Sleman Masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik

Sleman – Dua inovasi Kabupaten Sleman masuk dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2017 yang diselenggarakan oleh KemenPAN-RB. Kedua Inovasi tersebut yaitu ‘Sunmor Sembada Minggu Pahingan’ yang diinisiasi oleh Kecamatan Sleman bersama KIM-UMKM dan ‘Tua Keladi (Santun Lansia, Kesehatan Layak Diperhatikan)’ oleh UPT Puskesmas Gamping I dan dipresentasikan oleh   Bupati Sleman di hadapan Tim Independen di Kantor KemenPAN-RB, Rabu (26/4)Susmiarto selaku Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman menjelaskan bahwa penetapan top 99 Inovasi Pelayan Publik 2017 melalui seleksi administrasi terhadap proposal inovasi dari seluruh Indonesia melalui sistem ‘SiNovik’, seleksi Desk Evaluation terhadap inovasi yang telah lolos seleksi administrasi, kemudian joint meeting tim evaluasi dan tim panel independen serta pleno terhadap inovasi.

“Penyaringan pada tahap ketiga tersebut yang menghasilkan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2017 dan akan diterbitkan pada buku ‘Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2017’ serta mendapat kesempatan untuk berkompetisi menuju Top 40 inovasi terbaik”, kata Susmiarto.

Camat Sleman, Iriansyah mengatakan bahwa kegiatan Sunday Morning (Sunmor) Sembada Minggu Pahingan dengan tema ‘Sekali Kayuh, Dua Tiga Permasalahan Sleman Teratasi’, merupakan layanan publik terpadu dengan tujuan promosi atau pengenalan produk UMKM, pengentasan kemiskinan, pengenalan budaya dan pelestarian budaya lokal. Selain itu kegiatan tersebut bertujuan untuk peningkatan minat baca masyarakat.

“Inovasi ini melibatkan banyak pemangku kepentingan pemerintah, swasta, sekolah, sanggar, maupun masyarakat”, kata Iriansyah.

Sementara itu Kepala UPT Puskesmas Gamping I Ratih Susila menjelaskan bahwa inovasi ‘Tua Keladi’ dilaksanakan sejak tahun 2012 memiliki beberapa keunikan. Inovasi tersebut dalam pelayanannya dilakukan secara terpadu one stop service dimana sejak pemeriksaan kesehatan lansia dilakukan di poli khusus lansia, penyediaan ruang tunggu khusus yang terpisah, toilet khusus, penyedia alat bantu lansia , dan semua kebutuhan pasien lansia lainnya yang dilayani di poli lansia.

Pelayanan konseling dilakukan 24 jam melalui SMS Gateway dan juga kunjuungan langsung ke rumah pasien.

“Kami juga melakukan tes intelegensia dilanjutkan pelayanan terapi untuk pencegahan kepikunan melalui beberapa kegiatan seperti bermain congklak, mengisi teka teki silang, catur, senam lansia, dan lainnya”, kata Ratih.




Musdes Bangunkerto Putuskan Bakal Calon Kaur Keuangan dan Kasi Pelayanan

Turi- Desa Bangunkerto Turi kembali mengadakan Musyawarah Desa (Musdes) pada Kamis (27/4). Dalam Mudes ini, perangkat desa berhasil melakukan penyaringan kandidat bakal calon Kepala Urusan (Kaur) Keuangan dan Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Desa Bangunkerto Turi tahun 2017.

Di tahap awal terdapat 15 bakal calon dari kedua posisi tersebut. Kaur Keuangan ada 5 orang yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan seorang perempuan. Sementara, Kasi Pelayanan ada 10 orang yang terdiri dari 6 orang laki-laki dan 4 orang perempuan. Setelah melakukan proses Musdes akhirnya ditetapkan 8 bakal calon yang lolos ke tahap selanjutnya.

Di posisi Kaur Keuangan ada 4 calon, yakni 3 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Sementara, 4 calon di posisi Kasi Pelayanan terdiri dari 2 orang laki-laki dan 2 orang perempuan. Situasi Musdes tercatat aman dan terkendali.




Pelatihan TIK Bagi Perempuan Sleman

Sleman – Peringati Hari Kartini Dinas Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (P3AP2KB) Kabupaten Sleman dan Balai Balai Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BPPKI) Yogyakarta adakan pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Fasilitasi Pengembangan Literasi Informatika Kalangan Perempuan di Aula Dinas P3AP2KB, Kamis (27/4).

Kepala BPPKI, Eka Hanadayani menyampaikan tujuan dari pelatihan tersebut untuk mengenalkan penggunaan internet yang berkembang pesat bagi perempuan dan yang mempunyai anak. Berkembangnya konten pornografi yang mengkhawatirkan di internet menjadi salah satu alasan dari pelatihan tersebut digelar. Oleh karena itu peran ibu atau perempuan untuk meminimalisir konten tersebut baik di keluarga, kelompok masyarakat dan lingkungannya, tambah Eka.

Tidak hanya konten pornografi, tetapi pelatihan ini berguna untuk mencegah anak menjadi pelaku kekerasan atau kriminal. Internet melalui game dan video mampu memberikan pengaruh atau menjadi candu bagi anak. Disamping kurangnya perhatian orang tua terhadap anak, smartphone/gawai mampu menggantikan peran orang tua bagi anak.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas P3AP2KB, Mafilindati Nuraini berpesan agar orang tua khususnya ibu ikut memantau aktifitas anak dalam berselancar di dunia internet. Narkotika Lewat Mata (Narkolema) mampu merusak otak anak dan lebih parah dari dampak Napza dalam merusak otak. Jika anak sudah rusak otaknya maka akan menimbulkan kecanduan dan sulit untuk membedakan mana yang baik dan buruk bagi dirinya.

