Motivasi Santri, SDIT Salsabila Adakan Sepak Bola Api

Sleman – Ramadan merupakan bulan yang dinantikan oleh setiap umat muslim di seluruh dunia. Tak terkecuali di Indonesia, umat islam berlomba – lomba dalam memperbanyak amal dan ibadah. 

Dari mulai memberi santunan kepada yang membutuhkan, salat wajib, salat sunah, hingga membaca Al – Quran sampai larut malam. Demikian pula yang dilakukan oleh santriwan – santriwati SDIT Salsabila Klaseman Sinduharjo Ngaglik Sleman.

Santriwan Santriwati diwajibkan menghafal surat Al – Baqarah ayat 155 – 156 dan ayat 283. Untuk memotivasi santriwan santriwati pihak  SDIT Salsabila menggelar sepak bola api.

“Sepak bola api menjadi momen yang selalu ditunggu oleh santri. Hal tersebut mampu memberikan lecutan semangat bagi santri setiap tahunnya,” kata Kepala Sekolah SDIT Salsabila, Zaelani, Rabu (7/6).

Sepak bola api merupakan momen untuk mengenalkan dan memberi pelajaran kepada santri perihal api itu panas dan api neraka lebih panas dari api dunia. Namun, manusia tidak perlu takut dengan api. Selama manusia berbuat baik (dingin), api tidak memanas, tambah Zaelani.

Sepak bola api dimainkan dengan bola yang terbuat dari kelapa kering dengan sambut yang sudah di rendam minyak tanah selama 1 hari. Dan dimainkan dengan menggunakan telapak kaki untuk menghindari terjadinya luka bakar pada kulit. Selain menanamkan nilai, sepak bola api semula juga bertujuan untuk memperkenalkan keberadaan sekolah kepada masyarakat sekitar.




62 UMKM Siap Ramaikan Pasar Lebaran Sleman

Sleman – Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman akan menyelenggarakan Pasar Lebaran pada 12 hingga 17 Juni mendatang di Halaman Kantor Disperindag Sleman. Pasar Lebaran yang terbuka untuk umum ini akan berlangsung dari pukul hingga WIB.

Kepala Diperindag Sleman, Dra. Tri Endah Yitnani , mengungkapkan tujuan diadakannya Pasar Lebaran ini adalah untuk mempromosikan dan memperkenalkan produk-produk UMKM binaan Disperindag Sleman kepada masyarakat Sleman.

Untuk Pasar Lebaran ini, kami merekrut 62 UKM yang levelnya cenderung mikro untuk bisa berpromosi dan berjualan, tutur Endah saat ditemui di Kantor Humas Setda Sleman Kamis (8/6).

Produk unggulan UKM yang ditampilkan, antara lain aneka kue kering, minuman, makanan siap saji, pakaian, batik, kerajinan, dan aksesoris. Dengan dikenalnya produk-produk tersebut, diharapkan masyarakat Sleman akan terus mempergunakan produk-produk lokal hasil usaha pelaku UMKM di wilayah Kabupaten Sleman.

Selain mempromosikan produk UMKM, Pasar Lebaran ini juga bertujuan untuk membantu masyarakat Sleman dalam memenuhi berbagai kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri dengan harga yang terjangkau melalui kegiatan pasar murah dan tebus miskin.

Yang pasar murah itu bisa untuk semua anggota masyarakat tapi kalau yang tebus miskin hanya untuk warga miskin, tambah Endah.

Adapun tebus miskin, Disperindag Sleman akan menyediakan 100 paket yang berisi beras 5 kg, gula pasir 1 kg, dan minyak goreng 1 liter. Paket yang sedianya bernilai 65 ribu rupiah ini dengan tebus miskin bisa didapatkan hanya dengan harga 30 ribu rupiah.

Jadi ada subsidi sebesar 35 ribu, ujar Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disperindag Sleman, Nur Hadiyati.

Sementara untuk masyarakat umum, tersedia juga 289 paket sembako murah antara lain beras 5 kg dengan harga 34 ribu rupiah, gula pasir 11 ribu rupiah per kilo, minyak goreng 11 ribu per liter, dan daging beku 80 ribu rupiah per kilo.

Pada pembukaan Pasar Lebaran hari Senin (12/6) nanti, akan diadakan pula launching Rumah Kreatif BUMN (RKB) Sleman. RKB Sleman merupakan program yang diinisiasi oleh BUMN dalam hal ini Bank BNI 46 bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman khususnya Disperindag Sleman.

RKB Sleman bertujuan untuk meningkatkan kualitas UMKM dan dibentuk sebagai wadah bagi para pelaku UMKM untuk belajar memecahkan permasalahan UMKM yang ada saat ini misalnya masalah pemasaran, digitalisasi atau e-commerce, desain, dan branding UMKM.

?