Sleman Dikunjungi Lebih dari 200 Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran

Sleman – Berbeda dengan libur lebaran tahun lalu, tahun ini libur lebaran mencapai lebih dari seminggu. Tak khayal, kesempatan ini dijadikan banyak keluarga sebagai momentum berlibur.

Salah satu destinasi liburan yang diminati oleh banyak wisatawan adalah Kabupaten Sleman. Kabupaten Sleman menawarkan beberapa destinasi wisata, baik itu wisata sejarah maupun wisata alam.

Dari data yang tercatat, sejak libur lebaran pada Jumat (23/6) hingga Rabu (28/6) diperkirakan sebanyak wisatawan melakukan kunjungan di beberapa destinasi wisata di Kabupaten Sleman.

Dilihat dari jenis destinasi wisata yang ada, wisata alam masih menjadi favorit kunjungan wisatawan pada musim liburan ini, yakni sebesar kunjungan.

Selanjutnya diikuti oleh wisata candi, sebanyak wisatawan mengunjungi Candi Prambanan, Candi Keraton Ratu Boko, Candi Ijo, Candi Sambisari, dan beberapa candi lain di Kabupaten Sleman.

Wisata museum, seperti  Museum Ullen Sentalu, Museum Gunuung Merapi, Museum dan Monjali pun masih menjadi preferensi sebanyak pengunjung.

Tak berhenti di situ, wahana wisata buatan layaknya Taman Pelangi, Festival of Light, Jogja Bay, dan Merapi Park ternyata mampu menyedot anime wisatawan.

Data yang dihimpun dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman ini juga melihat adanya pergeseran tujuan utama kunjungan wisatawan, yakni ke wilayah timur.

Sampai dengan Rabu (28/6), kawasan timur menjadi tujuan utama 40,10% wisatawan di Kabupaten Sleman. Berikutnya, kawasan utara sebesar 34,52% wisatawan dan sisanya di kawasan tengah sebanyak 25,56% wisatawan.

Pergeseran ini dinilai tak lepas dari semakin dikenalnya destinasi wisata baru, seperti Tebing Breksi. Selain itu, disebabkan oleh promosi yang terukur dan masif dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, dengan memanfaatkan media sosial yang ada.***




Lebaran Ajang Jaling Silaturahmi dan Kebersamaan

Sleman – Sholat Idul Fitri 1438 H di lapangan Denggung Sleman terasa lebih menarik karena menghadirkan Imam dan Khotib yakni Hakim Agung dari Mahkamah Agung Republik Indonesia, Drs. H. Ahmad Muktiarto, SH,, Minggu (25/6).

Hadir dalam Sholat Idul Fitri di Lapangan Denggung, antara lain Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, Msi beserta istri Hj. Kustini Sri Purnomo, dan para pejabat Pemkab Sleman.

Dalam khotbahnya, Ahmad Muktiarto menyampaikan, dua larangan Allah SWT yang sampai saat ini masih sering dilakukan manusia, yaitu berjudi dan meminum khamr (minuman keras).

Kedua larangan tersebut dilarang karena dapat mengakibatkan permusuhan dan kebencian, lupa mengingat Allah dan mengerjakan sembahyang, kehilangan fungsi akal yang merusak generasi muda, bahkan kematian.

Segala bentuk perjudian telah menjadikan korban banyak umat manusia, terutama dari kalangan menengah ke bawah. Rakyat yang tadinya kaya menjadi bangkrut, rakyat yang sudah miskin menjadi semakin hanyut dalam kemiskinan, rumah tangga yang tadinya rukun menjadi hancur berantakan.

Untuk itulah Ahmad Muktiarto mengajak pemerintah, cendekiawan, alim ulama, mubaligh, dan segenap komponen bangsa bersatu memberantas perjudian.

Sementara itu Bupati Sleman, Sri Purnomo saat dijumpai usai melakukan Sholat Idul Fitri menyampaikan harapannya kepada Allah SWT, semoga amal ibadah yang telah dilaksanakan dapat diterima Allah SWT, dan kita dapat kembali ke fitrah dengan menjalin tali silaturahmi dan kebersamaan.

Usai melaksanakan Sholat Idul Fitri di Lapangan Denggung Sleman Bupati Sleman beserta Ibu, Wakil Bupati Sleman, dan Sekda Sleman secara bersamaan melakukan Open House di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman untuk melakukan silaturahmi dengan saling memaafkan dengan Ketua DPRD, Muspida, Kapolres Sleman, Kepala SKPD, Camat, serta masyarakat.




Warga Turi Pantau Arus Mudik Lewat Posko Bersama

Turi – Selasa (20/6), Posko Bersama Pantauan Arus Mudik Lebaran 2017 di perempatan Donokerto, Turi resmi disahkan oleh Camat Turi, Siti Anggraeni Susila Prapti, SH, MM. Peresmian ini juga dihadiri oleh perwakilan Polsek Turi, Kepala Desa Donokerto, Kepala Desa Wonokerto, Babin Kamtibmas Donokerto, Babinsa, Kepala Dukuh Turi, BPBD, KIM, dan juga relawan posko yang terdiri dari Destana Donokerto, KOR, MTA, ormas, serta relawan.

