Gapeksindo Resmi Mempunyai Pengurus Baru

Sleman – Musyawarah Daerah III Dewan pimpinan Daerah Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (DPD Gaspeksindo) DIY dan Muscab Gapeksindo Sleman saecara resmi dibuka oleh Kepala Biro Administrasi Paerekonomian dan SDM Ir. Sugeng Purwanto, MMA mewakili Gubernur DIY.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan Bende, yang pada kesempatan tersebut didampingi Ir. Sunarto D Soedarmo, MM, Sumarsono BE, ST dan  Ir. H. Suharjanto. Hadir pada kesempatan anggota  DPD Gapeksindo DIY maupun Gapeksindo Cabang Sleman.

Dalam sambutan tertulisnya Gubernur DIY yang dibacakan Kepala Biro Administrasi Paerekonomian dan SDM Gubernur DIY antara lain menyampaikan bahwa dalam pembangunan bangsa, perusahaan konstruksi mempunyai peranan penting dan sangat strategis.

Mengingat perusahaan konstruksi menghasilkan produk akhir berupa bangunan atau bentuk fisik lainnya, baik yang berupa prasarana maupun sarana yang berfungsi guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan berbagai bidang lainnya, terutama bidang ekonomi, sosial dan budaya yang bermuara untuk mewujudkan masyarakat sejahtera.

Untuk itu perusahaan konstruksi diharapkan akan semakin mampu mengembangkan perannya dalam pembangunan, melalui peningkatan keandalan yang didukung oleh struktur usaha yang kokoh dan mampu mewujudkan hasil pekerjaan konstruksi yang berkualitas.

Lebih lanjut disampaikan bahwa saat ini konstruksi merupakaan bidang usaha yang banyak diminati oleh masyarakat di berbagai tingkatan, sebagimana terlihat dari makin besarnya jumlah bidang usaha jasa konstruksi dan diharapkan juga diikuti dengan peningkatan kuaalitaas dan kinerjanya, yang tercermin pada mutu produk, ketepatan waktu perlaksanaan serta efisien pem,anfaatan sumber daya manusia, modal dan teknologi.

Sedangkan ketua Muscab Saronto, ST melaporkan bahwa Muscab diikuti oleh semua anggota Gapeksindo yang akan melakukan Muscab untuk memilih pengurus baru periode 2017-2022 dan sekaligus pelantikan.

Setelah melalui musyawarah maka kepengurusan Gapeksindo provinsi DIY sebagai Ketua umum Ir. Suharjanto, Sekretaris umum H. Saronto, SE dan Bendahara umum H. Sugeng Sudarmaji, ST dan masih dilengkapi kepengurusan yang lain.

Sementara Gapeksindo Kabupaten Sleman periode 2017-2022 sebagai Ketua umum Suparjo, SE, Sekretaris Wahyu Santosa, ST, Bendahara Ari Mulbiyanto, ST dan dilengkapi dewan penasehat, dewan pertimbangan dan kepengurusan yang lain.




Langen Carito Ciptakan Iklim Kreatif di Sleman

Sleman – Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan DIY menyelenggarakan Festival Langen Carito Tingkat Kabupaten Sleman yang diikuti 17 kontingen se Kabupaten Sleman selama dua hari Sabtu – Minggu, 8 – 9 April 2017 mulai pukul WIB di Parkir Utara Lapangan Denggung Sleman. 

Langen carito merupakan sebuah pementasan cerita (teater) yang berupa gabungan tarian & tembang diiringi seperangkat gamelan. Festival langen carito ini merupakan salah satu agenda Gelar Budaya Jogja yang merupakan program besar Dinas Kebudayaan DIY.

Demikian dinyatakan oleh Plt Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman HY Aji Wulantara, SH, , dikantornya Jl. KRT Pringgodiningrat Beran Tridadi Sleman, Jum’at (7/4)

Aji menambahkan bahwa penyelenggaraan festival langen carito tersebut dimaksudkan untuk menciptakan iklim kreatif bagi pengembangan seni tradisi khususnya di Kabupaten Sleman, meningkatkan apresiasi masyarakat, menumbuhkan kreativitas dan gagasan menarik tentang langen carito ditengah budaya masyarakat, serta untuk mempopulerkan kembali seni tradisi agar tidak musnah.

Hari Pertama, Sabtu 8 April 2017 dari 8 kontingen yaitu SDN Mlati2 Mlati, SDN Percobaan 3 Pakem, SD Muh Ambarketawang Gamping, SDN Ngangrung Turi, SDN Pencar Ngemplak, SDN Krajan Godean, SDN Glagaharjo Cangkringan, SD Kanisius Mangunan Berbah.

