Proyek Kali Bersih di Kecamatan Turi Tunjukan Partisipasi Aktif Warga

Turi – Sabtu (20/5), Badan Lingkungan Hidup DIY mengadakan Program Kali Bersih yang diikuti oleh 48 warga Kecamatan Turi. Program Kali Bersih ini berlangsung dari pukul WIB. Tujuan diadakannya program ini adalah agar masyarakat sadar mengenai pentingnya kebersihan lingkungan sekitar, termasuk kebersihan sungai.

Menurut keterangan salah satu satuan kerja Dusun Turi, Mistah, agenda kali bersih ini sudah berjalan selama 3 tahun dan hingga saat ini sudah mencapai 60 titik sungai yang dibersihkan dari Sungai Bedog Krasak hingga Tempuran Progo.

Dalam proses pembersihan sungai yang dalam kesempatan ini mencapai 1,5 km, warga menemukan beragam jenis sampah, mulai plastik, kain, hingga kawat. Mistah, di akhir acara berpesan agar sungai yang sudah dibersihkan selalu diperhatikan kebersihannya.




Terapkan Etika Agar Bermedia Sosial Jadi Lebih Santun

Sleman – Bermedia sosial secara santun adalah kampanye yang tengah digalakkan oleh pemerintah Indonesia. Banyak beredarnya berita tidak benar atau hoax tentu menjadi alasan kuat dibalik berjalannya kampanye ini.

Seperti diketahui, hoax dapat memicu perpecahan bangsa apabila menyinggung soal perbedaan pendapat mengenai sebuah isu. Hoax tersebut paling mudah tersebar melalui media sosial. Karenanya, penggunaan media sosial secara santun bisa mencegah lebih luasnya hoax beredar.

Hal inilah yang juga menjadi perhatian MTs Negeri 6 Sleman. Melalui acara penyuluhan yang dilaksanakan pada Senin (22/5), MTs Negeri 6 Sleman mengundang beberapa narasumberguna memberikan wawasannya terkait bermedia sosial. Mewakili Kepala Sekolah MTs Negeri 6 Sleman, Utaminingsih, M. Pd, selaku Guru Bimbingan Konseling, mengungkap pentingnya bermedia sosial secara sehat bagi siswanya.

“Mereka bisa memahami materi yang disampaikan, mereka bisa berhati-hati, mereka bisa memilih dan memilah info-info yang memang benar-benar benar, kemudian yang tepat buat mereka sesuai dengan umur mereka,” tutur Utaminingsih.

Dalam acara penyuluhan ini, MTs Negeri 6 Sleman mengundang Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman yang diwakili oleh Cicilia Lusiani, ., , selaku Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik guna menerangkan materi terkait santun dalam bermedia sosial. Hal yang ditekankan oleh wanita yang akrab dipanggil Lusi ini adalah mengenai etika dalam menggunakan media sosial.

“Jangan mudah percaya pada siapapun, terutama orang-orang yang baru pertama kali adek-adek lihat di Facebook. Jangan sembarangan add juga lho,” jelas Lusi pada siswa kelas 7 dan 9 yang hadir.

Bertempat di Masjid Daarul Adzkiya MTs Negeri 6 Sleman, Lusi menambahkan terkait keharusan siswa-siswi untuk tidak mengumbar data pribadi di media sosial, berpikir masak-masak sebelum memposting pandangannya terhadap sebuah isu, serta tidak secara sembarangan mau diajak bertemu oleh orang yang baru dikenal di media sosial.

“Sekarang kan marak penculikan, yang dijadikan sasaran penculikan itu tidak cuma wanita lho, laki-laki juga, jadi harus tetap hati-hati,” tutur Lusi.

Diskominfo sendiri menerapkan etika bermedia sosial di beberapa akun media sosialnya. Salah satu yang diterapkan adalah mengenai filter 3N+1N dalam bermedia sosial, yaknieducation, empowerment, enlightenment, dan nationalism. Empat filter inilah yang setidaknya digunakan Diskominfo sebelum membagikan informasi kepada masyarakat melalui media sosialnya.

