Perpustakaan Desa Sukoharjo Maju Lomba Tingkat Nasional

Ngaglik- Senin (8/5), Perpustakaan Desa Sukoharjo dengan Gerakan Sukoharjo Cerdas (GSC) maju ke tingkat nasional untuk mengikuti lomba perpustakaan desa. Sebelum maju ke tingkat nasional ini, perpustakaan Desa Sukoharjo telah dinilai oleh tim dari tingkat DIY, demikian disampaikan Ketua Perpustakaan Desa Sukoharjo, Dwi Ari Libaryanto, ST di Kompleks Balai Desa Sukoharjo kemarin.

Di kesempatan yang sama, Kepala Desa Sukoharjo,  Hadi Subronto dalam sambutanya mengaku sangat bangga karena perpustakaan ini dalam pengembangannya dikelola oleh generasi muda yang aktif dan kreatif.

Ke depannya, diharapkan perpustakaan Desa Sukoharjo ini dapat diarahkan untuk anak-anak, remaja, dan keluarga sehingga masyarakat Desa Sukoharjo semakin cerdas sesuai dengan program Gerakan Sukoharjo Cerdas.

Tak sampai di situ saja, perpustakaan ini juga merupakan ikon yang dikembangkan pengurus dengan visi “Terwujudnya Perpustakaan Sebagai Sumber Informasi Pengembangan Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi sebagai Sarana menuju Generasi Cerdas dan Berprestasi”.

Untuk sementara, jumlah buku yang tersedia di perpustakaan ini berjumlah buah dari berbagai judul dan bidang, seperti pendidikan, kesehatan, budaya dan lainnya sebagainya.***




Safari Jumat di Masjid Al Ma’un Seyegan

Sleman – Safari Jumat minggu pertama bulan Mei 2017 berada di Masjid Al Ma’un Mranggen Margodadi Seyegan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Sumadi, SH, MH mewakili Bupati Sleman.Ikut mendampingi Sekda Sleman pada kesempataan tersebut antara lain Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Sutadi Gunarto, , Kepala Satpol PP Drs. Hery Sutapa, Kepala Dinas Perhubungan Drs. Mardiyana, Diraektur Bank BPD DIY Cabang Sleman, dll.

Sekda Sleman pada kesempatan tersebut juga menyerahkan bantuan berupa uang total sejumlah Rp. yang taerdiri dari Bantuan Pemkab Sleman sejumlah 4,5 juta rupiah, Basnaz Sleman 3 juta rupiah, Bank BPD Sleman 1 juta rupiah, Kecamatan Seyegan 1 juta rupiah, Desa 1 juta rupiah dan infaq jamaah sholat Jumat Rp. .

Sedangkan Sumadi pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa syiar agama di wilayah Seyegan khususnya di Mranggen sangat baik terbukti jamaah sholat Jumat dipadati jamaah, dan Pemkab Sleman mendorong untuk memakmurkan Masjid. Lebih lanjut disampaikan masyarakat jngan mudah terhasut dengan isu – isu yang tidak bertanggung jawab dan cenderung, mengadu domba.

Menyinggung kenakalan remaja yang sudah cenderung kriminal dan anarkis, orang tua harus selalu mengawasi dan memperhatikan anaknya. Fungsi masjid saat ini tidak hanya untuk ibadah saja namun juga untuk kegiatan sosial dan saebagai sntral pembinan generasi muda.

Sementara itu Camat Seyegan Budi Sutamba maalporkan bahwa di Kecamatan Sleman angka kemiskinan maasih cukup tinggi, terutama rumah tidak layak huni pada tahun 2014 ada . Dan sampai tahun 2016/2017 ini sudah berkurang tinggal 997 rumah, itu perlu perhatian pemerintah.




Bersama Faskel, BKM Bakti Manunggal Donokerto Turi Adakan Rapat Anggota

Turi – Minggu (7/5) pukul WIB, BKM Bakti Manunggal Donokerto Turi mengadakan rapat anggota bersama fasilitator kelurahan (faskel). Rapat ini membahas beberapa hal penting, yakni laporan keuangan Unit Pengelola Keuangan (UPK), persiapan pameran, dan persiapan lomba desa. Selain itu, di rapat ini juga memperkenalkan anggota faskel baru. KIM Donokerto

 




Gunungan Ayam Wujud Rasa Syukur Warga Bendan

Sleman – Gunungan Ayam berisi potongan ayam goreng setinggi 4 meter dengan diamater 3,5 meter dikirab mengelilingi komplek Candi Sari, Bendan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Minggu (7/5). Kirab dimulai dari sisi timur Komplek Candi Sari dan berakhir di sisi selatan candi. Gunungan Ayam sendiri terdiri dari 265 ekor ayam yang dibagi 7 bagian atau menjadi 1855 kantong plastik. 

