Dishub Sleman Kembali Gelar Uji Kelayakan Angkutan Umum

Sleman – Pemeriksaan kendaraan angkutan umum kembali dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman pada Rabu (14/6) di halaman Parkir Lapangan Denggung. Pemeriksanaan ini merupakan pemeriksaan lanjutan yang telah sebelumnya dilaksanakan pada hari Senin (12/6) di Terminal Jombor.

“Jadi yang pertama kita laksanakan pada hari Senin, kita bekerjasama dengan Polres melaksanakan uji kelayakan di Jombor, tidak hanya kelengkapan surat-surat, kelengkapan kendaraan, tapi juga kesehatan bagi kru angkutan,” terang Kepala Dishub Sleman, Mardiyana.

Uji kelayakan yang melibatkan personil gabungan dari Dishub Provinsi, Satlantas, Polres Sleman, Denpom, Dandim Sleman, POLPP, dan BNNK Sleman ini, berlangsung dari pukul WIB.

Adapun kendaraan yang diperiksa cukup beragam, meliputi kendaraan angkutan barang dan kendaraan angkutan umum baik bus antar kota antar provinsi, taksi maupun kendaraan travel.

“Semua, angkutan barang, angkutan penumpang akan kita periksa semua,” jelas Mardiyana.

Kendaraan yang diperiksa pun tidak hanya sebatas fisiknya saja, baik ban, rem, dan lampu, tapi juga kelengkapan administrasinya, yakni Surat Uji Kendaraan, izin trayek, SIM, dan STNK. Selama dua jam berlangsung terdapat 101 kendaraan yang diperiksa dengan beberapa hasil yang didapat.

“Yang ditilang uji berkala sebanyak 10 buah, STNK mati 4 buah, pembinaan untuk ban kanisiran ini menurun kalau kemarin 41 ada 7 sementara dari 101 ini hanya 5, baut yang hilang ada 1,” jelas Mardiyana.

Kepala Dishub Sleman juga mengungkapkan berkat adanya pembinaan secara terpadu ada beberapa bentuk pelanggaran yang kini menurun, seperti kendaraan dengan hand rem yang tidak normal hanya 1, lampu rem yang mati hanya 1, dan jumlah pembinaan terhadap sopir sebanyak 8 kendaraan saja.

Dengan adanya uji kelayakan ini, Mardiyana berharap baik kendaraan maupun supirnya berada dalam keadaan baik sebelum mudik dilakukan.

“Nanti supir-supir sudah ada perhatian jadi paling tidak nanti menjelang Lebaran, untuk kendaraan maupun awak-awak angkutan bis ini sudah bisa mempersiapkan diri,” tutur Mardiyana.




Lomba Fashion Show Ajang Promosi Batik Sleman

Sleman – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman dalam rangka menyemarakkan Pasar Lebaran yang sudah dimulai dari hari Senin (12/6) mengadakan Lomba Fashion Show pada Rabu (14/6) pukul WIB di Kantor Disperindag Kabupaten Sleman. Lomba Fashion Show ini diikuti oleh 21 orang PNS dari SKPD di Kabupaten Sleman.

Kustini Sri Purnomo selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sleman dalam sambutannya mengungkapkan apresiasinya terhadap peserta lomba Fashion Show ini.

“PNS kerjaannya numpuk tapi beliau-beliau ini sudah peduli dan bisa tampil begitu PD (percaya diri-red) dengan adanya fashion show ini,” puji Kustini.

Harapannya dengan Fashion Show yang bertemakan Berlebaran dengan Batik Sleman ini, PNS dapat menjadi corong penggerak di daerahnya masing-masing agar masyarakat mau menggunakan batik Sleman. “Batik Sleman itu tidak kalah dengan penampilan-penampilan batik yang ada di Indonesia khususnya,” tutur Kustini.

Emmy Wulan Arumdati, , M.A, , salah satu peserta Lomba Fashion Show yang berasal dari Dinas Komunikasi dan Informatika Sleman, membeberkan motivasinya terlibat dalam lomba ini. “Biar bisa mempromosikan produk industri UMKM yang ada di Sleman, salah satunya kan batik,” beber Emmy.

Emmy mengakui meski kontribusinya terbilang kecil tapi mempromosikan batik dengan cara memakainya adalah bentuk persuasi nyata yang bisa dilakukannya.

Fashion Show ini mengundang tiga juri, yakni Sugita seorang seniman, Rony Billiardo Tinus seorang model, dan Lany Amborowati selaku designer dan pengamat fashion. Adapun hadiah yang bisa didapatkan oleh pemenang, antara lain trofi, uang tunai, dan bingkisan dari Wardah.




Bupati Sleman Blusukan Zat Berbahaya di Pasar Kejambon

Sleman – Bupati Sleman Sri Purnomo bersama TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Kabupaten Sleman beserta Balai Besar POM DIY ‘blusukan’ pasar melakukan pengawasan peredaran makanan mengandung zat berbahaya di Pasar Kejambon, Sindumartani, Ngemplak, Sleman, Rabu (14/6).

