Tradisi Lisan Menjaga Kerukunan

Bupati Sleman Sri Purnomo menyampaikan bahwa masyarakat perlu memperbanyak silaturahmi tatap muka. “Jangan sampai kalah dengan sosmed yang memang sifatnya begitu cepat dan mudah, silaturahmi tatap muka tetap diperlukan dan sangat penting terutama dalam menyikapi masalah dan menjaga kerukunan,” ungkap Sri Purnama dalam acara Komunikasi Sosial Kodim 0732 Sleman di Rumah Dinas Bupati, Selasa (16/5). Turut hadir dalam acara tersebut Komandan Kodim 0732/Sleman Letkol arm Djoko Sujarwo dan Kapolres Sleman AKBP Burkhan Rudy Satria, Sik.

Sebagai daerah yang banyak terdapat perguruan tinggi dan menjadi tujuan dalam menempuh pendidikan, Sleman memiliki keberagaman yang sangat kaya. Ada sekitar 250 ribu pelajar dan mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia yang berdomisili di Sleman. Keberagaman tersebut harus dijaga kerukunannya agar tidak terjadi konflik sosial.

Apa yang disampaikan Sri Purnomo tersebut senada dengan penelitian yang pernah dilakukan Badan Litbang Kementerian Agama (Kemenag). Hasil tersebut menyatakan kerukunan Indonesia tidak terlepas dari kekayaan kearifan lokal yang telah diwariskan pendahulu bangsa sejak ratusan tahun lalu. Kekayaan kearifan lokal itu, antara lain berupa tradisi lisan yang sarat akan nilai dan pesan kerukuan, persatuan, dan kesatuan.

Tradisi lisan di daerah yang menjadi bagian dari kearifan lokal mempunyai korelasi dengan kerukunan daerah. Tradisi itu terbukti menjadi perekat kerukunan warga dan karenanya bisa dijadikan bahan kampanye perdamaian nusantara.

Ada delapan wilayah yang dijadikan sasaran penelitian, yakni: Jakarta, Banten, Bandung, Cirebon, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau. Penelitian dilakukan dengan menggali nilai keagamaan dan kerukunan yang tersirat dalam tradisi lisan pada sejumlah tradisi, yaitu: Ritual Akikah di Jakarta, Tradisi Panjang Mulud di Banten, Petatah-Petitih Sunan Gunung Jati di Cirebon, Tradisi Warahan di Lampung, Tradisi Tadud di Sumatera Selatan, Tradisi Teater Rakyat Mendu di Natuna Kepulauan Riau, dan Tradisi Pasambahan di Sumatera Barat.

Artinya, potensi harmoni di Indonesia jauh lebih kuat dibanding potensi disharmoni atau intoleransi. Maka, tidak aneh jika hasil penelitian tersebut, termasuk soal KUB, indeks kerukunan 2015 mencapai 75,36%, Tahun 2016 meningkat menjadi  75,47%. Bahkan, yang nomor satu seperti di NTT dan Bali di atas 80%.




Ujian Nasional di SD Ledoknongko Turi Berjalan Lancar

Turi –  Selasa (16/5), Sekretaris Kecamatan Turi, Haris Sunaryo, bersama Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat, Supriharjo, dan Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban, Aris Widada, meninjau Ujian Nasional SD di wilayah Turi. Adapun SD yang dikunjungi adalah SD Ledoknongko, Turi.

Dalam kesempatan ini, Kepala Sekolah SD Ledoknongko, Lasono , menerangkan bahwa ujian berjalan lancar, aman, dan tertib sesuai jadwal.

Adapun peserta di SD Ledoknongko yang mengikuti ujian berjumlah 31 siswa terdiri dari 16 laki-laki dan 15 perempuan dari sebanyank siswa siswi dari 535 SD/MI di Kabupaten Sleman. Dan total sekolah tersebut 519 menyelenggarakan ujian secara mandiri dan 16 sekolah menggabung di sekolah lain.

Ujian Nasional (UN) sendiri sudah dimulai pada Senin, 15 Mei 2017 dengan 3 mata pelajaran yang diujikan. Hari pertama mata pelajaran Bahasa Indonesia, kedua Matematika, dan ketiga Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Selanjutnya pengawasan dilakukan oleh para pengawas secara silang murni.




​Bakti Sosial dalam Rangka Peringatan Hari Jadi Sleman ke-101

Turi – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sleman, Kecamatan Turi mengadakan bakti sosial Keluarga Berencana (KB) pada Selasa (16/5) bertempat di Bidan Praktik Mandiri Ambar, Jalan Agro Wisata, Ngablak, Bangukerto, Turi.

