Bank Lebihkan Stok Tukar Uang di Pendopo Pemkab Sleman

Sleman – Sejumlah warga dan juga PNS Pemkab Sleman sudah memadati Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman sejak pagi pada Jumat (16/6). Adapun agenda yang berlangsung adalah pelayanan penukaran uang juga sosialisasi terhadap keaslian uang oleh Bank Mandiri.

Ulfa, Polling Cash Coordinator dari Bank Mandiri Area Yogyakarta, menjelaskan bahwa program penukaran uang ini merupakan program, kerjasama antara Bank Indonesia dengan bank – bank BUMN yang ada di Indonesia termasuk Bank Mandiri.

“Hari ini di tanggal 16 dan 17 nanti, itu serentak dilakukan di seluruh Indonesia, di sekitar 200 titik,” jelas Ulfa.

Sementara itu, di Sleman sendiri terdapat 3 titik penukaran uang.

“Untuk penukaran ini, di Pasar Pakem dilaksanakan besok, untuk hari ini di Rumah Sakit Sardjito sama di lingkungan Pemda untuk yang wilayah Kabupaten Sleman,” tambah Happy, Branch Manager Bank Mandiri Cabang Sleman.

Melihat antusiasme warga yang ingin melakukan penukaran uang menjelang Lebaran, pihak Bank Mandiri mengalokasikan waktu penukaran hingga pukul 12 siang atau hingga stok uang yang ditukar habis. Sementara, untuk jumlah stok uang yang disediakan ada 100 paket atau sejumlah 370 juta rupiah. Meski demikian, Bank Mandiri mengaku melakukan pelebihan stok khusus untuk area Pemkab Sleman.

“Karena dari informasi di sini sangat banyak antusiasmenya, kita lebihkan modalnya bisa dua kali lipat,” lanjut Ulfa.

Astrofi, Pegawai BLP Setda Kabupaten Sleman, mengakui bahwa agenda tukar uang ini rutin ia ikuti setiap tahunnya.

“Ini memang sudah ditunggu oleh keluarga, biasanya keluarga kan kalau mau lebaran selalu njagake (mengharapkan-red) mau tukar uang,” tutur Astrofi.

Sebelum proses penukaran uang berlangsung, pihak Bank Mandiri juga mengadakan sosialisasi dan edukasi terkait ciri-ciri uang rupiah asli yang dikeluarkan oleh pemerintah. Hal ini dilakukan mengingat banyak warga yang seringkali kurang jeli melihat keaslian uang dan pada akhirnya tertipu.

“Kalau masyarakat tidak bisa mengetahui ini asli apa palsu, sudah masuk kantong itu ditukarkan ke BI tidak dapat pengganti. Sementara yang dipalsukan itu selalu kopur-kopur (denominasi-red) yang tinggi, 50 ribu dan 100 ribu,” terang Ulfa.




Wisata Jip Tebing Breksi Jadi Daya Tarik Baru Bagi Wisatawan

Sleman –  Kurang lebih tiga bulan sejak wahana jip wisata di Tebing Breksi, Desa Sambirejo. Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman diadakan, ternyata animo wisatawan yang berkunjung terbukti meningkat.

Hal ini diungkap oleh Ketua Desa Wisata Sambirejo, Prambanan, Kholiq Widiyanto bahwa wisata jip yang dinaungi oleh komunitas Jip Wisata Shiva Plateau ini memang benar mampu menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.

“Berdirinya komunitas Jip Wisata Shiva Plateau di Taman Tebing Breksi ini mampu menambah daya tarik wisatawan berkunjung ke Breksi,” ujarnya Jumat (16/6).

Tak hanya itu, komunitas yang digagas para pemuda setempat ini bahkan menawarkan wisata berkeliling dengan mengunjungi destinasi-destinasi menarik di perbukitan Candi Prambanan. Setidaknya disiapkan 33 unit mobil jip untuk mengantarkan wisatawan menikmati keindahan alam perbukitan Prambanan dan berbagai situs peninggalan sejarah budaya di tiga trek yang disediakan.

“Ada beberapa pilihan yang ditawarkan, seperti long track yang mengunjungi destinasi selama sekitar dua jam yang diantaranya meliputi objek Wisata Candi Barong, Candi Banyunibo, Candi Ijo, Spot Riyadi, Batu Papal, Candi Miri, Candi Dawangsari hingga ke Desa Wisata Rumah Domes,” urai Kholiq.

Selain long track, ada pula medium dan short track di mana wisatawan dapat memilihnya sendiri. Untuk biayanya pun beragam 500 ribu rupiah untuk long track, 350 ribu rupiah untuk medium track, dan 150 ribu rupiah untuk short track.

Kholiq mengatakan, saat ini kunjungan wisatawan di Tebing Breksi tiap harinya rata-rata berkisar antara 300 hingga 500 wisatawan.

“Sedangkan untuk hari libur pengunjung bisa mencapai di atas wisatawan,” tambah Kholiq.

Banyak faktor yang menurut Kholiq menjadikan kunjungan ke Tebing Breksi semakin meningkat. Selain promosi gencar melalui berbagai media, banyak kegiatan dari orang luar daerah yang tak sengaja dijadikan sebagai ajang pemasaran wisata Tebing Breksi ini.

“Berbagai kegiatan budaya, seni dan olahraga yang diselenggarakan di Taman Tebing Breksi, telah banyak membantu dalam promosi dan mendongkrak kunjungan wisatawan,” kata Kholiq.

Berada di antara puluhan obyek wisata di Sleman, tentunya jumlah kunjungan yang dicapai tidak lantas memuaskan bagi pihak Kholiq.

“Masih perlu adanya banyak inovasi agar tetap bisa bersaing dan bertahan di tengah bermunculan objek-objek wisata yang baru,” katanya.

Selain inovasi, pelayanan kepada wisatawan pun harus ditingkatkan. Salah satunya yang mendesak adalah lahan parkir yang selama ini belum cukup menampung.

Bahkan, di 2017 mendatang, masterplan untuk Tebing Breksi sudah rampung digarap. Hal ini dipastikan untuk meningkatkan kunjungan dan juga layanan dari obyek wisata Tebing Breksi sendiri.