Tingkatkan Pelayanan Publik, Sleman Gelar Seleksi Perangkat Desa

Sleman – Berdasar Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2016 Desa merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak usul, dan hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan.

Pengaturan tentang desa antara lain, mendorong prakrasa, gerakan, dan partisipasi masyarakat desa untuk pengembangan potensi dan aset desa guna kesejahteraan bersama guna membentuk pemerintahan  desa yang profesional dan bertanggung jawab.

Selain itu, desa diharapkan mampu meningkatkan pelayanan publik bagi warga masyarakat desa guna mempercepat perwujudan kesejahteraan umum, meningkatkan ketahanan sosial budaya, mampu memelihara kesatuan, memajukan perekonomian masyarakat, mengatasi kesenjangan pembangunan nasional, dan memperkuat masyarakat desa sebagai subjek pembangunan.

Pencapaian tujuan tersebut tentunya merupakan tanggung jawab Pemerintah Desa yang di dalamnya terdiri dari kepala desa dan perangkat desa, untuk itu diperlukan aparatur Pemerintah Desa yang efisien, efektif, bersih, dan berwibawa serta mampu melaksanakan seluruh tugas umum pemerintahan.

Demi mewujudkan aparatur pemerintah desa sebagaimana tersebut di atas, maka diperlukan mekanisme pengisian perangkat desa yang dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada. Berkaitan dengan hal tersebut Pemerintah Kabupaten Sleman telah mengadakan seleksi perangkat desa yang saat ini telah memasuki tahap tes tertulis dan praktik komputer.

Pembuatan soal untuk kedua tahap ini dibagi menjadi dua bagian, 70 persen soal oleh koordinator Kabupaten Sleman dengan materi tentang Tupoksi, Pancasila, Undang – Undang Desa, penulisan bahasa sesuai kaidah (EYD), dan 30 persen soal oleh perangkat desa. Tes tahap ini nantinya diikuti sebanyak 590 peserta yang telah dinyatakan lolos dari hasil musyawarah desa (musdes) untuk mengisi 200 lowongan atau formasi perangkat desa.

Sedangkan terkait dengan isu jual beli soal ujian bagi calon perangkat desa menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sleman. Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, berjanji akan memproses hukum jika ada pihak yang terbukti membocorkan soal ujian.

Bupati Sleman meminta agar calon-calon perangkat desa yang akan mengikuti ujian untuk tidak tergiur dengan tawaran soal ujian berikut kunci jawabannya. Jika ada bukti oknum panitia seleksi dan pemeritah desa membocorkan soal ujian pihaknya tidak segan-segan memperkarakan secara hukum, tambahnya saat ditemui di Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sleman, Jumat (2/6).

Dan untuk meminimalisir hal – hal yang tidak diinginkan maka akan dilaksanakan koreksi terbuka.

“Selesai ujian langsung dikoreksi oleh panitia dan hasil akan segera bisa dilihat berdasarkan rangking saat itu juga pada Rabu, 7 Juni 2017,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Purwatno Widodo, .




Berlari Sembari Menikmati Indahnya 7 Candi di Sleman

Sleman – Kapan lagi olahraga bisa dijadikan satu dengan wisata? Hal ini yang ditawarkan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman dengan menggelar Sleman Temple Run 2017 pada 16 Juli 2017.  Dengan rute awal di Tebing Breksi kemudian melewati 7 candi yang ada di Sleman, acara ini merupakan bentuk kerja sama Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman dengan Trail Runners Yogyakarta.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra. Hj. Sudarningsih, , mengaku bahwa Kabupaten Sleman tengah memberikan perhatian khusus terhadap sport tourismyang diketahui sedang berkembang pesat dan banyak diminati oleh kalangan wisatawan muda saat ditemui di Bagian Humas Kabupaten Sleman, Jumat (2/6).

Bahkan, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menempatkan sport tourism sebagai salah satu produk wisata yang akan terus dikembangkan secara serius, sehingga nantinya Sleman melalui brand Sleman, the living culture, the part of Jogja dapat menjadi salah satu destinasi sport tourism khususnya olaraga lari di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sudarningsih menuturkan bahwa Sleman memiliki potensi besar dalam mengembangkan sport tourism, utamanya untuk olahraga lari, seperti marathon, fun run, jalan sehat, ataupun trail run (jelajah alam).

Didukung dengan banyaknya spot indah yang ditawarkan, contohnya saja candi, peninggalan sejarah dan budaya, pun suasasana pedesaaan, tentu acara yang mengusung konsep sport tourism ini akan menarik antusiasme banyak peserta. Ini terbukti dari gelaran Mandiri Jogja Marathon pada 23 April 2017 lalu yang diikuti oleh lebih dari 6 ribu peserta.

Sleman Temple Run 2017 memiliki tiga kategori yang akan diperlombakan.

“Sleman Temple Run ini terbagi dalam tiga kategori, umum 13 km dengan biaya pendaftaran 250 ribu, kemudian yang umum 25 km biaya pendaftarannya 350 ribu, sedangkan khusus untuk TNI dan Polri di 25 km, biaya pendaftarannya juga 350 ribu,” jelas Sudarningsih.

Dengan tiga kategori tersebut, Sleman Temple Run 2017 menargetkan 500 peserta dari berbagai kalangan dan usia untuk memperebutkan total hadiah senilai 75 juta rupiah.

“Dari target 500 peserta, yang sudah fix ada 300an peserta,” lanjut Sudarningsih.

Meski demikian, Sudarningsih mengaku optimis target tersebut akan terlewati mengingat di pelaksanaannya tahun lalu yang menargetkan 500 peserta tercapai hingga 600 peserta.

Adapun 7 candi yang akan dilewati dalam rute adalah Candi Miri, Candi Ijo, Candi Banyunibo, Candi Keraton Ratu Boko, Candi Sojiwan, Candi Dawangsari, dan Candi Barong. Sementara, total elevasi yang akan dilalui mencapai 1000 meter untuk kategori 25 km dan 650 meter untuk kategori 13 km.

“Rute yang disajikan nanti bervariasi, melintasi bukit, terus bebatuan yang ada di sekitar candi. Peserta juga akan disuguhi dengan view yang bagus yang memang tidak mereka temukan di kota-kota lainnya,” imbuh Zaki Wardhana dari Trail Runners Yogyakarta.

Permukaan tanah dan batuan yang tidak rata nantinya akan menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta untuk bisa mencapai garis finish. Peserta yang mampu mencapai garis finish dengan waktu yang sudah ditentukan pun berhak mendapatkan medali yang sudah dipersiapkan oleh panitia.

Sampai saat ini, Zaki mengemukaan sudah ada sejumlah pelari mancanegara yang mendaftarkan diri untuk ikut dalam lomba lari maraton ini. Bagi masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi, pendaftaran masih dapat dilakukan hingga 10 Juni 2017 melalui website .