Ramaikan Hari Jadi Kabupaten Sleman dengan Lomba Wajah dan Administrasi Padukuhan

Gamping – Dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Sleman ke-101, pemerintah Kecamatan Gamping mengadakan Lomba Wajah dan Administrasi Padukuhan. Senin (8/5) pukul WIB, tim penilai perlombaan dari Kecamatan Gamping hadir di Padukuhan Salakan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping.

Tim penilai berasal dari berbagai instansi, seperti Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan, Subagyo, SE, Kepala Seksi Pelayanan Umum, , , Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban, Gandung Suwarto, , Kepala Unit Bimas Polsek Gamping, Ipda Totok Subaryanto, UPK Kecamatan Gamping, Atun dan Fenty, serta para juri lainnya.

Dalam kesempatan ini, hadir juga Camat Gamping, Abu Bakar, , , Komandan Koramil 17/Gamping, Kapten Suwardi, Sekretaris Kecamatan Gamping, Ratnadi Sosiawan, , Kepala Desa Trihanggo, Herman Budi Pramono, S.E, dan Kepala Padukuhan Salakan, Suyono, serta warga Padukuhan Salakan yang berjumlah 900 orang.

Kedatangan Camat Gamping disambut warga Padukuhan Salakan dengan pengalungan bunga melati yang dilakukan oleh Putri Berprestasi Padukuhan Salakan, Azzahra Salsabila. Selain itu, tim penilai juga disuguhi atraksi kesenian Jathilan dan Bregodo Sureng Pati.

Dalam Lomba Wajah dan Administrasi Padukuhan ini, lokasi atau objek yang dinilai adalah administrasi keseluruhan, Bank Sampah, tanaman produksi dan toga, home industry (pembuatan kaos, pembuatan blangkon dan perlengkapannya, produksi makanan tradisional), kebersihan jalan dan tempat ibadah padukuhan, papan nama dan pagar padukuhan, pos kamling, tugu sleman sembada, serta gapura.

Penilaian lomba ini diakhiri pada pukul WIB dan ditutup dengan doa bersama serta saling berjabat tangan.




Lomba Hari Jadi Sleman Ke-101 Semarak

Sleman – Kemeriahan hari jadi Sleman ke 101 tahun 2017 nampak di hari Minggu, 7 Mei 2017. Berbagai kegiatan dan lomba dilaksanakan bersamaan ditempat yang berbeda, seperti lomba Lari Sembada 15 K di Stadion Tridadi,  lomba Burung Berkicau Piala Pakualam di Lapangan Pemda Sleman, Gelar Senam Sehat Sekaligus ulang tahun Persit Candra Kirana KODIM Sleman di Lapangan Denggung, dan lomba panahan tradisional gaya Mataram (Jemparingan) di Lapangan Pandowoharjo Sleman.

Pelaksanaan lomba lari 15 K dilepas Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI, diikuti kurang lebih 800 peserta. Lomba ini mempertandingkan untuk tingkat SD putri juara I  diraih Mutiara P SD Muh Gendol, untuk SD putra juara I diraih Luken SDN Sentul, untuk SMP Putra juara I diraih Latief Raihan SMPN 2 Tempel dan SMP Putri Juara I diraih Riski Damayati SMPN 2 Tempel.

Sedangkan untuk Umum Putri juara I diraih Miftahul Janah SMAN I Seyegan, untuk umum Putra Juara I diraih Yanuar Prihantoro, Tropphy juara diserahkan oleh Sekda Sleman Sumadi, SH, MH didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga serta Ketua PASI DIY, PASI Sleman dan KONI Sleman.

Selain itu kemeriahan juga nampak pada lomba jemparingan yang diikuti oleh 213 peserta yang terdiri dari 186 peserta umum dan 27 peserta pemula. Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Cabang Sleman Joko Marhendarto mengatakan bahwa jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya diikuti oleh 140 peserta. Selain dari Sleman, peserta juga hadir dari beberapa klub jemparingan Jogja dan sebagian Jawa Tengah.

Sri Purnomo mengapresiasi terselenggaranya lomba jemparingan tersebut karena salah satu wujud nguri-uri budaya. Menurutnya, jemparingan sudah ada sejak ratusan tahun lalu saat jaman Kerajaan Mataram. Tradisi tersebut dilakukan oleh bangsawan kerajaan dan menjadi pertandingan rutin hingga sekarang.

