Bersama Faskel, BKM Bakti Manunggal Donokerto Turi Adakan Rapat Anggota

Turi – Minggu (7/5) pukul WIB, BKM Bakti Manunggal Donokerto Turi mengadakan rapat anggota bersama fasilitator kelurahan (faskel). Rapat ini membahas beberapa hal penting, yakni laporan keuangan Unit Pengelola Keuangan (UPK), persiapan pameran, dan persiapan lomba desa. Selain itu, di rapat ini juga memperkenalkan anggota faskel baru. KIM Donokerto

 




Gunungan Ayam Wujud Rasa Syukur Warga Bendan

Sleman – Gunungan Ayam berisi potongan ayam goreng setinggi 4 meter dengan diamater 3,5 meter dikirab mengelilingi komplek Candi Sari, Bendan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Minggu (7/5). Kirab dimulai dari sisi timur Komplek Candi Sari dan berakhir di sisi selatan candi. Gunungan Ayam sendiri terdiri dari 265 ekor ayam yang dibagi 7 bagian atau menjadi 1855 kantong plastik. 

Kirab tersebut merupakan kegiatan “La Culture de Jogja” yang diadakan sebagai bagian dari tugas akhir oleh mahasiswa FISIPOL Program Studi Komunikasi UPN “Veteran” Yogyakarta. Kirab ini sudah berlangsung sejak tahun 2013. Kirab ini merupakan perwujudan rasa syukur warga masyarakat atas rejeki yang telah diberikan kepada para pengusaha ayam goreng di Dusun Bendan.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi positif dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra. Hj. Sudarningsih, yang diwakili oleh Kepala Seksi Analisa Pasar, Dokumentasi dan Informasi Pariwisata, Kus Endarto, SE, mengatakan  dengan adanya event ini, diharapkan dapat menjadi alternatif pilihan wisata budaya di Kabupaten Sleman dan sekaligus memperkaya daya tarik wisatawan ke Candi Sari.

Kedepan diharapkan kerjasama ini dapat berlanjut dengan lebih baik lagi, dengan koordinasi bersama antara instansi terkait seperti Dians Pariwisata, Dinas Kebudayaaan, Dians Perindag, Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, Kecamatan Kalasan, Sentra Pengusaha Ayam, dan Masyarakat, serta pihak Universitas, tambahnya.

Kirab budaya ini sekaligus untuk menyambut peringatan hari jadi Kabupaten Sleman ke – 101. Selain itu, kirab budaya gunungan ayam melibatkan 30 pengusaha ayam goreng di Dusun Bendan.




Undang Komunitas Untuk Promosikan Desa Wisata Kelor

Sleman –  Desa Wisata Kelor Bangunkerto, Turi, Sleman mengundang beberapa komunitas guna menyemarakkan ulang tahunnya yang ke-11 pada Minggu (7/5). Adapun komunitas yang diundang adalah Sorlok Plus, KP Plus, dan Mawar Biru.Menurut Endro Harwanto, Kepala Desa Wisata Kelor, Bangunkerto, Turi, Sleman, mengundang komunitas merupakan sarana mereka untuk mempromosikan potensi Desa Wisata Kelor.

“Kita ingin Desa Wisata ini lebih dikenal khususnya daerah Yogyakarta, karena ini kan ada komunitasnya, manfaatnya tidak hanya untuk senang-senang tapi ada gethok tularnya atau informasinya dari pengunjung komunitas tersebut”, ujar Endro.

Endro juga mengharapkan dengan menginformasikan keberadaan Desa Wisata Kelor ini ke luar maka Desa Wisata Kelor bisa berkembang dengan lebih baik. Seperti diketahui, keberadaan Desa Wisata Kelor ini telah mampu mengangkat perekonomian masyarakat sekitar, utamanya mereka para petani salak pondoh. Sebab, salah satu fasilitas yang ditawarkan dari Desa Wisata Kelor ini adalah memetik salak pondoh dan menikmatinya secara langsung.

Selain itu, Desa Wisata Kelor ini juga menawarkan beragam fasilitas lain, seperti outbond, camping ground, dan susur sungai. Tak heran jika pengunjung yang datang mencapai ribuan.

“Per tahun sekitar 10-12 ribu”, tutur Endro.

Tahun ini, Desa Wisata Kelor berhasil meraih juara 1 desa wisata terbaik se-Kabupaten Sleman dan akan segera maju ke tingkat provinsi. Meski demikian, ke depannya Endro tetap memiliki target yang ingin dicapai Desa Wisata Kelor ini.

“Ke depannya kita ingin mengembangkan tentang wajah desa ini, areal-areal permainan khususnya yang masih tradisional yang kita jadikan icon-icon agar lebih berguna untuk masyarakat menengah ke atas, yang tidak kenal permainan tradisional”, tambah Endro.




Messenger of Peace Adakan Bersih Sungai Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan

Foto Oleh @spwsleman

Sleman – Messenger of Peace adakan bersih sungai di Sungai Buntung Besar,  Donoharjo , Sariharjo sampai Sinduadi pada Minggu (7/5). Messenger of Peace merupakan gugus tugas dari Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sleman. Acara ini terselenggara atas kerjasama dengan Forum Komunikasi Winongo Asri.

Berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi lingkungan Sleman yang kurang bersih, terutama sungai yang sering digunakan sebagai tempat pembuangan sampah oleh warga sekitar bantaran sungai.

Dan, sadar akan sedikitnya kegiatan bakti di lingkungan Sleman menyebabkan adanya degradasi atau penurunan kepedulian dan kesadaran generasi muda mengenai lingkungan serta kemasyarakatan.

Oleh karena itu, kami, Messengers of Peace melaksanakan aksi damai dengan bentuk kegiatan bakti pembersihan sungai di Sleman untuk turut serta memecahkan masalah tersebut.

“Membuat sungai di Sleman menjadi lebih bersih dalam kaitannya dengan keindahan, kesehatan, dan pencegahan kejadian tidak diinginkan seperti banjir. Dan, menumbuhkan kembali jiwa sosial generasi muda di Sleman untuk peduli terhadap lingkungan dan masyarakat”, ujar Panitia Messengers of Peace, Rari.

Sedangkan untuk Gerakan Pramuka kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan Pramuka mengenai biolitik, teknik analisis sungai, dan cara penilaian derajat pencemaran sungai. Dan, merekatkan kembali dan mengaktifkan kembali hubungan antara Satuan Karya, Dewan Kerja Ranting, Dewan Kerja Cabang,dan Anggota Pramuka di Kabupaten Sleman, tambahnya.

Diikuti oleh 100 peserta yang terbagi menjadi 10 kelompok, kegiatan dimulai dengan membersihkan dan menganalisis lingkungan Sungai Buntung dalam radius 200 meter dan dilanjutkan susur sungai sejauh 2 km. Peserta meliputi Gerakan Pramuka, Dewan Messenger of Peace, Satuan Karya dan Dewan Saka Kabupaten Sleman, Dewan Kerja Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sleman, Forum Komunikasi Winongo Asri.