Event Ramadan, Bank Sleman Edukasi Literasi Keuangan

Sleman – Event Ramadan dimanfaatkan oleh Bank Sleman untuk menjalin kemitraan yang dikemas dalam acara Gathering Bersama Mitra Kerja PD BPR Bank Sleman, dilanjutkan buka puasa bersama. Acara dilaksanakan 2 hari yakni 8 dan 13 Juni 2017 di Grha Sarina Vidi Jl Magelang Mlati Sleman.

Menghadirkan sekitar 250 orang meliputi Camat, Kepala Desa, Perangkat Desa serta para deposan. Juga dihadiri Sekda Sleman, Ketua dan Anggota Dewan Pengawas Bank Sleman.

Direktur Utama PD BPR Bank Sleman, Muhammad Sigit, SE.,, menyampaikan edukasi literasi keuangan kepada para peserta sebagai bagian dari kewajiban Bank Sleman kepada para nasabahnya, Selasa (13/6).

Sedangkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Drs. Purwatno Widodo, . menyampaikan tentang pengelolaan dana oleh Pemerintah desa dan mendukung kinerja Bank Sleman dengan mengisyaratkan Pemerintah Desa untuk menyimpan uang hasil ganti rugi tanah kas desa ke Bank Sleman dan semaksimal mungkin memanfaatkan transaksi keuangannya di Bank Sleman mengingat Bank Sleman merupakan BUMD milik Pemkab Sleman.

Sementara itu juga disampaikan materi tambahan yang disampaikan Dwijonagoro,Guru Besar LPPMP UNY dengan materi Layanan Prima. Materi ini sangat bermanfaat baik bagi pegawai bank Sleman sendiri maupun kepada para Camat, Kades dan perangkat desa untuk dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara pada hari kedua 13 Juni 2017 juga dilaksanakan acara yang sama dengan tamu undangan yang berbeda terdiri dari unsur pengelola Keuangan di Jajaran SKPD Sleman, Pemda DIY, Pemda Bantul, POLDA DIY, Polres Sleman, Bantul, Gunung Kidul dan Kulon Progo.

Dalam acara ini disampaikan Edukasi Literasi keuangan oleh , Ak. M. Si selaku  Anggota Dewan Pengawas Bank Sleman dengan judul PENINGKATAN LITERASI KEUANGAN SECARA STRATEGIC. Dalam kesempatan ini juga diadakan dialog dengan peserta.

Direktur Utama PD BPR Bank Sleman, Muhammad Sigit, SE., menyampaikan kegiatan yang dilakukan selama dua hari ini dimaksudkan selain untuk silaturahmi dengan mitra Bank Sleman juga sebagai ungkapan terima kasih kepada para mitra yang selama ini telah menjalin kerjasama yang baik.

Bisnis membutuhkan kesinambungan, untuk itu terus diupayakan dalam menjaga hubungan yang saling menguntungkan antara Bank Sleman dengan mitra. Harapannnya dengan jalinan ini Bank Sleman tau apakah mitra puas dengan pelayanan yang diberikan pihak Bank Sleman.

Kalau mereka puas otomatis akan mempromosikan  Bank Sleman. Selain itu juga untuk mengetahui apakah layanan yang diberikan Bank Sleman selama ini diterima mayarakat. Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk menjaring masukan dari mitra bagi kemajuan Bank Sleman ke depan.




Atlet Cilik Sleman Wakili Indonesia ke Kancah Internasional

Sleman – Banyak prestasi yang telah diukir oleh Kabupaten Sleman, baik di tingkat kabupaten, tingkat kecamatan, tingkat desa, bahkan tingkat dusun. Prestasi yang berhasil diraih beragam mulai dari kompetisi tingkat provinsi hingga kompetisi tingkat nasional.

Selasa (13/6) siang, Bupati Sleman, Sri Purnomo menerima Safira Devi Herveva di Kantor Bupati Sleman. Anak perempuan yang tengah duduk di Kelas 2 SD Tajem, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman tersebut sangat berbakat dalam permainan catur.