Kepala UPT Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Turi, dr. Pinky Christina Dewi menyampaikan bakti sosial berupa pemasangan implan gratis memberikan kemudahan dalam penggunaan alat KB. Tak perlu lagi mengingat kapan terakhir kali mengkomsumsi Pil KB.

Selain itu keuntungan dari penggunaan Implan mampu bekerja hingga 3 tahun, implan tidak menginterpusi hubungan suami – istri, merupakan pilihan yang tidak menggunakan basis estrogen, implan aman digunakan ketika menyusui, kesuburan dapat kembali normal sesegera mungkin setelah implan dicabut.

Dan, Implan juga menawarkan proteksi melawan radang panggul juga terhadap kanker kandungan, implan dapat mengurangi periode yang berat atau periode yang nyeri setelah penggunaan selama setahun, setelah implan digunakan pengguna dapat beraktivitas dengan normal.

Acara yang bersifat gratis ini memiliki tujuan untuk meningkatkan peserta KB. Bekerjasama dengan Puskesmas Turi untuk tenaga yang dikerahkan, jumlah peserta bakti sosial ini mencapai 70 orang dengan target utamanya adalah ibu yang baru saja melahirkan.***




Gelar Potensi UPT BP4 wilayah V Kabupaten Sleman

Sleman – Gelar Potensi UPT BP4 wilayah V Kabupaten Sleman tahun 2017 telah dibuka oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo bertempat di kantor UPT BP4 wilayah V Kecamatan Pakem, Selasa (16/5). Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sleman yang ke-101, sekaligus memberikan sarana informasi kepada Kelompok Tani dan Kelompok Ternak di Kecamatan Pakem dan Turi.

Dalam sambutannya Bupati Sleman mendukung komitmen masyarakat Kecamatan Pakem untuk menjadikan wilayahnya sebagai sentra penghasil sayur. Menurutnya sayur relatif lebih mudah perawatannya dibandingkan dengan makanan pokok. Selain itu menurut Sri Purnomo masa panennya pun cukup singkat.

“Saya dukung program itu, bagus sekali. karena sayur itu kan perawatannya lebih mudah daripada padi, dan panennya juga cepat”, kata Sri Purnomo.

Program tersebut terlebih dahulu disampaikan oleh Camat Pakem, Dra Siti Wahyu Purwaningsih dalam sambutannya. Menurutnya, Kecamatan Pakem memiliki program penanaman sejuta pohon, sayur, buah dan Tanaman Obat Keluarga (Toga). Siti berharap Kecamatan Pakem bisa menjadi lumbung pangan terutama sayur-sayuran.

“Kalau di Kecamatan Moyudan dan Minggir menjadi lumbung pangan dengan potensi padinya, mungkin kita di potensi sayurnya”, ujar Siti.

Acara Gelar Potensi UPT BP4 wilayah V Kabupaten Sleman tahun 2017 tersebut akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai hari Selasa tanggal 16 Mei 2017 sampai hari Kamis 18 Mei 2017 bertempat di kantor UPT BP4 wilayah V Kecamatan Pakem.

Adapun beberapa rangkaian acaranya adalah parade produk unggulan lokal pertanian, pangan dan perikanan se-Kecamatan Pakem dan Turi, kemudian ada bazar produk hasil karya kelembagaan tani berjumlah 50 stand, peresmian Mushollah di lingkungan kantor UPT BP4 wilayah V dan berbagai perlombaan.

Pada acara tersebut Sri Purnomo mengukuhkan 19 Kelompok Tani yang ada di Kecamatan  Pakem dan Kecamatan Turi. Pengukuhan tersebut dibagi menjadi tiga sesi, yaitu Kelas Pemula, Kelas Madya dan Kelas Lanjut.***




Pelatihan Budidaya Ikan Air Tawar Untuk Tambah Pasokan Benih di Masa Mendatang  

Depok – KPI Mino Ngudi Lestari di Padukuhan Nayan, Desa Maguwoharjo, Depok baru saja mengadakan pelatihan budidaya ikan air tawar pada hari Selasa (16/5) dan Rabu (17/5). Diselenggarakan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Sleman, pelatihan diikuti oleh 25 peserta dari masyarakat sekitar.

Dalam pelatihan ini, terdapat 5 narasumber yang memberikan pengetahuan mengenai budi daya ikan air tawar, yakni Edy, Panitia Pengawas Lapangan (PPL) Kecamatan Depok, Tri Hartono dari Kaliwaru Ngemplak, Saptono, dari Kalasan,  Anjar Purnomo dari Kaliwaru, dan Suyatno dari Malangan, Moyudan.

Dengan pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat terampil dalam membudidayakan benih-benih ikan air tawar, seperti Nila, Gurami, Lele, dan lain sebagainya. Dengan terampil membudidayakan sendiri, masyarakat tidak perlu mencari dari luar apabila membutuhkan benih ikan.