Bupati Sleman Ajak Resapi Isi Al Quran

Sleman – Bertepatan dengan Peringantan Nuzulul Qur’an, Bupati Sleman Sri Purnomo berharap Peringatan hari turunnya Kitab Suci Agama Islam tersebut tidak hanya menjadi acara seremonial belaka. Hal tersebut disampaikannya dalam Safari Tarawih Keliling Pemerintah Kabupaten Sleman, Minggu (11/6) di Masjid Agung Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Beran, Tridadi, Sleman.

Dalam kesempatan tersebut dirinya mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk bisa meresapi dan merenungi isi kandungan dari ayat-ayat Al-Qur’an tersebut. “Insyaallah kita akan mampu mengamalkan perintah dan larangan yang terkandung dari  Al-Qur’an itu sendiri”, lanjut Sri Purnomo.

Peringatan Nuzulul Qur’an bulan Ramadhan tahun ini mengankat tema “Penuntun Hati Menuju Kehidupan yang Damai Sejahtera dan Bahagia Sekalipun dalam Perbedaan”.

Selain itu Sri Purnomo juga menyampaikan bahwa kita harus mempunyai keseimbangan dalam berkegiatan untuk dunia dan berkegiatan untuk akhirat. Sehingga nantinya dapat meraih sukses di dunia maupun akhirat.

Pada bulan Ramadhan ini Masjid Agung Dr. Wahidin Sudiro Husodo Kabupaten Sleman juga mengadakan beberapa kegiatan sekaligus memfasilitasai jamaah yang ingin meningkatkan ibadahnya di Masjid Agung Sleman tersebut.

”Selama Ramadhan, di Masjid Agung ini diadakan kegiatan meningkatkan ibadah kita, seperti kajian sebelum dan sesudah sholat, tadarus Al-Qur’an, termasuk yang ingin sholat malam juga difasilitasi. Setiap malam ada sholat malam di Masjid ini dimulai jam 2 sampai jam setengah 4”, kata Sri Purnomo.

Pada acara tersebut Bupati Sleman juga mentasyarufkan atau menyalurkan bantuan dana dari BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) kepada para mustahiq yang terdiri dari Ta’mir Masjid/Musholla, Majlis taklim, fakir miskin dan Kaum/Rois se-Kabupaten Sleman dengan jumlah bantuan sebesar Rp. ,-.

Acara Peringatan Nuzulul Quran tersebut ditutup dengan pengajian yang disampaikan oleh Drs. Bardan Usman, dari Wonosari Gunung Kidul.




Sleman dan Magelang Sepakat Majukan Persepakbolaan di Indonesia

Sleman – Walikota Magelang, Ir. H. Sigit Widyonindito, MT, ditemani oleh Wakil Walikota Magelang, Dra. Windarti Agustina, Sekda Kota Magelang, Kapolres Magelang Kota dan perwakilan suporter PPSM Sakti Magelang melakukan kunjungan ke Pendopo Dinas Bupati Sleman pada Sabtu (10/6). Pertemuan ini merupakan kunjungan balasan atas kedatangan Bupati Sleman ke Kota Magelang pada Jumat (26/5) lalu.

Drs. H. Sri Purnomo, yang didampingi oleh Wakil Bupati, Dra. Hj. Sri Muslimatun, , menyambut baik kedatangan Walikota Magelang beserta rombongan, yang sedianya adalah bentuk silaturahmi dari daerah tetangga tersebut.

“Kami mempunyai maksud untuk supaya kita, hubungan kekeluargaan, hubungan persahabatan antara kami di Kabupaten Sleman dengan Kota Magelang itu menjadi semakin akrab, menjadi tidak ada jaraknya, dan ya ini menjadi persaudaraan yang semakin akrab,” harap Bupati Sleman.

Diketahui sebelumnya, pada bulan Mei lalu telah terjadi gesekan antara suporter PSS Sleman dengan suporter PPSM Sakti Magelang yang mengakibatkan beberapa korban luka-luka. Melihat hal tersebut, Bupati Sleman, Walikota Magelang, Kapolres Magelang Kota, dan juga Kapolres Sleman memprakarsai sebuah perjanjian damai.

Prakarsa perjanjian damai ini merupakan jalan yang baik untuk menyelesaikan gesekan yang sebelumnya terjadi tersebut.