Safira berhasil mewakili Provinsi DIY untuk maju di kejuaraan Catur Junior IV 2016 tingkat nasional katagori F (U-9) dan berhasil memboyong medali emas. Safira mampu mengumpulkan poin sempurna dengan mengalahkan semua lawannya dari 9 propinsi.

Tak cukup sampai disitu, pada tanggal15 Juni besok Safira akan berangkan menuju Ulan Bator Mongolia untuk mengikuti kejuaraan 2nd Eastern Asian Youth Chess Championship. Kejuaraan tersebut rencananya akan diselenggarakan mulai tanggal 17 s/d 26 Juni 2017.

Sri Purnomo dalam pertemuan singkatnya mengucapkan selamat sekaligus berharap untuk mendapatkan hasil terbaik pada kejuaraan tersebut sehingga mampu menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Sleman. Pada kesempatan tersebut Sri Purnomo juga memberikan dukungan materil untuk menambah motivasi kepada atlit muda yang akan bertanding tersebut.

“Cuma bisa kasih sedikit, semoga bisa jadi tambahan uang saku”, kata Sri purnomo.

Syahri, Kepala Sekolah SD Tajem yang juga merupakan tempat Safira menuntut ilmu mengungkapkan bahwa kendati Safira sering mengikuti kejuaraan catur, namun sama sekali tidak mengganggu proses belajar-mengajarnya. Bahkan dirinya mengatakan Safira termasuk murid yang berprestasi di sekolahnya.

“Kegiatan catur ini tidak mengganggu, dia termasuk baik perstasinya di sekolahan”, kata Syahri.




Sambut Liburan, Dinas Pariwisata Sleman Kembali Adakan Festival Of Lights

Sleman – Menyambut libur kenaikan kelas dan libur lebaran 2017, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman bersama PT Cikal Bintang Bangsa (pengelola Taman Pelangi Monumen Jogja Kembali) kembali akan menggelar Festival of Lights di Gardu Pandang Kaliurang.

Gelaran Festival of Lights yang mengambil tema “Gemerlap Ramadhan” akan berlangsung selama 30 hari, sejak 16 Juni 2017 sampai dengan 16 Juli 2017 mendatang. Tema ini dipilih untuk menggambarkan kegembiraan dalam melaksanakan puasa Ramadhan dan menyambut libur lebaran.

Selain menampilkan berbagai macam lampion seperti lampion bunga seperti mawar dan tulip, dunia ikan, tanaman gandum, dengan tema Timur Tengah, gelaran Festival of Lights kali ini juga menampilkan kuliner berbagai jajanan tradisional dan modern yang dijual dalam kisaran Rp ,-, serta Dancing Fountain yang hadir pertama kali di Yogyakarta.

Atraksi Dancing Fountain ini meliputi atraksi air menari yang gerak pancarnya disesuaikan dengan lagu, dengan semburan api, laser serta water screen.

Direktur Eksekutif Festival of Light, Solikin Swiji menyampaikan bahwa cukup dengan membayar tiket sebesar Rp ,- pada hari biasa atau Rp ,- pada hari libur nasional dan weekend, pengunjung dapat menikmati atraksi yang sama seperti di Singapura.

Data menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kaliurang selama bulan Juli, selama Festival of Lights berlangsung sejak tahun 2015 menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan. Berturut-turut jumlah kunjungan wisatawan ke Kaliurang selama bulan Juli untuk periode 2014-2016 adalah kunjungan, kunjungan dan kunjungan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra. Hj. Sudarningsih, berharap selain dapat meningkatkan kunjungan ke Kabupaten Sleman, gelaran Festival of Lights ini dapat menjadi destinasi tematik alternatif bagi wisatawan yang berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta.




Rapat Koordinasi Permasalahan Tanah Sultan Ground

Sleman – Permasalahan tanah Sultan Ground masih terus bergulir hingga saat ini. Bupati Sleman, Sri Purnomo bersama Penghageng Kawedanan Hageng Punokawan (KHP) Wahonosartokriyo/Panitikismo, KGPH Hadiwinoto menghadiri Rapat Koordinasi yang membahas tentang tanah Sultan Ground di Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Kabupaten Sleman pada hari Senin (12/6).

