Masyarakat dan Budaya Sleman Jadi Sokoguru Keistimewaan Yogyakarta

Sleman – Puncak acara Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-101 tahun ditandai dengan upacara di Lapangan Denggung, Senin (15/5). Puncak acara ini didukung oleh 69 Bregada (Pasukan-red), seperti Cucuk Lampah, Gotri Selo Aji, Prajurit Asem Gedhe, Krapyak, Seyegan, Mbah Bregas, Tunggul Wulung, Kalirase, Tunggul Arum, Kalibulus, Batok Bolu, Sentana Budaya, Rogo Yudho, Putri Sekar Taji, dan lain-lain.

Bregada tersebut diberangkatkan dari lima titik, yaitu Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Perempatan KPU, Ngancar Kidul, Jalan Gito-Gati, dan Mulungan. Acara diawali dengan pengambilan Pusaka Tumbak Kyai Turunsih, Lambang Sleman, Juaja Mega Ngampak, Bendera Merah Putih, dan Umbul-umbul di Pendopo Ambarukmo. Pusak-pusaka tersebut selanjutnya dikirab menuju ke Pendopo Parasamya yang kemudian dibawa untuk proses upacara di Lapangan Denggung.

Upacara Hari Jadi Kabupaten Sleman ini dipimpin oleh inspektur upacara, yakni Bupati Sleman, Drs. Sri Purnomo. Bupati dalam sambutannya mengatakan, peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman kali ini, merupakan peringatan hari jadi yang ke-101 tahun.

Kabupaten Sleman telah melewati berbagai dinamika, baik politik, ekonomi, sosial, maupun budaya sehingga selama 101 tahun tersebut, telah membentuk konstruksi masyarakat dengan ciri khas sebagai masyarakat Sleman yang SEMBADA dan menjadi bagian yang tidak terpisahakan dari Daerah Istimewa Yogyakarta.

Masyarakat dan budaya Sleman menjadi salah satu sokoguru keistimewaan Yogyakarta dan sebaliknya, Keistimewaan Yogyakarta menjadi payung agung yang ngayomi, ngiyupi, dan ngayemi (melindungi-red) masyarakat dan budaya Sleman.

Nilai-nilai budaya senantiasa menjadi kunci keberhasilan pembangunan dan pemerintahan di Kabupaten Sleman. Nilai-nilai budaya adiluhung yang termanifestasikan dalam kearifan lokal masyarakat, semangat kebersamaan dan kegotong-royongan, serta kepedulian kepada sesama, menjadi modal dasar dalam menggerakkan roda pembangunan dan pemerintahan.

Pemerintah dan masyarakat terus berupaya membumikan nilai-nilai budaya adilihung ini, dalam membangun karakter generasi Sleman yang tanggap, terampil, tangguh, berdaya saing, dan berbudi pekerti luhur.

Untuk lebih memeriahkan upacara di Lapangan Denggung, dipentaskan pula Tari Kolosal “Ciptaning Adi Sembada” yang menggambarkan gelombang besar pembangunan Kabupaten Sleman untuk menggapai asa bersama. Selanjutnya, di akhir acara dilakukan pelepasan balon dan Burung Dara oleh Bupati Sleman.

Upacara Puncak Hari Jadi Sleman ke-101 tahun ini, sebenarnya tak hanya dilaksanakan di Lapangan Denggung saja tetapi juga di Kantor Kecamatan dan setiap sekolah di Kabupaten Sleman. Seluruh peserta upacara wajib menggunakan pakaian adat Jawa, kebaya adat Jawa bagi perempuan dan Surjan Mataraman Jangkep bagi laki-laki.

Kegiatan upacara ini dimaksudkan agar Hari Jadi Kabupaten Sleman dapat memasyarakat karena Hari Jadi bukan merupakan milik Pemerintah Kabupaten Sleman saja tetapi merupakan milik masyarakat Kabupaten Sleman. Selain itu, untuk lebih mengenalkan budaya Jawa kepada para siswa di seluruh sekolah di Kabupaten Sleman.




Bupati Pantauan Ujian Nasional SD di Wilayah Sleman

Sleman – Sebanyak  siswa siswi dari 535 SD/MI di Kabupaten Sleman mulai melaksanakan Ujian Nasional (UN), Senin (15/5). Dari total sekolah tersebut 519 menyelenggarakan ujian secara mandiri dan 16 sekolah menggabung di sekolah lain.

