KIM Kerto Mandiri Dirikan Koperasi

Kepala Dinas Kominfo Sleman Resmikan Koperasi Simpan Pinjam KSP Kecamatan TuriSleman – Sebagai sebuah lembaga layanan publik yang dibentuk dan dikelola dari, oleh dan untuk masyarakat, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kerto Mandiri, Kecamatan Turi membentuk Koperasi Simpan Pinjam (KSP) bernama KSP Kerto Mandiri Sejahtera. Pendirian koperasi ini diresmikan oleh Kepala Dinas Kominfo Sleman drg. Intriyati Yudatiningsih di Kembangarum, Donokerto, Turi, Selasa (31/1).

KIM Kerto Mandiri sejauh ini berjalan dengan baik. Pertemuan rutin mereka selenggarakan pada tanggal 20 setiap bulannya. Pada suatu kesempatan mereka juga pernah sampai ke Malaysia atas ajakan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk saling bertukar informasi mengenai kegiatan KIM disana.

Sebagai sebuah kelompok informasi, KIM Kerto Mandiri juga membina kelompok-kelompok usaha masyarakat sekitar. Rata-rata usaha kecil masyarakat di kecamatan Turi adalah budidaya buah salak dan makanan olahan berbasis salak. Selain itu ada beberapa yang beternak kambing Ettawa.

Sebagai sebuah koperasi baru, KSP Kerto Mandiri telah berbadan hukum dengan nomor 001621/BH/ Tujuan didirikannya KSP ini supaya bisa membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang notabene bermodal kecil.

Anggota KSP Kerto Mandiri saat ini 35 orang, dan sudah ada 11 orang ingin bergabung. Sementara modal awalnya sebesar Rp. yang berasal dari iuran anggota dan bantuan-bantuan yang diterima.

“Kami selalu berupaya memperbaiki diri dalam berbagi informasi dan juga ingin mensejahterakan anggota,” ungkap Bakir, Ketua KIM Kerto Mandiri mengenai alasan mendirikan KSP ini.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Kominfo Sleman drg. Intriyati Yudatiningsih KIM mengajak anak-anak muda untuk ikut bergabung dengan KIM.

“Selain mendirikan badan usaha, KIM seharusnya bisa mempromosikan usaha-usaha yang dikelola. Kami menghimbau anak-anak muda bergabung dengan KIM, karena generasi muda bisa ikut mempromosikan produk KIM dengan memanfaatkan teknologi saat ini. ” terang drg. Intriyati.

Anak – anak muda diharapkan mampu menjadi regenerasi bagi bapak-bapak yang sudah tua dan produk lokal kita bisa bersaing di era globalisasi ini. Kualitas dan rasa produk makan olahan salak di Turi rasanya tak kalah dengan produk luar negeri, tambah drg. Intriyati.




Kecamatan Sleman Adakan Sosialisasi Pembinaan Keluarga Sakinah dan Penguatan Kelembagaan Ta’mir Masjid

Camat Sleman Penyerahan Kotak Pengumpulan Zakat Untuk DesaSleman – Dalam rangka mewujudkan keluarga sakinah dan penguatan kelembagaan ta’mir masjid di Kecamatan Sleman, Kantor Kecamatan Sleman bersinergi dengan KUA Sleman, desa se Kecamatan Sleman, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dan Baznas Kabupaten Sleman mengadakan Sosialisasi Pembinaan Keluarga Sakinah dan Penguatan Kelembagaan Ta’mir Masjid di Aula Kantor Desa Pandowoharjo, Sleman pada Selasa (31/1).

Kepala KUA Kec. Seman, , MA. yang juga menjadi pemateri penguatan kelembagaan melalui takmir masjid dalam acara tersebut menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan di 5 desa se Kecamatan Sleman yaitu Caturharjo, Triharjo, Trimulyo, Tridadi, dan terakhir dilaksanakan di Desa Pandowoharjo.

Acara tersebut melibatkan Badan Penasihatan dan Pembinaan Pelestarian Perkawinan (BP4) tingkat Kecamatan diharapkan dapat mengantisipasi pernikahan dini, terwujudnya keluarga sakinah, terciptanya kebersihan masjid, serta terwujudnya masyarakat yang aman, adil, dan makmur.

