpa rumah. Sementara data yang masuk ada 5 rumah yang tertimpa pohon dan lainnya genting berterbangan serta 4 orang luka-luka.

Sri Purnomo yang langsung mendatangi tempat evakuasi pohon beringin di Kronggahan menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada sekaligus siaga, bila terjadi hujan hendaknya berlindung ditempat yang aman jangan dibawah pohon.

Masyarakat juga diminta secepatnya memotong ranting-ranting pohon besar yang dekat dengan rumah. Kepada tim BPPD dan PMI agar selalu siap karena hujan masih akan terus berlangsung untuk menangani akibat buruk yang ditimbulkan. Pemkab Sleman juga dibantu oleh Tim dari TNI dan POLRI dalam melakukan evakuasi. Dengan kerjasama yang harmonis ini diharapkan cepat dalam mengatasi situasi.

“Saat cuaca ekstrim hindari pohon besar. Kalau hujan jangan berteduh ditempat terbuka,” kata Sri Purnomo.




Hujan Disertai Angin Kembali Melanda Sleman‬, Puluhan Pohon Tumbang

pohon tumbangSleman – Hujan disertai angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah Sleman, Senin (9/1) siang sekitar pukul WIB. Akibatnya puluhan pohon tumbang diterjang angin kencang.‬ Beberapa lokasi yang diterjang angin ribut diantaranya Jalan Magelang, Jalan Kabupaten, Denggung, Komplek Kantor Bupati, dan sejumlah daerah lainnya. 

Komplek rumah Dinas Bupati Sleman pohon jati patah ditengah, dibagian belakang pohon mangga patah mengenai daput dan beberapa pohon di depan rumah dinas juga patah.

Satu pohon beringin berusia puluhan tahun juga tumbang diterjang angin kencang di Kronggahan Desa Trihanggo, Gamping, Sleman.‬ Pohon berdiameter lebih dari dua meter itu menimpa warung es buah dan bengkel mebel.‬

Dua orang pegawai mebel yang mengalami luka-luka langsung dilarikan ke RSA UGM.‬ Dan satu sepeda motor milik pengunjung bengkel mebel tertimpa pohon.‬

‪”Kami menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada. Diusahankan jauhi pohon besar saat terjadi hujan deras yang disertai angin,” kata  Sri Purnomo saat meninjau lokasi di Kronggahan.‬

Pohon tumbang di Dusun  Dusun Bangunrejo Tridadi Sleman  dua mengenai atap rumah dan satu mengenai kandang. ‪Sejumlah warga bergotong-royong untuk mengevakuasi pepohonan tersebut

Pohon tumbang dibeberapa titik lokasi, diantaranya di jalan Kabupaten Duwet Sendangadi Mlati sehingga arus lalu lintas yg mengarah ke stasiun Klimatologi BMKG DIY ditutup.

Masyarakat, Relawan dan TRC BPBD langsung melakukan evakuasi pohon dimasing-masing titik lokasi yang diterjang angin kencang.




Anggota Komite IV DPD RI Lakukan Penyerapan Aspirasi di Sleman

DPRDSleman – Anggota Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Drs H A Hafidh Asrom MM melakukan kunjungan kerja di Pemkab Sleman pada Senin (9/1) yang diterima langsung oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI dan Sekda Sumadi SH MH di Ruang Rapat Setda B Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman yang dihadiri oleh Dinas terkait.

Kunjungan kerja tersebut dalam rangka penyerapan aspirasi melalui quisioner dan diskusi langsung terkait pelaksanaan UU No. 23 Tahun 2016 tentang Pemerintah Daerah dan realisasi Dana Transfer Daerah Tahun Anggaran 2016.

Kesiapan Pemkab Sleman terkait Pengalihan Urusan sesuai UU   tentang Pemerintah Daerah meliputi proses pengalihan sebagian kewenangan dari Pemkab Sleman ke Pemda DIY maupun sebaliknya, sejatinya sudah dimulai sejak 2014 dan intensif dilaksanakan pada tahun 2015 dan 2016 yang berujung pada penandatanganan Berita Acara Serah Terima  Personel, Sarana dan Prasarana Serta Dokumen (P2D) pada 27 September 2016.

Personil yang dialihkan dari Pemkab Sleman ke Pemda DIY sejumlah orang dan personil yang dialihkan dari Pemda DIY ke Pemkab Sleman sejumlah 2 orang.

Khusus untuk pengalihan ke Pemerintah Pusat meliputi 60 orang penyuluh KB, 16 orang penyuluh perikanan, dan 3 orang inspektur tambang pada 2017 ini proses pengalihan masih berjalan dengan memperhatikan surat dari Kemenkeu dan kementerian sektoral terkait.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP)  Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno  menyampaikan harapannya untuk mendapatkan solusi terkait kekurangan personil imbas dari berlakunya moratorium.

Menurutnya permasalahan ini terjadi hampir di setiap daerah di Indonesia, pasalnya tiap tahun pegawai terus berkurang karena pensiun namun tidak diimbangi dengan perekrutan pegawai baru.

Terkait realisasi dana transfer daerah meliputi Dana Desa, DAK, dan DAU pada TA 2016 Kabupaten Sleman mendapatkan dana sebesar Rp 63,014 miliar yang telah dialokasikan ke seluruh desa.

Masing-masing desa rata-rata mendapatkan Rp 600 juta dengan nilai terendah Rp 636,456 juta dan tertinggi Rp 922,976 juta yang dibagi berdasar jumlah variable penduduk, jumlah penduduk miskin, luas wilayah, dan indeks kesulitan geografis.

Ada beberapa permasalahan terkait dana transfer seperti penundaan DAU dan pemotongan DAK yang mengharuskan Pemkab melakukan penyesuaian APBD sehingga pelaksanaan kegiatan menjadi mundur.

Penyampaian juknis oleh Kementerian juga relatif lama sedangkan tahun anggaran sudah dimulai, sehingga menyebabkan kesulitan ketika diperlukan penyesuaian-penyesuaian yang menyangkut pada mekanisme penganggaran di daerah.

Menanggapi hal tersebut Hafidh Asrom  menyampaikan bahwa akan membawa aspirasi Pemkab Sleman ke pusat. Menurutnya penyerapan aspirasi sudah menjadi tugas dari DPD RI.

“Kami 2 bulan di pusat dan 1 bulan turun ke daerah untuk menyelaraskan kondisi Indonesia dengan menampung aspirasi di daerah bahkan masyarakat dan harapannya dapat ditindak lanjuti Pemerintah Pusat,” jelas Hafidh Asrom.