Wabup Serahkan Bantuan Korban Tanah Longsor

Wabup Sleman Serahkan Bantuan Korban Bencana LongsorSleman – Hujan deras disertai angin yang melanda sebagian wilayah Sleman hari Selasa (24/1) mengakibatkan genangan air dan tanah longsor yang menimpa satu rumah warga di Dusun Soropadan Caturhajo, Depok Sleman. 

Sulasmi, pemilik rumah yang terkena longsor menjelaskan bahwa akibat longsor tersebut dinding rumah bagian ruang tamu dan kamar anaknya jebol dan rusak parah. Akibatnya beberapa barang berharga berupa dua buah laptop, kamera, dan buku pelajaran mengalami kerusakan.

Tim Reaksi Cepat (TRC) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman beserta TNI dibantu warga sekitar dusun tersebut hari Rabu (25/1) pagi berupaya semaksimal mungkin untuk mengevakuasi material-material tanah longsor yang menimbun rumah tersebut.

Mengetahui hal tersebut Wakil Bupati (Wabup) Sleman, Dra Hj  Sri Muslimatun MKes didampingi Sekretaris Daerah Sumadi SH MH dan Kepala Dinas Sosial Sri Murni Rahayu SH MM menyerahkan bantuan kepada korban berupa makanan dan pakaian.

Sri Muslimatun menyampaikan bahwa selanjutnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) akan melakukan verifikasi tingkat kerusakan rumah akibat longsor tersebut untuk mengetahui nominal jumlah bantuan yang akan diberikan.

“Untuk sementara pemerintah memverifikasi dahulu kerusakan-kerusakan melalui tim verifikator. Sebagai langkah awal pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Sosial memberikan bantuan berupa makanan dan pakaian kepada keluarga yang tertimpa bencana tanah longsor tersebut,” kata Sri Muslimatun.

Sementara menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwa akibat hujan deras pada hari Selasa (24/1) juga mengakibatkan kamar mandi dan tempat wudlu masjid Albarokah Dusun Bangunrejo Tridadi Sleman longsor dan pondari rumah warga setempat Kerto juga terancam longsor.

Sedang rumah milik Agus Rahadi (54) warga Dusun Prayan Wetan no 16 blok A Condongcatur Depok juga terkena longsoran yang mengakibatkan dinding rumahnya jebol.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski rumah tersebut dihuni 4 orang jiwa dan ada tukang yang menginap dari Lamongan,” kata Makwan.

Dikatakan Makwan evakuasi material longsoran dilakukan Selasa (25/1) secara gotong royong warga sekitar dan TRC BPBD.




Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Landa Sleman

Sleman – Hujan yang sangat lebat disertai tiupan angin kencang melanda sebagian wilayah Sleman, Selasa (24/1) siang sekitar pukul WIB.‬ Guyuran air hujan dalam skala tinggi terpantau di Kronggahan, Jombor, Jalan Kabupaten, hingga kawasan Jalan Godean, dan ring road utara. Akibat derasnya hujan  di sejumlah ruas jalan langganan banjir, seperti Jalan Kaliurang dan Jalan Laksda Adisucipto.

Karena tingginya genangan air beberapa wilayah juga terendam banjir. Di Jalan Solo kawasan sekitar Ambarrukmo Plaza (Amplaz) banyak motor yan macet karena terendam air.‬ Sehingga banyak pengendara motor yang menaikkan motornya ke trotoar agar tidak terendam banjir. Sebuah warung pecel di depan Ambarrukmo Plaza bahkan kemasukan air hingga sebatas pinggang hingga merendamkulkas dan lemari.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan mengatakan akibat cuaca ekstrim di wilayah Sleman menyebabkan beberapa pohon tumbang dan beberapa wilayah tergenang air.

“Sisi barat Amplaz tergenang air cukup tinggi sekitar 1 meter, kemudian basment Amplaz tergenang air setinggi ban truk. Dan untuk menyedot airnya dikerahkan tiga pompa,” kata Makwan.

Menurut Makwan hujan dan angin terjadi di 9 titik yang ada diwilayah Kecamatan Pakem, Ngaglik, Prambanan dan Depok. Dari kejadian tersebut pohon tumbang ada 13, talut terkikis 1, genangan air 1 dan rumah rusak ringan 2.




Pengelolaan lumpur Tinja Pada Masyarakat Belum Aman

Lokakarya Pengelolaan Lumpur TinjaSleman – Pada tahun 2016 cakupan sanitasi layak Kabupaten Sleman telah mencapai 94,34% dan menargetkan pada tahun 2019 mendatang cakupan sanitasi layak dapat ditingkatkan menjadi 96,19%.