“Dengan adanya sosialisasi ini saya berharap takmir masjid dapat berkoordinasi dengan puskesmas, polsek, dan pihak terkait  dalam menyelesaikan masalah keluarga”, jelas Sukirman.

Sukirman menambahkan bahwa saat ini Kecamatan sleman menjadi pelopor, membentuk UPZ dengan mengumpulkan dana lewat kotak infaq yang dipasang di desa-desa dan instansi terkait untuk disetorkan ke BAZNAS Kabupaten sebagai wujud pelaksanakan undang undang zakat terbaru.

Sementara itu Ketua BAZNAZ Kabupaten Sleman Kriswanto menyampaikan bahwa zakat terkumpul di Kabupaten Sleman rata-rata perbulan mencapai Rp 250 juta. Kriswanto berharap dengan adanya kegiatan ini dan pengurus baru yang akan dilantik dibulan Februari dapat meningkatkan perolehan zakat di Kabupaten Sleman kedepannya.

Sementara itu Camat Kecamatan Sleman yang juga hadir dalam sosialisasi berharap dengan adanya sosialisasi tersebut mayarakat khususnya takmir masjid bisa mengoptimalkan kegiatan masjid untuk berkontribusi dalam mengantisipasi permasalahan umat, termasuk permasalahan sosial di masyarakat.

Acara sosialisasii dilanjutkan dengan penyerahan Kotak Infaq untuk UPZ, dari camat kpd kepala Desa yang diwakili oleh Sekdes Pandowoharjo dan diakhiri dengan pembentukan forum takmir masjid tingkat desa.




Hari Amal Bakti ke 71, Kemenag Tanam 1000 Pohon

Wabup Sleman Tanam PohonSleman – Dalam rangka Hari Amal Bakti ke 71, Kemenag Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan penanaman seribu pohon di Dusun Pendekan, Margodadi, Seyegan, Selasa (31/1). Acara yang dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun tersebut merupakan kerjasama Kemenag Kabupaten Sleman bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman dan MWC NU Kecamatan Seyegan.

Kepala Kantor Kemenag Sleman  Drs. H. Zainal Abidin, M. Pd. I menyampaikan bahwa terselenggaranya kegiatan tersebut merupakan komunikasi dari MWC NU Kecamatan Seyegan dengan Kemenag Sleman yang menawarkan tanah wakaf seluas 1500 meter persegi dari warga untuk dimanfaatkan.

“Dinas Lingkungan Hidup menyarankan untuk ditanami sengon dan pohon buah, yang diharapkan 5 tahun kedepan dapat dipanen sehingga bermanfaat bagi warga sekitar”, tutur Zainal.

Sementara itu Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatrun menyambut baik kegiatan tersebut. Sebagai kawasan hulu di DIY, Sleman juga memikul tanggung jawab sebagai kawasan konservasi air utama. Dengan tanggung jawab tersebut, maka upaya penghijauan adalah syarat mutlak yang harus dilakukan berkelanjutan.

“Kami berharap dengan dimulainya penanaman pohon ini dapat mendorong terciptanya lingkungan yang nyaman dan mencegah dampak buruk pemanasan global yang sudah mulai kita rasakan saat ini”, harap Muslimatun.

Muslimatun juga berharap kegiatan ini dapat memotivasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya arti pemeliharaan kelestarian lingkungan serta mampu menginspirasi stakeholder lain untuk bersama-sama memikul tanggung jawab sosial lingkungan dalam membangun lingkungan yang nyaman dan bersahabat.




8 Pejabat Pengawas Lingkungan Pemkab Sleman Resmi Dilantik

Bupati Sleman Serahkan SKSleman – Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, mengambil sumpah dan melantik 8 pejabat pengawas lingkungan Pemkab Sleman di Aula Lantai 3 Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Senin (30/1).

Dalam kesempatan tersebut, Sri Purnomo menyampaikan bahwa pelantikan pejabat hendaklah dimaknai dari sudut kepentingan organisasi, bukan sekedar penempatan fitur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu.

Prosesi pelantikan dan mutasi jajaran pejabat di setiap instansi pemerintah adalah bagian dari kehidupan dan kebutuhan organisasi dalam rangka peningkatan kapasitas karier pegawai. Pelantikan pejabat ini dimaksudkan untuk lebih memperlancar pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dan pelayanan publik.

Sesuai amanat Peraturan Pemerintah RI Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, maka diperlukan penataan kelembagaan perangkat daerah Kabupaten Sleman. Untuk itu Pemkab Sleman telah menyusun Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman.