Hari Kedua, Minggu 9 April 2017 dari 9 kontingen yaitu SD Muh 2 Sleman, SD Budi Mulia 2 Pandeansari Depok, SDN Banyurejo 2 Tempel, SDN Gendengan Seyegan, SDN Karangnongko 1 Kalasan, SDN Sendangrejo Minggir, SDN Ngijon 1 Moyudan, SDN Delegan 2 Prambanan dan SDN Selomulyo Ngaglik.

Dalam festival tersebut akan dipilih Penyaji Terbaik 1,2 dan 3 serta Juara Harapan 1,2 dan 3. Selain itu juga akan dipilih peran putra terbaik 1,2 dan 3, peran putri terbaik 1,2 dan 3, pengendang terbaik 1,2 dan 3 serta pembonang terbaik 1,2 dan 3.

Untuk penyaji terbaik dan juara harapan akan memperoleh hadiah berupa trophy, sertifikat dan uang pembinaan secara berturut-turut sebesar , , , , dan ,-.




Operasi TMMD Sengkuyung Ke-98 Dimulai

Sleman – Operasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung ke-98 Tahap I TA. 2017 dimulai. TMMD dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun di Lapangan Punthuk Wonokerto, Turi pada Rabu (5/4).

Kapten Inf. Arly Iskandar selaku Pasiter Kodim 0732/Sleman menyampaikan bahwa dalam TMMD di Desa Wonokerto tersebut pembangunan meliputi sasaran fisik seperti pembuatan jalan sepanjang 548 meter lebar 6 meter, talud jalan panjang sepanjang 100 meter tinggi 50 cm, rehab 1 buah masjid, pembuatan jembatan, dan 6 buah gorong-gorong.

Selain pembangunan fisik, pembangunan juga menyasar pada pembangunan non fisik seperti penyuluhan PPBN atau wawasan kebangsaan, Kambtimas dan narkoba, KB dan kesehatan, pertanian, serta penyuluhan mental dan rohani.

TMMD Sengkuyung ke-98 menurut Arly akan dilaksanakan selama 30 hari dimulai dari tanggal 5 April 2017 hingga 4 Mei 2017. Sumber dana TMMD sendiri berasal dari APBD DIY sebesar Rp ,-, APBD Kabupaten Sleman Rp ,-, bantuan dari Baznas Rp ,-, bantuan swadaya masyarakat berupa tenaga senilai Rp ,-, dan bantuan bibit ikan nila 25 kg dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan.

Sementara itu Sri Muslimatun mengapresiasi dan berterimakasih kepada  TNI  atas salah satu wujud Operasi Bhakti  TMMD sengkuyung merupakan program terpadu lintas sektoral TNI dengan Pemerintah Daerah yang dilaksanakan secara terintregrasi bersama masyarakat.

Menurutnya kegiatan TMMD yang berlangsung di Kabupaten Sleman telah mampu menggerakkan pembangunan infrastruktur di desa sehingga dapat membantu roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Sleman.

Selain itu kegiatan tersebut juga merupakan sarana untuk menjaga keharmonisan hubungan dan komunikasi antara jajaran TNI dengan jajaran masyarakat serta jajaran aparat Kabupatren Sleman.

Melalui program TMMD ini Muslimatun berharap dapat meningkatkan kesetiakawanan sosial guna meningkatkan ketahanan sosial masyarakat. Pencanangan TMMD juga diharapkan mampu memberdayakan masyarakat agar mereka mempunyai daya dan upaya untuk lepas dari masalah kemiskinan sekaligus memberdayakan diri untuk berdikari.

”Oleh karena itu saya sangat mendukung pelaksanaan program TMMD ini karena program ini dilaksanakan melalui proses perencanaan yang mengutamakan aspirasi dan kepentingan masyarakat di daerah dengan menggunakan bottom up planning system yang dilaksanakan secara komprehenif dan integral, karena melibatkan semua unsur yang terkait mulai dari tingkat Desa”, kata Muslimatun.




Keterpaduan Kebijakan dan Program Tingkatkan Kualitas Keluarga

Sleman – Bupati Sleman, Sri Purnomo menghadiri acara Evaluasi Kesatuan Gerak PKK, KB-Kes Tingkat Nasional di Desa Mardikorejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, Kamis (6/4). Pada kesempatan tersebut, hadir pula dewan juri lomba Evaluasi Kesatuan Gerak PKK, KB-Kes Tingkat Nasional dari Pembinaan Kesejahteraan Keluarga(PKK) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Juri yang dipimpin oleh Ketua Pokja IV TP PKK, Laksmi Widiastuti,  terlebih dahulu memonitor dan menilai beberapa tempat pelayanan dan kegiatan kesehatan yang di desa Merdikorejo.

