Supporter PSS Sleman dan PPSM Sakti Magelang Tandatangani Kesepakatan Damai

Sleman – Sehubungan dengan kabar bentrok yang terjadi antara supporter PSS Sleman dengan warga Magelang, Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo,  bersama Walikota Magelang, Ir. H. Sigit Widyonindito, M.T. mengadakan klarifikasi sekaligus penandatanganan surat perjanjian damai pada Jumat (26/5).

Bertempat di Pendopo Pengabdian Rumah Dinas Walikota Magelang, hadir pula Wakil Bupati Sleman, Dra. Hj. Sri Muslimatun, , perwakilan dari Kapolres Magelang Kota, AKBP Hari Purnama, perwakilan dari Kapolres Sleman, AKBP Burhanrudi, Dandim Sleman, perwakilan PSS Sleman, perwakilan PPSM Sakti Magelang, serta SKPD Sleman dan Magelang Kota beserta jajarannya.

Dalam sambutannya, Walikota Magelang, menyampaikan apresiasinya atas upaya damai yang dilakukan kedua belah pihak.

“Luar biasa jadi kesepakatan damai dari saudara kita yang ada di Sleman berkaitan sepak bola hari ini dicapai,” tutur Sigit Widyonindito.

Hal ini juga diamini oleh Bupati Sleman yang menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan langkah yang bagus dan strategis guna menanggapi isu yang beredar di media sosial.

“Jadi perlu ada silaturahmi untuk memperjelas masalah,” jelas Sri Purnomo.

Dengan bertemu dan bertatap muka maka harapannya supporter dari PSS Sleman dan PPSM Sakti Magelang dapat saling sepemahaman.

“Saling kenal mengenal, tolong menolong, kemudian terjadi keakraban,” lanjutnya.

Walikota Magelang sendiri juga berharap konflik semacam ini menjadi konflik pertama dan yang terakhir sehingga ke depannya persepakbolaan di Indonesia menjadi lebih maju dan lebih baik.

“Negara ini bisa maju, olahraganya jadi baik,” tambah Sigit.

Pada kesempatan ini pula, sebagai bentuk kesepakatan berdamai, perwakilan dari supporter PSS Sleman dan PPSM Sakti Magelang menandatangani surat kesepakatan perdamaian yang diketahui oleh Bupati Sleman dan Walikota Magelang.

Adapun poin penting yang perlu digarisbawahi dari perjanjian ini adalah terkait penyelesaian permasalahan terhadap korban luka-luka dan mengalami kerugian materiil yang akan diselesaikan secepatnya setelah perjanjian perdamaian ini disepakati.




Animasi Jadi Unggulan Sleman

Sektor animasi, film dan video menjadi unggulan Sleman dalam Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia yang diselenggarakan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Selain animasi, sektor lain yang menjadi unggulan Sleman adalah Bambu dan Seni Pertunjukan.

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Dra. Suyamsih, memaparkan bahwa atmosfer industri film, animasi dan video sangat kuat di Sleman. “Pelaku di sektor industri ini tidak hanya berkarya tetapi juga mampu meraih prestasi di tingkat lokal, nasional, regional bahkan dunia. Hal ini kemudian membuat SDM film dan animasi di Sleman banyak dicari di tingkat nasional dan bahkan internasional,” papar Suyamsih di hadapan Tim Asesor Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia di Hotel Grand Mercure Jakarta Selasa (23/5).

Di wilayah Sleman saat ini terdapat 9 studio animasi, 16 komunitas, 16 lembaga pendidikan di berbagai tingkat dengan jurusan animasi, 20-an rumah produksi film, 5 bioskop film dan 3 televisi lokal. Salah satu yang menonjol adalah rumah produksi MSV Pictures yang beralamat di Universitas AMIKOM. Salah satu film animasinya yang berjudul Battle Of Surabaya berhasil menyabet berbagai penghargaan internasional seperti Gold Winner Remi Award Houston 2016, Winner Best Animation Noida Int Film Fest, Grandprize Winner Sicaf Seoul 2016, Holland Animation Official Selection 2016, Nice Int Official Selection 2017, Athens Animfest Official Selection 2016.

Selain itu, sektor animasi, film dan video memiliki daya ungkit yang tinggi sekali karena mampu menjadi daya ungkit bagi industri konvensional lain seperti pariwisata, manufaktur, boneka, cinderamata dan subsektor ekonomi kreatif lain seperti para pembuat game dan aplikasi, periklanan, fashion, dan penata musik.

Di Sleman, kolaborasi dalam ekosistem sinergi antar aktor telah terjalin. Saat ini di Sleman terdapat Komunitas Sleman Kreatif yang beranggotakan para pelaku industri film, animasi dan video, komunitas, akademisi dan unsur pemerintah. Kultur gotong royong sudah terjalin dimana mereka telah terbiasa saling mendukung dan melengkapi dalam pengerjaan proyek serta festival.

Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia digalang oleh Bekraf untuk memetakan potensi dan permasalahan ekonomi kreatif di daerah. Peran dari pelaku utama seperti pemerintah, akademisi, komunitas dan pelaku bisnis sangat dituntut dalam penilaian ini. Bagi pemerintah Sleman sendiri, hasil pemetaan potensi dan permasalahan ini dijadikan bahan untuk membangun dan mengembangkan sektor ekonomi kreatif.