Sri Purnomo menyampaikan bahwa dari hasil pengawasan dan tes yang dilakukan BBPOM pada 16 sampel makanan di pasar tersebut ditemukan tiga jenis makanan yang mengandung zat berbahaya.

“Dari sampel yang di uji, kami temukan mie Jawa atau mie kuning yang mengandung boraks. Selain itu Zat pewarna sintetis Rhodamin B kami temukan pada wajik sirsat dan kerupuk sermier”, jelasnya.

Kepala BBPOM I Gusti Ayu Adi Arya Patni menjelaskan bahwa zat berbahaya pada makanan seperti boraks dan rhodamin B tersebut bersifat karsinogenik yang dapat memicu kanker.

“Efeknya memang tidak dirasakan setelah dimakan, namun lambat laun dalam jangka waktu yang lama jika dikonsumsi terus menerus akan menimbulkan masalah kesehatan seperti kanker”, katanya.

Menurut Ayu, selain di pasar tradisional, BBPOM DIY juga melakukan pengecekan zat berbahaya serta masa kadaluarsa di beberapa distributor makanan, took, bahkan hingga makanan untuk takjil dibeberapa lokasi. Dirinya menghimbau agar masyarakat cerdas memilih sebelum membeli makanan tersebut dengan cek KLIK.

“Sebelum memilih ada baiknya masyarakat cek KLIK. KLIK disini merupakan singkatan dari kemasan, label, izin edar, dan kadaluarsa”, tambah Ayu.

Kepala Disperindag Kabupaten Sleman, Tri Endah Yitnani menyampaikan bahwa pihaknya akan menindak tegas bagi para pedagang yang membandel menjual makanan yang mengandung zat berbahaya.

“Sementara kami lakukan himbauan bagi para pedagang, setelah tiga kali peringatan tidak ditanggapi maka akan kami cabut surat ijin pedagangnya”, kata Endah.

Terkait beberapa temuan zat berbahaya, Bupati Sleman menginstruksikan pada Lurah Pasar Kejambon untuk menarik makanan yang positif mengandung zat berbahaya tersebut. Bagi para pedagang yang kedapatan dagangannya mengandung zat berbahaya dihimbau untuk tidak mengambil dagangan dari produsen yang sama.




Workshop Sanitasi Dorong Perilaku Sehat Siswa Sekolah

Sleman – Workshop Sanitasi di lingkungan sekolah yang berlangsung di RR Setda B Rabu (14/6). Workshop tersebut diikuti  40 peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah SMP N di Wilayah Sleman dan Pokja Sanitasi. Dan workshop dibuka oleh Kepala Bagian Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Ir. Dwi Anta Sudibya, MT.

Dalam sambutannya Kabag Pembangunan menyampaikan bahwa menciptakan sekolah yang nyaman diperlukan kerjasama semua pihak tidak hanya pihak sekolah, namun juga masyarakat sekitar. Lebih lanjut disampaikan bahwa kenyamanan sekolah juga dipengaruhi oleh siswa  dalam berperilaku.

Dengan berperilaku sehat dan bersih akan membuat suasanya sekolah nyaman. Yang jelas tambah Sudibya bahwa kebiasaan dan perilaku siswa di sekolah yang baik akan terbawa dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Disampaikan pula bahwa program Sanitasi bisa menciptakan lingkungan sekolah yang lebih baik.

Sementara itu Kepala Seksi Sarana dan Prasarana SMP Dinas Pendidikan Sleman, Drs. Andreas Wiji berharap dengan workshop tersebut dapat mewujudkan komunitas sekolah yang perduli dan berbudaya lingkungan hidup khususnya sanitasi sekolah.

Sanitasi sekolah meliputi KM/WC, Uninoir (kualitas-kualitas), sarana pembuangan limbah serta sarana pembuangan sampah. Dengan dibentuknya pokja sanitasi sekolah merupakan wujud dan upaya menjadikan anak sekolah sebagai “agen prubahan” untuk perilaku hidup bersih dan sehat. Siswa merupakan “pemacu dan pemicu” yang baik dan efektif bagi keluarga dan lingkungan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa tangan yang kotor berpotensi menularkan penyakit. Kebiasaan cuci tangan dengan sabun mampu menurunkan kejadian penyakit diare 30%. Berdasarkan ketentuan Departemen Kesehatan maka tiap 2 (dua) ruang kelas harus terdapat satu wastafel yang terletak diluar ruangan.

Sekolah merupakan tempat pembelajaran bagi peserta didik untuk membiasakan diri berperilaku hidup sehat dan bersih, untuk menurunkan risiko terkena penyakit tertentu. Beberapa perilaku hidup sehat dan bersih yaitu tidak merokok, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan diri, cuci tangan pakai sabun, menjaga kebersihan lingkungan dan lainnya.