Tabungan Mutiara Bank Sleman Diundi Dua Tahap

Undian Bank SlemanSleman – Hadiah tabungan Mutiara periode IX diundi dua tahap yakni hari Jumat (13/1) dan undian hadiah utama akan dilaksanakan Minggu (15/1)  di lapangan Denggung dalam kegiatan jalan sehat dan zumba parti Gempita Mutiara Bank Sleman 2017.

Hal tersebut diungkapkan  Direktur Utama Bank Sleman, Muh Sigit SE MSi disela-sela pelaksanaan Undian Tabungan Mutiara, yang disaksikan  Notaris Anita Kurniawati SH Mkn dan dari Dinas Sosial DIY serta Polsek Mlati di kantor Bank Sleman, Jumat (13/1).

Sigit mengemukakan untuk tabungan yang berhak diundi minimal tabungan Rp 100 ribu dan jumlah point saat ini mencapai point. Pengundian hadiah hiburan yang dilakukan yakni untuk 10 tabungan   senilai Rp 1 juta, 5 buah lemari es 2 pintu, 5 mesin cuci tabung 7 kg, 5 buah LED TV 32 inc dan 2 buah emas batangan 10 gram.

Undian dilakukan  Direktur Utama Moh Sigit dan Direktur Ir Mahatma serta pejabat Bank Sleman disaksikan nasabah dan pegawai Bank Sleman. Hadiah Utama Mobil Honda Brio dan Daihatsu Ayla, serta 3 buah motor beat akan diundi Minggu, 15 Januari 2017 bersamaan dengan pengundian door price untuk hadiah hiburan jalan sehat  dan zumba parti.

Untuk kegiatan ini Bank Sleman menyediakan hadiah doorprice berupa 2 buah sepeda motor, 5 unit televise, 5 unit lemari es, 5 sepeda gunung dan hadiah menarik lainnya. Dengan peserta mencapai 5 ribu orang.




Sejak 2014 Pemkab Siap Adanya Pengalihan Sebagian Wewenang

Sleman – Kesiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terkait pengalihan sebagian wewenang ke Pemda DIY dan sebaliknya telah dimulai sejak tahun 2014.‬ Menindaklanjuti pengalihan urusan sesuai UU Nomer 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, sebanyak personel Pemkab Sleman telah dialihkan ke Pemda DIY. Sementara itu, personel yang dialihkan dari Pemda DIY ke Pemkab Sleman sejumlah dua orang.‬

‪“Khusus untuk pengalihan ke Pemerintah Pusat meliputi 60 orang penyuluh KB, 16 penyuluh perikanan, dan tiga orang inspektur tambang. Tahun ini, proses pengalihan masih berjalan dengan memperhatikan surat dari Kemenkeu dan kementerian sektoral terkait,” kata Iswoyo Hadiwarno, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Kabupaten Sleman, Jumat (13/1).

Iswoyo juga menyampaikan harapan untuk mendapatkan solusi terkait kekurangan personel imbas dari pemberlakuan moratorium penerimaan PNS. Menurutnya, permasalahan ini terjadi hampir di setiap daerah di Indonesia. Setiap tahun, jumlah personel terus berkurang karena pensiun namun tidak diimbangi dengan perekrutan pegawai baru.‬

‪Terkait realisasi dana transfer daerah, Iswoyo menerangkan pada tahun 2016 lalu Kabupaten Sleman mendapat jatah sejumlah Rp 63,01 miliar yang telah dialokasikan ke seluruh desa. Anggaran itu meliputi dana desa, Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Alokasi Umum (DAU).‬

‪“Tiap desa rata-rata mendapatkan Rp 600 juta, dengan nilai terendah Rp 636,45 juta dan tertinggi Rp 922,97 juta. Pengalokasiannya dibagi berdasar variabel penduduk, jumlah penduduk miskin, luas wilayah, dan indeks kesulitan geografis,” kata Iswoyo.‬

‪Dari penilaiannya, masih ada beberapa masalah terkait dana transfer seperti penundaan DAU dan pemotongan DAK. Imbasnya, Pemkab harus melakukan penyesuaian APBD sehingga pelaksanaan kegiatan menjadi mundur.‬

‪“Penyampaian juknis oleh pusat juga relatif lama padahal tahun anggaran sudah dimulai, sehingga menyebabkan kesulitan ketika diperlukan penyesuaian yang menyangkut mekanisme penganggaran di daerah,” tambah Iswoyo.




DLH Akan Ganti Pohon Yang Tumbang

Sleman – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, Drs Purwanto mengatakan proses pemangkasan pohon yang tumbang sampai saat ini masih berlangsung.

“Berdasar laporan BPBD, ada lima ratusan pohon yang roboh akibat angin kencang. Di lingkungan kantor Pemda sendiri sekitar 22-25 pohon,” kata Purwanto, Jumat (13/1).

Pasca musibah ini dikatakan Purwanto, DLH telah menerjunkan 35 tenaga untuk membantu pemotongan pohon. Setelah semua selesai, pihaknya akan langsung mengganti pohon yang tumbang tersebut terutama yang berada di lokasi strategis. Dalam hal ini, DLH telah berkoordinasi dengan Fakultas Kehutanan UGM untuk menentukan jenis pohon yang cocok ditanam.

“Batang pohon yang sudah selesai dievakuasi sekarang ditumpuk sebelah rumah dinas Bupati. Karena merupakan aset daerah, mungkin nantinya akan dilelang tapi jika ada warga yang membutuhkan sisa dahan, diperbolehkan untuk mengambilnya,” kata Purwanto.

Menurut Purwanto rencana mengganti  pohon yang tumbang di lokasi strategis dengan pohon baru memang perlu dikoordinasikan dengan Fakultas Kehutanan UGM untuk pemilihan pohon yang cocok dan memiliki akar yang kuat sebagai pengganti.

Ditambahkan Purwanto,  saat ini pembersihan dan evakuasi pohon yang tumbang masih terus berlangsung.