Di kesempatan yang sama, hadir pula perwakilan dari Kapolsek Mlati, Ipda Rohmadi yang membagikan cerita mengenai kenalan remaja yang kerap ditemuinya saat bertugas.

“Banyak siswa SMP yang naik motor ke sekolah, ini juga melanggar peraturan,” jelas bapak dua anak ini.

Dalam sesinya, Ipda Rohmadi juga mengharapkan agar siswa-siswi yang hadir menyadari bahwa banyak kenakalan yang dilakukannya bisa merugikan tidak hanya bagi orang lain tapi juga dirinya sendiri di masa mendatang.




Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-109 Tahun 2017

Sleman – Bertempat di Lapangan Pemda Kabupaten Sleman, Aparatur Pemerintah Kabupaten Sleman mengadakan upacara dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional ke-109 Tahun 2017, Senin (22/5). Acara tersebut mengambil tema “Pemerataan Pembangunan Indonesia yang Berkeadilan sebagai Wujud Kebangkitan Nasional”.

Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara, dalam sambutannya yang dibacakan Kapolres Sleman Burkan Rudy Satriya sebagai Irup pada upacara bendera tersebut menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo telah mencanangkan penekanan khusus pada aspek pemerataan dalam semua bidang pembangunan.

Pada awal tahun 2017 ini, koefisien Nisbah Gini atau Gini Ratio yang merupakan kesenjangan distribusi pendapatan dan kekayaan produk masih sekitar 40 persen, maka dari itu Bapak Presiden meminta aparat penyelenggara negara bekerja keras menurunkan indeks kesenjangan tersebut melalu berbagai langkah yang multidimensi.

Lebih lanjut disaampaikan bahwa  pemerintah berupaya meningkatkan aspek pemerataan bangunan di segala sektor. Di sektor kelistrikan, misalnya, pembangunan ketenagalistrikan telah dilakukan di desa yang belum mendapatkan aliran listrik.

Pada saat yang sama, kebijakan pemerataan dilakukan melalui subsidi klistrik yang difokuskan kepada masyarakat menengah bawah, sehingga bisa dilakukan relokasi subsidi listrik tahun 2016 sebesar Rp. 12 triliun, dialihkan untuk menunjang sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Salah satu yang terbaru adalah berkenaan dengan jalan Trans-papua yang sudah hampir selesai dibangun. Dari km jalan Raya Trans-papua, km telah dibuka. Dalam bidang agraria, juga telah diluncurkan Kebijakan Pemerataan Ekonomi (KPE) yang bertumpu pada 3 pilar yaitu lahan, kesempatan dan SDM.

Kebijakan ini bertitik berat pada alokasi dan konsolidasi kepemilikan, penguasaan/akses, dan penggunaan lahan yang dilaksanakan melalui jalur Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan perhutanan sosial.

Pemerintah juga melakukan upaya pemerataan disektor kominfo melalui program Palapa Ring, berupa proyek pembangunan jaringan tulang punggung serta serat optik nasional untuk menghubungkan seluruh wilayah indonesia sehingga keberadaan internet berkecepatan tinggi (broadband) dapat dinkmati secara luas.

Disampaikan pula bahwa  berkah Digitalisasi proses perizinan dipercepat hingga enam kali lebih cepat dari waktu semula. Dengan harapan bisa meniti ombak besar perubahan digital dengan semangat dan sentosa dan berbuah manis bagi orientasi pelayanan kepada masyarakat.

“Hanya dengan semangat untuk tidak meninggalkan satu orang pun tercecer dalam gerbong pembangunan maka Negara Kesatuan Republik Indonesia ini akan tetap jaya”, Usai upacara bendera dilajutkan Ziarah ke Makam Dr. Wahidin Soedirohoesodo di mlati.