“Sehingga kita mengambil prakarsa itu, dan akhirnya bisa terselesaikan dengan baik,” tutur Sigit.

Dalam kunjungannya, Walikota Magelang ini, tak lupa mengingatkan untuk mengambil hikmah dari kejadian tersebut sehingga ke depannya masing-masing daerah dapat berinteraksi secara nyaman dan tidak merasa risau. Pun, dengan pertemuan seperti ini baik Kota Magelang dengan Kabupaten Sleman dapat saling sinergitas dalam bermasyarakat termasuk dalam memajukan bidang olahraga.

Senada dengan pernyataan Walikota Magelang, Bupati Sleman pun mengharapkan Kota Magelang dan Kabupaten Sleman dapat menjadi tetangga yang saling kenal mengenal, kemudian saling tolong menolong, kemudian ada satu kekuatan yang sama dalam rangka untuk memajukan persebakbolaan di Indonesia.

Di kesempatan ini pula, diserahkan sejumlah bantuan oleh Kapolsek Magelang Kota, AKBP Hari Purnomo kepada para korban luka-luka yang diwakili oleh Heruyono selaku suporter PSS Sleman.




Motivasi Santri, SDIT Salsabila Adakan Sepak Bola Api

Sleman – Ramadan merupakan bulan yang dinantikan oleh setiap umat muslim di seluruh dunia. Tak terkecuali di Indonesia, umat islam berlomba – lomba dalam memperbanyak amal dan ibadah. 

Dari mulai memberi santunan kepada yang membutuhkan, salat wajib, salat sunah, hingga membaca Al – Quran sampai larut malam. Demikian pula yang dilakukan oleh santriwan – santriwati SDIT Salsabila Klaseman Sinduharjo Ngaglik Sleman.

Santriwan Santriwati diwajibkan menghafal surat Al – Baqarah ayat 155 – 156 dan ayat 283. Untuk memotivasi santriwan santriwati pihak  SDIT Salsabila menggelar sepak bola api.

“Sepak bola api menjadi momen yang selalu ditunggu oleh santri. Hal tersebut mampu memberikan lecutan semangat bagi santri setiap tahunnya,” kata Kepala Sekolah SDIT Salsabila, Zaelani, Rabu (7/6).

Sepak bola api merupakan momen untuk mengenalkan dan memberi pelajaran kepada santri perihal api itu panas dan api neraka lebih panas dari api dunia. Namun, manusia tidak perlu takut dengan api. Selama manusia berbuat baik (dingin), api tidak memanas, tambah Zaelani.

Sepak bola api dimainkan dengan bola yang terbuat dari kelapa kering dengan sambut yang sudah di rendam minyak tanah selama 1 hari. Dan dimainkan dengan menggunakan telapak kaki untuk menghindari terjadinya luka bakar pada kulit. Selain menanamkan nilai, sepak bola api semula juga bertujuan untuk memperkenalkan keberadaan sekolah kepada masyarakat sekitar.




62 UMKM Siap Ramaikan Pasar Lebaran Sleman

Sleman – Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman akan menyelenggarakan Pasar Lebaran pada 12 hingga 17 Juni mendatang di Halaman Kantor Disperindag Sleman. Pasar Lebaran yang terbuka untuk umum ini akan berlangsung dari pukul hingga WIB.

Kepala Diperindag Sleman, Dra. Tri Endah Yitnani , mengungkapkan tujuan diadakannya Pasar Lebaran ini adalah untuk mempromosikan dan memperkenalkan produk-produk UMKM binaan Disperindag Sleman kepada masyarakat Sleman.

Untuk Pasar Lebaran ini, kami merekrut 62 UKM yang levelnya cenderung mikro untuk bisa berpromosi dan berjualan, tutur Endah saat ditemui di Kantor Humas Setda Sleman Kamis (8/6).

Produk unggulan UKM yang ditampilkan, antara lain aneka kue kering, minuman, makanan siap saji, pakaian, batik, kerajinan, dan aksesoris. Dengan dikenalnya produk-produk tersebut, diharapkan masyarakat Sleman akan terus mempergunakan produk-produk lokal hasil usaha pelaku UMKM di wilayah Kabupaten Sleman.

Selain mempromosikan produk UMKM, Pasar Lebaran ini juga bertujuan untuk membantu masyarakat Sleman dalam memenuhi berbagai kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri dengan harga yang terjangkau melalui kegiatan pasar murah dan tebus miskin.

