SD Turi 2 Salurkan Dana Program Indonesia Pintar Tahun 2016 kepada 63 Siswa

Turi – Kepala Sekolah SD Turi 2, Supriyadi menyerahkan dana dari Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2016 pada Sabtu (6/5).

PIP merupakan bantuan berupa uang tunai dari pemerintah yang diberikan kepada peserta didik yang orang tuanya tidak dan/atau kurang mampu membiayai pendidikannya. PIP ini juga sebagai kelanjutan dan perluasan sasaran dari program Bantuan Siswa Miskin (BSM).

Di SD Turi 2 total terdapat 63 siswa dari yang memeroleh dana dari program ini. Berikut rincianny kelas 1, 2 orang laki-laki; kelas 2, 6 orang laki-laki dan 6 orang perempuan; kelas 3, 6 orang laki-laki dan 5 orang perempuan; kelas 4, 4 orang laki-laki dan 7 orang perempuan; kelas 5, 3 orang laki-laki dan 12 orang perempuan, kelas 6, 5 orang laki-laki dan 7 orang perempuan.

Proses penyerahan ini disaksikan oleh Ketua Komite SD Turi 2. Ketua Komite menekankan kepada orang tua agar penggunaan dana yang diberikan ini disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan anak.




Pelatihan Pengelolaan Ikan Air Tawar Beri Solusi Masalah Pasokan Ikan di DIY

Ngaglik – Sabtu (6/5), Tempat Distribusi dan Pemasaran Ikan Nogotirto Gamping Sleman mengadakan Pelatihan Pengelolaan Ikan Air Tawar yang diikuti oleh 31 peserta dari DIY dan Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Parijo, Ketua Penyelenggara sekaligus Pimpinan Tempat Distribusi dan Pemasaran Ikan Air Tawar Nogotirto menyebutkan selama ini para pekerja yang bekerja dan mengelola kolamnya sendiri masih mengalami kesulitan dalam managemen budi daya air tawar.

Pelatihan ini mengajak para peserta untuk bersatu dalam pengelolaan ikan air tawar sehingga apabila ada permasalahan bisa dicarikan solusinya, misalnya masalah pemasaran maupun pasokan ikan yang apabila dilakukan pemasaran bersama kesulitan bisa diselesaikan dengan baik

Parijo menambahkan kebutuhan ikan di DIY masih sebagian besar dipasok dari luar DIY sebab pemasok DIY cenderung berjalan sendiri-sendiri. Oleh karena itu, diperlukan manajemen yang baik, misalnya pasokan ikan Lele akan dipusatkan di Kulon Progo, Nila dipasok Sleman, Gurameh dari Gunung Kidul, dan ikan lainnya diambil dari Bantul dan Kota sebagai pasar yang potensial.

Dalam pelatihan ini juga mengajarkan peserta soal pembudidayaan Lele dengan metode RAS (Recycle Aquaculture System) yang dikembangkan oleh Aswin. Metode ini dapat menghasilkan lele yang sehat dan berkualitas. Kepercayaan pasar pun bisa dipertahankan karena kuantitas ikan yang diminta bisa terpenuhi dan kontinuitasnya terus terjaga.

Selain itu, dalam upaya agar terjauh dari kandungan zat-zat kimia yang berlebihan maka dikenalkan pula cara pengelolaan memakai organik oleh Ikhsan dari Beji Gunung Kidul. Pengelolaan ikan ini bisa membuat hasil budidaya ikan yang sehat dan alami.