Materi pelatihan sendiri dimulai dengan pengenalan dasar TIK, etika bermedia, hukum didalam internet, dan cara memblokir konten porno/dewasa baik youtube maupun web browser. Pelatihan dihadiri sebanyak 50 peserta dari Sekolah Jumat, Kelompok Desa Prima, Kader IMP yang menjadi bimbingan dari Dinas P3AP2KB untuk menyebarkan informasi ke masyarakat.




Revitalisasi dan Promosi Pasar Tradisional di Sleman

Sleman – Radio masuk pasar saat masih terasa asing di telinga masyarakat, namun kedepan akan terbiasa karena hari Sabtu 29 April 2017 nanti radio masuk pasar akan mengudara di kabupaten sleman. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Tradisional Dinas Perindag R. Haris Martapa, SE,MT saat dijumpai di ruang kerjanya Kamis (27/4). Lebih lanjut disampaikan bahwa radio pasar tersebut kerja bareng dengan RRI Yogyakarta dan akan On Air jam – di Pasar Cebongan Sleman.

Dalam siaran langsung tersebut akan mengudara selama satu jam tersebut akan hadir tiga nara sumber antara lain Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo,Parni Hardi, dan Muhammad Iskandar daari SMEDC. Sedangkan tema radio pasar itu sendiri revitalisasi dan promosi, dengan tema tersebut diharapkan kondisi Pasar Tradisional akan lebih baik dan representatif, yang jelas kesan kumuh pasar tradisional bisa dihilangkan dan menjadi pasar yang berkesan bersih dan nyaman.

Sementara trend pasar tradisional yang ramah dan nyaman tetap bisa dipertahankan. Yang menarik bahwa kesan pasar yang bisa tawar menawar mulai dari nilai yang sangat kecil sampai yang lebih basar bisa dilakukan di pasar Tradisional.

Untuk Kabupaten Sleman ranah radio masuk pasar baru yang pertama, sedang sebelumnya pernah dilakukan di Pasar Beringharjo, Pasar Kranggan dan juga Pasar Imogiri di Bantul. Kedepan diharapkan kegiatan radio masuk pasar  bisa dilanjut di pasar yang lain.

Yang menarik dalam tolkshow radio masuk pasar di Pasar Cebongan nanti akan dihibur dengan guyon maton dari paguyuban Pasar Cebongan.  Usai talkshow radio masuk pasar, juga akan dilakukan pelatihan bagi pedagang Pasar Cebongan dengan nara sumber yang tidak perlu diragukan lagi kemampuannya.




Boyong Songsong Kapanewon Cangkringan

Sleman – Upacara Boyong Songsong Kapanewon Cangkringan yang ke 4 berlangsung Kamis (27/4) dengan prosesi di halaman depan Kecamatan Cangkringan. Bertindak sebagai Inspektur upacara pada acara tersebut Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo. Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Aji Wulantoro, Cangkringan Edy Harmana, dll

Prosesi upacara Boyong Songsong tersebut diawali dengan kirab dari berbagai bregodo antara lain bregodo perangkat desa, bregodo sekolah, dari halaman kecamatan Cangkringan menuju lapangan yang berada di depan kecamatan cangkringan. Usai boyong songsong dilakukan demonstrasi Drumband dari SMK N Cangkringan yang sempat memukau penonton.

Dalam sambutannya Bupati Sleman antara lain menyampaikan bahwa upacara boyong songsong tersebut sebagai sarana memetri dan nguri-uri dan melestarikan budaya sekaligus sebagai sarana hiburan bagi masyarakat kecamatan Cangkringan dan sekitarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa rangkaian kegiatan boyong songsong tersebut juga dilakukan berbagai kegiatan dan lomba yang berkaitan dengan seni dan budaya jawa, hal tersebut menunjukkan bahwa aparat kecamatan Cangkringan sangat peduli dengan kebudayaan jawa yang adiluhung.

Pelestarian budaya jawa menunjukkan bahwa  kebudayaan jawa  lebih adiluhung dibanding dengan budaya manca, karena budaya jawa banyak mengandung  pendidikan yang luhur dan itu perlu dilestarikan oleh semua pihak termasuk generasi muda.

Disampaikan pula bahwa menyinggung bocah klitih yaang sudah masuk ke daerah batasan dan bukan hanya di perkotaan saja maka diharapkan masyarakat harus waspada dan selalu memperhatikan anaknya termasuk pegaulannya harus dengan siapa.

Yang jelas kepedulian orang tua dan masyarakat diperlukan agar bocah klitih yang saat ini maasih marak bisa ditekan, terlabih kalau generasi muda peduli dan mau menggeluti budaya  yang banyak mengandung pendidikan budi pekerti.

Terkait “ Gerakan Bebas Pernikahan Dini” bupati sleman menyambut baik  dan itu sebagai upaya agar tidak ada perkawinan diusia yang masih muda karena rentan dengan berbagai permasalahan.

Juga dilakukan deklarasi oleh siswa siswi SLTP dan SLTA se kecamatan Cangkringan, isi deklarasi tersebut antara lain tidak akan melakukan hal-hal yang mengarah pada pergaulan bebas, tidak akan melakukan sesuatu yang melanggar norma hukum, kesusilaan, kesopanan dan norma agama, Senantiasa mengabdi dan tidak akan melakukan pernikahan dini.

Dan, tidak akan melakukan aksi vandalisme, Tidak akan melakukan aksi kekerasan, Akan belajar sungguh-sungguh demi meraih cita-cita untuk  mengangkat harkat dan martabat keluarga, orang tua, bangsa dan negara. Serta, dilajutkan penandatangan deklarasi oleh Guru dan Siswa juga Muspika kecamatan Cangkringan.