Dalam sambutannya Ibu Camat mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat sebab jalur di Turi kini makin padat, baik dari arah barat maupun dari timur. Untuk Kecamatan Turi sendiri terdapat 3 posko di 3 lokasi, yaitu di perempatan Turi, di depan Kantor Kecamatan Turi, dan di perempatan Ngablak.

Tak lupa dalam sambutannya, Ibu Camat juga menyampaikan mengenai harga sembako dan bahan lainnya di Turi yang mengalami kenaikan namun tetap terkendali. Selain itu, mengenai posko kesehatan sudah dikoordinasikan dengan Puskesmas sesuai arahan Bupati Sleman, Sri Purnomo.




10 Puskesmas Rawat Inap di Sleman Buka 24 Jam Saat Libur Lebaran

Sleman – Seluruh puskesmas di Kabupaten Sleman akan disiagakan 24 jam mulai H-7 sampai H+7 libur Lebaran.

“Jadi mulai dari tanggal 19 besok senin sampai tanggal 2 Juli,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Sleman, dr. Nurulhayah, .

Sebanyak 25 puskesmas akan dibuka selama satu hari penuh dengan 10 di antaranya melayani rawat inap 24 jam, yakni Puskesmas Minggir, Puskesmas Mlati 2, Puskesmas Seyegan, Puskesmas Godean 1, Puskesmas Tempel 1, Puskesmas Sleman, Puskesmas Ngemplak 1, Puskesmas Turi, Puskesmas Berbah, dan Puskesmas Kalasan.

 “Nah yang 15 puskesmas lainnya kita minta tetap buka 24 jam untuk pelayanan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan-red) dan P3P (Pertolongan Pertama Pada Penyakit-red),” tambah Nurulhayah saat ditemui Jumat (16/6) di Gedung BKAD Kabupaten Sleman.

Nurulhayah juga menyampaikan bahwa masyarakat perlu waspada terkait penyakit yang sering menjangkit saat musim mudik berlangsung.

“Pola penyakit kalau yang selama ini ada, itu yang datang ke pelayanan kesehatan paling tinggi adalah panas, terutama pada anak-anak itu yang sering menjadi gawat darurat,” terang Nurulhayah.***

Karenanya, Dinas Kesehatan pun menerapkan pelayanan 24 jam melalui Sleman Emergency Services dengan call center 0274-8609000.

“Kami nanti akan kontak dengan 5 rumah sakit dan 6 puskesmas untuk langsung ke lokasi menolong korban,” urainya.

Selain itu, untuk kejadian-kejadian yang luar biasa, seperti keracunan makanan, pihak Dinas Kesehatan sendiri telah menyiapkan contact person dari district survey lounge officerdengan nomor 0858-6898-4384 agar segera dapat menindaklanjuti kejadian tersebut.***




PPDB 2017 Terapkan Zonasi dengan Bonus Nilai dan Usia

Sleman – Sleman menerapkan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di tahun 2017. Ini mengacu pada Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 17 tahun 2017 berupa zonasi sekolah.

Untuk Sekolah Dasar Negeri (SD N) pembagian zonasi berbasis beberapa padukuhan terdekat dengan sekolah. Sementara untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP N) dilaksanakan dengan sistem zonasi yang dibagi berdasarkan wilayah barat, timur, utara, dan tengah. Zonasi ini berdasarkan domisili orang tua/wali, dibuktikan dengan Kartu Keluarga atau C1.

Tak berhenti pada penerapan sistem zonasi, Sleman juga memberlakukan sistem pemberian tambahan nilai dan usia pada calon peserta didik yang mendaftar sekolah di dalam zonasinya. Untuk calon peserta didik SD N yang mendaftar di dalam zona sekolah akan mendapat tambahan umur sebanyak 3 bulan. Sementara, untuk calon peserta didik SMP N yang mendaftar di dalam zona mendapat tambahan nilai 20 dan 10 tambahan nilai di luar zona tetapi masih dalam satu kabupaten.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Arif Haryono mengatakan bahwa penerapan sistem bonus ini hanya berlaku di Sleman.

“Tambahan usia 3 bulan dan nilai 20 merupakan kebijakan pemerintah daerah supaya memprioritaskan yang dekat rumahnya,” terang Arif pada Selasa (20/6) di Kantor Humas Setda Sleman.

Ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi saat calon peserta didik mendaftar, misalnya mereka mendaftar di zona yang sama dengan usia yang sama.

“Maka yang rumahnya yang paling dekat itu yang diprioritaskan,” tutur Arif.

Selain itu, jika usia sama dan jarak rumah sama-sama dekat maka akan diterima salah satu calon siswa yang mendaftar lebih dahulu.

Arif juga menjelaskan adapun tujuan dari diadakannya sistem zonasi ini agar anak-anak bisa bersekolah di sekolah yang dekat dengan tempat tinggalnya.

“Zonasi itu dimaksudkan agar anak-anak itu lebih dekat sekolahnya ke wilayahnya,” jelas Arif.

Tujuan lainnya tentu untuk memeratakan kualitas pendidikan sehingga siswa tidak hanya berkumpul dalam satu sekolah saja. Meski demikian, semua calon siswa tetap dipersilakan untuk mendaftar ke sekolah tujuannya masing-masing.