Messenger of Peace Adakan Bersih Sungai Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan

Foto Oleh @spwsleman

Sleman – Messenger of Peace adakan bersih sungai di Sungai Buntung Besar,  Donoharjo , Sariharjo sampai Sinduadi pada Minggu (7/5). Messenger of Peace merupakan gugus tugas dari Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sleman. Acara ini terselenggara atas kerjasama dengan Forum Komunikasi Winongo Asri.

Berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi lingkungan Sleman yang kurang bersih, terutama sungai yang sering digunakan sebagai tempat pembuangan sampah oleh warga sekitar bantaran sungai.

Dan, sadar akan sedikitnya kegiatan bakti di lingkungan Sleman menyebabkan adanya degradasi atau penurunan kepedulian dan kesadaran generasi muda mengenai lingkungan serta kemasyarakatan.

Oleh karena itu, kami, Messengers of Peace melaksanakan aksi damai dengan bentuk kegiatan bakti pembersihan sungai di Sleman untuk turut serta memecahkan masalah tersebut.

“Membuat sungai di Sleman menjadi lebih bersih dalam kaitannya dengan keindahan, kesehatan, dan pencegahan kejadian tidak diinginkan seperti banjir. Dan, menumbuhkan kembali jiwa sosial generasi muda di Sleman untuk peduli terhadap lingkungan dan masyarakat”, ujar Panitia Messengers of Peace, Rari.

Sedangkan untuk Gerakan Pramuka kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan Pramuka mengenai biolitik, teknik analisis sungai, dan cara penilaian derajat pencemaran sungai. Dan, merekatkan kembali dan mengaktifkan kembali hubungan antara Satuan Karya, Dewan Kerja Ranting, Dewan Kerja Cabang,dan Anggota Pramuka di Kabupaten Sleman, tambahnya.

Diikuti oleh 100 peserta yang terbagi menjadi 10 kelompok, kegiatan dimulai dengan membersihkan dan menganalisis lingkungan Sungai Buntung dalam radius 200 meter dan dilanjutkan susur sungai sejauh 2 km. Peserta meliputi Gerakan Pramuka, Dewan Messenger of Peace, Satuan Karya dan Dewan Saka Kabupaten Sleman, Dewan Kerja Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sleman, Forum Komunikasi Winongo Asri.




SD Turi 2 Salurkan Dana Program Indonesia Pintar Tahun 2016 kepada 63 Siswa

Turi – Kepala Sekolah SD Turi 2, Supriyadi menyerahkan dana dari Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2016 pada Sabtu (6/5).

PIP merupakan bantuan berupa uang tunai dari pemerintah yang diberikan kepada peserta didik yang orang tuanya tidak dan/atau kurang mampu membiayai pendidikannya. PIP ini juga sebagai kelanjutan dan perluasan sasaran dari program Bantuan Siswa Miskin (BSM).

Di SD Turi 2 total terdapat 63 siswa dari yang memeroleh dana dari program ini. Berikut rincianny kelas 1, 2 orang laki-laki; kelas 2, 6 orang laki-laki dan 6 orang perempuan; kelas 3, 6 orang laki-laki dan 5 orang perempuan; kelas 4, 4 orang laki-laki dan 7 orang perempuan; kelas 5, 3 orang laki-laki dan 12 orang perempuan, kelas 6, 5 orang laki-laki dan 7 orang perempuan.

Proses penyerahan ini disaksikan oleh Ketua Komite SD Turi 2. Ketua Komite menekankan kepada orang tua agar penggunaan dana yang diberikan ini disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan anak.




Pelatihan Pengelolaan Ikan Air Tawar Beri Solusi Masalah Pasokan Ikan di DIY

Ngaglik – Sabtu (6/5), Tempat Distribusi dan Pemasaran Ikan Nogotirto Gamping Sleman mengadakan Pelatihan Pengelolaan Ikan Air Tawar yang diikuti oleh 31 peserta dari DIY dan Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Parijo, Ketua Penyelenggara sekaligus Pimpinan Tempat Distribusi dan Pemasaran Ikan Air Tawar Nogotirto menyebutkan selama ini para pekerja yang bekerja dan mengelola kolamnya sendiri masih mengalami kesulitan dalam managemen budi daya air tawar.

