Seleksi Penerimaan Perangkat Desa Libatkan Mudes

Minggir – Sesuai Undang-Undang No. 25 Tahun 2009, pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.

Untuk memenuhi pelayanan publik yang efektif dan efisien maka diperlukan sumberdaya yang mencukupi disertai kemampuan yang memadai. Hal tersebut menjadi landasan Pemerintah Desa Sendangrejo untuk membuka penerimaan perangkat desa pada 17 – 22 April 2017.

Hal tersebut mendapat tanggapan positif baik dari warga yang masih berada di wilayah Desa Sendangrejo maupun dari luar desa. Terbukti sebanyak 49 orang mendaftarkan diri untuk mengisi posisi sekretaris desa (14 orang), Kepala Urusan Perencanaan (12 orang), Kepala Seksi Kesejahteraan (13 orang), Kepala Seksi Pemerintahan (10 orang). Sedangkan peserta pendaftar yang tidak lolos berdasarkan administrasi karena Batasan umur sebanyak 3 orang pelamar, dan 1 mengundurkan diri.

Peserta perempuan sebanyak 21 orang dan peserta laki-laki 24 orang, yg telah memenuhi syarat sebagai bakal calon peserta. Sedangkan berdasarkan jenjang pedidikan terbagi Strata 2 (1 orang), Strata 1 (27 orang), Diploma 3 (4 orang) dan SMA/SMK (17 orang).

Tahapan pendaftaran sendiri dimulai dari penyerahan berkas lamaran, seleksi administrasi, pengenalan bakal calon peserta dengan peserta Musyawarah Desa (Mudes), dan diputuskan melalui musyawarah desa (Mudes)

“Pengenalan bakal calon peserta dengan Mudes dilaksanakan pada Senin 24 April 2017 Jam WIB. Sedang pelaksanaan Mudes pada Selasa 25 April 2017 Jam WIB untuk peserta yang dinyatakan lolos”, kata Ngadiman, Ketua Panitia Seleksi Perangkat Desa Sendangrejo Minggir, Senin (24/4).

Panitia seleksi perangkat desa melibatkan beberapa unsur seperti perangkat Desa Sendangrejo (3 orang), PKK (2 orang), LPMD (2 orang), Karang Taruna (1 orang), dan Toga/Tomas (2 orang). Daris/KIM Minggir




Hormati Arwah Leluhur PKK Wonosari Adakan Wisata Religi

Turi – Bulan Sya’ban adalah bulan yang ke-8 dalam sistem kalender Islam. Bulan Sya’ban merupakan bulan penghubung atau ditengah antara Bulan Rajab dan Bulan Ramadhan. Pada malam Nisfu Sya’ban, Allah SWT turun ke langit dunia dan memberi syafaat (bantuan) bagi siapa saja yang meminta pada malam itu hingga terbit Fajar.

Sedangkan bagi orang Jawa mengenal bulan Sya’ban sebagai bulan Ruwah atau Arwah yakni bulan menghormati arwah para leluhur atau orang yang telah mendahului.

Dalam rangka menyongsong bulan sya’ban dan untuk meningkatkan iman dan taqwa Ibu – Ibu PKK Wonosari RW 02 Bangunkerto Turi adakan wisata religi ke Makam Kiai Amhad Abdulhaq Watucongol, Muntilan, Makam Kiai Ismoyo dan diahiri ke makam kiai Nur Muhammad Kadiwongso, Salaman, Magelang, Senin (24/4).

“Tujuan wisata religi agar kita menyadari bahwa kita juga akan mati dan dikubur seperti yg ada dimakam. Oleh karena itu kita harus mempersiapkan diri menghadapinya dengan meningkatkan iman dan taqwa”, kata Harman, peserta wisata religi.

Menggunakan 3 buah bus rombongan berangkat jam wib dan sampai pada jam wib dengan peserta sebanyak 70 orang. Kegiatan tersebut dipandu oleh Nur Muhammad dan didampingi oleh anggota KIM Desa Bangunkerto Turi. Harman/KIM Bangunkerto Turi