Pelestarian Budaya Lewat Lomba Macapat Tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK di Kecamatan Turi

Turi – Sabtu (13/5) telah berlangsung lomba macapat untuk siswa SD, SMP, dan SMA/ SMK di Kecamatan Turi. Adapun tujuan dari diadakannya lomba macapat ini adalah untuk menjalankan program Pemerintah Daerah Sleman dalam upaya pelestarian budaya yang mana tingkat kecamatan merupakan pusat, pengembangan, dan pelestarian budaya.

Selain itu, lomba ini juga dimaksudkan untuk ikut menyemarakkan ulang tahun Kabupaten Sleman yang ke-101 sekaligus mencari bibit-bibit muda yang bisa menyanyikan tembang macapat.

Lomba macapat ini diikuti oleh 15 siswa SD, 12 siswa SMP, dan 8 siswa SMA/SMK di Kecamatan Turi. Adapun juri dari lomba adalah Drs Hadisuwanto, Marjuki, dan Sajiyono. Berikut daftar pemenang lomba macapat untuk tingkat SD ketgori putera Bagas Resandi, SD Turi 3; Huda Saka S, SD Wonosari; Ridho Ade G, SD Karanganyar; Mikael F.F, SD Tarakanita Ngembesan.

Sedang kategori puteri Shafa Sabrina, SD Turi 3; Andini Deby, SD Wonosari 1; Debrina Maria, SD Karanganyar; Margaretta A, SD Tarakanita Ngembesan.

Dan, untuk tingkat SMP kategori putera Dominikus H.S, SMP N Turi 1; Adi Setiawan, SMP N Turi 3; Jati Fahrudin, SMP N Turi 2; Muh Masduki, SMP Insan Cendekia. kategori puteri Gloria Kinanti, SMP N Turi 3; Amarati Hidayani, SMP Aloyisius T; Shinta Aprillia, SMP N Turi 1; Anjas Sinta W, SMP N Turi 2.

Tingkat SMA/ SMK kategori putera Arji Andika, SMK Insan Cendekia; Lukky Antana, SMK Muhammadiyah 1; Riyan Adytya, SMK Muhammadiyah 2; Fahuzi Aditama, SMK Muhammadiyah 1. Kategori puteri Maria Aurel ER, SMA N Turi 1; Ayu Anggita, SMK Muhammadiyah 1; Manik Susanti, SMK Muhammadiyah 2; Isrowiyah, SMK Insan cendekia. Suharno/




Lewat Program Keluarga Harapan (PKH), Pemerintah Salurkan Dana Bantuan ke Sejumlah Pihak

Minggir – Pemerintah melalui Kementerian Sosial RI meluncurkan Program Keluarga Harapan (PKH) yang diberikan kepada penerima manfaat dengan kategori keluarga lansia, penyandang cacat/difabel, dan keluarga miskin dengan komponen kesehatan dan pendidikan.

Dana bantuan untuk setiap kepala keluarga lansia dan penyandang cacat sebesar Rp dan setiap kepala keluarga untuk keluarga miskin dengan komponen kesehatan sejumlah Rp

Untuk Kecamatan Minggir, pemberian bantuan dilaksanakan dari tanggal 11-12 Mei 2017. Adapun jadwal pengambilan dana PKH pada Kamis 11 Mei 2017, pukul di Balai Desa Sendangrejo, untuk warga Desa Sendangrejo, Sengangarum, Sendangsari dan Jumat, 12 Mei 2017, pukul di Kantor Kecamatan Minggir untuk warga desa Sendangagung dan Sendanmulyo.

Bantuan tersebut disalurkan oleh Bank BNI 46 dalam 4 tahap dengan sistem pencairan menggunakan ATM. Proses penyaluran ini berjalan lancar dengan didampingi oleh sejumlah pihak, seperti Feri Istanto dari Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Kamto dari Kecamatan Minggir dan Nita yang merupakan pendamping desa. Pun, dikawal oleh Bintara Pembinaan dan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) Polsek Minggir. Daris/




Kirab Merti Dusun Wujud Syukur Masyarakat Desa Sendangmulyo

Minggir – Acara tradisi turun temurun dari para leluhur masih dapat dijumpai di berbagai wilayah, seperti yg dilaksanakan di Dusun Jetis, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Minggir.

Dusun ini melaksanakan kirab bergada prajurit yang mengawal gunungan hasil pertanian mengelilingi dusun pada Jumat (12/5). Adapun peserta kirab terdiri dari berbagai komponen masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Kirab merti dusun merupakan wujud dari rasa syukur warga atas limpahan rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, lewat kirab merti dusun ini para warga diberi kesempatan untuk berdoa agar di masa yang akan datang dihindarkan dari segala hama yang dapat menyerang tanaman pertanian mereka. Pun, lebih menambah kerukunan antar warga.

