HIMPAUDI Gelar Lomba Untuk Pacu Kreatifitas Anak

Sleman – Ratusan Anak PAUD mengikuti berbagai macam perlombaan di Pendopo Kecamatan Sleman dalam kegiatan Gelar Bersama PAUD se-Kecamatan Sleman. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) bersama dengan Pemerintah Kecamatan Sleman.

Camat Sleman, Drs Iriansya mengatakan kegiatan semacam ini merupakan hal yang positif bagi para pengurus PAUD karena dapat merekatkan silaturahim diantara anak didik maupun para pendidik PAUD di Pendopo Kecamatan Sleman, Minggu (5/3).

Lomba ini terbagi menjadi dua kategori yaitu lomba untuk anak didik PAUD dan pendidik PAUD. Untuk anak didik PAUD lomba dibagi menjadi 3 jenis perlombaan, seperti lomba menyanyi, lari bola, dan melukis. lomba tersebut mampu membuata anak mempunyai rasa berkompetisi yang sehat. selain itu bisa memacu kreatifitas anak dalam kemampuan sensorik dan motorik.

Sedangkan lomba yang diselenggarakan bagi pendidik PAUD yaitu fashion show dan geguritan. Pendidik PAUD berperan sebagai pengajar dan pembejar anak didik. Selain itu pendidik PAUD harus mempunyai daya kreatifitas dalam mendidik agar anak didik menikmati masa – masa belajar diusia dini.

Kegiatan ini dilaksanakan satu hari dengan menggunakan beberapa ruang yang ada di Kantor Kecamatan Sleman, sehingga dapat selesai tepat waktu.




Masyarakat dan Relawan Jaga Kesakralan Labuhan Merapi

Warga Membersihkan Rumput LiarSleman – Labuhan Merapi merupakan salah satu upacara adat yang dilaksanakan pada 30 rajab setiap tahun di Lereng Gunung Merapi. Tahun ini Labuhan Merapi jatuh pada hari Jumat, 28 April 2017.

Upacara adat Keraton Yogyakarta ini merupakan perwujudan doa persembahan kepada Tuhan atas rahmat dan anugerah yang diberikan kepada karaton dan rakyatnya juga sebagai tanda penghormatan bagi leluhur yang menjaga Gunung Merapi.

Untuk menjaga kesakralan dari upacara adat tersebut masyarakat dan relawan setempat mengadakan kerja bakti.

“Masyarakat dan relawan bergotong royong membersihkan jalan/jalur dari bekas rumah Mbah Maridjan sampai ke Sri Manganti. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari minggu menjelang pelaksanaan labuhan merapi”, kata Juru Kunci Merapi, Asih di Sri Manganti, Minggu (5/3).

Jalur yang nantinya akan dilewati iring – iringan abdi dalem Keraton Yogyakarta ini ditumbuhi berbagai macam rumput dan tanaman liar. Selain rumput liar, jalur labuhan merapi tersebut cukup terjal dan beberapa jalur berbatu bahkan ada yang longsor.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Plt Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Aji Wulantara beserta staff untuk meninjau lokasi labuhan merapi. Kunjungan ini merupakan upaya dukungan pemerintah daerah dalam melestarikan kebudayaan yang berada di wilayah Kabupaten Sleman.

Dukungan tersebut diwujudkan dengan pengusulan pengerasan jalan dan penambahan fasilitas untuk beristirahat di beberapa titik jalur labuhan merapi yang juga digunakan sebagai jalur pendakian ke Gunung Merapi. Usulan fasilitas tersebut nantinya akan menggunkan dana keistimewaan dari Provinsi Yogyakarta.

Usulan perbaikan jalan dan penambahan fasilitas ini merupakan program kerja jangka panjang, apabila diterima oleh provinsi baru akan dilaksanakan dalam anggaran dana keistimewaan pada tahun 2019. Untuk persiapan labuhan merapi, dinas kebudayaan sleman akan membantu memperbarui cat pada Gerbang Sri Mangati tempat utama dimana labuhan merapi dilaksanakan. Pengecatan ini akan diselesaikan sebelum acara labuhan merapi berlansung.