Peraturan ini ditujukan untuk memenuhi penyelenggaraan urusan wajib, urusan pilihan dan urusan keistimewaan DIY yang memiliki diferensiasi dengan daerah lain.

Sri Purnomo menambahkan bahwa penetapan pejabat pengawas tersebut telah melalui seleksi berdasar Sistem Merit sebagaimana yang telah diamanatkan UU No. 5 Tahun 2014. Seleksi ini didasarkan pada kualifikasi, kompetensi dan kinerja secara adil dan wajar. Pelantikan juga berdasar pada Keputusan Bupati Sleman

Adapun delapan pejabat pengawas yang dilantik yaitu Riyanto ST, menjabat Kasi Izin Bangunan Gedung Bidang Perizinan Pemanfaatan Ruang Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu, Suharyanto , menjabat Kasi Aset Desa Bidang Administrasi, Keuangan, dan Aset Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Dan, Muh. Kharis Ibrahim , menjabat Kasubbid Ketahanan Nasional Bidang Politik Dalam Negeri dan Ketahanan Nasional Badan Kesatuan Bangsa dan Politi, Agus Salim SH, , menjabat Kasubbid Kewaspadaan Nasional Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Drs. Trisno Sunardi menjabat Kasi Pemerintahan Kecamatan Mlati.

Serta, Agus Budi Wismanto SE, , menjabat Kasubbag Tata Usaha UPT Pelayanan Pasar Wilayah V Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Endar Sumiarsih SP, menjabat Kasubbag Tata Usaha UPT Pasar Hewan Ambarketawang dan Rumah Pemotongan Hewan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan, Iswara Kesti Dwi Atmojo menjabat Kepala UPT Pelayanan Pendidikan Kecamatan Prambanan Dinas Pendidikan.

”Saya menaruh harapan besar kepada para pejabat terlantik untuk memberikan kinerja yang terbaik sehingga restrukturisasi OPD tahun ini memberikan dampak positif signifikan pada pencapaian visi misi Sleman”, harap Sri Purnomo.




Dukung PHBS, Taman Denggung Tambah Fasilitas

Sleman – Pemotongan pita oleh Bupati Sleman sebagai simbolis peresmian penambahan fasilitas penunjang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di taman bermain Lapangan Denggung dalam acara Kampanye Bright Future, Minggu (29/1). Penambahan fasilitas merupakan hasil kerja sama Pemkab Sleman denggan PT. Unilever Tbk. 

Sesuai tema ‘Selamat Tinggal Dunia yang Lama‘, Media Relations Manager PT. Unilever Tbk., Adisti Nilasari mengatakan bahwa fasilitas yang ditambahkan di taman bermain Lapangan Denggung antara lain keran cuci tangan, fasilitas bermain, penambahan kursi dan papan edukasi, serta toilet. Selain itu pihaknya juga melakukan edukasi sikat gigi pagi dan malam serta sarapan bernutrisi bagi warga sekitar dengan melibatkan relawan dari luar daerah.

Sementara itu Bupati Sleman Sri Purnomo menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan tersebut sangat berarti bagi Pemerintah Kabupaten Sleman dan masyarakat.

Bagi pemerintah bantuan ini tentunya akan mendukung upaya pemerintah dalam menyediakan area terbuka hijau dan mewujudkan kabupaten layak anak. Sedangkan bagi masyarakat bantuan yang diberikan tentu akan menambah kenyamanan saat berkunjung di Taman Denggung.

Sri Purnomo juga menghimbau pada masyarakat agar berbagai fasilitas yang ada di Taman Denggung dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Peran serta masyarakat untuk menjaga dan memelihara ini penting agar fasilitas yang ada dapat digunakan dalam jangka panjang sehinga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat fasilitas bermain di Taman Denggung. Fasilitas ini milik kita bersama sehingga mari kita jaga dan pelihara bersama-sama pula”, jelasnya.

Sri Purnomo menambahkan bahwa salah satu strategi yang ditempuh untuk menciptakan masyarakat Sleman yang sehat adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Berbagai kegiatan sudah dilakukan pemerintah Kabupaten Sleman dalam rangka memasyarakatkan PBHS diantaranya melalui kegiatan penyuluhan baik melalui berbagai media, di dusun-dusun dan juga melalui institusi pendidikan.