Kontingen Sleman Sabet 4 Kejuaraan dalam Parade Busana Daerah Tingkat Nasional

Sleman – Kontingen Kabupaten Sleman berhasil menyabet 4 kejuaraan dalam Festival Busana Daerah Tingkat Nasional dalam rangka HUT TMII ke 42. Hal ini sungguh menggembirakan mengingat kali ini baru pertama kalinya bagi kontingen Kabupaten Sleman mengikuti ajang yang sudah dilaksanakan kesembilan kalinya. Demikian dinyatakan oleh Plt Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman HY Aji Wulantara, SH,MHum, dikantornya Jl. KRT Pringgodiningrat Beran Tridadi Sleman Yogyakarta,  Selasa (25/4).

Kontingen Kabupaten Sleman yang dikompetisikan dalam ajang Parade Busana Daerah dalam rangka HUT TMII ke-42 adalah desain “Paes Ageng Kanigaran Modifikasi” oleh Retno Mursilah, dan desain “Gurdha Narendra” oleh Afif Ghurub Bestari, . Dewan juri yang terdiri atas Nuki Kusuma Astuti, Samuel Watimena, Taruna Kusmayadi, Muh Rais, Umi Sri Ningsih memberikan 4 kejuaraan kepada kontingen Kabupaten Sleman.

Keempat kejuaraan tersebut meliputi, peraga busana putra unggulan kategori bahan dasar khas tradisi atas nama Bayu Hariesta Jambak, penyaji adibusana unggulan kategori bahan dasar daur ulang atas nama Afif Ghurub Bestari, , perancang busana unggulan kategori bahan dasar daur ulang atas mama Afif Ghurub Bestari, , dan penata rias unggulan kategori bahan dasar daur ulang atas nama Kusminarko Warno, MPd. Atas perolehan kejuaraan tersebut, para pemenang mendapatkan trophy dari Direktur Utama TMII dan piagam penghargaan.

Aji mengharapkan pengiriman kontingen Kabupaten Sleman ke berbagai ajang bertaraf nasional akan dapat meningkatkan citra Kabupaten Sleman diluar daerah, terlebih lagi apabila mampu menunjukkan prestasidan menyandang kejuaraan.

Disisi lain ajang tersebut akan dapat meningkatkan kemampuan para pelaku seni budaya Kabupaten Sleman dalam berkompetisi secara nasional serta meningkatkan apresiasi bagi masyarakat khususnya masyarakat luar daerah.***




Seleksi Penerimaan Perangkat Desa Libatkan Mudes

Minggir – Sesuai Undang-Undang No. 25 Tahun 2009, pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.

Untuk memenuhi pelayanan publik yang efektif dan efisien maka diperlukan sumberdaya yang mencukupi disertai kemampuan yang memadai. Hal tersebut menjadi landasan Pemerintah Desa Sendangrejo untuk membuka penerimaan perangkat desa pada 17 – 22 April 2017.

Hal tersebut mendapat tanggapan positif baik dari warga yang masih berada di wilayah Desa Sendangrejo maupun dari luar desa. Terbukti sebanyak 49 orang mendaftarkan diri untuk mengisi posisi sekretaris desa (14 orang), Kepala Urusan Perencanaan (12 orang), Kepala Seksi Kesejahteraan (13 orang), Kepala Seksi Pemerintahan (10 orang). Sedangkan peserta pendaftar yang tidak lolos berdasarkan administrasi karena Batasan umur sebanyak 3 orang pelamar, dan 1 mengundurkan diri.

Peserta perempuan sebanyak 21 orang dan peserta laki-laki 24 orang, yg telah memenuhi syarat sebagai bakal calon peserta. Sedangkan berdasarkan jenjang pedidikan terbagi Strata 2 (1 orang), Strata 1 (27 orang), Diploma 3 (4 orang) dan SMA/SMK (17 orang).

Tahapan pendaftaran sendiri dimulai dari penyerahan berkas lamaran, seleksi administrasi, pengenalan bakal calon peserta dengan peserta Musyawarah Desa (Mudes), dan diputuskan melalui musyawarah desa (Mudes)

“Pengenalan bakal calon peserta dengan Mudes dilaksanakan pada Senin 24 April 2017 Jam WIB. Sedang pelaksanaan Mudes pada Selasa 25 April 2017 Jam WIB untuk peserta yang dinyatakan lolos”, kata Ngadiman, Ketua Panitia Seleksi Perangkat Desa Sendangrejo Minggir, Senin (24/4).

Panitia seleksi perangkat desa melibatkan beberapa unsur seperti perangkat Desa Sendangrejo (3 orang), PKK (2 orang), LPMD (2 orang), Karang Taruna (1 orang), dan Toga/Tomas (2 orang). Daris/KIM Minggir




Hormati Arwah Leluhur PKK Wonosari Adakan Wisata Religi

Turi – Bulan Sya’ban adalah bulan yang ke-8 dalam sistem kalender Islam. Bulan Sya’ban merupakan bulan penghubung atau ditengah antara Bulan Rajab dan Bulan Ramadhan. Pada malam Nisfu Sya’ban, Allah SWT turun ke langit dunia dan memberi syafaat (bantuan) bagi siapa saja yang meminta pada malam itu hingga terbit Fajar.

Sedangkan bagi orang Jawa mengenal bulan Sya’ban sebagai bulan Ruwah atau Arwah yakni bulan menghormati arwah para leluhur atau orang yang telah mendahului.