Kirab bergada dan gunungan dihadiri oleh Dinas Kebudayaan DIY, Kapolsek dan Danramil Minggir, Kepala beserta Perangkat Desa Sendangmulyo, Minggir. Daris/




Gladi Lapang Desa Tirtomartani Kalasan Sleman Libatkan Ratusan Warga

Sleman – Rabu (10/5), telah berlangsung Gladi Lapang penanggulangan bencana erupsi Gunung Merapi oleh Desa Tangguh Bencana (Destana) Desa Tirtomartani Kalasan Sleman di Barak Pengungsian Tirtomartani. Gladi Lapang ini adalah kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Lembaga KYPA dengan melibatkan 200 warga dari 17 pedukuhan yang ada di Desa Tirtomartani.

Bupati Sleman yang diwakili oleh Sekretaris BPBD Kabupaten Sleman, Asih Kushartati, ,MT, menyampaikan bahwa Gladi Lapang ini merupakan upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi erupsi Gunung Merapi.

Dengan adanya Gladi lapang ini diharapkan jatuhnya korban jiwa akibat bencana erupsi Gunung Merapi dapat diantisipasi karena masyarakat sudah mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan pada saat kondisi darurat terkait bencana terjadi.

Dalam kesempatan yang sama, tim Destana yang didukung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Desa, Perangkat Desa, Karang Taruna, Relawan, BPBD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tim Unit Operasional Kecamatan, dan Tim Unit Pelaksana Desa, resmi dikukuhkan.

Terpilihnya Desa Tirtomartani sebagai Destana tak lain karena jarak Desa Tirtomartani ke Gunung Merapi yang diperkirakan mencapai 23 km. Jarak ini dirasa aman dari bahaya utama erupsi Gunung Merapi sehingga Desa Tirtomartani dapat dijadikan desa penyangga dari Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sleman Heru Saptono, dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini sudah terbentuk 34 Destana di Kabupaten Sleman dan Desa Tirtomartani merupakan desa berikutnya yang dikukuhkan.

“Desa Tirtomartani merupakan desa ke-35 di tahun 2017 sementara Pemerintah Kabupaten Sleman telah mempersiapkan 36 desa untuk dijadikan Desa Tangguh Bencana,” ujar Heru.

Heru pun menambahkan, Destana tersebut sekaligus dijadikan wujud kesiapsiagaan desa terhadap tujuh ancaman bencana yang perlu diwaspadai, di antaranya erupsi gunung Merapi, Banjir, Puting Beliung, Tanah Longsor, Kekeringan, Kebakaran dan Gempa Bumi.




TPA/KB/TKIT Nurul Islam Maju Lomba Gugus PAUD Berprestasi se-Kabupaten Sleman

Gamping – Rabu (10/5) pukul WIB, Tim Penilai Apresiasi Gugus PAUD Berprestasi Tingkat Kabupaten Sleman tahun 2017 melakukan penilaian di Gugus PAUD III Kecamatan Gamping, Sleman. Penilaian ini dilakukan dalam rangka Lomba Gugus PAUD Berprestasi se-Kabupaten Sleman tahun 2017.

Untuk tahun ini, lokasi yang dinilai adalah TPA/KB/TKIT Nurul Islam yang beralamatkan di Dusun Bedog, , Kecamatan Gamping, Sleman. Kepala Sekolah TPA/KB/TKIT Nurul Islam, Nur Rohmah Fitriyanti, menuturkan bahwa sekolah yang diampunya memiliki guru dan karyawan sebanyak 27 orang. Sementara, guru bersertifikasi dengan pendidikan S1 berjumlah 7 orang.

TPA/KB/TKIT Nurul Islam juga memiliki 6 kelas yaitu kelas A ada 3 kelas yg berisi 3 rombongan belajar yang masing-masing diisi 17 siswa. Kemudian kelas B juga ada 3 kelas dengan 5 rombongan belajar yang diisi masing-masing 15 siswa. Setiap rombongan belajar ini diampu oleh 1 orang guru.

Acara dibuka pada pukul WIB dan dilanjutkan penilaian oleh juri yang terdiri dari unsur Pengawas, Ornit/HIMPAUDI, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, dan forum.

Menurut salah satu juri yaitu Sriningsih Sulistyowati, Kepala Seksi Kelembagaan dan Peserta Didik Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, penilaian dilakukan dari sisi pembelajaran (KBM), sarana prasarana penunjang KBM, peran serta atau partisipasi masyarakat yang mendukung lembaga, dan prestasi kepala sekolah/guru/lembaga/peserta didik.

Selain itu menurut juri yang lain, Zainudin, administrasi pendidikan oleh lembaga pendidikan juga dinilai, seperti manajemen gugus, manajemen lembaga, dan manajemen pembelajaran.

Lomba Gugus PAUD Berprestasi ini dilaksanakan di 17 kecamatan se-Kabupaten Sleman di mana penyandang juara 1 akan mewakili Kabupaten Sleman untuk lomba tingkat Provinsi DIY yang kemudian pemenangnya akan maju di tingkat nasional. Adnan/