Workshop Sanitasi Dorong Perilaku Sehat Siswa Sekolah

Sleman – Workshop Sanitasi di lingkungan sekolah yang berlangsung di RR Setda B Rabu (14/6). Workshop tersebut diikuti  40 peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah SMP N di Wilayah Sleman dan Pokja Sanitasi. Dan workshop dibuka oleh Kepala Bagian Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Ir. Dwi Anta Sudibya, MT.

Dalam sambutannya Kabag Pembangunan menyampaikan bahwa menciptakan sekolah yang nyaman diperlukan kerjasama semua pihak tidak hanya pihak sekolah, namun juga masyarakat sekitar. Lebih lanjut disampaikan bahwa kenyamanan sekolah juga dipengaruhi oleh siswa  dalam berperilaku.

Dengan berperilaku sehat dan bersih akan membuat suasanya sekolah nyaman. Yang jelas tambah Sudibya bahwa kebiasaan dan perilaku siswa di sekolah yang baik akan terbawa dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Disampaikan pula bahwa program Sanitasi bisa menciptakan lingkungan sekolah yang lebih baik.

Sementara itu Kepala Seksi Sarana dan Prasarana SMP Dinas Pendidikan Sleman, Drs. Andreas Wiji berharap dengan workshop tersebut dapat mewujudkan komunitas sekolah yang perduli dan berbudaya lingkungan hidup khususnya sanitasi sekolah.

Sanitasi sekolah meliputi KM/WC, Uninoir (kualitas-kualitas), sarana pembuangan limbah serta sarana pembuangan sampah. Dengan dibentuknya pokja sanitasi sekolah merupakan wujud dan upaya menjadikan anak sekolah sebagai “agen prubahan” untuk perilaku hidup bersih dan sehat. Siswa merupakan “pemacu dan pemicu” yang baik dan efektif bagi keluarga dan lingkungan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa tangan yang kotor berpotensi menularkan penyakit. Kebiasaan cuci tangan dengan sabun mampu menurunkan kejadian penyakit diare 30%. Berdasarkan ketentuan Departemen Kesehatan maka tiap 2 (dua) ruang kelas harus terdapat satu wastafel yang terletak diluar ruangan.

Sekolah merupakan tempat pembelajaran bagi peserta didik untuk membiasakan diri berperilaku hidup sehat dan bersih, untuk menurunkan risiko terkena penyakit tertentu. Beberapa perilaku hidup sehat dan bersih yaitu tidak merokok, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan diri, cuci tangan pakai sabun, menjaga kebersihan lingkungan dan lainnya.




Pengukuhan Dewan Korpri Sleman Resmi Dikukuhkan

Sleman – Sebanyak 364 anggota KORPRI (Korp Pegawai Republik Indonesia) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Sleman dikukuhkan menjadi Dewan Pengurus KORPRI Unit  bertempat di Pendopo Kantor Bupati Sleman, Selasa (13/6). Bertindak sebagai pelantik Dewan Pengurus KORPRI Unit yang baru tersebut adalah Ketua Dewa KORPRI Kabupaten Sleman, Sumadi, SH, MH.

Bupati Sleman, Sri Purnomo yang turut hadir pada acara tersebut berharap supaya Dewan Pengurus KORPRI Unit mampu mencari terobosan dan inovasi layanan yang bermanfaat bagi anggota KORPRI di unitnya.

Menurutnya pengurus KORPRI Unit didukung oleh UPT KORPRI tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program kerja KORPRI Kabupaten, tapi juga harus produktif dan inovatif. Sehingga mampu mendorong dan meningkatkan kapasitas kinerja anggota KORPRI di Unit masing-masing.

Dikatakan pula, KORPRI Unit harus mampu memberi contoh sebagai organisasi yang solid, transparan, bertanggungjawab dan professional. Sehingga seluruh program kerja, kegiatan dan penggunaan iuran dapat dipertanggungjawabkan kepada anggotanya.

