Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Adakan Pagelaran Wayang Kulit

Sleman – Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman adakan Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon “Gatotkaca Lahir” oleh Dalang Cilik Muhammad Zaki Aditama dari SD N Pucung, Tamanmartani, Sleman Menyambut Hari Jadi Kabupaten Sleman ke – 101 dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2017 di Halaman Pendidikan Dinas Kabupaten Sleman, Rabu (10/5).

Dalam kesempatan tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan Arif Haryono, SH menyampaikan Hardiknas menjadi momentum untuk pembenahan mutu pendidikan di Kabupaten Sleman agar lebih baik lagi. Hal tersebut dapat dilihat dari suksesnya pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP/MTS di Kabupaten Sleman.  Sukses pelaksanaan UNBK di Kabupaten Sleman dapat diukur dari 2 indikator yaitu sukses penyelenggaraan dan  sukses prestasi.

Arif berharap dengan suksesnya pelaksanaan UNBK tingkat SMP/MTS yang mengantarkan Kabupaten Sleman menempati rangking pertama tingkat provinsi dapat berlanjut ke tingkat nasional.

Sedangkan untuk pelaksanaan pendidikan untuk anak sekolah dasar telah terbantu oleh pembiayaan pemerintah pusat dan Kabupaten Sleman melalui dana BOSS. Dana BOSS diperuntukkan untuk siswa dari keluarga tidak mampu dan siswa yang putus sekolah di Kabupaten Sleman.

Selain Zaki, pagelaran tersebut juga dimeriahkan oleh Aditya Sandi dari SD N Kaliduren, Moyudan, dan Staf Seksi Sejarah, Nilai Budaya, Adat dan Tradisi Dinas Kebudayaan Sleman Yohanes Jasminto, .




Desa Donokerto Turi Ikuti Lomba Evaluasi Desa Kabupaten Sleman 2017

Turi – Rabu (9/5), Tim Evaluasi Kabupaten Sleman dipimpin oleh Lasiman menilai Desa Donokerto Kecamatan Turi. Kegiatan ini merupakan wujud pelaksanaan UU tahun 2004 dan adanya Permendagri.

Evaluasi ini juga tidak hanya berlangsung di Kabupaten Sleman tetapi di seluruh Indonesia, di mana setelah melalui tingkat kabupaten pemenang akan maju ke tingkat provinsi lalu ke tingkat nasional.

Menurut Kepala Desa Donokerto Waluyo Jati,ST, saat proses evaluasi Desa Donokerto sudah masuk ke posisi 5 terbaik di tingkat Kabupaten Sleman.

Tim penilai ada 40 orang yang terdiri dari masing-masing Organisasi Pemerintah Daerah (OPD). Adapun penilaiannya, antara lain kewilayahan, pemberdayaan, dan pemerintahan.

Selanjutnya, aspek yang dinilai, yakni administrasi, kelengkapan organisasi, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), pengolahan sampah, kinerja perangkat, lembaga yang ada dan kinerjanya.




UII Yogyakarta Terjunkan 100 Mahasiswa di Desa Sukoharjo

Selasa (9/5), Fakultas Agama Islam UII Yogyakarta menerjunkan 100 Mahasiswa untuk Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Masjid-Masjid se Desa Sukoharjo.  Hal tersebut untuk menindaklanjuti kerjasama antara UII , IPHi dan Desa Sukoharjo dalam bidang pembinaan keagamaan di Desa Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman.

PKL bertujuan agar dakwah islamiyah di desa Sukoharjo lebih meningkat. Dari 100 Mahasiswa PKL akan dibagi kedalam 19 masjid setiap dusun, karena di Sukoharjo. Di Sukoharjo sendiri ada 36 masjid belum semuanya dapat dijangkau dan secara bertahap dan berkesinambungan akan terus diadakan PKL di desa ini.

“Sedangkan, lama PKL ialah sebulan penuh untuk menyiapkan bulan suci romadhon tahun ini”, kata penanggung jawab PKL Drs H. M Hajar Dewantara, MAg.

Disamping itu, Ketua IPHI Ranting Desa Sukoharjo, H. Jasman M Abror mengharapkan setelah sampai Masjid masing – masing, mahasiswa segera beradaptasi dan bertemu para pengurus takmir untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatan selama di lokasi PKL. Sehingga nantinya mempunyai kemajuan dalam pembinaan keagamaan di daerah.