Dalam pantauan yang dilakukan Bupati Sleman Sri Purnomo bersama Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Arif Haryono pada hari kedua pelaksanaan UN Selasa (16/5) di 3 SD yaitu SD Negeri Tlacap, SD Negeri Mlati 1, dan SD Negeri Jongkang pelaksanaan UN terpantau lancar.

Meskipun pelaksanaan UN hari pertama sempat kekurangan lembar soal di 4 SD di Kecamatan Ngemplak dan hari kedua pantauan ada kekurangan lembar soal namun menurut Arif kendala tersebut dapat diatasi sehingga tidak mengganggu pelaksanaan UN.

“Kemarin kekurangan lembar soal di 4 sekolah dua sampai tiga lembar soal. Dihari kedua ini kada kekurangan lembar jawab. Kendala tersebut bisa langsung diatasi karena pihak sekolah langsung laporan ke Pokja kemudian baik lembar soal maupun lembar jawab kenmudian pihak sekolah mengambil lembar soal dari sekolah terdekat, sehingga tidak menghambat jalannya ujian”, kata Arif.

Dari pantauan ujian yang dilakukan tidak ditemui kendala apapun. Di SD Negeri Tlacap dari 44 siswa yang tediri dari 17 siswa laki-laki dan 27 siswa perempuan pada UN hari pertama dan kedua semua siswa hadir mengikuti ujian yang dibagi 3 ruangan. Di SD Negeri Mlati 1 semua siswa terdiri dari 33 siswa juga hadir mengikuti ujian yang di bagi menjadi 2 ruangan. Sementara itu, di SD Negeri Jongkang semua peserta UN berjumlah 62 siswa hadir mengikuti ujian dan di bagi 4 ruangan.

Sementara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo berharap sampai hari terakhir UN SD bisa berjalan dengan lancar.

“UN SD hari kedua dengan materi ujian matematika di 3 sekolah ini berjalan lancar meskipun sempat ada kekurangan lembar jawab namun dapat diantisipasi sehingga tidak mengganggu pelaksanaan ujian”, kata Sri Purnomo

Selain itu Sri Purnomo juga berharap siswa-siswi yang mengikuti UN dapat lulus semua dengan nilai yang memuaskan. Sri Purnomo juga menghimbau  kepada seluruh siswa yang sudah lulus untuk melanjutkan ke jenjang SMP dan mencari sekolah terdekat.

“Tiap kecamatan di Kabupaten Sleman memiliki SMP yang bagus dan berkualitas sehingga para siswa SD setelah lulus nanti tidak perlu jauh-jauh mencari sekolah”, kata Sri Purnomo.




Sambut Hari Jadi Kabupaten Sleman, Turi Adakan Berbagai Kegiatan

Turi – Dalam rangka ulang tahun Kabupaten Sleman yang ke-101 tahun, pemerintah Kecamatan Turi menyelenggarakan upacara di lapangan Kecamatan.

Sebagai pembina upacara yaitu Siti Anggraeni Susilo Prapti,SH,MH, selaku Camat Turi. Upacara diikuti oleh pegawai kecamatan, Muspika, Puskesmas, UPT, dan guru SMP serta SMA. Sedangkan guru-guru SD tidak dapat hadir karena sedang melaksanakan Ujian Nasional bagi anak didiknya.

Sebelum diadakan upacara tersebut, diadakan beberapa kegiatan antara lain lomba MTQ, lomba Macapat, menilai kegiatan di masyarakat, patroli keliling wilayah bersama para Kades se-Kecamatan Turi dan Muspika pada Minggu (14/5) malam,  upacara Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-101 tahun di Lapangan Kecamatan Turi Senin (15/5), dan Bhakti Sosial oleh petugas PKB (Penyuluh Keluarga Berencana) pada Selasa (16/5).

Kegiatan memperingati hari jadi tidak hanya milik karyawan tetapi milik seluruh warga masyarakat Sleman maka dari itu marilah seluruh warga untuk membangun wilayah Kabupaten Sleman sehingga Sleman Smart Regency dapat tercapai dan Sleman menjadi lebih sejahtera. Harman/




Kecamatan Depok Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Sleman dengan Berbagai Lomba

Depok – Senin (15/5) pukul WIB, Kecamatan Depok mengadakan uparara peringatan hari jadi Kabupaten Sleman ke-101 di halaman Kantor Kecamatan Depok.