Adapun kegiatan Desa Mardikorejo yang dinilai oleh dewan juri diantaranya adalah kegiatan Bina Keluarga Balita, Posyandu Balita, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Bina Keluarga Lansia, Posyandu Lansia, Senam Lansia, Pelayanan KB, Pelayanan IV A, Bina Keluarga Remaja, PKK, Bazar, Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga) dan Simulasi Pola Asuh Anak. Ketua Pokja IV TP PKK Laksmi Widiastuti.

Sementara itu, Sri Purnomo mengungkapkan bahwa Pemkab Sleman terus berupaya meningkatkan kualitas keluarga masyarakat, melalui keterpaduan kebijakan dan pelaksanaan program di berbagai bidang. Dengan program yang terintegrasi diharapkan upaya – upaya di bidang KB, Kesehatan dan pemberdayaan perempuan dapat semakinmeningkatkan capaian kesejahteraan masyarakat.

Sasaran program KB tak hanya pada kaum ibu namun  juga pada kaum pria. Pada tahun 2016 jumlah peserta KB aktif sebanyak , dengan peserta KB wanita sebanyak dan KB pria , sementara itu jumlah peserta KB baru sebanyak .

Selain itu, Sri Purnomo juga menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan di Sleman  telah didukung oleh 25 Puskesmas yang seluruhnya telah terstandarisasi ISO, 69 puskesmas pembantu,  posyandu, 28 rumah sakit serta didukung oleh 131 bidan puskesmas dan 50 bidan praktek.

Bupati Sleman tersebut menambahkan bahwa usia harapan hidup di Sleman mencapai 76,13 tahun di atas rata-rata DIY 74 tahun dan nasional 70,68 tahun, angka kematian bayi per kelahiran hidup (KH) sebesar 0,35 sedangkan DIY sebesar 16 dan nasional 34 per KH.

Demikian juga dengan angka kematian ibu melahirkan tahun 2016 adalah sebesar 56,59 per KH dan lebih rendah dari angka nasional yaitu sebesar 226 per  KH.

Desa Mardikorejo merupakan desa perwakilan dari Kabupaten Sleman Yogyakarta dalam lomba Kesatuan Gerak PKK, KB-Kes Tingkat Nasional yang pemenangnya akan diumumkan di Jakarta nantinya.




Pembinaan Rohani Jelang Peringatan Paskah

Sleman – Pelayanan terhadap masyarakat merupakan kewajiban Pegawai Negeri Sipil (PNS) baik pusat dan daerah. PNS dituntut untuk memberikan pelayanan yang optimal sebagai komitmen dan dedikasi pengabdian kepada masyarakat.

Bertepatan dengan Peringatan Hari Paskah pada Jumat 14 April 2017, Panitia Hari Besar Kristiani Kabupaten Sleman menggelar pembinaan rohani dalam rangka menyambut Hari Paskah 2017.

“PNS Kabupaten Sleman harus memiliki karakter yang kuat dan dapat menjadi teladan bagi masyarakat”, kata Ketua Panitia Hari Besar Kristiani Kabupaten Sleman, Ir. Jenu Santosa, di Gereja Santo Thomas, Seyegan Sleman, Jumat (7/4).

Romo Suyatno Yoseph Suyatno Hadi Atmojo, pr menyampaikan dalam hidup manusia harus selalu menjaga ibadahnya kepada Tuhan dan menjaga toleransi antar umat baik seagama maupun lintas agama. Sebagai PNS harus tertanam jiwa sosial untuk selalu melayani masyarakat baik dalam jam kerja atau ketika sudah berbaur dengan masyarakat. Toleransi antar umat beragama diaplikasikan dalam kegiatan kemasyarakatan tanpa memandang perbedaan di bidang agama.

Hal tersebut sejalan dengan sumpah pegawai pemerintah sebagai pelayan masyarakat tanpa memandang Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA). Intoleransi agama hanya akan menimbulkan masalah SARA, tambahnya.

Dalam acara tersebut terkumpul kolekte Rp. ,- yang akan diserahkan ke Gereja Druju sebesar Rp ,- dan sisanya untuk bakti sosial pada Minggu (9/4) di Prambanan.