Pelaksanaan Uji Emisi Hari Pertama

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman, atau dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup telah melaksanakan Uji Emisi tahun 2017 pada Selasa (11/4) di area parkir utara Lapangan Denggung. Kegiatan yang didominasi oleh kendaraan Dinas tersebut dibuka pukul dengan melakukan apel bersama yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Drs. Purwanto, .Uji emisi dilaksanakan dalam rangka pengendalian pencemaran udara, utamanya untuk mengetahui kadar emisi gas buang dari kendaraan bermotor roda 4. Uji emisi diperuntukkan bagi kendaraan dinas operasional roda 4 milik Pemerintah Kabupaten Sleman dan kendaraan umum yang melintas di Jalan Magelang ke arah utara.

Kendaraan umum yang menjadi salah sasaran uji petik meliputi kendaraan berbahan bakar bensin maupun solar milik pribadi berjenis sedan, angkutan barang berjenis pick up, truck engkle maupun minibus.

Pada hari pertama, setelah uji emisi untuk kendaraan dinas selesai dilanjutkan dengan uji emisi untuk kendaraan umum roda 4 yang melintas di Jalan Magelang. Banyak kendaraan umum yang ikut berpartisipasi dalam uji emisi, sehingga terjadi antrian panjang yang pada akhirnya dibuat sistem buka tutup jalan yang diatur oleh Satpolantas dan Dinas Perhubungan.

Ketika Uji Emisi dilakukan tidak ada operasi penindakan pelanggaran lalu lintas seperti pemeriksaan surat – surat kendaraan, sehingga masyarakat umum atau pengguna jalan khususnya jalan Magelang yang melintasi perempatan Denggung tidak perlu merasa cemas, karena uji emisi kendaraan ini tidak akan terlalu mengganggu arus lalu lintas.

Saat pelaksanaan uji emisi 1 dan 2, aparat baik dari Polres, P3EJ, UNY, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Bagian Umum dan Bagian Humas banyak terlibat. Untuk kendaraan umum dan pribadi khususnya roda 4  yang melintasi jalan Magelang untuk ikut berpartisipasi dalam uji emisi pada hari kedua Rabu (12/4) yang dimulai pukul .

Dalam kesempatan tersebut, Purwanto juga menyampaikan kepada peserta uji emisi kendaraan dinas untuk melakukan service kendaraannya secara rutin agar gas buang yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan.




Potensi Zakat PNS Sleman Cukup Besar

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat menyelenggarakan Sosialisasi Undang-undang tahun 2011 tentang pengelolaan zakat di Aula lantai 3 Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Selasa hinga Kamis 11-13 April 2017.Sosialisasi ini dihadiri oleh Kepala SKPD, Camat, Kepala Sekolah, dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Sleman dengan meghadirkan 3 narasumber dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) Universitas Islam Indonesia, Kepala Kemenag Kabupaten Sleman, dan Badan Amil Zakat Kabupaten Sleman (BAZ).

Kepala Sub Bagian Mental dan Spiritual Bagian Kesra, Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman Ichsanudin menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakannya sosialisasi tersebut untuk mendorong semangat dan motivasi bagi PNS terutama yang beragama Islam untuk peduli terhadap pengentasan kemiskinan melalui zakat.

Dalam pengumpulan zakat, Baznas Kabupaten Sleman juga membentuk Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) dengan mengumpulkan dana lewat kotak infaq yang dipasang di desa-desa dan instansi terkait untuk disetorkan ke BAZNAS Kabupaten melalui bank yang telah dipercaya sebagai wujud pelaksanakan undang undang zakat terbaru.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Kriswanto menyampaikan bahwa zakat terkumpul di Kabupaten Sleman rata-rata perbulan mencapai Rp 250 juta.

“Potensi zakat di Sleman dari golongan PNS saja sebenarnya cukup besar. Diharapkan melalui sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran atau mendorong PNS di Kabupaten Sleman untuk menyisihkan sebagian hartanya dengan berzakat”, Kriswanto.

Pengurus LAZ UII, Sularno dalam sosialisasi tersebut menyampaikan bahwa zakat merupakan harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim maupun badan usaha untuk diberikan kepada yang berhak menerima sesuai syariat Islam.