Dengan dihadiri oleh Drs. H Budiharjo, Camat Depok, Trijoko Saptono, Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Depok, Sunaryo. SE, Dukuh Krodan Maguwoharjo, Ribut Suparman, Dukuh Mancasan Condongcatur, Agung Nugroho, Staf Seksi Ketetraman dan Ketertiban Masyarakat Kecamatan Depok.

Selain itu  turut hadir Nur Hidayat Adi Utomo ST, Staf Urusan Pelayanan Umum Desa Caturtunggal Kecamatan Depok, Febri Supriyanto , Dukuh Sambelegi Kidul Maguwoharjo, Andri Aprianto SS. Staf Pelayanan Umum Kecamatan Depok, dan lain sebagainya.

Setelah proses upacara selesai, dilanjutkan dengan pembacaan pengumuman pemenang berbagai lomba tingkat Kecamatan Depok yang dilaksanakan dalam rangka hari jadi Kabupaten Sleman ke-101.

Untuk kategori fisik atau lingkungan Juara 1 Padukuhan Sambelegi Kidul Desa Maguwoharjo dengan hadiah tropi dan piagam serta uang pembinaan sebesar Rp ,00;  Juara 2 Padukuhan Gejayan Desa Condongcatur dengan hadiah tropi dan piagam serta uang pembinaan sebesar Rp ,00; Juara 3 Padukuhan Blimbingsari Caturtunggal dengan hadiah tropi dan piagam serta uang pembinaan sebesar Rp ,00.

Sedang, kategori non fisik atau administrasi Juara 1 Padukuhan Gejayan Desa Condongcatur. dengan hadiah tropi dan piagam serta uang pembinaan sebesar Rp ,00; Juara 2 Padukuhan Sambeligi Kidul Desa Maguwoharjo dengan hadiah tropi dan piagam serta uang pembinaan sebesar Rp ,00; Juara 3 Padukuhan Tempel Caturtunggal dengan hadiah tropi dan piagam serta uang pembinaan sebesar Rp ,00.

Dan, lomba Masak PKK Berbahan Dasar Jagung dengan kategori olahan basah Juara 1 Padukuhan Tajem Desa Maguwoharjo, jenis masakan Puding Jagung Manis Telur Ikan; Juara 2 Padukuhan Gejayan Desa Condongcatur, jenis masakan Nano Jagung; Juara 3 Padukuhan Nologaten Desa Caturtunggal, jenis masakan Schotel Jagung Ikan Tuna.

Juara Harapan 1 Padukuhan Sagan Desa Caturtunggal, jenis masakan Perkedel Jagung Pedas; Juara Harapan 2 Padukuhan Pikgondang Desa Condongcatur, jenis masakan Kantong Jagung Nila

Kategori olahan kering Juara 1 Padukuhan Sanggrahan Desa Maguwoharjo, jenis masakan Jale Kering; Juara 2 Padukuhan Ngringin Desa Condongcatur, jenis masakan Nastar Jagung Patin Keju; Juara 3 Padukuhan Ngopoh Desa Condongcatur, jenis masakan Cornflake; Juara harapan 1 Padukuhan Gempol

Lomba Pidato Bahasa Jawa Juara 1 JD Denting Panitia M. dari SD Kanisius Sengkan Joho Condongcatur; Juara 2 Quensi Nagita M dari SD N Maguwoharjo 1; Juara 3 Nasha Rainy NEP dari SD Hudi Mulya 2, Pandeansari Condongcatur; Juara Harapan 1 Stefani Vaniesa Putri dari SD N Depok 1; Juara Harapan 2 A.A Mutiara Wahid dari SD Kanisius Sengkan Joho Condongcatur.

Lomba Wiru Kain Busana Jawa Juara 1 Dani Suryo Kencono dari SD N Caturtunggal; Juara 2 Aprisca Widianto dari  MTSM Umul Quro; Juara 3 Albertus Zidan S dari SD Kanisius Sengkan Joho Condongcatur; Juara Harapan 1 Bernadio Riyan S dari SD Kanisius Sengkan Joho Condongcatur.; Juara Harapan 2 Risqi Zidulha dari SD N Puren Condongcatur

Festival Dolanan Anak Juara 1 TK ABA Karangmalang Caturtunggal; Juara 2 TK KARTIKA IV-38; Juara 3 TK TUNAS BANGSA; Juara Harapan 1 TK PUTRA HARAPAN; Kuara Harapan 2 TK ANGKASA. Sudiyono/