Kirab tersebut merupakan kegiatan “La Culture de Jogja” yang diadakan sebagai bagian dari tugas akhir oleh mahasiswa FISIPOL Program Studi Komunikasi UPN “Veteran” Yogyakarta. Kirab ini sudah berlangsung sejak tahun 2013. Kirab ini merupakan perwujudan rasa syukur warga masyarakat atas rejeki yang telah diberikan kepada para pengusaha ayam goreng di Dusun Bendan.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi positif dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra. Hj. Sudarningsih, yang diwakili oleh Kepala Seksi Analisa Pasar, Dokumentasi dan Informasi Pariwisata, Kus Endarto, SE, mengatakan  dengan adanya event ini, diharapkan dapat menjadi alternatif pilihan wisata budaya di Kabupaten Sleman dan sekaligus memperkaya daya tarik wisatawan ke Candi Sari.

Kedepan diharapkan kerjasama ini dapat berlanjut dengan lebih baik lagi, dengan koordinasi bersama antara instansi terkait seperti Dians Pariwisata, Dinas Kebudayaaan, Dians Perindag, Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, Kecamatan Kalasan, Sentra Pengusaha Ayam, dan Masyarakat, serta pihak Universitas, tambahnya.

Kirab budaya ini sekaligus untuk menyambut peringatan hari jadi Kabupaten Sleman ke – 101. Selain itu, kirab budaya gunungan ayam melibatkan 30 pengusaha ayam goreng di Dusun Bendan.




Undang Komunitas Untuk Promosikan Desa Wisata Kelor

Sleman –  Desa Wisata Kelor Bangunkerto, Turi, Sleman mengundang beberapa komunitas guna menyemarakkan ulang tahunnya yang ke-11 pada Minggu (7/5). Adapun komunitas yang diundang adalah Sorlok Plus, KP Plus, dan Mawar Biru.Menurut Endro Harwanto, Kepala Desa Wisata Kelor, Bangunkerto, Turi, Sleman, mengundang komunitas merupakan sarana mereka untuk mempromosikan potensi Desa Wisata Kelor.

“Kita ingin Desa Wisata ini lebih dikenal khususnya daerah Yogyakarta, karena ini kan ada komunitasnya, manfaatnya tidak hanya untuk senang-senang tapi ada gethok tularnya atau informasinya dari pengunjung komunitas tersebut”, ujar Endro.

Endro juga mengharapkan dengan menginformasikan keberadaan Desa Wisata Kelor ini ke luar maka Desa Wisata Kelor bisa berkembang dengan lebih baik. Seperti diketahui, keberadaan Desa Wisata Kelor ini telah mampu mengangkat perekonomian masyarakat sekitar, utamanya mereka para petani salak pondoh. Sebab, salah satu fasilitas yang ditawarkan dari Desa Wisata Kelor ini adalah memetik salak pondoh dan menikmatinya secara langsung.

Selain itu, Desa Wisata Kelor ini juga menawarkan beragam fasilitas lain, seperti outbond, camping ground, dan susur sungai. Tak heran jika pengunjung yang datang mencapai ribuan.

“Per tahun sekitar 10-12 ribu”, tutur Endro.

Tahun ini, Desa Wisata Kelor berhasil meraih juara 1 desa wisata terbaik se-Kabupaten Sleman dan akan segera maju ke tingkat provinsi. Meski demikian, ke depannya Endro tetap memiliki target yang ingin dicapai Desa Wisata Kelor ini.

“Ke depannya kita ingin mengembangkan tentang wajah desa ini, areal-areal permainan khususnya yang masih tradisional yang kita jadikan icon-icon agar lebih berguna untuk masyarakat menengah ke atas, yang tidak kenal permainan tradisional”, tambah Endro.