Pelatihan ini mengajak para peserta untuk bersatu dalam pengelolaan ikan air tawar sehingga apabila ada permasalahan bisa dicarikan solusinya, misalnya masalah pemasaran maupun pasokan ikan yang apabila dilakukan pemasaran bersama kesulitan bisa diselesaikan dengan baik

Parijo menambahkan kebutuhan ikan di DIY masih sebagian besar dipasok dari luar DIY sebab pemasok DIY cenderung berjalan sendiri-sendiri. Oleh karena itu, diperlukan manajemen yang baik, misalnya pasokan ikan Lele akan dipusatkan di Kulon Progo, Nila dipasok Sleman, Gurameh dari Gunung Kidul, dan ikan lainnya diambil dari Bantul dan Kota sebagai pasar yang potensial.

Dalam pelatihan ini juga mengajarkan peserta soal pembudidayaan Lele dengan metode RAS (Recycle Aquaculture System) yang dikembangkan oleh Aswin. Metode ini dapat menghasilkan lele yang sehat dan berkualitas. Kepercayaan pasar pun bisa dipertahankan karena kuantitas ikan yang diminta bisa terpenuhi dan kontinuitasnya terus terjaga.

Selain itu, dalam upaya agar terjauh dari kandungan zat-zat kimia yang berlebihan maka dikenalkan pula cara pengelolaan memakai organik oleh Ikhsan dari Beji Gunung Kidul. Pengelolaan ikan ini bisa membuat hasil budidaya ikan yang sehat dan alami.

 




Musdes Bangunkerto Putuskan Bakal Calon Kaur Keuangan dan Kasi Pelayanan

Turi- Desa Bangunkerto Turi kembali mengadakan Musyawarah Desa (Musdes) pada Kamis (27/4). Dalam Mudes ini, perangkat desa berhasil melakukan penyaringan kandidat bakal calon Kepala Urusan (Kaur) Keuangan dan Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Desa Bangunkerto Turi tahun 2017.

Di tahap awal terdapat 15 bakal calon dari kedua posisi tersebut. Kaur Keuangan ada 5 orang yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan seorang perempuan. Sementara, Kasi Pelayanan ada 10 orang yang terdiri dari 6 orang laki-laki dan 4 orang perempuan.

Setelah melakukan proses Musdes akhirnya ditetapkan 8 bakal calon yang lolos ke tahap selanjutnya. Di posisi Kaur Keuangan ada 4 calon, yakni 3 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Sementara, 4 calon di posisi Kasi Pelayanan terdiri dari 2 orang laki-laki dan 2 orang perempuan. Situasi Musdes tercatat aman dan terkendali.




Mengenalkan Wisata dan Budaya Sleman Lewat Ajang Dimas Diajeng Cilik 2017

Sleman – Ikatan Dimas Diajeng Sleman (IDDS) mengadakan Pemilihan Dimas Diajeng Cilik Sleman (PDDCS) 2017 dalam rangka pengenalan wisata dan budaya asli Yogyakarta, khususnya Sleman, kepada anak sejak dini. Kegiatan ini merupakan wujud nyata IDDS dalam memberikan kontribusi pada bidang pariwisata dan kebudayaan.Ketua IDDS, Bayu menyampaikan dengan tema “Dedolanan” harapannya anak – anak tetap akan melestarikan permainan tradisional yang kaya akan nilai-nilai kebersamaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Kamis (4/5).

Selain untuk mengenalkan wisata dan budaya di DIY, acara tersebut juga diharapkan menjadi pelopor untuk pemilihan dimas diajeng untuk regional kabupaten/kota lain. Untuk saat ini pemilihan dimas diajeng cilik baru diselenggarakan oleh Sleman saja.