Yang pasar murah itu bisa untuk semua anggota masyarakat tapi kalau yang tebus miskin hanya untuk warga miskin, tambah Endah.

Adapun tebus miskin, Disperindag Sleman akan menyediakan 100 paket yang berisi beras 5 kg, gula pasir 1 kg, dan minyak goreng 1 liter. Paket yang sedianya bernilai 65 ribu rupiah ini dengan tebus miskin bisa didapatkan hanya dengan harga 30 ribu rupiah.

Jadi ada subsidi sebesar 35 ribu, ujar Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disperindag Sleman, Nur Hadiyati.

Sementara untuk masyarakat umum, tersedia juga 289 paket sembako murah antara lain beras 5 kg dengan harga 34 ribu rupiah, gula pasir 11 ribu rupiah per kilo, minyak goreng 11 ribu per liter, dan daging beku 80 ribu rupiah per kilo.

Pada pembukaan Pasar Lebaran hari Senin (12/6) nanti, akan diadakan pula launching Rumah Kreatif BUMN (RKB) Sleman. RKB Sleman merupakan program yang diinisiasi oleh BUMN dalam hal ini Bank BNI 46 bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman khususnya Disperindag Sleman.

RKB Sleman bertujuan untuk meningkatkan kualitas UMKM dan dibentuk sebagai wadah bagi para pelaku UMKM untuk belajar memecahkan permasalahan UMKM yang ada saat ini misalnya masalah pemasaran, digitalisasi atau e-commerce, desain, dan branding UMKM.

?




Sleman Libatkan Tokoh Agama dalam Mengatasi Masalah KB dan Kependudukan

Sleman – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman menggandeng sejumlah tokoh agama dari Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (FAPSEDU) Sleman untuk mengatasi masalah KB dan kependudukan.

Ditemui Selasa (6/6) di Kantor Humas Pemkab Sleman, Kepala Dinas P3AP2KB, dr. Mafilindati Nuraini, , mengutarakan tugas FAPSEDU dalam upaya mengatasi masalah kependudukan itu sendiri.

“Adapun tugas dari FAPSEDU ini adalah membantu dalam memberikan penyuluhan, komunikasi, informasi, edukasi kepada masyarakat dengan bahasa agama terhadap masalah-masalah keluarga sejahtera, KB, dan kependudukan,” terang Linda.

Di Sleman sendiri, Linda mengungkapkan kendala yang dihadapi oleh Dinas P3AP2KB terkait banyaknya pasangan usia subur yang tidak mau ber-KB karena alasan agama.

Ini terlihat dari data pada akhir 2016, sebanyak 9,77 persen dari pasangan usia subur di Kabupaten Sleman yang tercatat belum menggunakan kontrasepsi.

“Data ini ya naik-turun, naik-turun, akhir April kemarin angkanya naik menjadi 12,28 persen dari pasangan usia suburnya ,” lanjut Linda.

Menggandeng FAPSEDU merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Dinas P3AP2KB agar masyarakat mau menggunakan KB.

“FAPSEDU adalah mitra dari Dinas P3AP2KB dan perannya adalah membantu KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi-red) yang hubungannya dengan program KB,” ujar K.H Muhalimi, Ketua Umum Fapsedu Sleman.

Selain itu, tugas forum yang berdiri sejak tahun 2014 ini, adalah sebagai motivator atau memberikan penyuluhan dengan bahasa agama masing-masing.

“Kami yang beragama Islam tentunya mempunyai jemaah-jemaah pengajian atau forum majelis pertemuan yang di situ bisa kita masuki program-program keluarga berencana dan kependudukan,” tambah Muhalimi.

Program nyata yang dilakukan FAPSEDU Islam adalah melakukan suscaten atau kursus calon manten. Dengan suscaten ini, calon pengantin baru akan diberikan pembekalan dan pembinaan dalam rangka menuju keluarga sakinah.

Tak hanya Islam, agama-agama lain, seperti agama Katolik, Kristen, Budha, Hindu, dan Konghucu, tentunya majelis dengan jemaahnya selalu berupaya memasukkan ide-ide yang memberikan dukungan kepada pemberdayaan perempuan, keluarga berencana, dan penguatan pembangunan keluarga melalui program-program yang dijalankan.