Pada acara yang turut dihadiri oleh Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Sleman tersebut, Sri Purnomo berharap kepada seluruh pihak termasuk para pamong desa yang di wilayahnya ada Sultan Ground, untuk tidak perlu takut ketika ada pihak yang mengatasnamakan trah keturunan Keraton, Khususnya keturunan HB (Hamengku Buwono) VII.

“Ini sudah kita jelaskan bersama terkait silsilah HB VII, semoga bisa menjadi pencerahan bersama”, ungkap Sri Purnomo.

KGPH Hadiwinoto menegaskan bahwa tanah Sultan Ground dan termasuk seluruh aset tidak bergerak milik Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat tidak dibagi-bagikan kepada ahli waris. Jadi menurutnya tidak bisa dibenarkan jika ada pihak yang mengaku sebagai ahli waris kemudian mengkapling dan bahkan memperjual-belikan tanah Sultan Ground tersebut.

“Kalo tanah itu dibagi-bagikan ke ahli waris ya pasti sudah habis dari dulu, logikanya kan gitu”, tegas KGPH Hadiwinoto

Lebih lanjut KGPH Hadiwinoto mengatakan bahwa oknum atau pihak yang mengaku sebagai ahli waris HB VII tersebut tidaklah benar. Dirinya mengatakan bahwa oknum tersebut hanya kerabat dari HB VII yang meninggal pada tahun 1915, sedangkan HB VII meninggal pada 1921.

“lha wong dia meninggal tahun 1915 kok, sedangkan HB VII meninggal tahun 1921. Ya mana mungkin dia jadi ahli waris”, lanjut KGPH Hadiwinoto.

Acara tersebut diselenggarakan menyusul adanya oknum yang mengaku ahli waris dari HB VII beberapa saat lalu, yang kemudian melakukan pengkaplingan pada tanah Sultan Ground untuk kepentingan pribadi.

Acara tersebut juga merupakan upaya untuk menjaga aset Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat berupa tanah Sultan Ground supaya bisa digunakan sebagaimana mestianya.




Hindari Macet, Angkutan Umum Dilarang Melintas Jalan Kabupaten Sleman

Sleman – Dalam waktu dekat ini angkutan barang dan kendaraan bermotor umum dilarang melewati Jalan Kabupaten pada waktu tertentu. Larangan tersebut mulai Jembatan Bangkrung depan Pengadilan Negeri Sleman sampai simpang empat Kronggahan, baik dari arah utara maupun selatan. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kemacetan dan kecelakaan.

Untuk mengambil langkah tersebut diperlukan kajian yang cukup, termasuk melibatkan tiga Polsek, yaitu Polsek Sleman, Polsek Mlati dan Polsek Gamping karena jalur tersebut berada di tiga wilayah.

Termasuk melibatkan tiga kecamatan dan tiga desa, Desa Sendangadi, Desa Tridadi dan desa Trihanggo Gamping. Sebagai SKPD yang punya kewenangan Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman juga melibatkan institusi yang lain seperti Polres Sleman, Dinas Perhubungan DIY, dll.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Sleman Drs. Mardiyana saat rapat koordinasi baru-baru ini di Kantor Dinas Perhubungan Sleman, Senin (12/6). Lebih lanjut disampaikan bahwa kendaraan yang tidak boleh melewati jalan Kabupaten tersebut kendaraan angkutan umum bus maupun mobil barang/truk dan itu mulai berlaku mulai jam – , setelah jam tersebut semua kendaraan bebas melewati jalan Kabupaten Sleman.

Disampaikan pula bahwa apabila masyarakat sekitar jalan Kabupaten mulai jembatan Bangkrung sampai simpang empat Kronggahan  akan memanfaatkan jalan dengan misalnya akan mengirim material atau keperluan yang lain dengan menggunakan bus atau truk bisa memanfaatkan pada malam hari, atau padaa jam – dengan mengajukan permohonan ijin kepada Polisi yang berada di Pos Denggung.

Yang jelas tambah Mardiyana bahwa langkah tersebut diambil semata mata untuk mengurangi kemacetan dan mengurangi angka kecelakaan dan kenyamanan pengguna jalan tersebut. Tentang mulai kapan diberlakukan rekayasa lalu lintas tersebut masih menunggu ketentuan lebih lanjut.