Keterpaduan Kebijakan dan Program Tingkatkan Kualitas Keluarga

Sleman – Bupati Sleman, Sri Purnomo menghadiri acara Evaluasi Kesatuan Gerak PKK, KB-Kes Tingkat Nasional di Desa Mardikorejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, Kamis (6/4). Pada kesempatan tersebut, hadir pula dewan juri lomba Evaluasi Kesatuan Gerak PKK, KB-Kes Tingkat Nasional dari Pembinaan Kesejahteraan Keluarga(PKK) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Juri yang dipimpin oleh Ketua Pokja IV TP PKK, Laksmi Widiastuti,  terlebih dahulu memonitor dan menilai beberapa tempat pelayanan dan kegiatan kesehatan yang di desa Merdikorejo.

Adapun kegiatan Desa Mardikorejo yang dinilai oleh dewan juri diantaranya adalah kegiatan Bina Keluarga Balita, Posyandu Balita, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Bina Keluarga Lansia, Posyandu Lansia, Senam Lansia, Pelayanan KB, Pelayanan IV A, Bina Keluarga Remaja, PKK, Bazar, Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga) dan Simulasi Pola Asuh Anak. Ketua Pokja IV TP PKK Laksmi Widiastuti.

Sementara itu, Sri Purnomo mengungkapkan bahwa Pemkab Sleman terus berupaya meningkatkan kualitas keluarga masyarakat, melalui keterpaduan kebijakan dan pelaksanaan program di berbagai bidang. Dengan program yang terintegrasi diharapkan upaya – upaya di bidang KB, Kesehatan dan pemberdayaan perempuan dapat semakinmeningkatkan capaian kesejahteraan masyarakat.

Sasaran program KB tak hanya pada kaum ibu namun  juga pada kaum pria. Pada tahun 2016 jumlah peserta KB aktif sebanyak , dengan peserta KB wanita sebanyak dan KB pria , sementara itu jumlah peserta KB baru sebanyak .

Selain itu, Sri Purnomo juga menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan di Sleman  telah didukung oleh 25 Puskesmas yang seluruhnya telah terstandarisasi ISO, 69 puskesmas pembantu,  posyandu, 28 rumah sakit serta didukung oleh 131 bidan puskesmas dan 50 bidan praktek.

Bupati Sleman tersebut menambahkan bahwa usia harapan hidup di Sleman mencapai 76,13 tahun di atas rata-rata DIY 74 tahun dan nasional 70,68 tahun, angka kematian bayi per kelahiran hidup (KH) sebesar 0,35 sedangkan DIY sebesar 16 dan nasional 34 per KH.

Demikian juga dengan angka kematian ibu melahirkan tahun 2016 adalah sebesar 56,59 per KH dan lebih rendah dari angka nasional yaitu sebesar 226 per  KH.

Desa Mardikorejo merupakan desa perwakilan dari Kabupaten Sleman Yogyakarta dalam lomba Kesatuan Gerak PKK, KB-Kes Tingkat Nasional yang pemenangnya akan diumumkan di Jakarta nantinya.




Pembinaan Rohani Jelang Peringatan Paskah

Sleman – Pelayanan terhadap masyarakat merupakan kewajiban Pegawai Negeri Sipil (PNS) baik pusat dan daerah. PNS dituntut untuk memberikan pelayanan yang optimal sebagai komitmen dan dedikasi pengabdian kepada masyarakat.

Bertepatan dengan Peringatan Hari Paskah pada Jumat 14 April 2017, Panitia Hari Besar Kristiani Kabupaten Sleman menggelar pembinaan rohani dalam rangka menyambut Hari Paskah 2017.

“PNS Kabupaten Sleman harus memiliki karakter yang kuat dan dapat menjadi teladan bagi masyarakat”, kata Ketua Panitia Hari Besar Kristiani Kabupaten Sleman, Ir. Jenu Santosa, di Gereja Santo Thomas, Seyegan Sleman, Jumat (7/4).

Romo Suyatno Yoseph Suyatno Hadi Atmojo, pr menyampaikan dalam hidup manusia harus selalu menjaga ibadahnya kepada Tuhan dan menjaga toleransi antar umat baik seagama maupun lintas agama. Sebagai PNS harus tertanam jiwa sosial untuk selalu melayani masyarakat baik dalam jam kerja atau ketika sudah berbaur dengan masyarakat. Toleransi antar umat beragama diaplikasikan dalam kegiatan kemasyarakatan tanpa memandang perbedaan di bidang agama.

Hal tersebut sejalan dengan sumpah pegawai pemerintah sebagai pelayan masyarakat tanpa memandang Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA). Intoleransi agama hanya akan menimbulkan masalah SARA, tambahnya.

Dalam acara tersebut terkumpul kolekte Rp. ,- yang akan diserahkan ke Gereja Druju sebesar Rp ,- dan sisanya untuk bakti sosial pada Minggu (9/4) di Prambanan.