Dalam rangka menyongsong bulan sya’ban dan untuk meningkatkan iman dan taqwa Ibu – Ibu PKK Wonosari RW 02 Bangunkerto Turi adakan wisata religi ke Makam Kiai Amhad Abdulhaq Watucongol, Muntilan, Makam Kiai Ismoyo dan diahiri ke makam kiai Nur Muhammad Kadiwongso, Salaman, Magelang, Senin (24/4).

“Tujuan wisata religi agar kita menyadari bahwa kita juga akan mati dan dikubur seperti yg ada dimakam. Oleh karena itu kita harus mempersiapkan diri menghadapinya dengan meningkatkan iman dan taqwa”, kata Harman, peserta wisata religi.

Menggunakan 3 buah bus rombongan berangkat jam wib dan sampai pada jam wib dengan peserta sebanyak 70 orang. Kegiatan tersebut dipandu oleh Nur Muhammad dan didampingi oleh anggota KIM Desa Bangunkerto Turi. Harman/KIM Bangunkerto Turi




Merti Dusun Pakemtegal Ajang Tumbuhkan Kembali Kebudayaan

Sleman – Air merupakan salah satu anugerah penghidupan bagi manusia yang diberikan oleh Tuhan pencipta alam. Air erat kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan sehari – hari dalam hidup kita.

Warga Padukuhan Pakemtegal Pakembinangun Pakem adakan kirab budaya bregada alap – alap sebagai rasa syukur akan melimpahnya sumber mata air yang telah mencukupi kebutuhan hidup selama ini, minggu (23/4).

Kirab budaya ini merupakan salah satu rangkaian acara Merti Dusun telah dibuka dengan pagelaran wayang kulit oleh dalang Ki Bayu Gito Gati pada Sabtu, (22/4) tadi malam.

“Merti Dusun bertujuan untuk menumbuhkan kembali kebudayaan dan mengenalkan potensi UKM bagi masyarakat Padukuhan Pakemtegal khususnya kepada generasi muda”, kata Supriyatno, Dukuh Pakemtegal. Merti Dusun merupakan rutin satu tahun sekali, tambahnya.

Kirab tersebut melibatkan beberapa unsur seperti air penghidupan yang diambil dari dua sendang (mata air) yang ada di Padukuhan Pakemtegal dan dua buah gunungan, baik gunungan lanang (laki – laki) serta gunungan wadon (perempuan). Gunungan Lanang berupa sayur mayur hasil pertanian dan  Gunungan Wadon merupakan jajanan pasar yang umum dijual di Pasar tradisional.

Air dan Gunungan tersebut di kirab (arak) mengelilingi padukuhan melalui Jalan Kaliurang KM 17, Pasar Pakem, dan berakhir di Lapangan Padukuhan Pakem Tegal. Selain sebagai wujud rasa syukur, prosesi ini bertujuan untuk membersihkan lingkungan dari segala macam kotoran baik jasmani maupun rohani bagi warga setempat.

Selain kirab bregada alap – alap, acara tersebut dimeriahkan oleh penampilan drumband dari SDN 2 Sleman, tari gembira, tari payung, dan perkusi si Doel dari warga Padukuhan Pakemtegal. Keterlibatan anak – anak merupakan inisiasi  warga sebagai perpanjangan tangan regenerasi budaya atau pengenalan budaya adat istiadat untuk generasi selanjutnya.

Merti desa juga dimeriahkan oleh beberapa stand bazar. Bazar digelar untuk menampung dan memberikan kesempatan untuk warga yang memiliki kreatifitas atau potensi untuk ditampilkan. Berbagai macam jajanan dan produk kebutuhan rumah tangga tersedia dengan harga yang terjangkau.

Acara diakhiri dengan rebutan gunungan lanang dan wadon oleh warga Pakemtegal, dan puncak acara merti dusun tersebut diadakan hiburan penampila Jathilan dari Turonggo Puspito Manunggal.




Semarak Kartini di Kecamatan Turi

Turi – Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April 2017 merupakan momentum untuk mengenang pahlawan pejuang kesetaraan gender. Kartini sosok perempuan tangguh yang telah berhasil mengangkat derajat kaum wanita. Tak hanya itu, beliau juga mampu menginspirasi perempuan masa kini dengan semangat perjuangannya untuk bebas berkiprah dan berkontribusi dalam masyarakat.

Untuk memberikan penghargaan kepadanya, Pemuda Pemudi Karang Taruna Padukuhan Donokerto Turi adakan beberapa kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kartini di Lapangan Kecamatan Turi, Minggu (23/4). Beragam pentas seni oleh anak – anak Klegung ditampilkan. Selain itu juga gerak jalan bagi Ibu – Ibu PKK yang memperebutkan Piala Camat Turi.

Gerak jalan semakin seru ketika peserta menyanyikan yel – yel. Selain itu peserta juga mengenakan berbagai kostum yang menarik dihiasi berbagai pernak pernik yang kreatifitas.

Gerak jalan sejauh 15 Km dan diikuti oleh 16 regu warga padukuhan Klegung, Donokerto, Turi. Selain itu, Hari Kartini Padukuhan Klegung ini dimeriahkan dengan penampilan drumband dari SMA N 1 Cangkringan.

Acara tersebut dihadiri oleh Camat Turi, Siti Anggtaeni Susila Prapti. Hadir pula anggota DPRD, dan perangkat pemerintahan Kecamatan Turi. Suharno/KIM Kertomandiri Turi