Hadir pada upacara bendera tersebut antara lain wakil Bupati Sleman Dra. Sri Muslimatun, juga Muspida dan kepala SKPD.




Smart Library Wujudkan Sleman Smart Regency

Sleman– Perkembangan teknologi begitu cepat merambah berbagai aspek kehidupan manusia. Kehadiraan teknologi ini tentu memberikan perubahan yang signifikan bagi kehidupan manusia. Salah satu dampak positif yang dapat dirasakan manusia akan kehadiran teknologi adalah kemudahan akses informasi. 

Perpustakaan sebagai institusi yang melayani informasi pun demikian, kini perpustakaan tengah bertransformasi agar tetap mampu menyediakan layanan di era digital. Salah satu implementasi teknologi di perpustakaan adalah perpustakaan digital.

Perpustakaan digital merupakan perpustakaan yang memiliki koleksi seluruhnya atau sebagian dalam bentuk digital dan dilayankan kepada penggunanya yang bisa diakses darimana dan kapan saja.

“Sebagai upaya dari Dinas Perpustakaan dan Arsib Kabupaten Sleman guna mewujudkan “From Smart Library To Smart Regency” sebagai bagian dukungan terhadap visi misi Bupati Sleman menuju Smart Regency”, kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Ir. A.A. Ayu Laksmidewi Triastika Putri, MM, di Ruang Pers Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman Senin (22/5).

“Sleman Electronic Book (E – Book) telah dilaunching oleh Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo,  bertepatan pada pembukaan Pameran Potensi Daerah 2017 di Lapangan Denggung, Kamis (18/5)”, tambah Ayu.

Layanan Sleman E – Book merupakan salah satu implementasi smart library dalam rangka mewujudkan Sleman menjadi smart regency yang menitikberatkan pada kemudahan akses informasi kepada masyarakat terhadap sumber-sumber informasi secara cepat dan akurat.

Layanan Sleman E – Book dapat diakses melalui website atau unduh di playstore android dengan kata kunci Perpustakaan Sleman.




Kabupaten Sleman Terpilih Menjadi 25 Kabupaten/Kota Gerakan Menuju 100 Smart City

Sleman – Kabupaten Sleman terpilih dan dinyatakan lulus seleksi lmplementasi Gerakan Menuju 100 Smart City bersama 24 Kabupaten/Kota lainnya di Indonesia. Terkait program tersebut, Bupati Sleman Sri Purnomo melakukan penandatanganan MoU dengan Kementerian Informatika, Senin (22/5) di Hotel Four Point by Sheraton, Makasar, Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sleman Intriati Yudatiningsih menyampaikan bahwa kegiatan  yang berlangsung  tanggal 22-23 mei 2017 tersebut diprakarsai oleh Kementerian Kominfo, Kemendagri, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian PUPR yang sebelumnya telah melakukan seleksi Assesment Gerakan Menuju 100 Smart City dan Kabupaten Sleman dinyatakan lulus seleksi.

“Tindak lanjutnya adalah penanda tanganan MoU dengan Kementerian Kominfo untuk dilakukan pendampingan penyusunan master plan dan turut serta mensosialisasikan gerakan menuju 100 smart city”, kata Intri.

Penandatangan MoU ini menurutnya bersamaan dengan acara Indonesia Smart City Summit 2017 dalam rangka launching Program ‘Gerakan Menuju 100 Smart City’. Acara ini dihadiri oleh Kabupaten/Kota dan Provinsi se indonesia dan pada hari pertama diisi dengan materi Smart City dari Kementerian dan akademisi, best practice smart city dari beberapa kabupaten/kota terpilih.

Sedangkan hari kedua diisi materi dengan teman ‘Smart City Mendukung Kemudahan Investasi ‘ yang disampaikan oleh kabupaten/kota terpilih, salagh satunya adalah  Kabupaten Sleman.