Untuk mencapai target tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bekerjasama dengan BORDA dan Asian Institute Technologi Bangkok Thailand (AIT) Bangkok serta Ditjen Kementerian PUPR menyelenggarakan Lokakarya FSM (Faecal Sludge Management/Pengelolaan Lumpur Tinja)  Toolbox di Ruang Rapat Setda B Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Selasa(24/1).

Kepala Bagian Pembangunan  Sleman,  Ir Dwi Anta Sudibyo MT menyampaikan bahwa pengelolaan lumpur tinja pada masyarakat umum saat ini masih belum tergolong aman bagi lingkungan baik pengolahan dengan sistem tradisional maupun penggunaan teknologi yang tidak tepat.

Menurut Dwi Anta, saat ini Kabupaten Sleman saat ini masih memiliki sejumlah 5,66% sanitasi kurang layak yang terdiri dari KK pengguna jamban tidak aman serta KK yang masih BAB sembarangan.

Dwi Anta menambahkan bahwa lokakarya FSM Toolbox yang diselenggarakan merupakan salah satu langkah  untuk memenuhi akses sanitasi layak di Kabupaten Sleman guna mewujudkan sanitasi yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat, dengan muara meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup.

“Kegiatan tersebut diharapkan akan mendorong upaya Pemkab Sleman dalam meminimalisir penurunan daya dukung lingkungan yang disebabkan oleh limbah domestik di wilayah Sleman,” kata Dwi Anta.

Perwakilan BORDA, Marina Bruker Supriyono menyampaikan bahwa lumpur tinja dihasilkan dari tinja yang diproses dari teknologi sanitasi on-site seperti septik tank atau pit latrine yang juga mengandung air kotor, tisu, dan limbah padat.

Menurutnya komponen pengelolaan lumpur tinja secara spesifik antara lain yaitu pengurasan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemanfaatan kembali atau pembuangan lumpur tinja dengan FSM Toolbox.

Sementara  Direktur Pengembangan PLP Ditjen Cipta Karya Kementrian PUPR, Ade Syaiful Rahman ST MT berharap FSM Toolbox yang merupakan alat bantu untuk menjalankan pengolahan lumpur tinja dapat membantu Pemkab Sleman dalam penanganan sanitasi kedepannya.

“Agar kinerja yang sudah terbangun dapat berjalan secara optimal sesuai dengan perencanaan maka dibutuhkan penyelenggaraan pelayanan pengelolaan lumpur tinja yang pro aktif,” kata Ade.




Sleman Miliki Program Pembinaan Lansia

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Dra Hj Sri Muslimatun MKes mengatakan dalam penanganan warga lanjut usia (lansia), selama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman telah memberikan perhatian kepada para lansia dengan melalui beberapa program.

“Program tersebut diantaranya diwujudkan dengan penanganan kesehatan lansia melalui pembinaan kelom­pok/Posyandu usia lanjut, pelatihan kader usia lanjut di bidang kesehatan, pembinaan senam bugar usia lanjut serta pendampingan kelompok Usaha Ekonomi Produktif Lanjut Usia (USEP Lanjut Usia),” kata Sri Muslimatun disela-sela menghadiri  ulang tahun ke 15 sekaligus pelantikan pengurus Paguyuban Among Yuswo, Banteng Baru, periode 2017 – 2020, Selasa (24/1).

Sri Muslimatun juga menyampaikan Paguyuban Lansia merupakan wadah dan kesempatan bagi para lansia untuk menjalin tali silaturahmi dengan sesama lansia dan berupaya untuk tetap meningkatkan kualitas hidup para lansia.

“Di­ha­rapkan dengan memiliki kualitas hidup yang baik di usia lanjut, maka para lansia dapat menghadapi dan menjalani usia lanjut dengan pe­nuh kebahagiaan,” kata Sri Muslimatun.

Di Sleman lanjut Sri Muslimatun, pada saat ini usia harapan hidup sudah mencapai 74,57 tahun. Dan  jumlah usia lanjut di Sleman (60 tahun ke atas) mencapai orang yang terdiri dari perempuan sebanyak orang dan pria sebanyak orang.

Diantara lansia tersebut masih banyak yang aktif dalam berbagai kegiatan atau paguyuban. Hal ini menunjukkan bahwa para lansia masih mampu berkarya dan memiliki hidup yang berkualitas.

“Walaupun telah memasuki usia lanjut, bukan jadi halangan untuk tetap produktif,” tutur Sri Muslimatun.