Zakat sendiri dibagi menjadi dua yaitu zakat mal dan fitrah. Zakat mal meliputi barang berharga seperti emas, uang, surat berharga, perniagaan, pertanian, peternakan, pertambangan, perindustrian, pendapatan dan jasa, rikaz, dan lain-lain.

Pengelolaan zakat sendiri bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat serta meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan.




SDN Glagaharjo Penyaji Terbaik Festival Langen Carito

Sleman, InfoPublik – Kontingen Kecamatan Cangkringan yang diwakili oleh SDN Glagaharjo yang membawakan lakon “Ajisoko” berhasil menjadi Penyaji Terbaik Pertama dalam Festival Langen Carito Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman selama dua hari, Sabtu-Minggu 8-9 April 2017 di Parkir Utara Lapangan Denggung Sleman.Kontingen Kecamatan Cangkringan berhasil menyingkirkan 16 kontingen kecamatan yang lain se Kabupaten Sleman dengan nilai 90. Menyusul sebagai Penyaji Terbaik Kedua kontingen Kecamatan Kalasan yang diwakili SDN Karangnongko 1 dengan lakon “Arya Penangsang” dengan nilai 89, Terbaik Ketiga kontingen Kecamatan Godean yang diwakili SDN Krajan dengan lakon “Bocah Lola” dengan nilai 88.

Sedangkan sebagai Juara Harapan Pertama kontingen Kecamatan Moyudan yang diwakili SDN Ngijon 1 dengan dengan lakon “Ajisoko” nilai 87, Juara Harapan Kedua kontingen Kecamatan Ngaglik yang diwakili SDN Selomulyo dengan lakon “Babad Alas” dengan nilai 86, dan Juara Harapan Ketiga kontingen Kecamatan Depok yang diwakili SD Budi Mulia 2 dengan lakon “Aji Soko” dengan nilai 84.

Dengaan demikian kontingen-kontingen yang menyandang kejuaraan tersebut berhak atas penghargaan yang berupa trophy, piagam dan uang pembinaan yang secara berturut-turut sebesar ,-, ,-, ,-, ,-, ,-, dan ,-

Selain kejuaraan kelompok juga diambil empat ketrampilan terbaik yang meliputi pemeran putra terbaik 1 adalah pemeran Dewatacengkar dalam lakon “Ajosoko” dari kontingen Kecamatan Depok, pemeran putra terbaik 2 oleh pemeran Sutowijoyo dalam lakon “Ayo Penangsang” Kecamatan Kalasan, pemeran putra terbaik 3 adalah pemeran Ajosoko dalam lakon “Ajisoko” Kecamatan Gamping.

Sedangkan untuk pemeran putri terbaik 1 adalah pemeran Sanijah dalam lakon “Bocah Lola” dari Kecamatan Godean, pemeran putrid terbaik kedua adalah pemeran Biyung dalam lakon “Ajisoko” dari Kecamatan Ngemplak, dan pemeran putri terbaik 3 adalah pemeran Sanijah dalam lakon “Bocah Lola” Kecamatan Minggir.

Selain itu sebagai pengendang terbaik 1 dari Kecamatan Prambanan, pengendang terbaik 2 dari Kecamatan, pembonang terbaik 1 dari Kecamatan Gamping, pembonang terbaik 2 dari Kecamatan Cangkringan dan pembonang terbaik 3 dari Kecamatan Minggir.




Festival untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Sleman – 150 anak yang berasal sembilan sekolah untuk anak autis di Yogyakarta, diantaranya Bina Anggita, Citra Mulya Mandiri, Dian Amanah, Fajar Nugraha, Fredofios, Sekolah Luar Biasa (SLB) Pembina, Primagama, Taruna AL-Quran, Yapenas dan Sekolah Inklusi mengikuti Festival Ajang Bakat Anak Istimewa, Sabtu (8/4). Festival Ajang Bakat Anak Istimewa ini meliputi lomba fotografi, menggambar, mewarnai dan pentas seni.