“Tertarik dengan ajang pemilihan Dimas Diajeng Cilik karena ingin mengetahui lebih banyak tentang potensi yang ada di Kabupaten Sleman”, kata Eidely Meisya Putri dari SD Sendangadi 1 yang berbakat dalam bidang tari klasik.

Ika, Ibu dari Katarina Artanti Indria Larasati dari SD Pangudi Luhur menambahkan dengan mengikuti pemilihan Dimas Diajeng Sleman mampu menambahkan wawasan dalam hal budaya, wisata, dan bersikap dalam pergaulan sehari – hari.

Setelah terpilih, para finalis mengikuti berbagai macam kegiatan untuk lebih mengembangkan diri, seperti pembekalan materi pariwisata dan kebudayaan, jelajah budaya, city tour, bakti sosial, dan latihan persiapan penjurian akhir serta malam penobatan.

Pemilihan Dimas Diajeng Cilik telah diawali dengan kegiatan Cultourism #3 sebagai pengenalan di bulan Januari kemarin. Kemudian dilanjutkan dengan tahapan seleksi, yaitu tes tertulis yang diikuti 131 anak, (41 dimas dan 90 diajeng) dan wawancara sekaligus unjuk bakat yang diikuti 60 semifinalis dari seluruh peserta yang berasal dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Akhimya terpilih 15 pasang dimas dan diajeng cilik yang diumumkan sekaligus disambut pada Sugeng Rawuh Party awal April lalu. Berikut 15 pasang peserta Dimas Diajeng Cilik 2017, Agavia Velove, Akinza Chevalier Kiyosaki, Aldinsyah Ramadhan Putra, Andrea Chieva Belani, Angela Prajnaparamita Galuh Handaya, Arjen Robben Almaghazy, Bagas Kuncoro Jati, Daniel Agasstya Naranda, Eidely Meisya Putri, Fadil Alfayat, Favian Ghani Nugraha, Intan Sukisni, Jessica Mawar Jingga Rastana, Katarina Artanti Indria Larasati, Keryn Charlie Dickinson.

Dan, M. Paco Tyrone Khajizi, Muhammad Farrel Alfathin, Muhammad Fathan Nugroho, Muhammad Ramzi Alghiffary, Nadine Revandra Akila Putri, Natanael Andhika Maheswara, Queency Nagisa Mafta Ramadhani, R.r Mahasasi Darmaningtyas Kirani, Rafa Alaztar, Ratri Gendhis Pratiwi, Syakira Marsya Tarrifah, Wilibrordus Valerino Seto Nugroho Putro, Winayu Ainun Nasuroh, Zaskia Aulia Putri Fauziyah, Ziauddin Dzilmi Yusuf.

“Berdasarkan jumlah peserta, antusiasme masyarakat sekarang jauh lebih besar apabila dibandingkan dengan PDDCS 2015”, kata Bayu.

Meskipun dimas dan diajeng cilik ini masih bersekolah serta harus belajar dan mengerjakan tugas, mereka tetap antusias mengikuti setiap kegiatan yang diadakan dan berproses bersama-sama.

Kegiatan ini didukung oleh Dinas Pariwisata Sleman, Dinas Kebudayaan Sleman, Humas Sleman, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Sleman, Jogja Bay, Concept Photostudio, TWC, Pertamina, Lets Travel, Agrowisata Bhumi Merapi, Telkomsel, Bank Sleman, Omah Kecebong, Jogja Scrummy, BLV Sweets Deli, LA Flaure, Bakpia Juara, Fit & Fun, Shindu Kusuma Edupark, Kalithi, Harpi, Siiplah, Cokelat Ndalem, Marwell, Huxon, Joglo Dhahar, Sinaro, Duta Museum DIY, Duta Damai Dunia Maya BNPT, Komunitas Rumah Tua, dan Komunitas Museum Malam.

Tahap penjurian akhir akan diadakan pada Sabtu, 6 Mei 2017 di Rumah Dinas Bupati Sleman dan dinobatkan pada Minggu, 7 Mei 2017 pukul WIB di Jogja Bay Adventure Waterpark, Maguwoharjo, Sleman.