Seperti kiprah Paguyuban Lansia ”Among Yuswo”  Ini membuktikan bahwa para lansia di sekitar Banteng Baru  masih tetap semangat dan produktif untuk terus berkarya.  Saat ini anggota paguyuban mencapai 150 orang yang aktif ikut senam lansia ada 80 orang dan paling tua ada yang berusia 92 tahun. Selain itu ada kegiatan Posyandu Lansia dan kegiatan rekreasi bersama.




Sleman Produktif Jadi Program Unggulan Baznas

BaznasSleman – Selama ini masyarakat beranggapan Baznaz hanya memberikan zakat bagi fakir miskin, namun sebetulnya banyak yang  telah diberikan kepada masyarakat, karena sesuai dengan visinya yang menjadikan Amil Zakat yang amanah, transparan dan profesional. Sedang misinya meningkatkan kesadaran umat untuk menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Selain itu juga meningkatkan pengumpulan, pengelolaan  dan pendayaagunaan zakat sesuai ketentuan Syariah dan prinsip manajemen masa kini.

“Dan yang tidak kalah pentingnya adalah meningkatkan peran zakat dalam ikut menanggulangi kemiskinan melalui sinergi dan koordinasi dengan lembaga terkait,” kata Drs Kriswanto MSc,  salah satu Ketua Baznas Sleman di Sleman, Selasa (24/1).

Disampaikan Kriswanto bahwa program unggulan Baznas Sleman berupa Sleman Produktif, dimana Baznas Sleman akan memberikan bantuan modal dan peralatan usaha bagi fakir miskin dan mualaf yang sudah mempunyai embrio usaha. Hal ini dilakukan agar bisa mengangkat pertumbuhan ekonomi bagi keluarnya yang kurang mampu yang pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan.

“Selain Sleman produktif juga ada Sleman Cerdas, program tersebut akan memberikan bantuan biaya pendidikan bagi anak dari keluarga fakir miskin yang bersekolah di SMK kelas XII yang mengalami kesulitan membayar tunggakan biaya sekolah untuk mengambil ijasah,” kata Kriswanto.

Menurut Kriswanto untuk progam ini sementara hanya untuk siswa SMK mengingat untuk program tersebut juga membutuhkan jumlah yang cukup besar. Namun tidak menutup kemungkinan nantinya akan menjangkau pada jenjang pendidikan yang lain.

Program lainnya adalah Sleman Sehat, program tersebut diperuntukkan untuk membantu biaya bagi fakir miskin dan anggota keluarganya yang menderita sakit dan dirawat dirumah sakit, tetapi masih ada kekurangan pembayaran, dan diprioritaskan pada penderita kanker stadium IV dan cuci darah.

“Program yang lainnya adalah Sleman membangun, program tersebut berupa bantuan fisik dan mental berupa bantuan pembangunan fisik untuk pembangunan Masjid, mushola dan rumah bagi fakir miskin yang tidak layak huni,” tutur Kriswanto.

Sementara untuk pembangunan mental melalui kaum rois yang bertugas membangun keimanaan dan ketakwaan umat Islam diwilayahnya. Sedang program Sleman Peduli diwujutkan dalam bentuk bantuan untuk korban bencana alam dalam bentuk uang dan barang, termasuk bantuan untuk korban bencana di Aceh sebesar Rp 225 juta  yang  diserahkan Bupati Sleman dalam waktu dekat dan diperuntukkan bagi pembangunan dan rehabilitasi Masjid.

Ditambahkan Kriswanto bahwa untuk mengajukan permohonan bantuan lewat Baznas cukup mudah masyarakat harus mengajukan permohonan dengan dilampiri rincian kebutuhan anggaran, foto copy KTP, KK dan diketahui Camat dan KUA setempat.

Tentang besarnya bantuan disesuaikan dengan ketentuan yang sudah ada di Baznas dan ketersediaan dana Baznas. Tentang besarnya bantuan, untuk usaha produktif maksimal Rp 3 juta  atau sesuai hasil verifikasi, beasiswa untuk pengambilan Ijasah sesuai dengan tunggakan, sakit kanker stadium IV dan cuci darah bantuannya Rp 3 juta, sedang biaya perawatan dibawah Rp 5 juta bantuannya Rp 1 juta.

Sedang untuk biaya perawatan  antara Rp 5 juta hingga Rp 10 juta akan maendapatkan bantuan Rp 2 juta, diatas Rp 10 juta akan mendapatkan bantuan Rp 3 juta. Sementara untuk bantuan Masjid sebesar Rp 1 juta, bantuan Mushala Rp dan kegiatan keagamaan Rp .***