Rita Ekawati selaku Ketua Panitia Festival Ajang Bakat Anak Istimewa mengungkapkan bahwa festival ini berfungsi sebagai wadah bagi anak-anak penyandang autis untuk menunjukkan bakat serta kemampuannya. Selain itu dari festival seperti ini diharapkan agar orang tua dan masyarakat bisa menerima anak berkebutuhan khusus sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri, sehingga hak-haknya sebagai masyarakat dapat terpenuhi.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengungkapkan bahwa sudah banyak contoh keberhasilan yang diraih oleh anak-anak autis. Maka yang perlu dilakukan oleh orang tua dan masyarakat adalah mengarahkan dan mengoptimalkan kemampuan yang mereka miliki, salah satunya dengan Festival Ajang Bakat ini. Bertepatan dengan Hari Autis Sedunia, Sri Muslimatun berharap agar acara ini tidak hanya berhenti sebagai acara seremonial saja namun juga dimanfaatkan sebagai sarana informasi dan edukasi terhadap masyarakat, sehingga dapat tumbuh kesadaran dan penerimaan masyarakat atas keberadaan anak autis. Selain itu, Sri Muslimatun juga berharap informasi dan edukasi dapat diberikan kepada orang tua untuk mengetahui apa yang perlu dilakukan untuk mengarahkan dan memaksimalkan kemampuan anak dalam mempersiapkan mereka agar dapat mandiri di tengah-tengah masyarakat.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun  membuka Festival Ajang Bakat Anak Istimewa ini di Kantor Kecamatan Depok Kabupaten Sleman. Acara ini diprakarsai oleh Forum Komunikasi Orang Tua dan Masyarakat Peduli Autis Yogyakarta (Forkompak).




Khitanan masal dan donor darah HUT PPNI Ke-43 dan Kabupaten Sleman Ke-101

Sleman – Sebanyak 45 anak mengikuti khitanan masal yang diadakan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sleman bekerjasama dengan Pemkab Sleman di RSUD Sleman, Sabtu (8/4). Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT PPNI ke-43 dan HUT Kabupaten Sleman ke-101.Arif Pramana selaku perwakilan panitia peringatan HUT 101 Pemkab Sleman menyampaikan bahwa khitanan masal dan donor darah tersebut merupakan wujud pengabdian masyarakat yang merupakan rangkaian kegiatan pertama dalam peringatan HUT Pemkab Sleman.

“Tema peringatan HUT Pemkab Sleman ke-101 adalah mewujudkan masyarakat Kabupaten Sleman yang berdaya saing dan berbudaya. Mudah-mudahan melalui program ini bisa mewujudkan generasi sehat karena khitan merupakan syariat dan donor darah berfungsi meregenerasi sel darah”, kata Arif.

Ketua Panitia HUT PPNI Kabupaten Sleman Hary Prasetyo menyampaikan bahwa awalnya target peserta hanya 43 saja sesuai usia PPNI. Namun karena antusias masyarakat yang tinggi akhirnya panitia menambah kuota peserta khitanan masal menjadi 45 orang.

Peserta sendiri tidak hanya dari Sleman namun juga dari luar kota seperti Magelang dan Purworejo. Hary menambahkan bahwa selain khitanan masal, PPNI dan Pemkab Sleman juga melakukan bhakti sosial donor darah dihari yang sama dengan total  partisipan pendonor sebanyak 53 orang.

Sementara itu Direktur RSUD Sleman Joko Hastaryo mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan tersebut merupakan sinergitas antara Pemkab dengan PPNI sebagai wujud kontribusi dalam peningkatan kesejahteraan di bidang kesehatan.

Terkait ketersediaan darah di RSUD Sleman sendiri Joko menjelaskan bahwa pihaknya selalu berkoordinasi dengan PMI dan rumah sakit lainnya untuk memenuhi kebutuhan darah pasien.

“Untuk kebutuhan darah kami memiliki bank darah sendiri, namun kami juga bekerjasama dengan PMI tidak hanya Sleman saja tapi juga daerah lainnya serta rumah sakit lain untuk memenuhi ketersediaan darah bagi pasien”, kata Joko.