Dewan pengurus KORPRI Unit periode 2017-2021 tersebut merupakan sebuah wadah organisasi bagi ASN (Aparat Sipil Negara) di Kabupaten Sleman. Organisasi tersebut berperan dalam meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan aparat, melalui implementasi program kerja yang telah disepakati dalam musyawarah KORPRI.




Pasar Lebaran, Alternatif Belanja Murah Jelang Lebaran

Sleman – Pasar Lebaran merupakan acara tahunan dalam rangka mempromosikan produk UMKM Sleman. Pasar Lebaran juga bertujuan untuk menyediakan kebutuhan pokok bagi masyarakat dengan harga relatif murah dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1438 H.

Pasar Lebaran yang sedianya berlangsung mulai Senin (12/6) hingga Sabtu (17/6) ini dibuka oleh Bupati Sleman dengan melakukan pemukulan gong, ditemani Kepala Kantor Wilayah BNI 46 Yogyakarta, Kepala Dinas Perindustrian dan Pedagangan Kabupaten Sleman, serta perwakilan dari DPRD Sleman.

Mengambil tema “Aku Cinta Produk Sleman yang Kreatif dan Inovatif”, Pasar Lebaran dibuka mulai pukul WIB di Halaman Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Dra. Tri Endah Yitnani, melaporkan bahwa Pasar Lebaran tahun 2017 diikuti sebanyak 60 peserta yang terdiri dari 27 produk makanan, 20 produk fashion, 12 produk kerajinan, dan 1 produk kecantikan. Selain stan UMKM, ada juga stan sembako murah dengan komoditas, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, bawang putih, dan daging sapi.

Penyediaan sembako murah tersebut bekerjasama dengan BULOG Drive Yogyakarta dan PT Dwi Cakra serta disponsori oleh PDAM Sleman, PT Dua Kelinci, Sari Furniture, dan beberapa pihak terkait lainnya.

Rubiyah, salah satu penjual produk minuman Dawet Pathi Garut, menuturkan bahwa produk-produk yang ia jual sangat terjangkau harganya. Harga termahal dari produknya adalah 5 ribu rupiah untuk satu botol Legen.

Rubiyah juga mengungkapkan tujuan keikutsertaannya dalam Pasar Lebaran ini adalah untuk melebarkan pangsa usahanya.

“Biar dikenal produk saya, juga menambah income baik di kelompok atau di pribadi saya,” ujar warga Sendangrejo Minggir ini.

Selain terlihat dari peserta Pasar Lebaran, antusiame juga dapat dirasakan oleh pengunjung Pasar Lebaran. Erna, warga asli Sleman, mengaku rutin datang ke Pasar Lebaran ini mengingat event ini selalu diadakan setiap menjelang Idul Fitri.

“Sudah tiap tahun diadakan jadi otomatis tahu,” kata Erna.

Harga barang yang relatif murah dan keberagaman produk diakui Erna menjadi daya tariknya melakukan transaksi di Pasar Lebaran ini.

“Harga di sini murah-murah, kerudung, makanan, beras,” sebut Erna.




Rumah Kreatif Sleman Sarana Kembangkan Kreativitas UMKM

Sleman – Rumah Kreatif BUMN (RKB) diresmikan oleh Bupati Sleman, Drs. Sri Purnomo, , pada Senin (12/6) di halaman depan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman. RKB merupakan program inisiasi dari Bank BNI 46 selaku BUMN dengan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perindustrian dan Pedagangan Kabupaten Sleman, Dra. Tri Endah Yitnani, ., menjelaskan tujuan dibentuknya RKB atau yang diberi nama Rumah Kreatif Sleman ini.

“Rumah Kreatif Bersama atau yang namanya Rumah Kreatif Sleman nantinya, itu merupakan salah satu sarana untuk mengembangkan UKM yang ada di Kabupaten Sleman agar bisa lebih meningkat produksinya, membangun jejaring, dan juga mencari solusi atas permasalahan-permasalahan yang ada,” terang Endah.

