Merti Dusun Pakemtegal Ajang Tumbuhkan Kembali Kebudayaan

Sleman – Air merupakan salah satu anugerah penghidupan bagi manusia yang diberikan oleh Tuhan pencipta alam. Air erat kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan sehari – hari dalam hidup kita.

Warga Padukuhan Pakemtegal Pakembinangun Pakem adakan kirab budaya bregada alap – alap sebagai rasa syukur akan melimpahnya sumber mata air yang telah mencukupi kebutuhan hidup selama ini, minggu (23/4).

Kirab budaya ini merupakan salah satu rangkaian acara Merti Dusun telah dibuka dengan pagelaran wayang kulit oleh dalang Ki Bayu Gito Gati pada Sabtu, (22/4) tadi malam.

“Merti Dusun bertujuan untuk menumbuhkan kembali kebudayaan dan mengenalkan potensi UKM bagi masyarakat Padukuhan Pakemtegal khususnya kepada generasi muda”, kata Supriyatno, Dukuh Pakemtegal. Merti Dusun merupakan rutin satu tahun sekali, tambahnya.

Kirab tersebut melibatkan beberapa unsur seperti air penghidupan yang diambil dari dua sendang (mata air) yang ada di Padukuhan Pakemtegal dan dua buah gunungan, baik gunungan lanang (laki – laki) serta gunungan wadon (perempuan). Gunungan Lanang berupa sayur mayur hasil pertanian dan  Gunungan Wadon merupakan jajanan pasar yang umum dijual di Pasar tradisional.

Air dan Gunungan tersebut di kirab (arak) mengelilingi padukuhan melalui Jalan Kaliurang KM 17, Pasar Pakem, dan berakhir di Lapangan Padukuhan Pakem Tegal. Selain sebagai wujud rasa syukur, prosesi ini bertujuan untuk membersihkan lingkungan dari segala macam kotoran baik jasmani maupun rohani bagi warga setempat.

Selain kirab bregada alap – alap, acara tersebut dimeriahkan oleh penampilan drumband dari SDN 2 Sleman, tari gembira, tari payung, dan perkusi si Doel dari warga Padukuhan Pakemtegal. Keterlibatan anak – anak merupakan inisiasi  warga sebagai perpanjangan tangan regenerasi budaya atau pengenalan budaya adat istiadat untuk generasi selanjutnya.

Merti desa juga dimeriahkan oleh beberapa stand bazar. Bazar digelar untuk menampung dan memberikan kesempatan untuk warga yang memiliki kreatifitas atau potensi untuk ditampilkan. Berbagai macam jajanan dan produk kebutuhan rumah tangga tersedia dengan harga yang terjangkau.

Acara diakhiri dengan rebutan gunungan lanang dan wadon oleh warga Pakemtegal, dan puncak acara merti dusun tersebut diadakan hiburan penampila Jathilan dari Turonggo Puspito Manunggal.




Semarak Kartini di Kecamatan Turi

Turi – Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April 2017 merupakan momentum untuk mengenang pahlawan pejuang kesetaraan gender. Kartini sosok perempuan tangguh yang telah berhasil mengangkat derajat kaum wanita. Tak hanya itu, beliau juga mampu menginspirasi perempuan masa kini dengan semangat perjuangannya untuk bebas berkiprah dan berkontribusi dalam masyarakat.

Untuk memberikan penghargaan kepadanya, Pemuda Pemudi Karang Taruna Padukuhan Donokerto Turi adakan beberapa kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kartini di Lapangan Kecamatan Turi, Minggu (23/4). Beragam pentas seni oleh anak – anak Klegung ditampilkan. Selain itu juga gerak jalan bagi Ibu – Ibu PKK yang memperebutkan Piala Camat Turi.

Gerak jalan semakin seru ketika peserta menyanyikan yel – yel. Selain itu peserta juga mengenakan berbagai kostum yang menarik dihiasi berbagai pernak pernik yang kreatifitas.

Gerak jalan sejauh 15 Km dan diikuti oleh 16 regu warga padukuhan Klegung, Donokerto, Turi. Selain itu, Hari Kartini Padukuhan Klegung ini dimeriahkan dengan penampilan drumband dari SMA N 1 Cangkringan.

Acara tersebut dihadiri oleh Camat Turi, Siti Anggtaeni Susila Prapti. Hadir pula anggota DPRD, dan perangkat pemerintahan Kecamatan Turi. Suharno/KIM Kertomandiri Turi