Gladi Lapang Desa Tirtomartani Kalasan Sleman Libatkan Ratusan Warga

Sleman – Rabu (10/5), telah berlangsung Gladi Lapang penanggulangan bencana erupsi Gunung Merapi oleh Desa Tangguh Bencana (Destana) Desa Tirtomartani Kalasan Sleman di Barak Pengungsian Tirtomartani. Gladi Lapang ini adalah kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Lembaga KYPA dengan melibatkan 200 warga dari 17 pedukuhan yang ada di Desa Tirtomartani.

Bupati Sleman yang diwakili oleh Sekretaris BPBD Kabupaten Sleman, Asih Kushartati, ,MT, menyampaikan bahwa Gladi Lapang ini merupakan upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi erupsi Gunung Merapi.

Dengan adanya Gladi lapang ini diharapkan jatuhnya korban jiwa akibat bencana erupsi Gunung Merapi dapat diantisipasi karena masyarakat sudah mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan pada saat kondisi darurat terkait bencana terjadi.

Dalam kesempatan yang sama, tim Destana yang didukung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Desa, Perangkat Desa, Karang Taruna, Relawan, BPBD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tim Unit Operasional Kecamatan, dan Tim Unit Pelaksana Desa, resmi dikukuhkan.

Terpilihnya Desa Tirtomartani sebagai Destana tak lain karena jarak Desa Tirtomartani ke Gunung Merapi yang diperkirakan mencapai 23 km. Jarak ini dirasa aman dari bahaya utama erupsi Gunung Merapi sehingga Desa Tirtomartani dapat dijadikan desa penyangga dari Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sleman Heru Saptono, dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini sudah terbentuk 34 Destana di Kabupaten Sleman dan Desa Tirtomartani merupakan desa berikutnya yang dikukuhkan.

“Desa Tirtomartani merupakan desa ke-35 di tahun 2017 sementara Pemerintah Kabupaten Sleman telah mempersiapkan 36 desa untuk dijadikan Desa Tangguh Bencana,” ujar Heru.

Heru pun menambahkan, Destana tersebut sekaligus dijadikan wujud kesiapsiagaan desa terhadap tujuh ancaman bencana yang perlu diwaspadai, di antaranya erupsi gunung Merapi, Banjir, Puting Beliung, Tanah Longsor, Kekeringan, Kebakaran dan Gempa Bumi.




TPA/KB/TKIT Nurul Islam Maju Lomba Gugus PAUD Berprestasi se-Kabupaten Sleman

Gamping – Rabu (10/5) pukul WIB, Tim Penilai Apresiasi Gugus PAUD Berprestasi Tingkat Kabupaten Sleman tahun 2017 melakukan penilaian di Gugus PAUD III Kecamatan Gamping, Sleman. Penilaian ini dilakukan dalam rangka Lomba Gugus PAUD Berprestasi se-Kabupaten Sleman tahun 2017.

Untuk tahun ini, lokasi yang dinilai adalah TPA/KB/TKIT Nurul Islam yang beralamatkan di Dusun Bedog, , Kecamatan Gamping, Sleman. Kepala Sekolah TPA/KB/TKIT Nurul Islam, Nur Rohmah Fitriyanti, menuturkan bahwa sekolah yang diampunya memiliki guru dan karyawan sebanyak 27 orang. Sementara, guru bersertifikasi dengan pendidikan S1 berjumlah 7 orang.

TPA/KB/TKIT Nurul Islam juga memiliki 6 kelas yaitu kelas A ada 3 kelas yg berisi 3 rombongan belajar yang masing-masing diisi 17 siswa. Kemudian kelas B juga ada 3 kelas dengan 5 rombongan belajar yang diisi masing-masing 15 siswa. Setiap rombongan belajar ini diampu oleh 1 orang guru.

Acara dibuka pada pukul WIB dan dilanjutkan penilaian oleh juri yang terdiri dari unsur Pengawas, Ornit/HIMPAUDI, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, dan forum.

Menurut salah satu juri yaitu Sriningsih Sulistyowati, Kepala Seksi Kelembagaan dan Peserta Didik Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, penilaian dilakukan dari sisi pembelajaran (KBM), sarana prasarana penunjang KBM, peran serta atau partisipasi masyarakat yang mendukung lembaga, dan prestasi kepala sekolah/guru/lembaga/peserta didik.

Selain itu menurut juri yang lain, Zainudin, administrasi pendidikan oleh lembaga pendidikan juga dinilai, seperti manajemen gugus, manajemen lembaga, dan manajemen pembelajaran.

Lomba Gugus PAUD Berprestasi ini dilaksanakan di 17 kecamatan se-Kabupaten Sleman di mana penyandang juara 1 akan mewakili Kabupaten Sleman untuk lomba tingkat Provinsi DIY yang kemudian pemenangnya akan maju di tingkat nasional. Adnan/




Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Adakan Pagelaran Wayang Kulit

Sleman – Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman adakan Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon “Gatotkaca Lahir” oleh Dalang Cilik Muhammad Zaki Aditama dari SD N Pucung, Tamanmartani, Sleman Menyambut Hari Jadi Kabupaten Sleman ke – 101 dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2017 di Halaman Pendidikan Dinas Kabupaten Sleman, Rabu (10/5).

Dalam kesempatan tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan Arif Haryono, SH menyampaikan Hardiknas menjadi momentum untuk pembenahan mutu pendidikan di Kabupaten Sleman agar lebih baik lagi. Hal tersebut dapat dilihat dari suksesnya pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP/MTS di Kabupaten Sleman.  Sukses pelaksanaan UNBK di Kabupaten Sleman dapat diukur dari 2 indikator yaitu sukses penyelenggaraan dan  sukses prestasi.

Arif berharap dengan suksesnya pelaksanaan UNBK tingkat SMP/MTS yang mengantarkan Kabupaten Sleman menempati rangking pertama tingkat provinsi dapat berlanjut ke tingkat nasional.

Sedangkan untuk pelaksanaan pendidikan untuk anak sekolah dasar telah terbantu oleh pembiayaan pemerintah pusat dan Kabupaten Sleman melalui dana BOSS. Dana BOSS diperuntukkan untuk siswa dari keluarga tidak mampu dan siswa yang putus sekolah di Kabupaten Sleman.

Selain Zaki, pagelaran tersebut juga dimeriahkan oleh Aditya Sandi dari SD N Kaliduren, Moyudan, dan Staf Seksi Sejarah, Nilai Budaya, Adat dan Tradisi Dinas Kebudayaan Sleman Yohanes Jasminto, .