Permasalah-permasalah yang sering dihadapi oleh UMKM saat ini misalnya terkait pemasaran, digitalisasi atau e-commerce, desain, dan branding UMKM itu sendiri.

Kepala Kantor Wilayah BNI 46 Yogyakarta, Arif Suwasono, SE, MM, mengungkapkan bagaimana BNI 46 sebelumnya telah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam rangka mendukung visi-misi Kabupaten Sleman, salah satunya melalui marketplace Sleman Mall.

Selain melalui Sleman Mall, BNI 46 merasa perlu untuk meningkatkan daya kreatif dan inovatif pelaku UMKM Sleman dengan pembentukan Rumah Kreatif BUMN ini.

“Untuk meningkatkan daya saingnya,” tambah Arif.

Bupati Sleman, Drs. Sri Purnomo, , menyambut positif dan sangat mengapresiasi upaya BNI 46 dalam membentuk Rumah Kreatif Sleman ini.

“Mayoritas UMKM sudah jago soal produksi, namun masih lemah di marketing dan packaging produk mereka,” tutur Sri Purnomo.

Pelaku UMKM dapat diberikan pelatihan bagaimana membangun, mengemas, membuat narasi produk, mempelajari pola belanja online, dan bagaimana menjaga stok.

“Selain itu fasilitas yang ada di RKB ini dapat mendorong kreatifitas dan inovasi para pelaku industri kreatif di Sleman,” ungkap Sri Purnomo.

Peresmian RKB ditandai dengan penandatanganan MOU antara Pemerintah Kabupaten Sleman dengan BNI 46. Dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke Rumah Kreatif Sleman tersebut.




Atlet Catur Sleman Mewakili Indonesia

Sleman – Banyak prestasi yang telah diukir oleh Kabupaten Sleman, baik di tingkat kabupaten, tingkatkecamatan, tingkat desa, bahkantingkatdusun. Prestasi yang berhasil diraih beragam mulai darikompetisi tingkat Provinsi hingga kompetisi tingkat Nasional.

Selasa (13/6) siang, Bupati Sleman, Sri Purnomo menerima Safira Devi Herveva di ruang tamu Kantor Bupati Sleman. Anak perempuan yang tengah duduk di kelas 2 SD Tajem, Kecamatan Depok, Kabupaten  Sleman tersebut sangat berbakat dalam permainan catur.

Safira berhasil  mewakili  Provinsi DIY untuk maju di kejuaraan Catur Junior IV 2016 tingkat nasional katagori F (U-9) dan berhasil memboyong medali emas. Safira mampu mengumpulkan poin sempurna dengan mengalahkan semua lawannya dari 9 propinsi.

Tak cukup sampai disitu, pada tanggal 15 Juni besok Safira akan berangkan menuju Ulan Bator Mongolia untuk mengikuti kejuaraan 2nd Eastern Asian Youth Chess Championship. Kejuaraan tersebut rencananya akan diselenggarakan mulai tanggal 17 s/d 26 Juni 2017.

Sri Purnomo dalam pertemuan singkatnya mengucapkan selamat sekaligus berharap untuk mendapatkan hasil terbaik pada kejuaraan tersebut sehingga mampu menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Sleman. Pada kesempatan tersebut Sri Purnomo juga memberikan dukungan materil untuk menambah motivasi kepada atlit muda yang akan bertanding tersebut.

“Cuma bisa kasih sedikit, semoga bisa jadi tambahan uang saku”, kata Sri purnomo.

Syahri, Kepala Sekolah SD Tajem yang juga merupakan tempat Safira menuntut ilmu mengungkapkan bahwa kendati Safira sering mengikuti kejuaraan catur, namun sama sekali tidak mengganggu proses belajar-mengajarnya. Bahkan dirinya mengatakan Safira termasuk murid yang berprestasi di sekolahnya.

“Kegiatan catur ini tidak mengganggu, dia termasuk baik perstasinya di sekolahan”, kata Syahri.