Berbeda dengan panahan biasanya, jemparingan mewajibkan pesertanya menggunakan busana tradisional Jawa. Dalam melepaskan busur panah, para peserta menggunakan panah tradisional atau gandhewa dengan posisi duduk bersila dan sasarannya berwujud bandhulan.




Perpustakaan Desa Sukoharjo Maju Lomba Tingkat Nasional

Ngaglik- Senin (8/5), Perpustakaan Desa Sukoharjo dengan Gerakan Sukoharjo Cerdas (GSC) maju ke tingkat nasional untuk mengikuti lomba perpustakaan desa. Sebelum maju ke tingkat nasional ini, perpustakaan Desa Sukoharjo telah dinilai oleh tim dari tingkat DIY, demikian disampaikan Ketua Perpustakaan Desa Sukoharjo, Dwi Ari Libaryanto, ST di Kompleks Balai Desa Sukoharjo kemarin.

Di kesempatan yang sama, Kepala Desa Sukoharjo,  Hadi Subronto dalam sambutanya mengaku sangat bangga karena perpustakaan ini dalam pengembangannya dikelola oleh generasi muda yang aktif dan kreatif.

Ke depannya, diharapkan perpustakaan Desa Sukoharjo ini dapat diarahkan untuk anak-anak, remaja, dan keluarga sehingga masyarakat Desa Sukoharjo semakin cerdas sesuai dengan program Gerakan Sukoharjo Cerdas.

Tak sampai di situ saja, perpustakaan ini juga merupakan ikon yang dikembangkan pengurus dengan visi “Terwujudnya Perpustakaan Sebagai Sumber Informasi Pengembangan Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi sebagai Sarana menuju Generasi Cerdas dan Berprestasi”.

Untuk sementara, jumlah buku yang tersedia di perpustakaan ini berjumlah buah dari berbagai judul dan bidang, seperti pendidikan, kesehatan, budaya dan lainnya sebagainya.***




Safari Jumat di Masjid Al Ma’un Seyegan

Sleman – Safari Jumat minggu pertama bulan Mei 2017 berada di Masjid Al Ma’un Mranggen Margodadi Seyegan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Sumadi, SH, MH mewakili Bupati Sleman.Ikut mendampingi Sekda Sleman pada kesempataan tersebut antara lain Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Sutadi Gunarto, , Kepala Satpol PP Drs. Hery Sutapa, Kepala Dinas Perhubungan Drs. Mardiyana, Diraektur Bank BPD DIY Cabang Sleman, dll.

Sekda Sleman pada kesempatan tersebut juga menyerahkan bantuan berupa uang total sejumlah Rp. yang taerdiri dari Bantuan Pemkab Sleman sejumlah 4,5 juta rupiah, Basnaz Sleman 3 juta rupiah, Bank BPD Sleman 1 juta rupiah, Kecamatan Seyegan 1 juta rupiah, Desa 1 juta rupiah dan infaq jamaah sholat Jumat Rp. .

Sedangkan Sumadi pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa syiar agama di wilayah Seyegan khususnya di Mranggen sangat baik terbukti jamaah sholat Jumat dipadati jamaah, dan Pemkab Sleman mendorong untuk memakmurkan Masjid. Lebih lanjut disampaikan masyarakat jngan mudah terhasut dengan isu – isu yang tidak bertanggung jawab dan cenderung, mengadu domba.

Menyinggung kenakalan remaja yang sudah cenderung kriminal dan anarkis, orang tua harus selalu mengawasi dan memperhatikan anaknya. Fungsi masjid saat ini tidak hanya untuk ibadah saja namun juga untuk kegiatan sosial dan saebagai sntral pembinan generasi muda.

Sementara itu Camat Seyegan Budi Sutamba maalporkan bahwa di Kecamatan Sleman angka kemiskinan maasih cukup tinggi, terutama rumah tidak layak huni pada tahun 2014 ada . Dan sampai tahun 2016/2017 ini sudah berkurang tinggal 997 rumah, itu perlu perhatian pemerintah.