Kegiatan ini disambut baik oleh Kepala Desa Sukoharjo , Bapak Hadi Subronto , semoga kegiatan PKL yang dilaksanakan oleh UII terus berlanjut sebagai bukti pengabdian kepada  masyarakat yang dilakukan oleh UII Yogyakarta. KIM Ngaglik.***




Ramaikan Hari Jadi Kabupaten Sleman dengan Lomba Wajah dan Administrasi Padukuhan

Gamping – Dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Sleman ke-101, pemerintah Kecamatan Gamping mengadakan Lomba Wajah dan Administrasi Padukuhan. Senin (8/5) pukul WIB, tim penilai perlombaan dari Kecamatan Gamping hadir di Padukuhan Salakan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping.

Tim penilai berasal dari berbagai instansi, seperti Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan, Subagyo, SE, Kepala Seksi Pelayanan Umum, , , Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban, Gandung Suwarto, , Kepala Unit Bimas Polsek Gamping, Ipda Totok Subaryanto, UPK Kecamatan Gamping, Atun dan Fenty, serta para juri lainnya.

Dalam kesempatan ini, hadir juga Camat Gamping, Abu Bakar, , , Komandan Koramil 17/Gamping, Kapten Suwardi, Sekretaris Kecamatan Gamping, Ratnadi Sosiawan, , Kepala Desa Trihanggo, Herman Budi Pramono, S.E, dan Kepala Padukuhan Salakan, Suyono, serta warga Padukuhan Salakan yang berjumlah 900 orang.

Kedatangan Camat Gamping disambut warga Padukuhan Salakan dengan pengalungan bunga melati yang dilakukan oleh Putri Berprestasi Padukuhan Salakan, Azzahra Salsabila. Selain itu, tim penilai juga disuguhi atraksi kesenian Jathilan dan Bregodo Sureng Pati.

Dalam Lomba Wajah dan Administrasi Padukuhan ini, lokasi atau objek yang dinilai adalah administrasi keseluruhan, Bank Sampah, tanaman produksi dan toga, home industry (pembuatan kaos, pembuatan blangkon dan perlengkapannya, produksi makanan tradisional), kebersihan jalan dan tempat ibadah padukuhan, papan nama dan pagar padukuhan, pos kamling, tugu sleman sembada, serta gapura.

Penilaian lomba ini diakhiri pada pukul WIB dan ditutup dengan doa bersama serta saling berjabat tangan.




Lomba Hari Jadi Sleman Ke-101 Semarak

Sleman – Kemeriahan hari jadi Sleman ke 101 tahun 2017 nampak di hari Minggu, 7 Mei 2017. Berbagai kegiatan dan lomba dilaksanakan bersamaan ditempat yang berbeda, seperti lomba Lari Sembada 15 K di Stadion Tridadi,  lomba Burung Berkicau Piala Pakualam di Lapangan Pemda Sleman, Gelar Senam Sehat Sekaligus ulang tahun Persit Candra Kirana KODIM Sleman di Lapangan Denggung, dan lomba panahan tradisional gaya Mataram (Jemparingan) di Lapangan Pandowoharjo Sleman.

Pelaksanaan lomba lari 15 K dilepas Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI, diikuti kurang lebih 800 peserta. Lomba ini mempertandingkan untuk tingkat SD putri juara I  diraih Mutiara P SD Muh Gendol, untuk SD putra juara I diraih Luken SDN Sentul, untuk SMP Putra juara I diraih Latief Raihan SMPN 2 Tempel dan SMP Putri Juara I diraih Riski Damayati SMPN 2 Tempel.

Sedangkan untuk Umum Putri juara I diraih Miftahul Janah SMAN I Seyegan, untuk umum Putra Juara I diraih Yanuar Prihantoro, Tropphy juara diserahkan oleh Sekda Sleman Sumadi, SH, MH didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga serta Ketua PASI DIY, PASI Sleman dan KONI Sleman.

Selain itu kemeriahan juga nampak pada lomba jemparingan yang diikuti oleh 213 peserta yang terdiri dari 186 peserta umum dan 27 peserta pemula. Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Cabang Sleman Joko Marhendarto mengatakan bahwa jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya diikuti oleh 140 peserta. Selain dari Sleman, peserta juga hadir dari beberapa klub jemparingan Jogja dan sebagian Jawa Tengah.

Sri Purnomo mengapresiasi terselenggaranya lomba jemparingan tersebut karena salah satu wujud nguri-uri budaya. Menurutnya, jemparingan sudah ada sejak ratusan tahun lalu saat jaman Kerajaan Mataram. Tradisi tersebut dilakukan oleh bangsawan kerajaan dan menjadi pertandingan rutin hingga sekarang.

Berbeda dengan panahan biasanya, jemparingan mewajibkan pesertanya menggunakan busana tradisional Jawa. Dalam melepaskan busur panah, para peserta menggunakan panah tradisional atau gandhewa dengan posisi duduk bersila dan sasarannya berwujud bandhulan.